Tuesday, December 22, 2009

Ngegosip..? .. aha...boleh juga coy !

Mempunyai anak adalah sebuah karunia besar. Baik laki-laki maupun perempuan sama saja. Sama asyiknya, sama senangnya, sama serunya dan sama repotnya dalam mengawasi tumbuh kembang mereka. Dan setelah beberapa waktu berlalu anak2 beranjak besar, kemeriahan suasana rumah menjadi semakin semarak dengan celotehan dan ocehan2 mereka. Tapi meski sama-sama suka berceloteh, rupanya anak laki2 lebih sedikit bicara dibanding anak perempuan, bahkan konon laki2 cerewet sekalipun hanya akan mengeluarkan 6000-7000 kata perhari sama dengan jumlah kata yg dikeluarkan oleh wanita pendiam. Kononnya lagi golongan wanita ceriwis bisa mencapai hingga 20.000 kata atau lebih perharinya.Woow...

Nah rumahku termasuk sepi secara mommy adalah satu2nya wanita disana sehingga naluri ngerumpi tidak bisa tersalur dengan baik berhubung tidak ada lawan.
Anak laki-laki kurang suka diajak bergosip, bicara apa adanya tanpa bumbu penyedap dan seperlunya saja.

Simak deh obrolan gaya anak laki2 dengan mommynya....

Mommy: Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget kenapa ..
Anak laki-laki: Dia baru putus ....
Mommy : OOoo ... siapa sih pacarnya ?
Anak laki-laki : Ah...sudahlah....
Mommy : :(

Coba ngegosip sama anak perempuan, barangkali akan lebih heboh ya...

Mommy :Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget ya..
Anak perempuan : oiya...kasian deh mom dia baru putus, abis cowoknya nyebelin banget sih, nggak ada pengertiannya sama sekali...nggak bosen2nya TePe-TePe (tebar pesona-red)!!
Mommy : OOoo gitu.... siapa sih pacarnya ?
Adek : Itu si Joni yg playboynya minta ampun, huh dasar...kalau gue sih udah dari dulu2 gue kepret tuh si kupret...!!
Mommy : kek..kek..ke.k...:-)

Di Mall.
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak laki2 : Nggak.
Mommy : kalau yg ini dek ? modelnya lebih bagus ya...
Anak laki2 : hmmm.....bagus.

Dengan anak perempuan bakalan lebih seru,
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak perempuan : ah enggak banget mom.., warnanya aja norak modelnya juga nggak cocok buat mommy. Kurang elegan gitcu...
Mommy : kalau yg ini dek ? sepertinya lebih bagus ya...
Anak perempuan : Nah ini lebih oke, lebih trendy, lebih keren, pokoknya perfect deh...
Mommy : manggut... manggut...mikirin harga yg selangit.
Anak perempuan : Aku boleh beli juga kan mom?
Mommy : @8?/!!

Nggak cuma dengan anakku, ngerumpi dengan suamiku pun bagaikan pantun tak berbalas.

aku : "Kangmas..kangmas...artis itu emang kebangetan ya, tega2nya ngerebut suami orang..."
Kangmas : " hhmm..."
Aku : " Kangmas...dengerin dulu toh, menurutmu gimana ..kebangetan ya...."
Kangmas : " Hmm....menurutku pembaca info gosip yg kebangetan. Mau-maunya membahas masalah orang..."
Aku : :- ( *ngeluyur pergi plus malu...*

Sebenarnya sebel juga tidak mendapat tanggapan ketika sedang kepengen ngerumpi. Tapi sepatutnya aku bersyukur dengan keadaan seperti ini. Hikmahnya naluri menggosip tidak terasah dengan baik sehingga lidah menjadi tidak setajam silet !

Bukan gossip kalau digosok nggag makin sip, semakin dibahas bukannya masalah jadi tuntas tetapi malah meranggas sampai di luar batas. Pantas saja kalau kita dilarang berghibah alias membicarakan keburukan orang lain, sebab efeknya memang luar biasa karena yang baik-baik saja bisa jadi memburuik, yang sudah buruk menjadi semakin terpuruk... duh...!

Kalau begitu, lantas bagaimana jika kita ingin melampiaskan kebutuhan pengeluaran 20.000 kata dalam sehari...? nggag mungkin kita berbicara di depan kaca kan ?...
- barangkali ngobrol/diskusi mengenai hal2 yg bermanfaat bisa sedikit mnegobati keinginan buat berceloteh. ( jelas susah banget karena obrolan tidak bermutu lebih asik dan seru)
- Ngomongin orang boleh saja tapi jangan mengenai kejelekannya, jadikan dia sbg inspirasimu....halah, pasti nggak mudah ya secara ngegosip yg negatip memang lebih siip gitu lho....

Kendati tidak mudah menghindari kegiatan menggosip, apa salahnya kalau kita berusaha mencoba ?
Kasiihan juga kalo lidah selalu diasah hingga menjadi setajam silet !

Monday, December 21, 2009

Selamat Hari Ibu, semoga tetap gagah perkasa..!

Kalau ada sesuatu yang akan kusimpan dalam hatiku, itu pasti ibuku ...
Beliau yang senantiasa menyimpan cinta pada putra-putrinya ...
Kalau saja ada sesuatu yang ingin selalu aku sayangi, itu juga pasti ibuku ...
Beliau yg selalu khusu' melafazkan dzikir serta doa untuk kebahagiaan buah hatinya...
Dan kalau saja ada yg harus kucatat sebagai orang yang murah hati serta ringan tangan, sudah bisa dipastikan bahwa dia adalah ibuku...
Karena beliau tidak pernah menghitung-hitung jasa dan pengorbanan yg telah dilakukan kepada generasi penerusnya ..

Kasih ibu memang tiada tara, bahkan akan terbawa sampai anak-anaknya menjadi tua renta.

Berbicara mengenai kasih sayang ibu pasti tidak akan lepas dengan tugas dan tanggung jawabnya. Ah..Peran ibu memang tidak pernah ada matinya ! Semenjak ibu mengandung, melahirkan kemudian menyusui dilanjutkan dengan merawat serta membesarkan anak sungguh merupakan aktivitas dan pengalaman yang sangat unik. Apalagi mengingat tugas parenting sungguh tidak mudah karena pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang biasa didelegasikan kepada orang lain.

Dalam menjalani perannya, terkadang ibu sering dihinggapi perasaan bersalah. Ibu bekerja sering dihinggapi perasaan bersalah karena dia merasa kurangnya waktu dalam bercengkerama dengan anak-anak sehingga banyak moment-moment penting berkaitan dengan tumbuh kembang anak menjadi terlewatkan. Karena merasa bersalah maka seluruh keinginan anak tidak pernah ditolak, seterusnya anak berpotensi tumbuh sebagai anak manja. Ah.... ibu merasa bersalah lagi. Kendati begitu ibu rumah tangga pun tidak luput dari perasaan itu, meski bukan permasalahn anak yang menjadi sebab, akan tetapi perasaan bersalah karena tidak adanya kontribusi finansial kepada keluarga terutama jika kehidupan ekonominya pas2an.

Mungkin hampir semua ibu ingin menjadi supermom. Panggilan tugas bagi ibu bekerja merangkap sebagai mentri keuangan rumah tangga, mentri pendidikan anak-anak sampai. kepala urusan rumah tangga membuat tugas ibu semakin bertumpuk. Ekspektasi tinggi untuk dapat menyelesaikan berbagai tugas dengan hasil memuaskan menjadikan stres akrab dengan kehidupan sehari-hari para ibu.

Ah...ibu memang selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarganya. Jadi seandainya ibu terdengar lebih cerewet dibanding si ayah, jangan buru-buru diprotes karena niatnya adalah untuk sebuah kebaikan. Kalau ibu terkesan keras kepada anaknya, mungkin itu berkaitan dengan tugasnya sebagai mentri pendidikan rumah tangga, mengingat prestasi anak adalah kebanggaan ibu sebagai upaya mengantar anak menuju gerbang cita-cita. Apalagi masyarakat masih sering menilai bahwa kegagalan anak dicap sebagai kegagalan ibu dalam mendidik anak. Adapun sebaliknya, kesuksesan anak adalah sebagai cerminan 'anak ayah'. HuuHH...that's not fair !!

Tapi tenang saja ibu-ibu ....
Tugas kita tetap mendidik buah hati agar dapat menggapai bulan dan bintang di langit ...
Bagaimanapun beratnya, apapun rintangannya, dimanapun tujuannya ...
Ibu pasti akan mengantar hingga ke tempatnya...
Asalkan anak-anak sungguh-sungguh melakukan apa yang mereka inginkan, bukan melaksanakan apa yg kita inginkan untuk mereka.


Happy mothers day buat segenap ibu-ibu dimanapun berada.
Semoga semua ibu dapat mengisi hari dengan penuh ceria, dengan hati berbunga-bunga serta hidup bahagia serta sejahtera.

Tuesday, December 15, 2009

How lucky you are ....as always..

How lucky you are... as always...
Perkataan itu membuat aku sedikit tergugu, membisu dan sedikit ragu-ragu. Benarkah aku memang seberuntung itu...?
Atau karena dia tidak memperoleh seperti yangg aku rasakan saat ini, sehingga dia berkata seperti itu.

Dalam menjalani kehidupan ini sejatinya orang memang saling 'sawang sinawang' alias saling memperhatikan satu sama lain. Rasanya sangat manusiawi jika kita memandang orang lain 'sepertinya' mempunyai kehidupan lebih baik. Apa yg tidak kita punya biasanya menjadi tolok ukur kenapa orang lain menjadi terlihat lebih. Tapi sayang kita sering tidak adil karena terkadang melupakan sesuatu yg menjadi kelebihan kita adalah sebagai suatu keberuntungan.

Seandainya saya jadi seorang wanita bekerja mungkin suatu saat saya juga akan berfikir bahwa menjadi ibu rumah tangga asik juga, punya banyak waktu untuk diri sendiri serta bisa mengurus plus memperhatikan perkembangan anak dengan seksama. Sebaliknya ibu rumah tanggapun akan berfikiran sama, dengan bekerja tidak hanya materi yg diperoleh tetapi juga kepuasan karena lebih merasa berguna untuk sesama.

Ah..kamu memang kurang bersyukur !
Seringkali hati nurani berkata begitu. Namun semakin sering hati kecil itu menyapa, sesering itu pula logika menyela.

Tidak semua orang bisa memperoleh yang diinginkan, karena itu tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Lagi-lagi nurani berkata, dan lagi-lagi logika mengelak.

Kenapa ya manusia susah untuk bersyukur ?.. Mungkinkah karena yang di bawah ini..?
- Hobi membanding-bandingkan diri sendiri dgn orang lain membuat kadar bersyukur seseorang menjadi terkikis.
" idih...kerja selama bertahun-tahun kk masih gini2 aja sih, pdhal dia anak baru kemaren sore sudah dapat posisi wuenak..."
- Kebiasaan bersaing secara tidak sehat alias iri hati juga bertanggung jawab atas kurang bersyukurnya manusia.
- Atau barangkali karena selalu merasa tidak puas atas apa yang telah diperolehnya.

Ah, andai saja semua orang mudah mengucapkan syukur, tentu tidak akan ada iri dengki, saling mencelakai, atau berlomba memperkaya diri demi memperoleh kepuasan sendiri. Dan duniapun akan sepi dari isu orang2 penting yang beritanya sangat tidak penting.

How lucky you are ....as always...
Duh...kata-kata itu kembali terngiang, tapi kali ini aku benar-benar menyadari bahwa aku memang sungguh orang beruntung.
Terimakasih ya Allah atas segala karunia yang telah Engkau berikan kepadaku. Berilah aku kesempatan untuk selalu bersujud syukur keharibaanMu dalam setiap helaan nafasku. Amien.

Tuesday, December 08, 2009

Kalau mommy tiba-tiba jadi moody.

Repot deh kalau mami jadi moody dan suka uring-uringan. Rumah yang biasanya cerah ceria karena celotehan serta guyonan mami, jadi sepi mamring berubah ke dalam suasana ungu kelabu penuh nada bisu. Wajahnya pun ditekuk 5 setengah lipatan, lebih rapi dari hasil setrikaannya. Masakan pun menjadi lebih asin dari air laut pantai selatan. Walah..walah....Ada apa dengan si mami ?

Menurut para pakar psikologi penyusutan hormon wanita bertanggung jawab atas sensi bin moodynya para mami di kisaran usia 40 - 55 tahun. Karena hal-hal sepele saja bisa membuat mami jadi mengharu biru. Konon persaannya mudah tercabik-cabik karena merasa mulai ditinggalkan, tidak berguna serta merasa tidak dihargai dengan semestinya. Mami mulai sering pusing karena pengaruh hormonal, sedangkan daddy semakin bersemangat karena kariernya sedang moncer. Lebih lagi di kisaran umur tersebut biasanya anak2 juga sudah tumbuh menjadi remaja yang mandiri. Ah..mami menjadi semakin merasa tidak berarti ....

Tapi jangan khawatir mums. Sebenarnya tahap itu bisa dilewati dengan manis dan bahagia tanpa tangis berselimut duka. Kuncinya adalah kerja sama antara mami en daddy. Do'i harus tahu bahwa mami sedang mengalami fase yg tidak diinginkan, tapi apa daya sudah menjadi kodrat setiap wanita. Kalau anak-anak bisa dihandle dengan mulus, si Daddy jangan berbuat aneh-aneh karena akan menimbulkan kecurigaan si mami. Dan reaksinya..?...wusshh....sangat lebay yg membuat daddy jadi pusing tujuh keliling !

Coba deh mengenang masa lalu yang lucu-lucu, dari kisah bermutu sampai obrolan wagu. Ingat2 jaman suka nunggu telepon dari do'i, begitu terdengar ring-ring langsung njenggirat menyambar telepon walau ternyata cuma tukang juwalan klepon. Ingat juga jamannya jalan2 berdua, ahh.. baru kesenggol tangan saja perasaan sudah dag dig dug berbunga-bunga. Atau ingat kalau do'i sedang ngapelin, suara deru motornya yg ngangenin... ethek..ewer...ethek ewerrr...brm...
Lebih top markotop jika mau ber candle light dinner meski kadang kurang berfungsi kalau ternyata banyak lalat disekitarnya, karena kesannya lilin hanya untuk mengusir lalat. Cara lain bisa juga dengan nonton atau jalan-jalan ke luar kota berduaan, jangan lupa bergandengan tangan..aww ....romantis deh. Meski dengan orang yg sama, berpacaran lagi juga tidak akan basi kok....

Hm....sepertinya mudah ya...
Memang mudah kalau kita mau mensinergikan logika dan iman. Berusaha disertai berdoa dengan mengelola emosi beserta segala sensinya, tentu saja disertai dukungan teman beserta keluarga.
Smoga...

Friday, December 04, 2009

macet ? ... nggag perlu stress ....

Sebel dengan kemacetan Jakarta di pagi hari ?....
Yah. kalau dituruti memang bisa menaikkan tekanan darah alias bloedroeg. Dan jujur saja tulisan ini juga hanya untuk menghibur diri agar tidak terlena dengan buaian emosi yg mengajak kita untuk marah-marah dengan situasi monoton yg bernama kemacetan.

Kalau dikabarkan terjadi kemacetan di berbagai ruas jalan Jakarta, pastinya hal ini bukan merupakan berita istimewa secara ditilik namanya saja daerah ibu kota.Nah kalau Jakarta sepi sekali baru luwar biyasa...

Mungkin kemacetan tidak menjadi masalah jika kemacetan dikondisikan sebagai ajang pelatihan kesabaran dan sebagai arena pemanasan sebelum kita melaksanakan aktivitas rutin. Menikmati suara penyiar radio berceloteh disertai iringan musik rancak membuat aliran darah mengalir lebih kencang, mengguncang hasrat agar hari itu dapat berprestasi lebih hebat. Mendengar cuplikan berita terkini pun akan membuat kita merasa lebih up to date, disamping lebih menghemat waktu karena tidak lagi membuka lembaran2 koran maupun ngeklik e-paper ketika sampai di tempat tujuan. Dalam kemacetan terkadang ide-ide kreatif malah bermunculan terutama di saat kita sedang ngepot sana sini untuk mencari antrian terpendek. Eh..iya, bisa fesbukan juga loohh...

Kendati macet sudah sangat menjengkelkan semua orang, menurutku tingkat menyebalkannya masih kalah dengan perilaku pengendara yang kurang demen mentaati peraturan lalu lintas. Padahal sikap ini sangat bertanggung jawab atas kemacetan yang terjadi.

Dalam dua bulan terakhir ini saya agak terkaget-kaget dengan polah tingkah pelaku lalu lintas dalam menyikapi rambu-rambu lalu lintas. Dalam pengamatanku, ketika lampu traffic light menyala kuning, pengendara langsung menginjak gas lebih dalam, dan ngueeeng....wes..ewess..ews..bablas angine.
weleh ... tapi begitu mah sudah biasa , kadang kalo sedang kebelet pun aku juga suka sedikit ngeyel ..he..he.. bandel juga kau !
Nah, kalau lampu hijau menyala kemudian kendaraan melenggang jalan pan sudah biasa, tapi di saat kita berhenti karena warna merah menyala sementara kendaraan di belakang masih saja mengklakson kencang memberikan isyarat agar tetap jalan...wah, luar biasa keterlaluan ! Malah dulu sempat tersugesti dengan membatin, " ooo..ternyata lampu merah boleh jalan yah.."

Lebih ngeri lagi melihat kenekatan orang berkendaraan motor dengan melawan arus yang sudah jelas-jelas di beri rambu one way alias satu arah. Tidak ada rasa takut sama sekali mentang-mentang tidak ada petugas, karena menurut mereka kecelakaan tabrakan tidak lebih mengerikan daripada ditangkap pak polisi.

Argh...Kalau saja kita tidak egois dalam memanfaatkan sarana umum yg bernama jalan raya ini, tentu keamanan dan kenyamana akan bisa dirasakan bersama. Memang sih biang kemacetan disebabkan oleh terlalu banyaknya kendaraan yang beroperasi melaksanakan tugasnya, tapi sopan santun berkendara paling tidak akan meminimalisir ruwetnya kehidupan berlalu lintas.

Thursday, December 03, 2009

Ah...itu kan cuma bo'ong an... !

Akhir-akhir ini cerita tentang kebohongan lancar mengalir bagai bola bergulir di tengah lapangan yg ditonton beribu-ribu pasang mata. Rasa malu pun kini semakin tipis dan sedikit demi sedikit kian terkikis. Kebohongan satu ditutup dengan kebohongan lain dengan menggunakan kata-kata yang dibungkus bahasa melipis, malah menambah rasa pesimis dan membuat hati semakin teriris miris. Benar apa kata bang Ahmad Albar, dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Bisa direkayasa sesuai dengan cita rasa agar para pemirsa suka.

Konon berbohong tidak berdosa asal demi kebaikan. Dan sejatinya kita memang sangat suka dibohongi.
Bisa anda bayangkan jika seorang suami mengatakan secara terus terang kepada istrinya yg baru belajar memasak, mengenai rasa hasil masakannya, biar asin pasti tetap dibilang enak.
" mm... enak mam...serasa makan di pinggir laut .."
...* ah ! sebenarnya nyindir tuh*

Terkadang suami juga pura-pura bertanya ....
" kok sotonya endang markondang ...beli di tempat langganan yah.."
" aaahh..masa enak siihh..itu kan masakanku..."... istri memekik girang...
" ah..mosok kamu bisa masak seenak ini...?"
weleh...Istri pun kembang kempis hidungnya...bangga...

Kalau berbohong bisa menjadi sebuah hiburan kenapa tidak ?
Seperti acara reality show di TV yang kini penuh rekayasa, dan kata anakku,
" aahh...itu kan bo'ong an..."
Herannya. aku begitu kepincut dengan acara2 seperti ini. Hmm...Apa karena aku suka dibohongi ya ?

Kalau kita melihat acara live show yang dahsyat, ternyata penontonnya pun adalah penonton bayaran. Artinya mereka bertepuk tangan karena kerja, mereka menari, menyanyi, serta melenggak-lenggok karena piti, dan mereka berteriak sok asik juga kerena tugas.
Jadi mana penonton asli yang datang ke tempat show ? ... ah..penonton asli kan suka susah diatur, sok tidak mau bertepuk tangan dan menari-nari, alias jaim gitu lho....( ini hasil membaca koran mengenai penonton bayaran).
Dan senyatanya, kemeriahan penonton bayaran ini memberikan efek positif kepada para pemain sehingga mereka menjadi lebih giat bersemangat dan pastinya heboh coy !.... Bukankah pemain tanpa penonton ibaratnya seperti tampil di kamar mandi.... ?
Nah, ini pun sebagai bukti bahwa kita suka akan rekayasa, sebagai bumbu penyedap untuk menambah nuansa aroma serta selera, layaknya hiasan strawberry dan coklat yang menempel pada black forest cake .

Kendati demikian akankah kita selalu memelihara kebohongan itu ? ah..enggak lah yaw kalau kebohongan itu tidak menghibur. Lebih baik miara bebek daripada miara kebohongan.

Sayang di sekitar kita masih saja berkeliaran para pembohong. Mungkin mereka tidak sadar sedang berbuat bohong, namun begitu pihak yang dibohongi tidak akan pernah lupa, karena kebohongan itu akan selalu dicatat kemudian disimpan rapi dalam hati. Jadi kalau ingin dipercaya, jangan pernah sekalipun berbohong.Mendingan kita berbicara jujur baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Smoga...

Wednesday, October 28, 2009

Hallah..Donce... Donce.....

Suatu pagi di suatu tempat kebugaran.

" Selamat pagi Bunda, saya Donce. Bunda mau apply jadi member di Selebrutu Fitness ini ya ? "
" Berhubung Miss fawcet sedang di locker area (shower, steam n sauna ), maka Donce yg bantu Bunda ya...." begitu tutur kata lembut dan gemulai mas Donce menyambut kehadiranku ramah.

Donce : " any way baidewey baswey ... apa target bunda bergabung di tempat ini ... ? apa mau menurunkan berat badan, mengecilkan pinggul, mengecilkan kaki, atau....aaahh... perutku sudah mulai tebal nih .. ?"

Bunda : "wah.. jangan salah, perutku masih rata Don ...."

Donce : "auuww !! kalah dong aku.... ( tangan kanannya menutup mulut sedangkan tangan satunya lagi mengelus-elus perut buncitnya) "

Donce : "Habis apa dong bun .... ?"

Bunda : "Yah buat healthy life style aja Don, nggag kurang nggag lebih. Nggak ada target membentuk badan sampai meliuk seperti gitar. Apalagi perkasa sampai kayak satria bergitar ... walah.. enggag lah yauw..."

Donce : "Tapi fitness d sini enak lho bun,..sepi.... maksudnya nggag terlalu ramai, Jadi kalau di kelas body combat kita nggag bakal nendang kepala orang ...."

Bunda : "ooo..gitu yah. enak dong.."

Donce : "Tapi Bun, kalau jam2 segini yang olah raga cuma ibu2 aja, nggak ada laki-lakinya..."

Bunda : "ooo ...gitu .... enak dong ..."

Setelah Donce mengajak berkeliling untuk menunjukkan kelas, peralatan serta locker berikut tempat shower, steam dan sauna, Donce kembali mengajak bunda duduk untuk menyelesaikan proses join sebagai member sambil sesekali memperhatikan para pengunjung yg sedang melakukan olah tubuh pada pagi itu.

Donce : "Bunda ..Bunda .... bener kan ? yang datang kesini ibu-ibu semua ? ...nggak ada laki-lakinya....
Nggak apa-apa ya Bun, maksudnya nggak ada laki-lakinya nggag apa-apa ya Bun ...."

Bunda : "Hallah ..Donce..Donce... dari tadi kok kamu ngomong begitu sih ? Itu perkataan yg mewakili para bunda ata mewakili kamu sendiri sih ....? .. emang kalau nggag ada laki-lakinya kenapa..?"

Donce : "any way baidewey baswey, Bunda mau Personal Trainernya laki2 atau perempuan ?"

Bunda : "Kalau menurutmu apa ? "

Donce : "Kalau menurutku laki2 aja Bun, biar ngajarnya mantep ! ..."

Bunda : "OO..gitu yah ..." ( manggut2 manut saja )

Donce : "Ok, welcome to the club ya Bun ... eh iya, besok kalau datang bawa gembok ya ..."

Bunda : "haH ? ... gembok buat apa ?"

Donce : "ya buat nggembok locker Bun, biar aman ..."

Bunda : "Walah, kirain bercanda. Trusa gimana dong kalau saya lupa bawa kuncinya ...."

Donce : "Ahh... bunda, lupa kuncinya nggag apa-apa ... asal jangan lupa syairnya ...."

Hallah ..... Donce..Donce ....

Hmmm.... Akhirnya sukses juga menjadi member dari Selebrutu Fitness. Sambil berjalan ke arah mobil Bunda masih saja tersenyum-senyum ingat percakapannya dengan mas Donce yang meriah dan super kenes. Ahh .... tapi tiba2 Bunda teringat sesuatu ....

Dan ... " kriiingg...hola Miss. Fawcet ..."
"Iya bu ... "
" PT saya nanti jangan ngikutin rekomendasi dari Donce ya...
Tolong carikan yang perempuan saja ..... " ***

Monday, October 26, 2009

Aku bukan teman ayah ....

Tiba-tiba seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar berkata demikian kepada ayahnya.
" Lho kenapa ? ... Ayah kan selalu menemanimu sejak kecil ..." protes sang ayah..
" Tapi ayah kan belum add aku as a friend..... jadi kita belum berteman ...."
Weleehh... Usut punya usut rupanya si anak ikut terlanda demam Face Book.

Akhir-akhir ini FB memang semakin rruarr biasa. Malah perusahaan telekomunikasi pernah mengenalkan penggunaan internet kepada ibu-ibu arisan dan ibu-ibu pengajian dengan memberikan contoh ber FB ria untuk menjalin indahnya berteman dan bersilaturahmi melalui dunia maya. Pengenalan internet kepada ibu-ibu tidak bekerja memang sangat bermanfaat. Karena jika mau memanfaatkan fasilitas internet ibu rumah tangga pun bisa juga pintar, tidak akan lagi seperti katak dalam tempurung yang hanya berkutat dengan urusan cuci, gosok, ngepel serta tawar menawar dengan tukang sayur. Apalagi keberadaan Fesbuk semakin meyemarakkan dunia pergaulan, menambah teman dan memperluas wawasan sehingga dunia tidak lagi hanya selebar RT dan RW saja. Walaupun itu hanya di dunia maya dan tidak pernah bersua, tapi yang penting sering bertutur sapa walau hanya sebatas saja. Suatu saat sekali-sekala bisa saja berjumpa untuk mengenal yang sesungguhnya.

Pernah ada yg bilang bahwa fesbukan haram, saya setuju ! Weh...tapi tunggu dulu. Fesbukan memang bisa jadi haram kalau sampai menerlantarkan urusan yg lain. Lhah kalau cuma normal-normal saja kayak aku begini sepertinya nggag apa-apa dwech... Ngaku saja, saya pernah beberapa kali pernah menggosongkan masakan, dan belakangan merebus air sampai kering kerontang, tapi sepertinya masih bisa dimaafkan karena saya yakin para fesbukers pasti maklum bagaimana sih asiknya ceting.

Utamanya fesbukan memang untuk ajang silaturahmi kepada sanak saudara, teman dan handai taulan. Mengingat sibuknya kehidupan saat ini bertemu dengan kawan-kawan maupun sanak keluarga yg jauh dimata adalah suatu event sangat langka, maka dengan adanya situs ini balung pisah pun kembali bisa terkumpul dengan hanya ngeklik kompi....
" just click away " ...gitu loh....
Silaturahmi di FB pun mudah, tidak perlu ketok2 kulonuwun alias permisi plus membawa oleh-oleh, cukup dengan say hello di wall, komen2 atau kalau tidak sempat menulis cukup memberikan jempol dengan ngeklik like this.

Banyak yang bisa diambil manfaat dari FB selain mempererat ikatan tali persaudaraan diantara teman2 dan saudara. Sharing informasi seringkali dapat meningkatkan motivasi juga memberikan inspirasi hingga memberikan semangat hidup untuk dapat berbuat lebih baik dari waktu ke waktu, pada setiap saat dan kesempatan.

FB juga bisa buat ngecek kegiatan pasangan loh....uPst !..
Yah meski banyak cara untuk menyembunyikan kegiatan kasak-kusuk, tapi minimal akan mengerem keinginan untuk melakukan perbuatan curang karena merasa saling diawasi. Dan oleh karena tidak setiap kawan kita adalah teman pasangan kita, maka perlu diwaspadai juga, jangan sampai kita berbagi pasangan dalam FB. ...
aAawW.....naudzubillahimin
dzalik..!!...
Kalau sampai terjadi begini jangan sungkan-sungkan singsingkan rokmu tinggi2.... hajar bBlehh..!!....

Tapi jangan panik dulu, ada manfaat lainnya kok. FB juga bisa untuk mengawasi kegiatan anak-anak dengan melihat siapa saja teman-temannya. Tentu saja kalau si anak tidak keberatan untuk berteman dengan ortunya, sebab biasanya anak remaja belum tentu suka jika kegiatannya diintip-intip oleh bokap n nyokapnya. Seandainya sudah jadi teman pun ortu jangan suka usil dengan bertanya-tanyi n ikutan ngerumpa-ngerumpi tentang teman2nya, salah-salah bisa diremove dari friend's listnya.... he..he...cuciaaannn deh loe ....

Sisi baik dari keberadaan FB tentu saja harud dilandasi dengan niat baik dalam memanfaatkan situs pertemanan ini.
Jangan sampai keinginan dalam menjalin dan memupuk silaturahmi kepada teman serta sanak saudara diplesetkan menjadi kegiatan yang mengarah kepada pelecehan, ajang umuk2an alias sombong-menyombing bahkan lebih parah FB menjadi arena tantang2an antar geng seperti yg baru-baru ini diberitakan di televisi.

Jika dunia FB dianggap sebagai ajang pelecehan tentu saja tidak tepat, karena pelecehan bisa terjadi di mana-mana baik di kendaraan umum, di pertokoan, di jalan raya, atau di ujung gang sekalipun. Dari tingkat lirak-lirik, senggal-senggol, colak-colek sampai tingkat siulan nakal seorang pemuda kepada perempuan yg lewat di depannya ... suit..suitttt...mbak..rodanya muter...

Memang perlu kehati-hatian dalam menuliskan sesuatu di wall FB maupun tulisan-tulisan di notes, karena salah-salah komen-komen nakal akan muncul menanggapi ungkapan dari apa yg anda pikirkan. Contohnya, ada seorang fesbuker yang menuliskan kata-kata " Ah..kamu memang tidak romantis.." mendapatkan komen ..." mau sama akuuu...?"
he..he..becanda kok, masa gitu aja marah sih ......
Yo'i bercanda, tapi nakal kan ?

Oleh karena perbedaan antara menginfokan diri sendiri dengan sombong sangat tipis, maka jangan sampai terpeleset ketika menuliskan apa yg sedang anda lakukan, apa yg anda inginkan, dan segala sesuatu yg berhubungan dengan diri anda. Salah-salah malah dianggap sombong ketika menuliskan " sedang ngupi-ngupi di setarbak "...Yang nggag suka akan membatin, iya2 yg bisa ngupi mahal, kalo gwe sih kupi kafal afi juga udah demen. Padahal maksud anda ketika menuliskan mungkin untuk memudahkan teman2 yg ingin bertemu dengan anda, kan tinggal nyamperin gitu loh...
Atau ketika anda menuliskan berlibur di ngustrali atau di ngamrik atau dimanapun, yg bermaksud untuk menginfokan keberadaan anda agar orang yang berhubungan dengan anda tidak bingung mencari-cari pun bisa dianggap somsek atau membuat yg lain menjadi kepengen alias iri hati. He..he...he... susyah juga yah bergaul di dunia maya, mirip kehidupan di dunia nyata.
" Paaakkk.... bu Joko tetangga sebelah beli tipi baru ....."
Woalaahhh .... makanya jangan terlalu sering ngintip tetangga bu...

Ah...FB memang fenomenal !!

Harus ada trik agar ber FB ria sesuai dengan maksud tujuan pertemanan. Lebih-lebih supaya dunia maya tetap terjalin dengan manis, romantis dan harmonis, perlu kiranya berhati-hati dalam menambah daftar teman di FB anda .
- Terutama untuk wanita, jangan mau berteman dengan petualang ! Biasanya dengan nama laki2, dan ketika anda tengok daftar temannya semuanya adalah wanita2 cantik. Wess..yg model begini ignore saja !
- Hati2 dalam meng add friend, kalau nggag kenal nggag usahlah capek2 nge add, kecuali ada teman suggest ke anda.
- Pastikan anda mengkonfirm teman yg anda kenal. Minimal anda punya mutual friend untuk mengkonfirm teman2 yang tidak dikenal.
- Atau jika anda kelepasan ngeklik konfirm padahal tidak mengenal, bisa diremove atau biarkan saja tapi kalau sudah mulai macam2 ya gag usah segan2 untuk membuang.
- Dan pastinya sah-sah saja kalau ingin me remove seseorang jika menurut anda sudah bertindak menyebalkan. Di remove juga nggak bakalan tahu, apalagi kalau friends listnya sudah segudang.

Jadi marilah kita ber FB dengan tenang, dan berfikir positif saja. Ambil manfaatnya lalu buang yg tidak penting.
Hidup akan lebih bermakna dengan perasaan bahagia tanpa duga prasangka, semua akan tampak beautifull jika anda mengucapkan I love you full .....

Ah...kamu memang tidak romantis .... !

Katamu dunia maya lebih manis dan romantis ..
Bisa lebih puitis, melankolis, malah terkadang mampu membuat menangis...
Tapi kenapa puisiku kau bilang 'pulisi' ....
Dan deklamasiku kau sebut 'dikramasi' ....

Ah...kamu memang tidak romantis ...!

Ketika aku bilang mau smoothing ...
Kau pilih yang keriting ...
Saat aku pilih rebonding ...
Kamu malah ngakak sampai guling- guling ....

Ah ...kamu memang tidak romantis ...!

Aku pilih memanggilmu ‘say’, tapi katamu sayton ...
Dan akupun berganti dengan menyebutmu ‘yank’, ...iihh..emangnya aku peyank ...
Lalu kucoba memanggilmu dengan ‘honey' ... wih...kok madu ...
Mckk....jadi bingung, kini aku coba panggil kamu dengan ‘Pak’e..’
Woalah...kamupun tersenyum mengangguk-angguk tanda setuju....

Ah...kamu memang tidak romantis .... !

Luka itu memang terlalu dalam, membekas, merah menganga dan memar

Guyuran dingin air pancuran tidak juga memadamkan kobaran api di hatiku ..
Siraman sejuk air es masih saja menyisakan percikan bara yg menimbulkan rasa linu ....
Membuat Jakarta semakin gerah dalam bisu...
Fokus terpaku pada sesuatu yang tidak bermutu ....

Sayang, ada apa denganku ....
Mengapa aku menjadi peragu ...
Mengapa aku jadi seorang pembenci ...
Dan aku juga penuh dendam ...

Luka itu memang terlalu dalam, membekas, merah menganga dan memar ....
Pedihnya begitu nyata terasa seperti pipi yang baru saja ditampar ...
seperti tinju maut yang terlepas hingga orang jatuh terkapar ...
Sampai membuat warga RT gempar kemudian berkoar-koar ...

Sayang ...
Please ... sembuhkan lukaku ...
Cabut serpihan-serpihan kecil itu dari dalam dagingku ...
Berikan ciummu tuk menghentikan sakitku ...
Sentuhkan tanganmu tuk menyamankan jiwaku ...

Sayang,...
Bantulah aku agar bisa lebih pasrah ..
Mengumpulkan hati yang berserak dan terbelah-belah ...
Mengusir rasa gundah, membuang dendam agar cepat musnah ...

Sunday, October 04, 2009

Gaya kancil memang kagak ada matinyeeee ....

Bener juga kata pakdhe. Jangan membaca/menonton berita di pagi hari, it will ruin your day. Tonton saja gosip tingkah polah artis Indonesia yang selalu dibahas tidak ada habisnya.

Judeg kalau mengikuti berita-berita yang ada. Memang terkadang berita berhasil mengaduk-aduk emosi penontonya. Lihat saja proses penangkapan koruptor yg sangat alot dilanjut dengan perseteruan KPK dan polisi, pelantikan anggota dewan yg menghabiskan dana milyaran, kontroversi pelantikan MPR, belum termasuk mirisnya menyaksikan evakuasi korban G30S (gempa 30 September) di Sumbar yang akhir-akhir ini pengeksposannya agak lebay.

Paling gemes di saat mengikuti penyidikan tersangka koruptor. Pertanyaan dijawab dengan berbelit-belit sedemikian rupa, sehingga menunjukkan seolah-olah mereka bersih dan bebas dari prasangka. Jangankan kriminal kelas kakap, maling ayam pun kalau tertangkap tidak akan mengaku bahwa dia maling. Kemudian akan menunjuk orang lain dan berteriak maliiing .... !!

Jaman sekarang kancil bisa berubah wujud menjadi manusia. Masih ingat cerita Kancil si anak nakal yg suka memperdayai orang kan ? Kenakalannya membuat orang sebal, tapi ketika ditangkap selalu saja bisa lolos dengan segala tipu muslihat yg dilakukannya.

Sekarang gaya kancil tersebut dapat sering terlihat di media.
Begitu seorang pejabat terekspose aibnya atau didudukkan di kursi pesakitan, maka tampilannya pun akan berubah. Berbaju koko komplt dengan pecinya dan berperilaku santun di depan para yuri. Sedangkan keluarga di rumah aktif mengadakan pengajian dengan ucapan penuh simpati dari saudara dan handai taulan " namanya juga cobaan, yg sabar ya...".....lhooo.... kok cobaan ?

Kemudian si pesakitan akan tertunduk lesu, memelas tidak berdaya persis seperti maling sepeda anakku yg tertangkap dan digebukin warga.
" Maafkan saya..... memang saya orang yang lemah, banyak salah, dan penuh dosa....terkadang memang terpeleset dalam menjalani kehidupan, berjalan tidak selalu lurus, ... Tapi saya bukan seperti yg anda tuduhkan... saya ikhlas mau diapakan, bahkan sekarangpun saya rela mati...Tapi saya bukan seperti yang anda tuduhkan...."

Itulah gaya kancil, kagak ada matinyeee...
Jangan sampai ketipu, terlena dan jatuh kasihan dengan tingkahnya dalam mencari simpati dan empati. Karena kalimat itu sudah termasuk satu paket dalam setiap perbuatannya. Mau tukang korup, maling ayam, maling sepeda, tukang tadah, pelaku KDRT, pehobi selingkuh, pasti punya gaya kancil di saat kepepet daripada dihajar massa.

Dan dari balik jeruji besi pastinya bang Napi juga akan berkata :
WASPADALAH !!

Thursday, October 01, 2009

Berbatik ria di jaman doeloe..

Tanggal 2 Oktober harinya Batik Indonesia diakui sebagai World Heritage. Batik Indonesia sudah naik pangkat tinggi sekali walau sering udreg2an dengan negara jiran. Dan hari ini status berbatik ria pun heboh di percaturan FB...he..he...

Padahal kalau mau sedikit mengenang, dari dulu batik biasa digunakan untuk sehari-hari bukan hal yg luar biasa. Begitu lahir bayi ceprot, kain batik yang mak nyess di kulit sudah dipercaya untuk membungkus bayi agar terhindar dari sengatan udara dingin di pagi hari. Jadi begitu selesai mandi kemudian diberi bedak, minyak telon, lotion dan segala uba rampenya, bayi dibedong alias dibungkus dilanjut dengan menina bobokkanya...pules deh. Mami si bayi pun akan lebih santai menjaga sang bayi dengan berbalut daster batik yang adem, sehingga dapat bergerak dengan lebih leluasa serta selesa selanjutnya prosesi menyusuipun akan lebih rileks. Sedangkan untuk menggendong bayi akan lebih mantep jika memakai selendang batik karena bahan katun membuat ikatan menjadi erat, tidak mleset2 karena licinnya bahan.

Dulu eyang putriku juga biasa berkain batik alias jarikan, baik di rumah maupun kondangan. Untuk keseharian di rumah cukup memakai kain batik cap2an sedang untuk kondangan pakai batik tulis yang perawatannya agak njlimet. Jangan tanya kalau eyangky sudah rapi jali memakai kain dan berkebaya karena mau njagong manten, wuih...ayunya seperti aku ! ....he..he..

Masih ingat waktu jaman masih sekolah dasar, pergi pulang melenggang jalan kaki sambil melihat-lihat ramainya orang lalu lalang serta wara wirinya sepeda onthel. wiih..bahagianyanya...
Paling seneng memandang simbok2 yang selalu menggendong bakul di punggungnya. Selendang lurik melingkari bakul agar terus menempel dengan aman. Sedangkan jarit alias kain batik membalut tubuhnya setengah congklang sehingga separo betis dan mata kakinya terlihat, membuat kakinya dapat melangkah lebih lebar dan berjalan lebih cepat. Ada saat2 ketika sedang asyik memperhatikan simbok2 bakul itu aku dibuat kaget sampai njondil karena tiba2 simbok itu berhenti di pinggir jalan sambil menyingsingkan jaritnya sedikit ke atas, selanjutnya...serrrrr..werr..ewerrr...ewerrrr....wess..ewess..
Auww.....apakah itu sodara-sodara?!! .... upst ... rupanya simbok buang hajat kecil sembarangan ... duh...malunya aku..

Terutama di daerah Jawa Tengah n Jogjakarta interior rumah akan bertambah keren jika dilengkapi dengan taplak meja batik, taplak meja makan komplit serbet batik nya. Saat itu motiF bunga dan tokoh pewayangan sangat ngetrend. Makanya nggag heran jika juragan batik makmur berkibar karena batik masih banyak penggemar dan sangat meluas penggunaannya di kalangan masyarakat.

Tapi ada saatnya batik kehilangan massa. Weh, knapa..?
- Lha mungkin terlihat kurang modern.
- Dari tahun- ketahun designnya itu-itu saja sehingga yang memakai terlihat culun. :P
- Males merawatnya, karena tidak bisa asal cuci dan masuk mesin cuci . Kalau masih nekad juga luntur soganya bakalan merusak harimu. Biyuh..biyuh...
- Cepet njeblug alias bluwek. Baru beberapa kali pakai sudah terlihat kusam, padahal bukan karena cuci kering pakai...cuci kering pakai... :(

Bersyukur sekarang batik kembali populer, terutama setelah sering bersitegang dengan negara jiran. Disamping design cantiknya sanggup membuat masyarakat kembali berpaling ke padanya,barangkali rasa ingin menunjukkan bahwa ini batik punya gwe membuat kita semakin bersemangat untuk menunjukkan kekayan budaya negri sendiri kepada bangsa lain. Lebih bersyukur lagi karena batik Indonesia kini diakui sebagai warisan dunia.

Salam berbatik ria..!!

Saturday, September 05, 2009

Kini monyetpun ikut beraksi

Baru-baru ini berita penangkapan 12 orang pemberi sedekah kepada pengemis membuatku penasaran. Pelaksanaan Perda mengenai ketertiban umum membuat kita harus memilih untuk menyalurkan sedekah kepada institusi pelayanan sedekah secara formal seperti yayasan2 sosial maupun Bazis. Jangan sampai niat baik untuk bersodakoh malah berujung penangkapan ditambah ancaman denda, weleh..
Ah..Jakarta memang selalu punya cerita, dari yang lucu, seru sampai mengharu biru. Bener-bener kagak ada matinye...!

Sabtu siang berdebu daku meluncur mengukur jalan untuk menjajal jalan baru Jakarta Outer Ring Road. Lalu lintas cukup lancar zonder macet namun tetap saja padat sehingga bunyi knalpot kendaraan tetap saja berseru menderu sampai kupingku ngilu.

Saat perjalanan itu terbersit keinginan untuk membuktikan keberhasilan Perda ketertiban umum tentang larangn pemberian uang kepada pengemis, memberi uang pada pengamen maupun membeli jajanan pada pengasong. Memang terasa ada sesuatu yang hilang karena sampai separo perjalan belum tampak satupun di depan mata. Ancaman sanksi yang diberikan kepada pemberi sedekah rupanya ngefek juga, oleh karena tidak ada pemberi maka tidak ada pula yang meminta.

Tapi di saat perjalanan pulang tepat dibawah tol Simatupang menuju arah Pondok Indah, tampak pemandangan aneh dan sumpah lucu ! Di pinggir jalan berderet beberapa monyet didampingi majikannya terlihat tampil imut, berdandan trendi dan berpose dengan beraneka gaya, sedangkan kaleng tempat uang sebagai tanda simpati melengkapi pemandangan ini. Dari kejauhan ada seekor monyet yg penampilannya mirip boneka perempuan bisa bergerak karena topeng cantik komplit dengan rambut blonde terurai panjang membalut tubuhnya yang mungil. Menempati paling ujung barisan, terlihat monyet bergaya seolah atlit balap sepeda, dia beraksi lengkap dengan kostum plus sepedanya. Pandangan mata polos binatang primata intentu saja langsung membetot simpatiku untuk segera merogoh kocek dan memasukkannya ke dalam kaleng uang di depan majikannya. Upst...!! bakalan kena tangkap nggag ya...? Memang tidak tercantum dalam Perda secara jelas, tapi model begini termasuk mengemis dengan modus lain nggag yah..?

Tepat di perempatan jalan masih di area itu juga lampu merah menyala. Serempak beberapa orang berjas rapi membawa kotak amal buru-buru menghampiri kendaraan yang berhenti. Meski tidak seperti pengemis kumal, tapi daku merasa curiga dengan kegiatan mereka yang sepertinya hanya membungkus aktifitas dengan baju rapi. Weh..pripun niku..?

Membuat kota Jakarta rapi, tertib, dan kinclong seperti kota metropolitan lainnya memang menjadi impian, sebagai ungkapan agar dihargai sebagai bangsa yg maju. Menghilangkan pengemis bukan berarti mengusir pengemis dari Jakarta dimana semua orang boleh merasa memilikinya. Bukan berarti tidak adanya perhatian kepada rakyat miskin untuk mengentaskan dan menyejahterakannya. Karena memihak kepada mereka bukan hanya dengan membiarkan mereka tetap menjadi pengemis yg miskin. Pasti ada cara lain untuk memberdayakan mereka agar hidup lebih bermakna, bahagia dan sentosa.

Mengingat Jakarta adalah ibu kota negara, tentu saja kota ini merupakan target kunjungan bagi orang2 dari manca negara. Semestinya kita tidak ingin kesan kemiskinan yang terlihat dari banyaknya pengemis di setiap ruas lampu lalu lintas menjadi oleh-oleh cerita di negara mereka. Sakit rasanya ketika ada orang asing mengumbar cerita mengenai kedermawanan mereka saat sedang berlibur ke Indonesia dengan membagi uang kepada para pengemis yang jumlahnya sangat banyak. Houwgh.... !

Dari wawancara pengakuan seorang pengemis ibu kota di sebuah televisi pasca penangkapan, ternyata dia lebih memilih pulang kampung dan kembali menjadi pedagang gorengan tinimbang mengemis di jalanan, karena mengemis itu malu ! gitu katanya.
Pernyataan ibu itu membuat hatiku seperti tersiram es, mak nyess....
Mudah2an dia beserta temannya akan benar2 sadar bahwa mengulurkan tangan sungguh lebih mulia daripada hanya menengadahkan tangan.

Friday, September 04, 2009

Curhatku padaMu

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan rahmah,
Aku bersimpuh di hadapanmu ya Allah...
Mengakui bahwa aku adalah orang yang lemah...
Memohon ampunanmu karena aku orang yang banyak salah....

Ya Allah ...
Di haribaanMu aku berserah ...
Aku bukanlah siapa-siapa dan tidak ada apanya, hanya orang lumrah...
Sungguh tidak pantas untuk berpolah tingkah apalagi bermegah-megah ..

Ya Allah ...
Ramadhan memang selalu indah ..
Tak lekang sujud syukur selalu kupanjatkan dalam setiap ibadah ...
Mengiringi desah hembusan nafas mengusir perasaan gerah,

ya Allah ...
Aku percaya Engkang sungguh maha pemurah,
Maha pemaaf, dan tentu saja bukan maha pemarah....
Tidak mungkin akan membuat umat bertambah susah, karena semuanya pasti ada hikmah ...

Ya Allah karenaMu kini semuanya terdedah ...
Akhirnya perasaan ikhlas serta pasrah membuat segalanya terasa mudah,
Meski sentilan dan cubitan ringan sedikit memanah,
Tapi sakitnya justru menambah kekuatan agar tidak selalu resah,
Mengusir gundah yang membelah-belah, membuat Srikandi menjadi lebih tabah ...

Monday, August 10, 2009

Awas lho...nanti bisa baNtal !

Tak lama lagi kita akan menjalankan puasa Ramadhan. Memasuki puasa pertama yang tinggal menghitung hari, tiba-tiba saya teringat akan masa-masa dimana anak sulungku sedang mulai belajar berpuasa.

Suatu hari....
Uncluk...uncluk ....uncluk....
( gaya jalan anak pulang sekolah), begitu sampai depan pintu rumah sulungku itu langsung nyerocos,
" Mah katanya kalau makan permen, makan es krim langsung baNtal ya...."
" BaNtal ? ".....
" Maksud loh ?! ... ee..ee...maksud kamu nak..?...
" Habis makan permen katanya kita nggak boleh puasa lagi ya mah..?" sautnya lagi.
" Woalah.... itu namanya batal bukan baNtal.....nggag pakai N, karena berbuka sebelum terbenam matahari.."


Di lain waktu, dia pulang sekolah sambil mengunyah permen dengan wajah ceria.
" Lho katanya puasa kok makan permen .." mami bertanya.
" Oiya...lupa.....jadi aku baNtal puasanya ya mah...eh ...batal puasanya ?"
wajahnya kecewa...
" iya batal, tapi sekarang puasa lagi sampai bedug maghrib nanti ya... "
kata mami lagi.
" yah..yah..
" semangatnya kembali berkobar.....

Bagi anak-anak, puasa memang lebih mengajarkan kepada mereka untuk mengekang hawa nafsu makan dan minum. Tidak boleh makan dan minum sesuka hati sungguh merupakan tantangan berat bagi mereka. Sehingga godaan pinknya warna es krim atau harumnya telor dadar dengan mudah akan membuat mereka lupa akan latihan puasanya. Tidak jarang mereka berpura-pura lupa kalau sedang berpuasa,hingga ludeslah satu buah tahu isi meski masih panas karena baru saja diangkat dari penggorengan...hwoh...pangahs..pangahs...!!
Kendati demikian rupanya banyak juga anak-anak TK yang sudah bisa berhasil menyelesaikan puasanya dari matahari terbit hingga terbenam, subhanallah

Tentu saja puasa orang dewasa bukan lagi semata-mata puasa fisik dengan hanya tidak makan dan tidak minum, tapi sesungguhnya lebih bermakna kepada menyucikan hati, membersihkan diri, serta menjauhkan pikiran dari segala hal-hal negatif. Apalah artinya lapar dan dahaga sepanjang hari kalau tidak dapat menjaga hati dari balutan perasaan iri dan dengki. Buat apa rasa gerusan perih di lambung jika semua keburukan masih terkurung dalam relung. Oleh karena itu mari kita melatih hati dan pikiran agar berpuasa dari segala sesuatu yang hanya akan mengajak kita untuk melakukan perbuatan tidak terpuji. Percuma saja perut keroncongan karena berpuasa kalau disambi ngerumpi sana-sini, nonton filem yang nggag mutu apalagi saru, atau diam-diam nguping obrolan tetangga....waaaahh hati-hati lho...puasanya bisa baNtalll !!...

Ok dweh teman-teman semua,
Selamat Menjalankan Puasa Ramadhan ...
Semoga Segala Amalan dan Ibadahnya diterima Allah swt.
Mohon Maaf Lahir Batin.

Monday, July 20, 2009

Tapi aku sudah pernah merasakan muda.


Hari ini rumahku kembali sepi setelah seminggu suasana gembira melingkupi keluarga karena kehadiran orang tua dan mertua. Delapan hari terasa singkat dan waktu seolah merenggut saat yang menyenangkan, penuh kehangatan dan full kebersamaan. Sangat terasa ada sesuatu yang hilang ketika mereka kembali ke tanah air tercinta.

Alhamdulillah ayah, ibu dan ibu mertua semuanya masih sehat serta mandiri walau sudah menginjak usia senja, sehingga perjalanan Jogja-KL pun berjalan mulus meski tanpa pendamping yang menemani tiga lansia berumur 74, 65, dan 70 tahun itu. Mulai dari check in, pengisian arrival dan departure card, pengurusan bebas fiskal serta pemeriksaan imigrasi berjalan lancar jaya tanpa ada kendala.
Meski begitu ada sedikit rasa khawatir berhubung belum adanya perlakuan khusus untuk para lansia di berbagai segi. Misalnya counter check in khusus lansia, berbagai antrian khusus untuk lansia, perlakuan khusus ketika boarding dll. Selain itu kelemahan para lansia sering dijadikan target kejahatan oleh raja tega yang belum pernah merasakan ketidak berdayaan sebagai orang tua.

Ketika para lanjut usia bepergian idealnya memang perlu ditemani. Tapi terkadang hal ini tidak bisa dilakukan karena adanya berbagai hal. Untuk beberapa orang tua, melakukan kegiatan sendiri tanpa adanya bantuan akan membuat mereka merasa bangga karena tidak merepotkan orang lain, juga akan meningkatkan kepercayaan diri karena mereka merasa masih mampu melakukannya. Oleh karena itu dengan memberikan kebebasan beraktivitas kepada orang tua kita, mungkin hal ini dapat menjadi salah satu cara agar para lansia tetap sehat dan bermanfaat seperti keinginan mereka.

Kendati begitu masih banyak yang tidak mendukung, bahkan malah mengendurkan semangat kemandirian para lansia. Coba simak perkataan tukang parkir di Malioboro kepada seorang bapak yang sedang kerepotan memarkir mobilnya.
" Ayo mbaaahh .... rasah kesuwen mbaahh... piye to mbah..mbah...iso ora kui..."
( ayo kakek...jangan kelamaan....gimana seh..bisa nggak ? )
Atau teriakan para kondektur bus kota di Jogja ketika melihat beberapa orang tua akan menumpang kendaraan umum tersebut....
" awas...awass...alon...rombongan anggur ..... "
( awas..awass ...pelan...ada rombongan anggur...)
Anggur yang dimaksud adalah orang tua, diambil dari sebuah merek minuman 'Anggur Cap Orang Tua'.
weleh..weleeeh...

Memang perkataan bukan deraan yang memberi rasa sakit secara fisik, namun perkataan-perkataan kurang ajar tentu saja akan sangat menyakiti hati para lanjut usia. Tidak bisa dipungkiri lama kelamaan akan membuat mereka semakin lemah dan tidak berdaya.

Padahal kalau mau orang tua pun bisa berkata :
Kamu belum pernah tua nak, tapi aku sudah pernah merasakan muda. Rasanya kuat dan gagah. Jadi jangan terlalu bangga dengan kemudaanmu karena jika tiba masanya kuat dan gagahmu akan hilang dimakan renta usia. Dan kamu akan merasakan ketidak berdayaan itu ...

Monday, June 15, 2009

Saye tak banyak makan kari...betol..tak tipu !

Dialog seorang pekerja wanita dengan seorang pejabat :

Jadi maksudmu apa mbak, mau jadi tutor apa gimana ....?
" Taklah, saye cuma nak cakap....kalau pekerja seperti kami nak sekolah lagi, so tak boleh lagi cari uang. Kat sini kami belajar smart marketing boleh dapat uang, nak kerje ini ke..itu ke.. ada uang.
" betol pak...tak tipu.... "


Mbak mbak ... kamu orang Indonesia kan ? ..
" Betol pak ...saye orang Indonesia ..dari Malang..."

Sudah berapa lama sih di Malaysia, logat melayunya kok sudah medok ..?
" Iye ke...?.. saye duduk kat sini belom lagi dua taon .. " *bangga mode on*

Baru sebentar di MY saja kok sudah hilang bahasa daerahnya, coba kamu ngomong biasa saja seperti di kampungmu kita kan sama2 orang Indonesia..
"..hik..hik.. tak boleh pak, pasal hari-hari saye tak pernah jumpe ngan orang Indonesia .."
*bangga mode on*

Kamu ini lulusan apa, smp, sma, S1 ?
" Kenape ... pelik sangat ke saye ni ..?

Jika anda sedang berkunjung ke MY jangan heran kalau di negri jiran banyak menemukan pekerja Indo ( bukan juru bebenah rumah tangga) yang fasih bercakap kental ala Melayu. Seandainyapun kita mencoba mengajaknya mengobrol dengan bahasa ibu, seakan-akan mereka bingung tidak tahu bagaimana mengekspresikan perkataan dalam bahasa Indo. Ibaratnya wong Jowo yang merantau ke Jakarta jadi kagok berbahasa Jawa... rodok angel coro jowo .....
Bahkan yang baru dua bulan tinggal di MY pun secara mendadak bisa berubah total dalam berbahasa, mereka mudah terjejas pada bahasa pergaulan di tempat kerja yang tentu saja mayoritas adalah pekerja indo kecuali tauke, majikan, atau mandornya.

Lebih gaswath lagi jika mereka bekerja pada chinese MY, bahasanya bakal lebih berantakan. Bicara dengan logat cina tapi bukan bahasa cina, pakai melayu tapi seperti orang cina berbahasa Melayu.
" you ada barang boleh ai angkat haa.... "
Secara tahu kalau orang jawa saya ajak saja boso Jowo ...
Mas-mas, niku lampune mati... mang ganti sing anyar nggih ... (mas itu lampu mati, ganti yg baru ya.)
" tak tahulah ... boleh tanya ai punya bos haa.... "

Kenapa ya sampai begitu ?... apa terlalu banyak menyantap masakan berbau kari ? ...
Menurut cerita mereka, dengan berbahasa dan berpakaian Melayu para pekerja merasa lebih aman beredar di tengah keramaian publik.
- Supaya tidak terbabit dengan urusan polis, sebab kalau ngecipris berbahasa sendiri akan dilirik pak pulisi, dicurigai sebagai tenaga illegal. Maklum memang banyak yang illegal sih....
- Sedikit terhindar dari penjenayah, karena biasanya sasaran adalah orang asing.
- Merasa diterima oleh lingkungan.
- Kononnya biar terdengar keren, secara mereka saling memuji akan kemajuan berbahasa Melayu mereka. " wah .. coro Mlayumu wes lancar tenan.." ( wah bahasa Melayumu sudah sangat lancar ).

Alasan mereka untuk asik je berbahasa Melayu memang masuk akal, demi keamanan, kenyamanan, dan kekerenan. Jadi mari kita berpikir secara positip saja dalam menyikapi fenomena ini. Dan apa boleh buat, bagi yang tidak suka tinggal menutup telinga masing-masing, meski sejatinya kuping serasa keriting mendengar obrolan bangsa sendiri dengan bahasa yang pating pecothot (acak adut ). Kendati banyak para perantau yang sudah tinggal selama 20 tahun di MY tapi masih mempertahankan tata bahasanya.

Nah ... biar tidak bengong kalau diajak ngobril oleh mereka , mari sedikit mengenal kosa katanya.
Terjejas : terpengaruh
Jenayah : kriminal
pelik : rumit
terbabit : terlibat

Wokey...smoga alasan2 tersebut diatas dapat membuka hati para pembaca agar bisa lebih mengerti, memahami, dan memberikan empati atas ekspresi serta sikap mereka dalam perantauan di negri seberang.

Sunday, June 14, 2009

Curhat seorang sahabat

Mbakyu ... !
kalau sedang marah mbok ya jangan dituruti ....
rasa benci, sakit hati membuatmu jadi tidak sakti ...
katanya kamu bisa mengontrol diri dan menjaga hati ...
cobalah belajar sabar, jangan mengumbar napsu yang menggerogoti ...
percayalah, semua masalah pasti bisa diatasi .......

Habis ... !
syapa suka nggag dipercaya ....
selalu curiga dikira penuh dusta ...
kenapa ... oh kenapa ...
padahal sumpah tidak ada apa-apa ...
kalau tidak percaya, belah saja ini dada ....

tapi tidak perlu pake disilet-silet ...
nanti lecet dan beset - beset ...
sebab kulitku cuma kulit manusia biasa, bukan karet ...
juga jangan diinjak-injak, memangnya keset !...

Sudahlah mbakyu, tidak perlu sampai begitu ...
hapus air matamu ....
siram wajahmu dengan air wudu ...
gelar sajadahmu tuk bersujud, dan lafadzkan doamu ...

Ya Allah aku hadir ke hadiratMu ...
mohon ampun kepadaMu ...
atas segala khilaf, salah dan dosaku .....

Wednesday, June 10, 2009

Lebih pedih dari silet sang pangeran.

Pagi ini semerbak wangi parfum rose Bulgari mendadak menguap, sentuhan legit gurihnya coffee latte tiba-tiba lenyap, melesak hilang berganti menjadi perasaan miris perih, pedih bagaikan tersayat silet sang pangeran. Pagi ini berita seorang wanita asal Garut bernama Siti Hajar menyita perhatian. Kasus lama kembali kepermukaan, cerita tentang kisah derita seorang anak manusia yang didera dan disiksa oleh majikan.

Sungguh tidak habis pikir mengapa banyak manusia senang dengan kekerasan, baik melihat, melakukan ataupun terlibat di dalamnya, padahal pastinya disadari hal ini akan memberi dampak buruk terhadap sesama. Tidak hanya kekerasan fisik yang akan meninggalkan bekas nyata, tapi kekerasan dengan melakukan penyiksaan secara verbal pun tidak kalah sakitnya, bahkan mungkin akan lebih sakit dibandingkan goresan luka. Meski begitu perlakuan sadis dengan menggunakan kata-kata lebih sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
" Dasar bego..tolol..guoblog..!!.. "
" Kamu buta ya... kamu budeg ya .... ayo jawab...ooo..kamu bisu ya.. "

Biyuh,,biyuhhh..Astaghfirullohalladzim...

Memang tidak sedikit pekerja wanita yang beruntung mendapatkan majikan baik dengan penghasilan bagus,kendati yang meleset dari harapan juga tidak kurang. Tapi jangan salahkan mbak-mbak pahlawan devisa ini dengan berpura-pura tidak tahu dan bertanya " Ngapain juga cari kerja di luar negri, mau2nya disiksa di negri orang.

Kalau saja di negeri sendiri yang subur makmur loh jinawi ini tenaga kerja di hargai dengan layak, tentu mereka tidak akan mengais rejeki di negeri seberang. Jika pasaran gaji pekerja harian/ part time seorang asisten bebenah rumah per 3-4 jam saja 35 RM, untuk seharian penuh mencapai 60 rm, sedangkan untuk yang nginep sekitar 500an rm. Pastinya kenyataan ini akan membuat ngiler teman-teman di kampung secara gaji bekerja selama satu bulan penuh tidak mencukupi keperluan hidup. Walaupun pada kenyataannya tidak semua orang akan kepincut dengan iming-iming ini, karena menyeberang laut untuk sebuah penghidupan baru tentu saja memerlukan berbagai pertimbangan dan keberanian.

Beruntunglah asisten yang tidak bermasalah karena kerajinan mereka bekerja mebuat majikan jatuh hati dan sayang bahkan kalau bernasib baik tidak ketinggalan diajak serta jalan-jalan ke luar negri. Bagi yang ketiban sial tak ayal panasnya setrika bisa mampir ke punggung, mendidihnya air panas bisa mengguyur badan atau menjadi tempat untuk mematikan api rokok. wih...emangnya asbak..!!...Duh Gustiii....
Hali ini kemungkinan disebabkan si mbak tidak bisa bekerja alias tulalit sehingga menjengkelkan majikan atau majikan punya kelainan karena punya hobi menghajar orang..?

Banyaknya kasus penganiayaan rupanya tidak menyurutkan niat para wanita desa agar bisa pergi ke negeri jiran, padahal kejahatan selalu saja mengintai. Agen nakal, majikan edan, belum lagi kesulitan-kesulitan lain yang bakal ditemui karena statusnya sebagai orang asing. Mungkin mereka berpikir bahwa desaku tercinta belum bisa memberikan harapan, seperti halnya aku yang masih ragu untuk kembali.

Semoga kasusmu cepat selesai mbak Siti ...
Kembali mendapatkan hakmu, baik materi ,kepercayaan, maupun harga diri ..
Majikanmu biar diurus polisi ...
Untuk segera masuk bui sampai menjadi karat besi ...

Sunday, June 07, 2009

Wiskul di Ole-Ole Bali, Sunway Pyramid


Sudah merupakan tradisi jika tiap hari Sabtu dan Minggu dapurku berhenti mengepul, memberi kesempatan pada ibu yang merangkap sebagai juru masak untuk beristirahat sejenak dari rutinitas masak memasak berganti dengan acara icip-icip masakan koki alias berwisata kuliner. Jadi saat-saat akhir pekan begini memang selalu ditunggu sebab selain untuk memanjakan lidah, kegiatan ini juga memberikan wacana baru dalam mengembangkan koleksi rasa dan jenis makanan.


Hari ini aneka menu Restoran Ole-Ole Bali di lingkungan Sunway Pyramid Mall kebagian giliran, dicoba sebagai sasaran untuk makan siang.

Kendati jaraknya cukup jauh dari Kuala Lumpur tapi keinginan untuk menyantap sate lilit memberi semangat dalam menginjak pedal gas. Wess...ewess...ewess...melalui jalan High way Sunway perjalanan ditempuh dalam waktu 30 menit karena tidak ada macet alias lancar jaya.

Jalan-jalan ke Sunway pun bukan hanya sekedar mengunjungi mall kemudian makan, tapi disana terdapat Sunway Lagoon sebuah tempat hiburan water park yang terletak dalam area yang sama dengan Sunway Pyramid Mall. So pasti setelah anda lelah bermain di water park , resto ini bisa dijadikan tempat istirahat yang nyaman sembari makan siang. Namun makan malampun sepertinya juga enak secara tempatnya cukup cozy dimana nuansa eksotik Bali sedikit terasa.

Siang itu anakku memesan nasi campur yg terdiri dari nasi, sate lilit, cumi bakar, ayam bakar, udang bakar, salad, rempeyek, sambal trasi dan sambal bawang. Porsinya lauk pauknya besar euy,,,,,tapi nasi putihnya cuma secuprit. Sedangkan saya dan suami memesan 2 porsi kecil nasi dengan lauk sate lilit, grilled chicken wings, cumi bumbu tepung goreng, salad, sambal terasi dan sambal bawang. Lagi-lagi lauk pauk dengan porsi besar yang cukup disantap untuk 3-4 orang.

Sentuhan tradisional tampak dari cara penyajian makanannya.Nasi dan lauk pauk ditata di atas piring rotan yang dialasi dengan daun pisang semakin mengundang selera, membuat pengunjung menelan ludah ingin untuk segera menyantap.

Sate lilitnya memang uendang buambang, terbuat dari sea food giling yang dililitkan pada tangkai sereh kemudian dibakar. Aroma sereh berpadu dengan bumbu membuat bau amis ikan menjadi hilang sama sekali. Sempat bertanya-tanya...ini ayam atau sea food sih..? Mungkin lauk ini bisa disejajarkan dengan ayam pandan dari Thai resto, sama-sama legit cuma pengolahannya berbeda karena ayam dibungkus dengan daun pandan kemudian digoreng.

Ayam bakarnya suedep, manis pedas dengan aroma yg menggigit. Cumi gorengnya garing. Semua lauk tersebut sangat cocok jika dipadu dengan dua jenis sambel yang disajikan. Wes pokoke mantap pol ! Sambel terasinya agak manis paling pas untuk bahan cocolan ayam bakar. Sedangkan cumi goreng lebih sip kalau dijodohkan dengan sambel bawang cabe rawit hijau mentah dengan irisan daun jeruk yang sedikit diberi minyak, wiih...benar-benar nyamleng.

Eh iya...jangan lupa saladnya dihabiskan juga. Serutan wortel tampil bersama rajangan daun lettuce mengajak lidah kita sejenak berpaling dari rasa gurih dengan menikmati manis asem plus segernya salad, cucok untuk mengiringi keasikan menyantap makan siang.

Kalau pas datang ke Sunway Lagoon, Kuala Lumpur dan sekitarnya silahkan dicoba, terutama buat anda yang tidak suka makanan ala semeretehe berbau kari yang sangat lazim dijual di Malaysia. Yang ini rasa Indonesia banggeth ...!

Saturday, June 06, 2009

Supaya tidak asal ' nJeplak '

Akhir-akhir ini kasus Prita tengah mewarnai berbagai media cetak maupun elektronik. Cukup membuat geregetan dan gemes, pengen nyubit pak Jaksa dan pak polisi yang sempat menahannya sampai 20 hari. Tapi kejadian ini juga memberiku bahan untuk introspeksi serta mawas diri supaya lebih berhati-hati dalam setiap langkah dan perbuatan.

Konon dunia internet bisa membuka jendela pengetahuan, memperluas wawasan, menerjang batas dalam mengakses berita dunia, tapi ternyata kini bisa menjadi sebuah bumerang yang menyerang.
Hari gini memang harus lebih berhati-hati, jangan sembarangan memforward email. Salah-salah terjerat pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik, bisa gaswath !

Forward memforward berita memang sering kita lihat dan lakukan di berbagai mailing list. Sudah selayaknya kalau berita-berita tersebut berguna tapi tidak kurang yang cuma berita bohong, provokasi, maupun sampah belaka. Rupanya banyak juga yang hobi memforward email tanpa diteliti kebenaran beritanya, sehingga terkadang isi berita jauh dari fakta atau bahkan keliru sama sekali yang akibatnya akan merugikan pihak-pihak tertentu. Dan hal ini masih saja sering dilakukan karena tidak adanya sanksi, maka pelaku tidak pernah jera. Selanjutnya protes yang dilakukan oleh kawan-kawan dalam komunitas milis hanya akan dijawab dengan permintaan maaf yang sangat enteng...
" uUpst....sorry...gue salah yaaa...."
Hmm...untung yang diberitakan bukan RS Omni ....

Memang sih kebebasan mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan dilindungi oleh UUD pasal 28.Tapi kebebasan yang dimaksud tentu saja harus bertanggung jawab alias tidak asal njeplak..
Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan dan pertimbangan kenapa sampai dibentuk UU ITE.

Kalau email Prita dijadikan alat bukti sebagai tindakan pencemaran nama baik, menurutku ini merupakan pemutar balikkan fakta akibat rasa malu akibat ketahuan punya ' borok ' plus arogansi si Omni. Menerima kenyataan adanya kekurangan, kesalahan, apalagi mengakui kemudian minta maaf bukanlah perbuatan mudah apalagi oleh sebuah RS berkelas dengan taraf Internasional. Walhasil begitu mencium adanya berita tidak sedap mengenai dirinya langsung saja in action.

Kalau saja RS tersebut punya niat baik dari awal, mungkin namanya tidak akan secemar sekarang, pastinya juga tidak ada curhat melalui email, dan yang terpenting .. tidak akan ada seorang wanita yang dicemarkan nama baiknya karena dianggap mencemarkan nama baik. Horotoyooohh....bingung kan..?!

Friends....
Bagaimana kalau sekarang gantian Prita mensomasi balik RS Omni, secara dia sudah dipermalukan karena dituduh melakukan tindakan pencemaran nama baik padahal senyatanya dia justru sebagai korban. Dia juga menderita karena sempat ditahan polisi ....pakai lama lagi ! Tentu saja ini membuatnya ketakutan serta menimbulkan trauma yang dalam, apalagi catatan kriminal yang pernah direcord oleh pak pulisi akan selalu membekas pada kertas berkas.

Sumprit deh sodara-sodara......
Jangan asal memforward email untuk kenyamanan bersama,
* Harus dipilih dan dipilah, mana yang kira-kira memang perlu kita sampaikan kepada teman-teman.
* Sekiranya berita tersebut diperkirakan akan menghebohkan, plis cek dulu kebenarannya, jangan-jangan cuma kerjaan seorang provokator.
* Jangan mau dipermainkan oleh hoax, teliti dulu sebelum di forward. Kalau tulisannya gede-gede dan terdapat tulisan ' sebarkan kepada teman2 anda niscaya anda akan selamat '..wah...harus curiga neh..!
* Terutama yang sudah berkali-kali diforward sehingga terlihat rungsep secara sama sekali tidak diedit, jadi begitu email dibuka bukan subyeknya yg tampak tapi berderet-deret nama penerima yang mencapai setengah halaman sendiri...halah...cape' deh...
* Yang terpenting hati-hati curhat melalui email seperti yang dilakukan oleh Prita. Salah-salah diforward seseorang , dan fakta diputar balikkan sehingga malah dituduh sebagai pencemaran nama baik...duh Gustiii...

Monday, May 18, 2009

Wisata Kuliner tanpa MSG ?.. mungkin nggag ya ?

Wisata Kuliner memang kegiatan yang sedang trend akhir-akhir ini. Terutama buat pehobi icip-icip berbagai masakan nusantara aktivitas ini tentu saja tidak akan pernah membosankan, malah selalu ditunggu. Menjamurnya tempat-tempat wiskul juga semakin menggoda para pecinta makanan, sehingga setiap saat menantang mereka untuk mencoba, merasa, dan mencela...eh salah...!!
Kalau cita rasanya yahud pastinya harus konsekuen, acungkan 4 jempol ibu jari tangan dan kaki tingi-tinggi untuk menunjukkan apresiasi agar mereka lebih berprestasi.

Banyaknya para penjuwal makanan terkadang membuat ibu-ibu menjadi malas masak, terutama bagi yang tidak mempersoalkan perihal harga. Padahal semua juga tahu bahwa masakan rumah lebih hygienis, berkualitas, dan sehat. Tapi kebiasaan makan diluar menjadi penyebab kenapa kita menjadi malas makan masakan rumah, sebab lidah sudah lebih akrab dengan masakan waroeng/resto yg terasa lebih sedap dan gurih dari pada masakan rumah yang kurang ' nendang'..? ...

Moto alias vetsin bin MSG lah yang menjadi biang rahasia gurihnya. Sayangnya pemberian vetsin seringkali berlebihan sehingga seringkali membuat kepala menjadi pusing. perut mual dan haus. Terutama setelah menyantap masakan dari restoran China yang terkenal berani ' micin ' Jadi ingat masa-masa eneg setelah jajan chineese food. Dulu di saat dakyu belum terlalu concern dengan halal dan haram, bakmi China merupakan makanan favoritkuku. Ketika itu makan di chineese resto kulakukan tanpa rasa bersalah, rasanya halal-halal saja apalagi di saat memesan makanan tidak pernah lupa menyampaikan pesanan khusus kepada pramusaji ....
" dagingnya ayam ya...jangan babi..." .... wes... rasanya sudah aman...

Bisa dimaklumi saat itu masih banyak orang yang belum begitu paham mengenai hal ini. Bahkan ketika saling nasehat-mensasehatipun seringkali malah membuat orang lain jadi keblinger...
" kalau cumen nyruput kuahnya saja nggag papa, asal dagingnya jangan dimakan ...." ....
" lha cumen minyaknya ya nggag masalah, sing penting jangan dagingnya ,,,,"

Biyuh...biyuuuhhh...Astaghfirullahalladzim......
Untung belum ada virus babi pilek .

weleh
..ngelantur..
Kembali ke Laptop !! ....

MSG yang terkandung di setiap mangsakan dan makanan yg kita beli di waroeng or reso memang selalunya membuat mulut 'aor' dan kepala ' nggliyer' setelah mengkonsumsinya. Sekarang tidak cuma chineese food resto yang demen menabur vetsin, bakso keliling,bakmi nggirlan, gorengan bakwan dll. di berbagai tempat, termasuk di kantin sekolah anak-anak kita.

Coba deh sekali-kali memperhatikan bagaimana mereka memasak, dan perhatikan seberapa banyak 'moto' alias vetsin yang digunakan....weh..cidak-ciduk..mungkin dalam satu mangkuk bakso penjuwal akan memberikan setengah sampai dengan satu sendok teh (2-3 gram). Kononnya jumlah MSG sebanyak itu sudah bisa membuat seseorang terkena chinese food syndrome...yaitu tadi ..kliyengan, eneg2, dan rasa panas di mulut. Apalagi penjuwal yang kemampuan meracik bumbunya kurang piawai, mungkin bakalan lebih ganas lagi dalam pemakaian vetsin. Tidak cuma cidak-ciduk, tapi 'mak byuk'..

" Bisa nggag ya kita mengedukasi para pengusaha wisata kuliner untuk say no to MSG
?..." gitu kata seorang sahabat masa kecilku..
Secara hobi lesehan makan bakmi jawa tidak bisa tersalur dengan baik karena khawatir dengan penggunaan MSG yang disinyalir berlebihan karena setelah menyantap kuliner tersebut gejala mual-mual selalu muncul.

Dalam mengedukasi pedagang untuk say no to MSG tentunya juga tidak mudah secara MSG merupaka senjata andalan mereka selain wajan dan sothil.( piranti penggorengan) Lebih dari itu sebenarnya penambahan MSG dilakukan selain untuk menambah kelezatan juga untuk mendongkrak rasa percaya diri akan kepiawaian memangsak. Jadi say no to vetsin mungkin bisa terjadi kalau secara serempak dilakukan oleh para pedagang, sebab jika tidak dilakukan bersama2 mereka pasti akan berpikir ...
" lhahh...sing nganggo moto yo luweh laris..lha luweh enuakk..." ( yg memakai vetsin tentu sja lebih laris karena huennyiakk.. )

Pembelinya juga harus diedukasi, jika tidak kemungkinan bisa mengecilkan hati penjuwal..
" sak niki rasane kok seje to pak...ra nganggo ayam kampung po kok ora gurih..." .
( sekarang kok rasanya beda sih, kurang gurih...nggag pake ayam kampung ya...)
Welha..rak blaik tenan...

Jadi kemungkinan para pengusaha wiskul akan mengurangi MSG atau bahkan membabat habis kebiasaan menabur MSG di sela-sela kegiatan mengolah masakan apabila para pelanggan sudah emoh mengkonsumsinya, dan ini bisa diawali dari masakan ibu di rumah yang anti vetsin. Tapi bisakah kita mengurangi MSG atau benar-benar meninggalkannya ?...
Jika anda mampu untuk tidak selalu memanjakan lidah kemungkinan bisa, tapi kalau terasa berat mungkin dapat dimulai dengan mengurangi jumlah pemakaiannya karena kononnya MSG aman2 saja digunakan jika takaran penggunaannya hanya 1-2 korek kuping setara dengan 30-60 mg seperti takaran penggunaan di saat pertama kali MSg digunakan pada th'60. Tapi kalau pengen sehat mendingan dihindari sama sekali deh, biar jauh dari hipertensi.
Pengen baca detil ttg MSG ini linknya : http://medikaholistik.com/2033/2004/11