Thursday, December 13, 2007

Hari ini pakdhe pake 'jean'....

Yess!! pagi ini Kangmas Jogelem suamiku terlihat ceria begitu juga teman-teman sekantornya. Haiyak so pasti karena ke kantor serasa pergi ke mall, balutan celana jeans dipadu T-Shirt berwarna biru membuat penampilan Kangmas Jogelem terlihat bergaya seperti mahasiswa.
Cihuuyy....keren
coy!! Good bye kemeja lengan panjang plus celana kluyur....
Sayang cuma untuk hari ini saja. Tapi masak iya sih ada kegiatan charity saban hari ?...

Kamis kemaren anakku juga merasa merdeka karena pada hari itu diperbolehkan bebas tidak berseragam malahan diperkenankan juga meniru dandanan artis idolanya. Pokoknya hari itu anak2 bebas merasakan kebebasan tanpa memberikan imbalan apapun. Lho piye to ?
Maksudnya begini, di sekolah anakku charity merupakan kegiatan rutin. Disana ada salah satu cara unik dalam mengumpulkan uang sumbangan. Pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan siswa diperbolehkan tidak mengenakan seragam asal memberikan sumbangan sebesar 5RM.
Jadi dengan menyumbang 5Rm, siswa memperoleh complimentary yang sangat didambakan oleh anak sekolah berseragam yaitu berupa kebebasan berpakaian agar terlihat keren di sekolah.

Pada dasarnya seseorang pasti ingin hidup bebas.
Bebas dari rasa tertekan, bebas untuk menjadi diri sendiri, bebas untuk tidak memenuhi keinginan orang lain...kamu harus begini, kamu harus begitu...
Yah..bebas dari segala bentuk penjajahan gitulah...

Dulu jamannya aku masih SD kata hak asasi manusia benar2 ngetop markotop, maklum di tahun 70an kata itu baru mulai di gembar gemborkan. Makanya anak2 SD hobi mengutip kata tersebut meski cuma gara2 ditegur karena kentut sembarangan.
" emangnya kenapa....ini kan hak asasi.." gitu kata anak yang kebebasan berkentut rianya dipermasalahkan oleh teman2nya.

Adanya reformasi memunculkan euphoria kebebasan setelah 32 tahun merasa terkekang. Mulai saat itu kata2 reformasipun menjadi akrab dalam perbincangan ibu2 di sela-sela hiruk pikuknya bertransaksi dengan tukang sayur keliling.

sekarang berita di koran jadi tambah seru ya bu, malah ada yang gambarnya vulgar..” gitu kata si mpok Rumpi
ya jelas dong….kan udah reformasi…” saut Nyak Gosip
wah tapi kasihan banyak keluarga artis yang hancur akibat kebebasan infotaintmen dalam mengorek kehidupan pribadi mereka, sepertinya mereka diadu di depan publik. Ah..namanya juga reformasi.” Bu RT nggak mau kalah.

Kebebasan memangpun seronok, kebebasan juga hak asasi manusia.
Kendati begitu akankah kita menggunakan hak tersebut secara semena-mena, berteriak misuh2 tanpa mempedulikan lingkungan sekitar serta mengabaikan kepentingan orang lain. Dimana letak nurani jika luahan kebebasan kita ternyata merugikan orang lain.

Seperti kata Eyangku,
“ ngono yo ngono neng ojo ngono….”
Gitu ya gitu.. tapi jangan gitu2 banget ah!!

Sepertinya bebas terkontrol terasa lebih mak nyess daripada bebas lepas. Yah, meski mengontrol diri sendiri merupakan perbuatan tidak mudah tapi masyarakat bisa menilai dan menjadi alarm ketika kita melampaui batas kebebasan yang pantas.

Dan akupun manggut-manggut setuju ketika kebebasan menjadi sebuah complimentary atas perbuatan baik yang sudah kita lakukan, seperti kegiatan charity di sekolah anakku tadi.

gambar diambil dari sini

Monday, November 26, 2007

Ajang Adu Narsis 2007



JW Marriot, jl.bukit bintang

Sabtu malam minggu kemaren Anual Dinner Hess Oil and Gas kembali digelar. Ajang adu narsis menampilkan expresi menyalurkan inspirasi mengajak partisipan untuk sejenak menggaruk kepala memikirkan costume apakah yg akan mereka kenakan. Tema malam itu adalah 'what i want to be when i grow up'. Nah loe..bingung kan ?
" halah...gitu aja dipikirin!!" upst!!...temanku yg sibuk memikirkan akan memakai kostum apa nantinya terkena semprot suaminya. Hi..hi...hi....cuciaann deh loe....

Lhah, aku sih udah mantep pakai kostum princess gothic. Bukan karena keren pakaiannya, manis coraknya or cocok warnanya tapi hanya karena bajunya ngepas di badan ajah, secara baju sewaan getu loh....!! Maklum tinggi badanku cuma pas-pasan padahal baju yang tersedia rata2 terlalu panjang untukku. Hmm...apa boleh buat minimal kostum itu mencerminkan keinginanku pada watu kecil ...yess...jadi princess!!

Tapi payahnya saat pertama kutawarkan pada Kangmas Jogelem agar bersedia berkostum Prince, kangmasku ini menolak mentah-mentah karena sangat bertentangan dengan keinginannya untuk berkostum ala KISS group hard rock band Amerika yg menjadi idolanya disaat remaja. weleh..welehh...

Terpaksa babak udreg-udregan alias berselisih paham dimulai ...
" walah..gimana to kang, udah terlanjur booking plus bayar depositnya lho,kalau ganti model nanti jadi rugi..." gitu protesku...
" Haiyaahh...mosok pengen dandan ala KISS aja gak boleh seh, kan tinggal nyangklong gitarnya adek....nggaya toh..." Kangmas Jogelem mbesengut...
" Walah..repot banget seh, aku isin kalau penjenengan nyangklong gitar....mending aku nggak ikut ajah.." hiks...mulai ngeluarin jurus ngambek.

Akhirnya.....
" Yo wes..sini aku pake baju King yo gak papa...." nurut jugak ya akhirnya....
" Lhaaa...bagus begitu, kita kan jadi kayak King dan Princess..." woalah mantep dakyu..
Sebenarnya gak cocok ya mosok King dengan Princess semestinya Queen adalah pasangan si King. Apa King dengan mistressnya aja yah...Waaahhh....keenakan duong, ogah layauww!!

Jreng...jreng..jreng.....Inilah dia Raja dan Ratu kethoprak.
Suasana dinner party malam itu begitu meriah, fun, juga tidak memandang kasta apakah itu bos ataukah driver, semua orang menampakkan expressi riang penuh bintang tanpa aral melintang menepis basa basi yang sangat basi.

Yah, meski nggak berhasil menggondol hadiah di ajang adu narsis 2007 ini dan cuma menyandang gelar sebagai Raja dan Ratu kethoprak, tapi dirumah sendiri kami adalah Raja dan Ratu sesungguhnya.
Hua..ha..ha..ha...ha..ha.... (di komik-komik HC Andersen raja kalau ketawa kan ngakak...)

Monday, November 19, 2007

Tuing..tuing...


Pagi ini seperti hari-hari Senin sebelumnya, pemandangan menyentuh kembali mengusik nurani.
Pukul 8.15 pagi kesibukan mulai merebak di halaman sebuah lembaga orang buta Malaysia. Di tempat inilah orang-orang buta menimba ilmu mulai dari belajar membaca dengan huruf braille hingga mengasah ketrampilan agar dapat mandiri memenuhi kebutuhan sendiri berikut anak istri.

Setiap berada disana, dakyu tak pernah berhenti bersyukur karena dikarunia 2 mata untuk melihat yang setiap saat juga siap untuk diajak plarak-plirik ...*tuing..tuing... *

Dengan tongkatnya mereka para pelajar, guru, maupun karyawan terlihat sangat percaya diri mengarungi hidupnya yang senantiasa gelap tak ada berkas-berkas cahaya. Anak-anak sekolah duduk bergerombol di anak tangga selayaknya anak2 sekolah berpenglihatan normal, mereka ketawa ketiwi serta ngobrol sana sini bahkan ada juga yang bernyanyi-nyanyi kecil seolah tak ada kendala. Sementara diantara mereka ada juga yang tampak sedang asyik berhalo-halo alias berbincang melalui HaPe. Lift untuk turun naik gedungpun juga sibuk. Lain pemandangan menunjukkan murid usia TK yang sedang dilatih oleh cikgu untuk naik turun tangga agar dapat berjalan melewati anak-anak tangga tanpa bantuan seseorang.
" ya...turun lagi, pegang pinggiran tangga...!!." begitu tutur cikgu tegas tapi sabar.
Dakyu begitu terharu menyaksikan ke antusiasan anak tersebut, meski semua tampak gelap tapi dia tetap bersemangat.

Karena hanya tongkat yang menjadi andalan, tentu saja tubrukan diantara mereka sering terjadi. Tapi mungkin karena sudah terbiasa maka tak ada rasa kesal diantara mereka hingga aktifitaspun tetap berlanjut. Sangat ironis dengan mereka yang mempunyai mata normal. Hanya dengan saling melihat saja bisa timbul rasa permusuhan....
" Apa loe liat-liat..." bentak yg ngerasa dipelototin ...
" lhah....gwe punya mata..!!." samber yg ngeliatin....
Selanjutnya...
" Ayo..kalo berani ke lapangan!!....walaaahhh....jadinya tawuran deh....

Bayangkan!! itu cuma karena lihat-lihatan alias pelotot-pelototan. Apalagi saling bertubrukan, weleh...bakalan pisau bertindak dan celurit berbicara. Dan bayangkan juga bagaimana bahagianya para penyandang tuna netra jika mereka bisa saling pelotot-pelototan.

Terkadang kita memang kurang mensyukuri apa yang telah kita dapat, hingga merasa apa yang telah ada pada kita memang sedemikianlah seharusnya. Padahal diluar sana masih banyak orang yg tidak seberuntung kita hingga tidak dapat menikmati apa yang kita rasakan meski bagi kita terasa biasa.

Seperti mbak asistenku yang selalu merasa spesial jika membawa pulang serta merasakan hasil masakanku meski anakku mengatakan kurang sedep.
" Ibu...kemaren dagingnya puk-empuk ya bu..." gitu kata mbak Kip dengan logat kental Maduranya.
" Mosok tho mbak, wong alot begitu...." jawabku nggak yakin....
" Tak...puk-empuk!! kalau saya masak daging selalu keras...kalau digigit gigi macam mau copot...!!" tambahnya sambil cekikikan...
" Ngrebusnya kurang lama mbak.." kataku lagi..
" Saya ngrebus daging memang sebentar saja bu, kalao dagingnya terlalu empuk nanti cepat bis-habis...."..halah..cekikikan lagi...
Lauk pauk seringkali tersisa bahkan seperti di sia-sia, begitu juga dengan barang-barang serta hal-hal lain. Secara tidak sengaja kita sering menyia-nyiakan apa yang kita punya padahal bagi orang lain sangatlah berharga

Ahh...sepertinya aku harus lebih bersyukur lagi....

Friday, November 09, 2007

Selamat ulang tahun mas ica.....

Hari ini anakku sulung genap berusia 20 tahun, tepatnya jam 00.05 tengah malam tadi.
Tak terasa, sepertinya waktu berjalan sangat cepat meski 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dengan demikian 20 tahun sudah dakyu menyandang status sebagai ibu-ibu. Hmm...masih tersisa diingatanku ketika pertama kali mempunyai anak, dakyu benar2 masih sangat lugu alias lutcu dan guob..yoss...maksudnya mudah gembrobyos kalau sedang mandiin anak. Tapi seiring dengan waktu watak keibuankupun muncul, dan kemudian menjelmalah diriku menjadi seorang ibu yang telaten, teliti, manis, baik hati dan tidak sombong.

Hari ini anakku sulung sudah mulai dewasa.
Padahal masih kuingat saat umurnya baru 3 bulan. Disaat Gendon teman seangkatannya sudah bisa berguling-guling kesana kemari, anakku masih penasaran berusaha membalikkan tubuhnya sampai terpipis-pipis. Dengan timbangan 7.5 kg mungkin tubuhnya terlalu berat untuk di ajak berkompromi dengan keinginannya. Bahkan sampai sekarangpun masih terngiang kata-kata pertamanya disaat doi berusia 9 bulan...
" ..tupuk..." hiks..maksudnya krupuk. Maklum bapaknya doyan krupuk...
"..ban..jijik..." hi..hi... ini karena anakku hobi pegang2 roda stroler makanya eyang kakung sering mengingatkannya.

Mungkin kejadian di halaman kantor kelurahan disaat aku mengurus surat pindah keluarga kami ke Jakarta juga gak bakalan akan terlupa. Sulungku yang masih berusia 2 tahun ini tiba2 menyanyikan lagunya Amy Search yg sedang ngetop markotop pada saat itu,
"...Isabella adalah...kisa cinta dua...dunia...." gitu dia bernyanyi sambil ngotot....
Weleh...semua orang noleh kearah anakku...
" ..anake sopo iku ?"....hiks...thole satu itu sempat bikin dakyu agak malu.
Barangkali bosan juga ya menyanyikan koleksi lagu anak2 yg setiap saat dinyanyikan bersama mama.

Hobi mendengarkan cerita menjelang tidur sempat membuat mulutku ndower, sehingga dengan amat terpaksa dakyu merekam suaraku atas cerita bertajuk si Piko daripada setiap saat dakyu harus membacakan cerita kegemarannya tsb.Kemudian dengan lincah jari jemarinya akan memutar kaset hasil rekaman berulangkali disaat menginginkannya. Makanya dia bersemangat belajar membaca karena ngiler melihat buku2 bergambar indah hingga membuatnya penasaran akan isi cerita. Akhirnya di usia 3th 4bulan kemampuan membacanya mulai keluar diawali kata2 dengan penggunaan huruf2 vokal,
" bo-la..., sapu.., meja.., pipa....." begitu dia membaca dengan mantap.

Dan dakyu jg masih ingat ketika nafasku terputus-putus saat mengajarinya naik sepeda di usianya yg ke 5. Woalah....gak kuat lagi... Akhirnya Kangmas Jogelem turun tangan untuk mengajari cah bagus tsb. untuk bersepeda. Langkah pertama adalah melepas roda bantu, langkah kedua menuntun ke pinggir kali dimana pada waktu itu sangat memadai untuk belajar mengendarai mobil apalagi bersepeda secara jalanan masih sepi dan lebar, dan langkah terakhir si bapak muda ini (39 tahun yg lalu bo'..) mendorong anakku yg sudah siap nongkrong diatas sepedanya. Wuuussssss......otomatis si anak terpaksa berkonsentrasi mengendali agar tidak ambruk....hoyag...hayig hoyag..hayig...sepeda oleng ke kanan serta ke kiri. Berulangkali 'dorongan tega' dilakukan Kangmas Jogelem hingga akhirnya..Yess...anakku sudah bisa bersepeda.....dalam waktu kurang dari satu jam. Padahal dakyu sempat agak iri dengan anak tetangga yg sudah bisa naik sepeda disaat umurnya baru 4 tahun. Hhh..aku emang merasa terlalu banyak menuntut pada anakku...

Sekarang setelah anak2 besar aku baru sadar, ternyata banyak hal-hal yang mereka kerjakan karena semata-mata keinginan dan ambisi orang tua. Makanya sekarang dakyu berusaha sekuat mungkin agar tidak selalu melibatkan keinginanku pada sesuatu yg akan mereka lakukan. Menghidupkan demokrasi di rumah tidak ada salahnya kulakukan sepanjang tidak membuat anak-anak menjadi kurang ajar. Mereka boleh mengemukakan apa yang mereka mau dan tidak mau. Mereka juga berhak memprotes sesuatu yang tidak disepakati apalagi mengangguk tanda setuju.

Selamat ulang tahun ya mas ica...
Doa mama semoga kamu berhasil mengarungi kehidupan ini hingga mencapai sukses yang kamu idamkan. Mama mohonkan pula dalam setiap doa agar
keinginan-keinginan kamu, cita-cita kamu... bisa kamu raih dengan mudah tanpa halangan yang berarti. Amien.

Thursday, November 01, 2007

Nikmati saja....

Hampir seminggu ini dakyu merasa seperti kembali menjadi pengantin baru. Haiyaakk...jangan ngiri ya...
Gimana nggak kayak pengantin baru, kemana-mana berdua, dirumah glundang-glundung berduaan ngobrol cekikikan berdua cuma si Gembul kucingku yang suka bikin suasana agak heboh.

Ini gara-gara si bontot kemping ke Langkawi setelah sebelumnya nonton konser Black Sabath di Singapore. Makanya si Gembul jadi lakon, dan saking seringnya diajak berkomunikasi diapun terbiasa menjawab dengan bahasa kucing jika bos bapak atau bos mamah mengajaknya bicara.
" mbul...dah makan belum" biasanya itu yg ditanyain bos bapak.
" eoongg...." gembulpun menjawab
Dan ketika gembul naik ke meja komputer serta menginjak-injak keyboard, bos bapak kembali mengajak Gembul bicara..
" kamu mau ngeblog apa mbul...." tanya bos bapak
" eooong......." lagi2 gembul menyaut...
Eh iya, Gembul juga canggih bermain hide and seek serta gemar bermain cilukba ....suer..!! nggak bohong....

Dakyu jadi berpikir, kucing saja bisa berkomunikasi serta memberikan respon dengan bahasanya karena terbiasa serta terlatih, apalagi manusia dengan kelebihan2 yang sudah ada dari sononya.

Halah..tuh kan kucing aja dirembug.
Tapi beginilah kalau anak sudah mulai beranjak remaja, tugas seorang ibu pelan tapi pasti lama-lama akan semakin berkurang. Ketika anak-anak sudah mandiri, tugas pengasuhan sudah tidak lagi seperti disaat mereka masih kecil tapi beralih menjadi tugas kounseling yang akan mulai 'on' ketika anak datang karena memerlukan sumbang saran dan pendapat dari seorang ibu yang terkadang harus berperan sebagai seorang teman. Dan halooo...saat2 seperti ini tidak akan terjadi setiap saat.

Jadi berbahagialah teman-teman yang sekarang masih direpotkan dengan anak kecil. Jangan pernah mengeluh tapi nikmatilah rengekan si kecil karena kesempatan itu tidak akan lama. Seiring dengan berjalannya waktu, masa akan merenggut indahnya kerepotan mengasuh anak berganti dengan tanggung jawab yg lebih besar yaitu mengentaskan mereka agar menjadi anak mandiri serta sukses di dunia dan akherat ....
" nggak usah tanya ya sukses di akherat itu yg gimana seh..."

Nikmati saja selagi ada, itulah inti dari curhatku.

" mamaaa......aku mau pipiiiss....."
" mamaaaa.....aku nggak mau makan..."
" mamaaaa....aku ngantuuuk.."
ssttt....sudah..sudah..jangan stress, nikmati saja......

Trus...trus... kalau dakyu rumah sepi, suami belum pulang...hu...hu...sedihnya.....
sssttt.....sudah...jangan bersedih, nikmati saja..... kan bisa ngeblog sekenyangnya....

....Gembuuulllll.....sini mbul!!.....

Tuesday, October 23, 2007

ibu-ibu = cantik


Soal dengan stabilo kuning diatas ternyata cukup membuat bingung seorang anak SD. Sebenarnya apa sih yang membuat anak tersebut jadi kisruh?
Apakah karena dalam kesehariannya pengasuhan hanya diperoleh dari seorang asisten rumah tangga sehingga dalam pikirannya, menggendong, menyuapi, memandikan, mengajak jalan-jalan hanyalah tugas seorang pembantu. Hingga timbul persepsi bahwa pengasuhan identik dengan tugas pembantu. Yah, mungkin itulah pendapat orang pada umumnya sekilas melihat gambar diatas.
Tapi seorang teman milis berpendapat lain,

Mbak, yang salah itu bukan anaknya tapi yang bikin gambar kartun disoalan itu. Lha ibu-ibu jaman sekarang kan dandanannya ya nggak kayak di kartun itu. Coba deh gambar ibunya itu lebih trendi dikit, pasti jawaban anak-anak jadi gak salah
Lha kok nyalahin anak-anak, wong kita sendiri ya nyangkanya gambar itu ya gambar pembantu....hik..hik....

Mungkin ada benarnya juga, sosok ibu sekarang sudah berubah dan berbeda dengan ilustrasi yg biasa terdapat pada buku- buku Bahasa Indonesia di jamanku dulu. Di buku2 lama kehidupan harian ibu si Amir digambarkan sebagai wanita yang berkain dengan rambut bergelung. Dengan berlalunya waktu trend berbusana wanitapun berubah bukan berkain tapi memakai rok/blouse, tentu saja hal ini mempengaruhi ilustrasi gambar pada buku2 anak sekolah.

Tapi rupanya ketika mami-mami sudah mulai mengenal rebonding serta busana modern, ilustrasi gambar masih tetap alias tidak berubah. Akibatnya menimbulkan kebingungan pada anak karena maminya sekarang adalah wanita yang super duper keren.

Jadi pesan buat para mami, jangan berdandan seadanya seperti pada gambar diatas agar anak tidak salah tafsir....sebenarnya ini maminya atau pembokatnya :D
Berdandanlah serapi mungkin dimanapun anda berada baik dirumah, dipasar, di RS, di mall, lagi manjat pohon jambu, lagi lompat pagar, lagi kerja bakti dll. Pokoknya buatlah icon bahwa ibu-ibu = cantik tujuannya supaya:
1. Tidak digaruk Rela
2. Supaya anak tidak keliru, siapakah yang sedang mengasuhnya...apakah mami or asisten :D
3. Para kartunis bisa membedakan bagaimana menggambar bos mami dan bagaimana melukis bedinde
4. Tentu saja supaya suami betah di dekat kita....waaaa....ini dia d'best partnya...!!

salam cantik selalu


Wednesday, October 10, 2007

Rela.......aku tetep nggak rela!!

ati ati jeng laras, kamu ditangkap RELA.
Komentar Innuendo ini langsung mbikin atiku 'mak deg'. Gimana enggak, isu ini memang lagi hangat dikalangan orang Indonesia di MY. Belum lagi Rasa Sayange terselesaikan, belum juga kering luka si wasit, belum hilang sebutan2 indon, kini ada lagi kasus yang membuat orang Indo gondok, sebel, mangkel dan merasa terhina. Tindakan asal garuk oleh Rela si pemburu imigran gelap benar-benar menjengkelkan terutama setelah kasus penangkapan seorang anggota keluarga diplomat dimana kartu identitas keluarga diplomat dianggap palsu oleh Rela, padahal asli...sli... dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Horotoyohh....!!

Sekarang orang Indonesia di sini menjadi lebih berhati-hati, teliti serta lebih komplit mempersenjatai diri dengan dokumen2. Dulu kemana-mana sudah cukup pede dengan hanya membawa foto kopi paspor, kini paspor asli harus ditenteng kemana-mana supaya merasa aman bahkan paspor bayipun dibawa-bawa jika pergi bersama anak. Soalnya in case kegaruk takut si bayi disangka bukan anaknya. Segitu paranoidnya kah?...tapi kalau ngeliat tindakan ngawur si rela bisa saja hal ini terjadi. Wah...riskan dong bawa paspor kemana-mana, trus kalau hilang gimana duooong? ...wes salahmu dewe!!

Tapi meski begitu aku masih keukeuh cuma bawa SIM sebagai ID. Logikanya orang punya sim pastilah ada paspor karena merupakan kelengkapan saat apply surat ijin mengemudi tersebut, apalagi pada SIM dicantumkan juga nomer seri paspor. Tapi setelah kupikir-pikir....emangnya Rela ngerti hal-hal begini?....

Rela yang jumlahnya mencapai 480.000 memang menjadi anak emas di negeri ini sebab sangat membantu pemerintah dalam soal penanggulangan pendatang haram dari berbagai bangsa. Dengan hanya berjumlah 90.000 tampaknya polisi sudah sangat kewalahan menghadapi para pekerja ilegal apalagi dengan meningkatnya pelaku tindak kriminal. Makanya jumlah Rela bakalan segera bertambah. Mudah kok syaratnya asal berbadan sehat, warga setempat, dan sudah dewasa. Bonusnya menggiurkan lho...80 rm perkepala imigran gelap. Wuiikk....pantesan babat sana babat sini, dobrak sana dobrak sini...... 80rm cing!!

Halah...ngomel begitu nyatanya masih betah juga di MY.

Plis deh....kuakui dakyu masih matre, masih suka belanja belanji aneka warni, masih hobi pergi kesana kemari apalagi Pak SBY juga pernah bilang,
" Nanti kalau Indonesia sudah membaik kamu pulang ya..." gitu katanya...
Ehmm... nggak bisa janji juga ya....

Tapi jika suatu saat kami harus pulang juga, saya janji deh mau nyanyiin lagu ini...
aku pulang dari rantau
bertahun-tahun di negri orang
ooo..Malaysia...

Hayooo..ini lagu dari mana, di list karaoke penciptanya noname lho....





Monday, October 08, 2007

" iihh..emangnya fear factor.."

Tinggal beberapa saat lagi hari raya Idul Fitri 1428 H akan datang. Wanginya aroma kueh mueh mulai tercium di berbagai sudut dapur rumah tangga maupun apartemen. Warna-warni jajanan lebaranpun sudah tampak terpajang di pusat-pusat perbelanjaan mengundang pembeli yang tidak sempat berkutat dengan tepung, susu, gula, selai,kacang mede dan juga panasnya ketuhar alias oven.

Tak lama lagi manisnya saat-saat berbuka puasa akan segera berakhir, khusyunya sholat tarawihpun mulai akan beralih. Acara makan gratis disaat bedug magrib juga segera habis.

Berbuka puasa di KL memang agak berbeda dengan di INA. Disini hampir seluruh mesjid menyediakan santapan berbuka untuk semua orang bukan hanya undangan tertentu. Hal ini dilaksanakan setiap hari hampir diseluruh mesjid yang ada di KL. Mungkin bukan hanya di KL tapi diseluruh MY. Sepertinya semua orang berlomba-lomba memberikan sodakohnya dibulan penuh berkah ini. Dari tukang jualan makanan dipinggir jalan, orang2 kaya sampai restoran besar jauh-jauh hari sudah ngantri mendaftarkan diri untuk menjamu buka puasa ke mesjid-mesjid. Subhanallah...sampai fully book. Jadi kalau kita berniat tidak akan masak sebulan penuhpun dijamin gak akan kelaparan.

Sebenarnya aku suka juga sih yang gratis-gratis, tapi sampai saat ini belum kesampaian juga untuk ikutan hadir mencicpi hidangan di mesjid2 tersebut hingga disetiap bulan puasa dapurku tetap setia mengepul disaat petang mulai datang.

Tak bisa dipungkiri jamanku memang paling seneng barang gratisan berbeda dengan era anakku yang justru akan merasa heran jika sesuatu diberikan secara percuma. Kemaren saat berbuka di Secret Recipe anakku si bontot sempat membuatku tersipu. Diluar makanan pesanan, restoran ini memberikan kurma serta minuman dingin dengan rasa mak nyuss juga ice cream coklat super lekker....
" wiihhh...gratiss ya..." cetusku dengan wajah berseri-seri..
" mamah...bukan gratis, tapi complimentary....! weleh...lagi2 si bontot mengoreksiku dengan wajah protes...
" jamannya mamah nggak ada tuh complimentary, adanya ya dikasih gratisan getuuhh.." nggak mau kalah juga dakyu..
" tapi malu-maluin maahh....orang kok senengnya gratisan, semua kan udah dikalkulasikan harganya... jadi ya nggak gratis...." kata si bontot lagi..
Haiyaakk......si bontot mulai mletik otaknya. Ya sudah sekarang mamah akan mengubah mind set agar berpikir bahwa tidak ada barang gratis di dunia ini. Tapi pliisss...bernapas en kentut tetep boleh gratis ya.... :(

Karena bulan Ramadhan akan segera bergeser menuju 1 Syawal, memikirkan menu masakan untuk makan bersama dengan handai taulan di Hari Raya sudah mulai di on-kan. Banyak usulan dilontarkan. Dari banyaknya usulan ternyata menu yang mengandung fear factor masih digemari malah menjadi favorit di hari raya. Yess!!...Sambel goreng hati sapi.
" Ibu-ibu berhubung kita-kita sudah mulai sepuh mari kita kurangi makan jerohan..." gitu kataku sok menghimbau..
" yaaa.....nggak mantep dong"....tuh kan pada kecewa...
Memang sih rata-rata orang suka dengan bahan masakan berbau daleman seperti soto jerohan, kripik paru, babat goreng bacem,, sate ati, oseng2 ampela ati ayam dll.

Tapi sejak 15 tahun lalu, untuk makan jerohan-jerohan tersebut bagiku bagaikan ajang fear factor ...sumprit!! Kenapa..?
1. Ya tentu saja karena menyadari usia yg semakin bertambah, nggak bagus getu loh buat kesehatan.
2. Mbayangin bentuknya kalau belum dimasak..
3. Mbayangin fungsi jerohan ketika si binatang belum disembelih
4. Ikut-ikutan Garfield. Tonton aja Garfield 2, ternyata si doi gak suka ati sapi untuk makanan kalengnya . "Iiiihh!!...emangnya Fear Factor..." gitu katanya ketika si John bosnya menyodorkan makan untuknya.

Halah.... apapun menunya, kebersamaan di hari raya pasti akan menimbulkan kebahagiaan. Apalagi banyak keluarga berkecukupan menggelar acara open house dimana kita bisa datang untuk makan minum serta bersalam-salaman. Yah..tentu saja gratis....upst!!

"Hayoooo...mamah mikir gratisan lagiii...!!!"

Wednesday, October 03, 2007

Rasa Sayange...

Sedepnya bisa nulis lagi....
Tiga minggu nggak up date serasa punya utang, bisa aku bayangkan betapa bosannya membuka blogku yang isinya nggak ganti-ganti alias sambel goreng opor melulu !! Padahal aku gak ada niatan buat puasa ngeblog.

Kegiatan di bulan Ramadhan cukup menyita waktu...
Maklum sebagai ibu-ibu yang rajin aku jarang absen mengikuti aktivitas dengan tujuan menambah amalan di bulan puasa.....cciiieee...alim ni yee....
Suerr!!....tadarusan, pengajian, santunan, buka bersama, meetang-meeting ngrembug acara kumpul2 di hari raya, belanja-belanji plus tugas rutin harian bisa menghabiskan waktu sehari penuh..herMan...padahal cuma gitu-gitu doang.

So mau ngeblog dikala hari masih terang rasanya lemes secara perut kosong gitu looh. Ngeblognya malam hari duong!!...ngantuk bo'..buka-nya terlalu hot!! ..kepedesan mangsutnya...

ahh...Sutralah....
Claim anakku atas komputer yang sering aku pakai di malam hari akhir-akhir ini mulai membuatku kesal. Laptop si bontot ngadat tapi belum juga sempat untuk mengantar ke service centre, tak ayal komputer lainpun diembat. Sebenarnya memang untuk mengerjakan tugas, tapi yang bikin bete adalah hobi chattingnya itu.
"...Ayooo...kerjakan home worknya...!! ..jangan cuma chattang-chatting aja... " gitu aku biasa teriak-teriak di malam hari...
"...lha ini aku sedang ngerjain home work, aku nggak chatting kok.." ..ngeles dia!! Padahal tadi jelas kulihat terdapat 2 layar kamera berkibar-kibar dimana kini sudah berganti ke page lain yang berisi home work-home worknya.
Kini sampai jam 10 malam mau tidak mau komputer dikuasai oleh anakku hingga dia kembali ke laptop.

Tapi emang sekarang lagi musimnya meng-claim barangkali yak...
Lagu Rasa Sayange yang dijadikan jinggel iklan Truly Asia, saat ini telah diclaim sebagai lagu MY. Karya-karya yang tidak diketahui pencipta asalnya telah menjadi makanan empuk nan gurih hingga diperebutkan kepemilikannya. Tapi susah juga sih mematenkan sesuatu yg tidak jelas siapa pemiliknya.Seperti wayang kulit yg konon asalnya dari kebudayaan hinduisme kini juga sudah di claim sebagai kebudayaan MY.

Dah pandai cakap rasa kerr??...
Kembali ke lagu Rasa Sayange. Di MY tidak ada kata-kata rasa tapi rase. E di MY berbunyi seperti kalau kita mengatakan pohon enau. Seperti kita tahu penduduk Maluku selalu menyebut huruf E disetiap akhir kalimatnya, sedangkan E dalam sayangE di lagu tersebut sama sekali tidak pernah terdengar dalam percakapan sehari-hari di MY. Jadi bagamana asal muasalnya mereka bisa dengan santainya meng claim lagu ini.....???...wess.. judeg tenan!!

Sudah saatnya kebanggaan terhadap kebudayaan sendiri harus ditingkatkan mengingat kebudayaan barat lebih menggaet minat anak-anak muda, hingga kebudayaan tradisional baik musik, tari dll dari berbagai daerah pelan tapi pasti terlihat semakin memudar, malah sepertinya hanya akan kita jumpai pada saat berkunjung ke museum. Untuk anak-anak yang bersekolah di International School karena mengikuti orang tua bertugas keluar negeri, pengenalan budaya Indonesia semakin minim. Jangankan budaya Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia Raya saja blank apalagi Garuda Pancasila, Padamu Negeri serta lagu2 perjuangan lainnya. Lebih mengenaskan lagi kini anak2 Indonesia lebih hapal lagu2 kebangsaan MY daripada lagu kebangsaan sendiri...duh Gusti....
Dulu masih lumayan ada hari Kartinian dimana setiap anak sekolah diwajibkan mengenakan baju daerah dihari tersebut, jadi secara tidak langsung mengenalkan anak-anak pada variasi budaya di Indonesia. Tapi sekarang memang serba susah, berbicara soal daerah nanti dikira primordialisme....kedaerahan gitcuuu...

Soal aneka ragam jenis makanan juga harus waspada kalau tidak ingin di claim lagi. Di My orang Indonesia dari berbagai suku sudah berjumlah 2 juta-an jiwa dimana pemenuhan kebutuhan makana rasa negeri sendiri sudah mulai dipenuhi. Sekarang disini makanan apa yg nggak ada? ..pempek, somay, bakso, tempe...
Seiring berjalannya waktu bisa saja makanan2 tsb diklaim sebagai makanan lokal karena jumlah orang Indonesia yg semakin banyak, belum lagi dengan adanya hubungan perkawinan. Apalagi pencipta makanan2 tersebut juga noname, jadi enak banget bwat di klaim...


Gambar diambil dari sini, sini, sini,sini, sini

Monday, September 10, 2007

Maap lahir batin

Yu Ngatinah ngudal roso,
Ati bungah ngarepi sasi poso,
Ayo konco ngibadah marang sing Kuwoso,
Mugo iso nglebur dosa.

Sambel goreng opor basah-basah,
Paling mantep pake lontong,
Jika ane ada salah.
Maapin duoong.....


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1428 H
Semoga amalan ibadah kita diterima olehNYA
maap lahir batin ya...


Wednesday, September 05, 2007

Mari kita saksikan dia tumbuh.

Baru 4 hari 3 malam menghirup udara Jakarta, semalam KLM membawa daku dan si bontot kembali terbang menuju KL. Alhamdulillah proses penerbangan ke KL berjalan mulus dari awal sampai akhir. Proses imigresen juga sangat manis padahal sempat membuatku agak khawatir mengingat masih maraknya protes terhadap tindak brutal oknum polis di MY kepada warga negara kita. Tapi ternyata wanita muda petugas imigresen saat itu sama sekali tidak mempersulit malah pemeriksaan plus pengecapan paspor dilakukan sembari bersenandung lirih menirukan lagu melayu dari CD yang sedang diputar dimejanya, mungkin sebagai obat anti ngantuk. Hmm...gak sengaja daku ikutan juga bersenandung.... pelaaannn...banget!!.... sstt bukan apa-apa...takut kena gaplok..hiks..


Jakarta masih saja selalu murung, mendung dan kelabu. Kemacetan masih saja seperti dulu meski sudah ada busway dan waterway hingga pastinya argo taxi jadi semakin membengkak. Tapi kendati tarif taxi begitu mahal, mengganti Blue B*** ketika bertaxi ria dengan taxi bertarif lama kini membuatku harus berpikir dua kali. Karena biasanya taxi model begini juga menggunakan mobil lama. Tak ayal keamanan serta ke tokcer-an si taxipun agak sedikit menghawatikan.

Nggak bohong!! Kemaren taxi tarif lamaku mogok di jalan tol...
" Mas taxi... mbokya di halo-halo pake radio...minta tolong sama yang jaga di pos.." gitu kataku cemas meski anakku bolak-balik menyampaikan bahasa mukanya agar aku diam en tenang saja...ssstt...uwesewesewes...wess..

" loha..halo...disini taxi anu...mogok di tol ,300 meter menjelang jalan keluar arah Tomang...lo..lo..halooo..."
suara pak supir terdengar memelas karena bingung serta isin akibat salah ambil jalan hingga kebablasan dari destinasi sesungguhnya.
" mckk...kayaknya pada tidur semua bu.." sambungnya putus asa sebab pos jaga tidak memberikan respon barang seupilpun..

Bingung mondar mandir di bahu jalan akhirnya pak supir memberanikan diri minta tolong pada Kangmas Jogelem..
" Bapak bisa nyetir nggak...kalau bisa tolong ya pak, nanti saya dorong taxinya..."gitu kata pak supir.
" mmm.....boleh...lah..." jawab kangmas Jogelem agak ragu-ragu meski akhirnya mantap mengendali setelah aku suporteri...ayo kang..ayo kang..
Dasar nasib sedang apes, maksud hati ingin mendapatkan jarak yang lebih jauh tapi apa daya bahu jalan malah menjadi tempat berlabuh.

Hiyaak...satu.. dua… tiga...doroong...duh gak enak hati neh…berat ya pak supir?
Padahal aku udah meringankan diri loh…duduknya nggak manteb en agak ngangkat dikit biar gak terlalu berat…. Untung jalanan agak menurun en ketemu pak pulisi pas disaat beberapa meter menjelang keluar. Nah…giliran pak pulisi ikut bergabung buat ndorong…cihuuyy…ternyata asik juga loh…serasa di Dufan!!

Itulah asyiknya bertransportasi di Jakarta penuh liku-liku dan perjuangan. Ada orang yang merasa kapok karena punya alternatif lain tapi sebagian besar orang akan menerima apa adanya, seadanya dan tidak mengada-ada… dengan kata lain kepepet gitcuu…

Seperti halnya aku yang gak mau lagi menggunakan KRL karena pernah kejepit diantara orang banyak hingga meski kakiku cuman nggandul alias keangkat semua, badanku tetap stabil tak bergeming, gak jatuh apalagi krungkep…woalah..tuluung….!! Huh…syapa suruh datang ke Jakarta…kagak ada nyang denger Cing!!

Berita yang agak membuatku gumbira adalah diteruskannya kembali pembangunan Monorail dimana dulu sempat terhenti untuk sementara….sstt..kurang dana ya?....
Busway yang dulu diprotes karena disinyalir akan menambah kemacetan kini malah menjadi transportasi favorite, dengan 3500 repes bisa killing-kliling sak kayange sampai mumet!! Trus waterway yang konon dalam proses pelayarannya bikin mblenger sebab air sungainya full dengan limbah ternyata mempunyai peminat juga. Yah..pelan-pelan tapi pasti mudah-mudahan kemajuan akan segera tampak, asal semua dapat berfikir positip. Mangsutnya jangan sedikit-sedikit diprotes gitu loohh...

Jika setiap ide dimatikan serta diprotes habis-habisan kapan kita akan tahu hasil yang bakal dicapai ? seperti halnya jika sejak benih suatu mahluk sudah dimusnahkan, kapan kita dapat menyaksikan dia mulai tumbuh?


gambar diambil dari sini

Thursday, August 30, 2007

Kali ini aku kapok!!

Jum'at 30 Ogos kemaren sore baru nyadar kalau hari itu adalah hari nya nonton Fire Works di Putrajaya. Sebenarnya aku sudah pernah bilang kapok buat nonton acara pesta kembang api karena terbayang kemacetan en keruwetan yang terjadi pasca tontonan usai, benar-benar seperti benang kusut.Walau pada umumnya penonton tipe seperti aku akan segera buru-buru angkat kaki meninggalkan arena tapi padatnya manusia seakan tidak segera habis apalagi masih banyak muda-mudi yang asyik berkongkow menghabiskan malam yang sebentar lagi pagi.


Bermula dari pembagian tiket nonton Fire Works gratis di gedung PICC (gedung pertemuan antar bangsa) Putrajaya untuk kami bertiga. Hm.. satu buah tiket 30rm bo'...lumayan kan? Apalagi kali ini merupakan Malaysian International Fire Works Competition yang diikuti oleh negara Malaysia, ngUstrali, Jepun, dan ngItali.

Seperti biasa Kangmas Jogelem selalu terburu-buru gak mau telat barang sedetikpun hingga acara makan malam sengaja dilewatkan karena informasi mengatakan tersedia restoran disana. Alhasil dengan berbekal peyek teri, peyek kacang, marning dan air mineral kami melaju ke Putrajaya sinambi ngemil peyek buat ngganjel perut.

Pada saat kami datang kemeriahan sudah tampak sejak di jembatan pertama, banyak orang rela menanti gegap gempitanya fire works sejak sore hari dipinggir-pinggir jalan. Yak..disekitar jembatan itulah nanti Fire Works bermula.

Tidak seperti yg dakyu bayangkan, menonton fire works di PICC ternyata berada diruang terbuka yg posisinya memang pas tertuju kearah jembatan tempat bermulanya kembang api tersebut. PICC memang gedung yang eye catched karena letaknya memang berada ditempat tinggi hingga dari ground floornya saja pemandangan malam Putrajaya tampak dari sana. Sepoi-sepoinya angin malam sempat membuat kepalaku nyut-nyutan secara gak pengalaman nge-dugem sehingga timbul niat untuk pindah tempat ke lokasi lebih nyaman. Tapi niat baik tersebut langsung batal total setelah tahu harga tiket VIP adalah 105 rm...
duwit semua! tempatnya persis diatas ground floor juga diudara terbuka....jadi jelas aja ogah layauww!! Aku akui orang sini memang pintar dalam mengemas sebuah event/tempat menjadi sebuah wisata hingga menarik warga asing untuk berkunjung walau sebenarnya biasa-biasa saja.

Penasaran dengan restorannya? walah..jebul mirip bazar dengan pembeli yang ngantri sampai 2 meter. Kebab, kue coklat,.. trus opo mboh...!! Anakku langsung mbesengut karena menyadari makan malamnya benar-benar harus dilupakan detik itu juga.

Musik jedag..jedug..jedag jedug...terus bertalu-talu menanti jam 12 malam saat fire works dimulai. Tarian semacam break dance berusaha menghibur penonton agar tidak bosan, tapi tetap saja gariiiing!!.....Fashion shownya juga gak ada greget...trus gimana? puwas nggak? jelas gak puwwaasss.....dan akupun duduk diam sedikit terlelap. Sedangkan fire works menyambut detik2 kemerdekaan Malaysiapun masih ditunggu seiring dengan musik rap serta musik jedag-jedug yang terus menggebu-gebu. Gak ada blas lagu perjuangan atawa lagu kebangsaan yang terdengar.

Akhirnya malam merambat ke jam 12 juga....
MC alias pembawa acara mulai heboh dengan mengajak penonton untuk count down serta mengajak bersama-sama berteriak merdeka berkali-kali kemudian mengumandangkan Negaraku lagu kebangsaan mereka. Menurutku kurang khidmat en kurang menyentuh apalagi setelah itu jedag...jedug..jedag jedug kembali terdengar...weleh.. nge-rap lagi. Lha trus mau lagu apa??....kan udah dibilang gak ada lagu perjuangan..
Yah..mungkin karena kemerdekaan yang diperoleh adalah pemberian dari pemerintah Negara Inggris maka tentu saja semangat perjuangan yang dituangkan dalam sebuah lagu menjadi sangat minim.

Zzzuiiing…jeder..jeder…zzzuing…jeder…..
Hmmm…memang indah sekali….gimana puwas?.....Yess!! puwwwaaassss….setengah jam menyaksikan hingar bingar kemilaunya kembang api sampai mata jadi merem melek.

Tapi nonton Fire works kali ini membuat aku menyesal..sal…sal….!! Lho kenapa darling?

  1. Aku merasa berselingkuh….padahal sumpih aku tidak menghianatimu Indonesiaku, aku cuma pengen nonton fire works dari Jepun si Matshushita dkk. Sumpih..sumprit..aku tidak ikut menyanyikan lagu Negaraku sedikitpun meski cuma rengeng2…apalagi sampai ngotot berteriak merdeka….suerr!! nggak!!
  2. Aku merasa tidak memberikan simpati berikut empatiku kepada warga Indonesia yang digebukin disini,… ah siapa bilang ? Sebagai warga Indonesia yang tinggal di Malaysia bisa berbuat apa aku…Pak presiden bersama-sama dengan pemerintah dong yang bisa menyelesaikan permasalahan ini. Ayo pak Presiden berbuat sesuatu hingga kami rakyat Indonesia tidak selalu dipandang rendah, disepelekan ataupun dilecehkan. Memang tidak perlu sebuah perlakuan arogansi dibalas dengan kekerasan, demo2, pembakaran dan tindak anarkhis lainnya. Cukup menegakkan pemerintahan yang berwibawa ,beraura dan juga punya harga diri... dijamin akan disegani oleh rakyat sendiri serta bangsa lain. Untuk itu aku cuma bisa berdoa.
  3. Penyesalan selanjutnya adalah tentu saja macetnya lalu lintas!!...dan aku ikhlas saja jika pukul 3.30 menjelang dini hari kami baru sampai rumah.

Hei…hei..hei…gratisan aja protes!!

foto : koleksi Kangmas Jogelem

Tuesday, August 28, 2007

foto jadul


Weleehh...senengnya nemu foto jadul di website Drum Band UGM. Foto tersebut adalah anggota drum band angkatan 1983....halah tuwir tenin!! Masih terlihat kiyut en imyut, cihuyy..masih langsing bo'...

dreng..deng..dreng dreng..deng....ngedrum sambil jalan, untuk gak ada monyet yang ngikutin baris dibelakang. Atau mungkin si monyik bingung...sakjane syapa seh nyang sedang berperan jadi monyet?....

Hayoo sekarang ditebak.....dakyu yang mana...?
Yang bisa menjawab dengan benar tak hadiahi endog asin plus anduk good morning nyang putih tipis itu!!

Wednesday, August 22, 2007

Cuci Mata episode 2

Sejak minggu lalu sebenarnya daku sudah kebelet pengen nulis tapi berhubung sedang banjir tamu urusan ngeblog terpaksa di pause karena harus menjadi tour guide merangkap supir untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di seputar Kuala Lumpur. Memang bulan Agustus adalah bulan Merdeka hingga banyak orang menyempatkan diri berlibur karena memanfaatkan harpitnas di tanggal 17 Agustus pada ujung minggu kemaren.Makanya jangan heran kalau dirumahku berkumpul ayah, ibu, mertua, oom, tante, sepupu, kakak ipar komplit dengan keluarganya plus adikku dengan anak-anaknya. Pokoknya mirip iklan mobil kijang deh, kebayang kan gempor en ngos-ngosannya daku, sampai-sampai kentutpun tak sempat!!.....Kendati capek tapi reunian begini mbikin hati senang karena rumah senantiasa ger-geran alias gayeng bin meriah. Tapi kini satu persatu para tetamu balik ke Indonesia akibatnya rumahku kembali sepi, sunyi.....dan hiiiii.....sendiri lagi....
Yess!!...cerita soal cuci mata bisa dilanjut..

Hongkong-Shenzen ternyata bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam by train or by bus. Deket banget bo', train/busnya juga bagus selain itu imigresennya nggak dipersulit. Yang mbikin BeTe adalah akses keluar masuk station bus/train di Shenzen karena harus naik turun tangga lumayan jauh/tinggi, pokoknya pol asli membuat gembrobyos apalagi harus menyeret koper extra berat. Emang sih bukan aku yang menenteng koper , tapi kebayang pegelnya secara meski aku hanya membawa diri mulutku sempat manyun ketika menaiki tangga yang gak habis-habis.

Shenzen merupakan kota besar dengan bangunan bergaya modern terletak di Cina bagian selatan. Semula kota ini adalah sebuah desa, setelah 27 tahun sejak awal pembangunannya di tahun 1980 kini kota tersebut bisa bersaing dengan kota-kota besar di dunia. Konon Fengshuinya bagus karena kota ini diapit oleh perbukitan dan laut, bentuk kotanya yang memanjang menjadi daya tarik tersendiri.

Disana sempat jalan-jalan di salah satu daerah pusat perbelanjaan di Shenzen yaitu Tung Men. Tempat ini mirip dengan Pasar Baru Jakarta tapi lebih ramai serta full manusia...... orang semua!! Harga en jenis barang bersaing dengan ITC Jakarta, apa seh yang gak ada di Jakarta??
Tapi sayang belanja di Shenzen agak repot secara mayoritas penduduk Shenzen nggak bisa berbahasa Inggris termasuk petugas hotel dan para waitressnya, hanya satu dua orang saja dari sekian banyak yang bisa bercakap english. Bahkan meski hanya sekedar mengucap wan..tu..tri...fo..faif...Walhasil walau sedikit daku bisa mempraktekkan bahasa Mandarinku...cihuuyyy....keren bo'!!..

Tempat menarik yang wajib dikunjungi adalah Splendid of China. Wuih!! semuanya menarik. Penataan taman miniatur kebudayaan China, pertunjukkan serta tari-tariannya gak ada yg bikin bosen. Tempatnya luas dan indah. Setiap show tarian dikemas secara profesional disertai tata lampu, kostum berikut riasan yang membuat takjub komplit dengan hebringnya penataan panggung. Dijamin melongo!! Berkunjung ke Windows of the world juga gak ada ruginya. Miniatur bangunan terkenal di dunia mejeng ditaman ini termasuk Candi Borobudur. Sayang tempat ini panas sekali karena tidak banyak pohon besar apalagi suhu udara mencapai 34 C. Duh...meleleh!!

Bagi penggemar batu giok tersedia musium yang sejatinya adalah tempat penjualan batu-batu giok dengan harga bervariasi sesuai umur batu tersebut. Batu giok tua tentu mempunyai harga lebih mahal karena dipercaya dapat memperlancar peredaran darah alias membuat sehat. Tapi meski mahal pembeli kagak ada matinye.....


Untuk mencari alternatif pengobatan, musium pengobatan tradisional adalah tempatnya. Disini kita bisa bertemu dengan beberapa orang China berbahasa Indonesia petugas musium tersebut. Mereka adalah anak dari para Chinese imigran Indonesia yang pada tahun 1960 dipulangkan ke negara asal karena tidak adanya kelengkapan dokumen. Mereka senang sekali bertemu dengan kami karena bisa bercakap-cakap dengan orang Indonesia asli.


" Jadi begini bapak....kalo badan lagi 'soak' akar ini bisa dibikin esop dicampur dengan tulang babi atau tulang-tulang bebek..." gitu kata pak Tan... " Itu perut bapak berlemak....suka makan daging babi yak?" sambung pak Tan lagi.... Kedua anakku cekikikan mendengar kata-kata pak Tan sedangkan Kangmas Jogelem cuma mringis saat disinggung soal perutnya ..hiks.... Maklum menu favorite disana emang pork jadi pikirnya semua orang mengkonsumsi daging tersebut.

Aku heran dengan dokter tradisional alias sinshenya. Dia bisa dengan menyebut dengan tepat apa penyebab kita kurang sehat seperti kolesterol tinggi, darah tinggi dll. hanya dengan melihat ujung jari tangan. Bahkan aku juga ketahuan kalau kurang darah meski tanpa melihat jari tanganku ...walah...apa saat itu aku kliatan pucet ya?

...mm...akhirnya beli juga racikan ramuannya...

" Buat adek untuk menambah tinggi badan minum akar-akaran yang dipanen hanya 10 tahun sekali, kalau beli 50 gram kemungkinan bisa bertambah tinggi 50%" ...kata pak Tan lagi ketahuan ndobosnya...
Ah!! kagak percaya...!!
Abis pak Tan sendiri kecil mungil kenapa nggak minum ramuan akar-akaran itu hayoo....


wealahh
...Believe it or not....

foto penari : koleksi kangmas Jogelem

Saturday, August 11, 2007

Cuci mata aahh....!!

Pelesir selama sepuluh hari memang membuat hati suka,ceria en gembira meski otot boyok pegel linu disamping kempol bin betis yang menjerit minta dipijit. Gimana nggak happy? Tuh lihat mata anak-anakku yang berbinar riang, dan aku.....hiks.. tentu saja tidak melepaskan kesempatan untuk berhoney moon dengan Kangmas Jogelem...wuikk!!

Hongkong-Shenzhen-Disneyland-Singapura.
Yess!! akhirnya kami berempat bisa juga berlibur ketempat yang agak jauh setelah lama saat-saat ini aku nantikan. Susyah getu loh mencari waktu luang untuk pergi bersama secara liburan anak-anakku tidak selalu berbarengan.

3 Agust Jumat petang kemaren kami tiba di Hongkong. Begitu turun dari pesawat cuaca lumayan hangat dengan temperatur 34 C. Perjalanan dari airport menuju Kowloon memakan waktu sekitar 1 jam karena sekarang Hongkong International Airport tidak lagi berada di Kaitak (ditengah kota) seperti dulu, tetapi telah dibangun baru menjadi seperti sebuah pulau. Dengan kata lain menyeberang dari airport menuju kota Kowloon menjadi keasyikan tersendiri karena selain bisa menikmati pemandangan air beserta lalu lalangnya kapal besar maupun kecil, jembatan yang menghubungkan airport dengan Kowloon juga memberikan keindahan. Weleh..ternyata Hongkong kecil tapi modern maklum disewa Inggris selama 100 tahun, tetapi berkat Deng Xiao Ping Hongkong bisa kembali lagi ke pangkuan China.

Mungilnya Hongkong sangat kentara dengan melihat jarak antara satu gedung dengan gedung lainnya...sumpih rapet!! Bahkan kata si mas tour guide jumlah penghuni apartemenpun bisa dihitung dengan melihat jumlah jendela karena konon satu jendela adalah milik satu family, kebayang kan sumpeknya. Dan kata si mas tour guide lagi, sempitnya rumah menjadikan mayoritas orang Hongkong bersikap jutek sebab ungkapan ekspresi cinta kepada pasangan nggak bisa plong karena akan didengar oleh anak or tetangga sebelah...Wow!!..

Untuk melihat keramaian Hongkong sesungguhnya jalan-jalan saja menuju sepanjang pusat perbelanjaan di Mongkok Road. Dijamin penuh manusia dengan langkah panjang-panjang karena berpacu melawan waktu. Wuahh.... orang semua!! Dan tak bisa dipungkiri udara panas summer time jelas sangat terasa...gembrobyos bo'.... Meski demikian jalan-jalan disini tetap asyik apalagi sambil membayangkan Jacky Chan sedang shooting dan aku jadi figurannya...hiks... cita-citanya pas-pasan banget yak....

Tapi kendati sudah berjam-jam berjalan di Mongkok Road serasa cuma naik-naik kepuncak gunung tinggi-tinggi sekali..., kiri kanan kulihat saja..... halah!!...sebenarnya cuma mau bilang gak beli apa-apa karena barang disana gak ada istimewanya so nggak beda jauh dengan Jakarta or KL.

Kalau demen filem silat Hongkong berkunjung ke New World Centre jangan sampai terlewat. Disana cap telapak tangan para jagoan kungfu terpateri menjadi sebuah kenangan. Bruce lee, Jet lee, Jacky Chan, Ti lung .....ciaaattt!!
Hmm...meski hawa panas menyengat tapi desiran angin laut China Selatan bertiup sepoi-sepoi memberi kesejukan....sedep!!...

Bagiku Hongkong menjadi menarik karena negeri ini dikelilingi air laut serta dihiasi oleh pemandangan perbukitan yang indah. Sesuai dengan Fengshui yang sangat diyakini kebenarannya oleh masyarakat Hongkong yakni suatu tempat akan selalu memperoleh keberuntungan jika berada disekitar air mengalir dan perbukitan. Fengshui menjadi bisnis besar di Hongkong. Keterbatasan lahan membuat harga rumah/tanah sangat mahal jika dibandingkan dengan kota-kota di dataran China lainnya, selanjutnya akan menjadi lebih mahal jika dipercaya mempunyai fengshui bagus. Akibat besarnya cost land maka tak heran jika harga makanan disetiap restoran menjadi bengkak. Ada lagi satu keyakinan bahwa tinggal didaerah Dragon (daerah berbukit disisi pantai) akan menyebabkan suami lebih berkuasa terhadap istri, sedangkan suami akan bergabung dengan ISTI alias ikatan suami takut istri jika tinggal didaerah phoenix alias di buntutnya.....walah....!!

Selain mahalnya harga makanan, jenis yang bisa dimakanpun terbatas mengingat selalu ada kandungan daging babi disetiap aneka masakan. Untungnya ada satu restoran Melayu yang menjual halal food, duh leganya bisa makan nasi goreng komplit ala Indonesia. Nggak cuma nyedu pop mi getu loohh.....

Ah!! tape deh...!!
Bersambung aja dah.....


sumber gambar wikipedia

Thursday, July 26, 2007

Ayo semangat !!

wik en kemaren lumayan kemringet. Pertandingan bowling yang diadakan KBRI dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke 62 disambut hangat oleh para peserta. Super Bowl Ampang di Time Square mendadak mbludak penuh dengan orang Indo...nn...esia.
Aha!!....mirip gathering-an. Lumayan dengan bermodal dengkul plus 10 rm kita bisa bermain 3 game, gratis sewa sepatu serta diperbolehkan nyemil sandwich berikut nge-teh or ngoca-cola.

Kendati kemampuan dalam bermain bowling cuma pas-pasan tapi grup wanita iatmi cukup PeDe, meski pada awalnya agak kebingungan dalam memilih bola. Memang agak sukar memilih bola yang sesuai dengan kekuatan dan ukuran jari jemari kita. Akupun dibuat mumet juga secara jemariku ternyata jempol semua !! sSuerR!!....maksudnya subur-subur gitcuu....
Tapi gak apa-apa, yang penting Oye...!!

YesS!! bola menggelinding...mak glundung.....walah!! gak ada satupun yang kena.
No problem...mei wenti.... gak masalah... pokoknya happy walaupun hari berikutnya otot-otot kaki dan tangan terasa kaku hingga untuk sementara harus melupakan menguleg sambal terasi berikut memeras santan kelapa.

Dibandingkan dengan olah raga permainan lainnya bagiku bowling sepertinya lebih santai, tidak menguras tenaga serta tidak membetot napas. Berbeda dengan badminton atau poligami...eh..poli pantai yang akan mengajakku bernapas sampai patah-patah bersaing dengan goyangnya Anisa Bahar. Maklum casing memang masih OyE tapi mesin sudah kuno dan sewaktu-waktu perlu didorong seperti mobil mogok.
Tu..wa..ga...dorong yook!!....kleser..kleser...werrrrr...werrrr.....ewer ..ewer...

Makanya ayo semangat...semangat... biar nggak mogok!!

eh iya....Lantas siapa yang juwara ?....
halllah
kok tanya juwara....
"Cuman sekedar bergaya ... tapi bola tak ada yang kena "

Sunday, July 22, 2007

Tuh kaaann...gitu aja dipikirin!!


Hmm...akhirnya hasrat untuk ngeblog muncul kembali setelah berminggu-minggu mengalami mati kata, mati gaya dan mati rasa. Lho kok begitu seh ? ....
hiks...sebenarnya mau bilang sibuk, tapi nanti dikatain sok sibuukk....

Kedatangan saudara-saudara dari tanah air cukup membuat suasana rumah bertambah meriah serta menambah jumlah waktu memasak. Meski dibantu oleh seorang asisten tapi urusan rumah cukup membuatku berkeringat. Maklum pembantuku nan ceria masih sangat mirip dengan ongol-ongol alias ager-ager yang setiap saat akan bergerak kesana kemari kalau tersenggol. Kerjanya nggak stabil getu loohh.... !!

Kalau songongnya sedang kumat, disela-sela jam kerjanya berkali-kali dia terima telpon seenaknya, janjian sana sini seolah-olah hanya do'i sendirian di rumah sedangkan aku cuma ngontrak....weleh..weleeh... akibatnya nyapu, ngepel, nyikat toilet dikerjakan secara serampangan seperti mengejar metromini...lariiii...!! Dan hasil kerjanyapun seperti sebuah tulisan yang dibuat secara asal-asalan mirip tulisanku ini...singkat,padat tapi nggak jelaaass.....!!
Kendati demikian terkadang dia bisa juga bekerja secara sungguh-sungguh disertai dengan gaya yang kalem en cool bangeth seolah tidak diburu waktu. Nah tentu saja aku manggut-manggut puas kalau dia bekerja dengan performance seperti itu. Tapi weeiitt....tunggu dulu!! Ternyata jika dia bergaya seperti itu buntutnya nggak enak.....ngutang bo'!!.... Walah!!

Mungkin urusan pembokat bin asisten ini nyeng membuat tekanan darahku melonjak dari normal biasanya, nyatanya semenjak dia masuk sebulan yg lalu kepalaku sering cekot-cekot alias sakit kepala. Aku sendiri heran, biasanya nggak pernah aku dibuat gondok oleh mbak asisten tapi nyang satu ini kenapa selalu saja membuatku muntab binti naik darah. Suerr!! aku gak cerewet, aku gak rewel bahkan marahpun sedapat mungkin aku lakukan dengan halus meski gondokku menggelambir sampai ke dada saking menahan emosi. Coba kalau aku bisa misuh....JancukK!!....mungkin nggak akan jadi beban pikiran kali yee....

" Mama sih...apa-apa dipikir dalem, mikir macem-macem yang nggak mutu itu yang mbikin tekanan darah naik...!!" gitu protes anakku sulung...
" Pintu kamar mandi ditutup, lobang toilet diguyur, Gembul si kucing di mandiin, makan jangan clepret-clepret, minuman jangan sampai netes-netes..."..celotehnya lagi...
" Coba deh baca buku 'don't sweat with the small thing for adult'.. "..weleh masih pidato jugak..

Hiks...jadi itu gak penting yang cah bagus....?? aku cuma nyengir kuda....

" Jelas nggak penting banget layauww....apa sih yg menyebabkan mama banyak pikiran? Sebenarnya Ica nih yang banyak pikiran, boro-boro bekerja... lulus aja belum.....cewek juga belum jelas statusnya..." ...wah...wah..tole satu ini kalau udah ngoceh emang heboh....

Halah..kamu ini kan nggak tau kalau panci presto mama belum lunas?...batinku pelan...

Kalau begitu syapa nyeng salah disini sodara-sodara...
Konyal-kanyilnya mbak asisten atau aku yang hobinya mumet memikirkan sesuatu yang gak penting-penting amat.....??

Tuh kaann...gitu aja dipikirin....tekanan darahnya naik lagi baru tau rasa!!

Monday, July 02, 2007

SumMmeR FaiR Charity

Summer holiday di sekolah anakku tinggal menghitung hari. Start di minggu pertama bulan Juli berakhir hingga pertengahan Agustus. Untuk menyambut datangnya summer time, Allice Smith Int School Kuala Lumpur menggelar Summer Fair Charity dengan menampilkan berbagai stall makanan, art, permainan, buku, serta menampilkan berbagai kepiawaian anak murid diatas panggung sebagai apresiasi seni untuk mereka. Tak lupa sack racing alias balap karung melengkapi permainan mountain climb dan bull race. Hmm...senengnya orang tua melihat anak-anak berbahagia di hari Minggu, bermain riang bersama teman serta didampingi mommy and dady.....
Yess!! hari itu anak-anak bebas jajan sesuka hati mencicipi makanan en minuman yg dijual di berbagai stall.

Sebagai orang Asia yang hidup di 2 musim saja yaitu musim panas dan musim panas banget, perayaan summer terasa biasa saja malah agak menyiksa.....brrrr....panasnya seakan melelehkan kulit yang nggak alus-alus amat ini. Walhasil kostum summer celana pendek plus kaos tanktop bukanlah menjadi pilihanku, hingga aku tetap memilih celana panjang, baju lengan panjang plus kaca mata ungu....hiks..gak punya yg hitam....gelaaapp!!
en...SuerR!! duduk dibawah pohon rindang ternyata sangat nyaman....

Aku heran kepada para londo yang bisa tetap enjoy meski sengatan matahari menusuk perih kulit mereka. Tak heran mereka terus beraktivitas dengan penuh semangat, berbeda dengan mereka yang tidak berkulit putih termasuk aku. Mereka malas berpanas ria, hingga akhirnya berbagai medal sebagai hadiah atas kemenangan berbagai pertandingan banyak diborong oleh anak-anak mat saleh alias orang putih.

Apa karena biasa hidup di 4 musim mereka jadi lebih tough yak?
- Kena panas.....syapa takuuttss??...yang pasti kagak takut item!!
- Menggigil kedinginginan....aahh itu sih biasa??...gak perlu lagi maen ke snow world atau snow city....
- Musim gugur, musim semi.....wuik...leganyaa....

Mungkin itu barangkali yang membuat mereka lebih mudah beradaptasi, so...cuaca bukan kendala.

Ah!! jangan mbanding-mbandingin gitu dong...bosen aku!!

Sabar...sabar....bukan bermaksud membanding-bandingkan.. cuma ngalamun daripada nggak ngalamun, bener nggak seh begitu..??

Monday, June 18, 2007

Let say " Indonesia"


Ulang tahun kemerdekaan RI ke 62 masih 2 bulan lagi, tapi pembukaan acara menyambut hari jadi ini sudah dimulai. Minggu 17 Juni kemaren Kedubes RI menggelar Hari Keluarga yang di hadiri oleh segenap masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur bertempat di Taman Titiwangsa. Hadirin lumayan banyak dan acaranya cukup meriah serta banjir hadiah doorprize meski gak ada satupun nomerku yang nyangkut.
Ah...gak papa, seandainya dapat hadiah sepeda kecil malah gak ada yg pakai, kalau dapat setumpuk makanan malah gak ada yang makan, kalau dapat...malah gak ada yang..... wes gak papalah gak dapat doorprize....menghibur diri.com.

Selain doorprize kehadiran Agnes Monica juga menambah semangat bapak-bapak... upst....lhah emang iya....putihnya itu bo'...si Gembul kucingku aja kalah!! Tak ayal para fotografer amatiran pada berebut mendekati arena panggung begitu Agnes Monica datang.... jepret..jepret...jepret...Tapi jangan harap menemukan Kangmas Jogelem dikerumunan itu, dia pasti ngumpet disalah satu sudut dengan senjata bazokanya untuk mengclose up si Agnes....weleh..weleehh..

Seperti biasa acara dimulai dengan sambutan dari petinggi kedutaan yang disampaikan oleh wakil dubes. Menyaksikan acara tersebut aku jadi bener-bener teringat pada kampung halaman. Ingat masa kecil disaat perayaan tujuh belasan, ingat ketika pak RT berpidato dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan sesaat sebelum acara panggung dimulai.

Isi pidato pak wakil dubes sangat penting yaitu menyampaikan berita kepada warga Indonesia yang hadir bahwa sekarang kata-kata Indon tidak akan kita jumpai lagi di koran-koran lokal baik yang berbahasa inggris maupun melayu, berganti dengan kata INA. Memang satu langkah bagus untuk menaikkan citra Indonesia di ranah Melayu ini, mengingat kata2 Indon terasa menyakitkan karena konotasinya terasa merendahkan derajad bangsa Indonesia. Dengan berhentinya penyebutan kata indon maka potensi kerenggangan hubungan akibat merasa dilecehkan diharapkan akan berkurang sehingga warga Indonesia yang tinggal di MY akan merasa nyaman serta aman.

Memang baru2 ini menteri penerangan MY melarang wartawan media cetaknya agar tidak menuliskan Indonesia dengan Indon , meski katanya hanya untuk menyingkat penulisan agar tidak terlalu panjang, jadi bukan bermaksud merendahkan.
Kalau begitu menulis INA akan lebih ringkas dong daripada Indon, jadi awas ya kalau sampai ketahuan nulis Indon lagi....tak sobek-sobek koranmu !!

Meski banyak warga Indonesia yang merasa risih dengan sebutan Indon, tapi ada juga yang tidak tahu kenapa masalah Indon dan Indonesia dipertentangkan.
" Beda ya bu Indon dengan Indonesia....?" Biasanya mbak asisten akan bertanya bingung kalau bosnya membetulkan ucapan Indonnya dengan Indonesia.Begitu juga dengan mbak2/mas2 pekerja lainnya. Sehingga dengan tanpa rikuh dan pekewuh mereka akan menyebut Indon dengan mantap jika seseorang bertanya dari mana asalnya. Otomatis dalam bahasa perckapan sehari-hari kata-kata Indon masih aktif beredar dipasaran berbeda dengan bahasa diberbagai tulisan yg sudah mulai berangsur hilang karena pelanggar akan mendapat teguran dari pak menteri penerangan.

Hmm...aku jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu di Carefour Wangsa Maju...
Saat itu aku sedang mendengarkan penjelasan petugas penyedia servis cuti-cuti malaysia. Selanjutnya dia bertanya...
" Kakak orang Indo...nn..nesia..ya..?"
" Jadi setiap kali kakak hendak balik ke Indo..nn..Indonesia...kakak dapat diskon bla..bla.bla..." cecarnya menggebu-gebu...

Wealah.
..kata-kata Indon sudah kutunggu-tunggu tapi kok selalu direvisi kembali jadi utuh .
Aku nggak tahu...dia gagal menyebut indon karena ingat pak mentri penerangannya atau karena grogi melihat mataku yang memandang dalam ke bola matanya ketika dia mau menyebut kata Indonesia.