Beri aku waktu
Beri aku waktu ...
Karena rasa takkan pernah bisa dipaksa ...
Karena rasa itu tak selalu ada...
Beri aku waktu ...
Karena rasa takkan selalu sama ...
Karena rasa terkadang hanyalah asa ..
Beri aku waktu ...
Karena rasa itu begitu menyiksa ...
Karena rasa itu hilang separoh nyawa ...
Beri aku waktu .....
Di kesejukkan pagi ...
~ hari ke 16 Bulan September ~
Cinta sepotong tempe ....
Cintamu bagaikan tempe Beb..
Renyah, gurih, garing, tapi cepat busuk..
Cintamu juga seperti kuku tanpa kutex..
Mudah patah, tumbuh, hilang silih berganti..
Dan cintamu itu juga seperti tape Beb ..
Halus, lembut, nyam-nyam, tapi sayang...lembek !!
Cinta bukan ban serep Beb ..
Juga bukan ganjal pintu ..
Jangan asal pasang di mobil tanpa ban ..
Jangan asal tempel di pintu tanpa rem..
Dan jangan seenaknya kamu pinjamkan seperti topi ...
Kamu tahu kan Beb ..
Cinta hanyalah sepenggal rasa ..
Setumpuk emosi yg meluap di saat suka..
Mudah berubah menjadi gundah ..
Mudah membuncah kala sedang gairah ...
Beb ..
Sebenarnya jenis cintaku pun sama ..
Bervariasi seperti tempe .
Bisa kering, tipis, pedas, asam, manis ...
Indah berganti kelam, berwarna-warni sesuai situasi...
Argh...tapi kamu tahu kan ? ....tetap saja nyamleng !!
` Hanya karena cintaMu aku masih bisa bertahan ~
sayup2 terdengar adzan subuh menggema
dingin percikan air wudhu mulai membayang
pelan kutepis rasa malas yg ada
alhamdulillah dengan ikhlas kutebar sajadah panjang
bibir dan hatiku berdzikir dalam doa
melantun cinta menepis peri yg menggerus luka
menyadari betapa rapuh jiwa tak berbungkus rasa
menyapa makna atas tanda yang kubaca
wahai hati yang mudah membolak balik perasaan
teguhkan imanku agar tidak pernah berpaling dariMu
hanya karena cintaMu aku masih bisa bertahan
melawan hawa nafsu untuk tidak membenci dan meninggalkanmu
Ya Allah Ya Rabb
jadikan bulir2 air mata ini menjadi saksi
atas kecintaanku kepadaMu
jadikan sajadah panjang ini sebagai pengingat
untuk selalu rindu bertemu denganMu...
Belezza
Ramadhan ke 17
Rahasia Tuhan
Kemaren saya sangat terkejut mendapat kabar bahwa suami seorang kawan saya dipanggil sang Khalik, tanpa sakit terlebih dahulu. Bahkan ketika itu sedang menjadi imam sholat subuh di bulan Ramadhan ini. Beberapa watu lalu tetangga dekat rumah secara mendadak meninggalkan istri dan keluarganya untuk selama2nya tanpa diberi kesempatan meninggalkan pesan. Akhir2 ini memang terdengar begitu banyak kisah2 menyedihkan karena kepergian tanpa sakit terlebih dahulu.
Jodoh,rejeki dan mati adalah rahasia Tuhan. Manusia tidak punya andil untuk mengendalikannya. Kepandaian kita dalam mengolah, memanfaatkan dan mengamalkan apa yg telah digariskanNya yg akan dapat menuntun manusia untuk mendapatkan kenikmatan di dunia maupun di akhirat nanti.
Tapi sayang terkadang kita menyia-nyiakan apa yg telah diberikan olehNya. Rejeki yg telah dijatahkan untuk kita tidak dimanfaatkan dengan semestinya, Jodoh yg di gariskan sebagai pasangan tidak diperlakukan dengan sepantasnya.
Apakah kita harus merasakan miskin terlebih dahulu agar dapat menghargai arti sebuah rejeki ?
Apakah kita harus mengalami perpisahan dengan pasangan terlebih dahulu untuk dapat menghargai arti indahnya sebuah kebersamaan ?
Apakah mungkin memang harus seperti itu, layaknya ketika kita menjalani puasa Ramadhan ini. Seharian menahan lapar serta haus, sehingga melihat es balok serasa melihat es teler, nasi sambal bagaikan beef steak dan bedug maghrib menjadi sebuah nyanyian indah di petang hari
Atau malah ada cara yg paling mudah, yaitu dengan bersyukur.Bersyukur menurut saya tidak hanya sekedar ungkapan rasa terima kasih atas limpahan karunia dariNya, tapi sebagai upaya penyembuhan hati atas ketidak puasan manusia terhadap pemberianNya. juga menamball bolong2nya hati karena watak serakah manusia.
Siplah kalauw begitu...
Smoga renungan pagi ini dapat bermanfaat untuk saya sendiri maupun yg mau/sempat membacanya...
Belezza
~16 Agustus besok hari kemerdekaan kita~
Tempat sepatu bukan di mobil tauuu' ... !!

Yang membuat aku sendiri heran, meski Kebiasan jelek ini membuat mata sepet, letak kaki jadi ribet tapi kenapa nggak membuat jera binti kapok yah..? Padahal kejadian2 memalukan berkali-kali aku alami sehubungan dengan berserakannya sepatu2 di lantai mobil.
Suatu saat ketika mengurus surat kepindahan anak di kantor Dikdasmen. Dengan pedenya aku turun dari mobil. Memakai setelan baju biru, menggunakan sepatu berhak tinggi berjalan melenggang serasa peragawati menuju lift gedung kantor tersebut. Wajah sumringah tersenyum tipis seakan membalas tatapan semua orang yg memandangku. ...'Hmmm...jangan2 aku dikira selebrutu ya...' batinku dalam hati. Semakin mantap langkahku, hingga harus berhenti di depan lift dan menunggu cukup lama. Masih saja orang mencuri2 pandang, tapi kali ini aku cuek saja, pura2 bersedekap dan memandang tempat2 lain hingga akhirnya mataku berhenti dan menatap kakiku.....OMG..... ! Sepatu kiriku berwarna biru dengan tinggi 10 cm, sedangkan yg kanan berwarna hitam dengan tinggi 15 cm. Walaahhh..pripun niki.... !! Begitu aku sadar lift terbuka dan orang2 pun masuk kedalam, sedangkan aku kabur ke mobil ganti sepatu.... biyuh..biyuuh..
Pernah melihat sendal model ganjel pintu kan ? Nyaris kejadian memalukan terulang lagi kalau sendalku tidak kegriul kerikil sehingga keseimbangan tubuh agak terganggu. Suatu saat ketika berkunjung ke sebuah rumah sakit , begitu turun dari mobil kaki yg sedang menapak mantap tiba2 oleng, argh....baru tersadar ternyata sendal ganjel pintu berwarna coklat berduet dengan sendal berwarna hitam, pantesan pilotnya nggak kompak. Untung hanya dilihat orang2 di sekitar halaman parkir. Lagi2 akibat kebiasaan burukku, juga ulah kakiku yg tidak pernah menggunakan mata dan otak, sehingga memakai sendal asal menyelipkan kaki.
Ada yang bilang kejadian2 ini dikarenakan faktor umur dan pelupa. Tapi kalau aku bilang ini karena slordeg bin jorok binti kemproh alias tidak rapi. Percuma deh kalau aku selalu bilang sebagai anak manis, baik hati, rijin menabung, rapi jali dan tidak sombong kalau sepatu sendal saja berantakkan di mobil. Hare gene tidak membayar pajak...?...eh salah !! Hare gene masih jadi manusia jorok ? tidak pembersih ?... nggak musim ah !! Tengok semboyan Kota Jakarta dong, Clean Jakarta !! Keren kan...??? Yups, kweren kalau benar2 dilaksanan.
Baidewei baswei alias ngemeng-ngemeng, sepertinya hari ini aku bener2 kapok untuk tidak menjadi orang yg bertindak sembarangan dengan maksud nggak mau repot. Tadi siang keliling Pasar Kenari dengan sepatu tanpa hak, yg kiri berwarna coklat sedangkan sepatu kanan berwarna hitam. Baru tersadar terjadi keganjilan setelah dua jam berbelanja di pertokoan tersebut, itupun ketika mau pulang di saat aku mau naik mobil. Hadoh Maaaaakkkkk toloooong ...... !!
Selamat Iedul Adha !
Kita sering 'merasa' sudah banyak berkorban akan tetapi 'merasa' tidak dihargai. Oleh karena itu lakukan saja semuanya dengan ikhlas, maka orang lain yg
akan merasakan pengorbananmu...bukan kamu.
Selamat Iedul Adha !
Empati Merapi

Dentuman suara itu selalu saja membuat jantungku seakan melesat ke udara ..
Raungan sirine itu selalu saja menciptakan ketakutan yg membanjir seperti lahar yg terus mengalir ...
Nyawa nyaris segaris di ujung jasad ,,,
Tulang, otot, darah dan daging serasa lebur tercerai berai, pikiranpun pepat ,,,,
Tanpa sadar butir air mata menetes membasahi tanah berbalut abu ...
Miris menindih menoreh luka teramat dalam ...
Sejauh mata memandang terasa kosong hilang harapan ...
Semua tampak putih kelabu sepanjang perjalanan pulang ....
Sepertinya alam sedang menata ulang, membangun sebuah harmoni nan serasi ...
Tuk memberikan kemakmuran serta kekayaan alam di seluruh negri ..
Walau luka perih tak terkira sebagai ganti ...
Meski jeritan bayi, rintihan pepohonan, dan lenguhan ternak kesakitan saling saut tidak terperi ..
Duhai Merapiku yg baik hati, segeralah tenang kembali ...
wahai debu jerebu segeralah berlalu supaya hati kami tidak pilu,
Teruntuk kerikil-kerakal dan bebatuan mari kita bersahabat, bukankah sudah sejak lama kita jadi sobat ?
Kepada langit gelap pekat kuulurkan tanganku tuk berjabat, dan biarkan kami bisa kembali menikmati tidur lelap.