Thursday, December 03, 2009

Ah...itu kan cuma bo'ong an... !

Akhir-akhir ini cerita tentang kebohongan lancar mengalir bagai bola bergulir di tengah lapangan yg ditonton beribu-ribu pasang mata. Rasa malu pun kini semakin tipis dan sedikit demi sedikit kian terkikis. Kebohongan satu ditutup dengan kebohongan lain dengan menggunakan kata-kata yang dibungkus bahasa melipis, malah menambah rasa pesimis dan membuat hati semakin teriris miris. Benar apa kata bang Ahmad Albar, dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Bisa direkayasa sesuai dengan cita rasa agar para pemirsa suka.

Konon berbohong tidak berdosa asal demi kebaikan. Dan sejatinya kita memang sangat suka dibohongi.
Bisa anda bayangkan jika seorang suami mengatakan secara terus terang kepada istrinya yg baru belajar memasak, mengenai rasa hasil masakannya, biar asin pasti tetap dibilang enak.
" mm... enak mam...serasa makan di pinggir laut .."
...* ah ! sebenarnya nyindir tuh*

Terkadang suami juga pura-pura bertanya ....
" kok sotonya endang markondang ...beli di tempat langganan yah.."
" aaahh..masa enak siihh..itu kan masakanku..."... istri memekik girang...
" ah..mosok kamu bisa masak seenak ini...?"
weleh...Istri pun kembang kempis hidungnya...bangga...

Kalau berbohong bisa menjadi sebuah hiburan kenapa tidak ?
Seperti acara reality show di TV yang kini penuh rekayasa, dan kata anakku,
" aahh...itu kan bo'ong an..."
Herannya. aku begitu kepincut dengan acara2 seperti ini. Hmm...Apa karena aku suka dibohongi ya ?

Kalau kita melihat acara live show yang dahsyat, ternyata penontonnya pun adalah penonton bayaran. Artinya mereka bertepuk tangan karena kerja, mereka menari, menyanyi, serta melenggak-lenggok karena piti, dan mereka berteriak sok asik juga kerena tugas.
Jadi mana penonton asli yang datang ke tempat show ? ... ah..penonton asli kan suka susah diatur, sok tidak mau bertepuk tangan dan menari-nari, alias jaim gitu lho....( ini hasil membaca koran mengenai penonton bayaran).
Dan senyatanya, kemeriahan penonton bayaran ini memberikan efek positif kepada para pemain sehingga mereka menjadi lebih giat bersemangat dan pastinya heboh coy !.... Bukankah pemain tanpa penonton ibaratnya seperti tampil di kamar mandi.... ?
Nah, ini pun sebagai bukti bahwa kita suka akan rekayasa, sebagai bumbu penyedap untuk menambah nuansa aroma serta selera, layaknya hiasan strawberry dan coklat yang menempel pada black forest cake .

Kendati demikian akankah kita selalu memelihara kebohongan itu ? ah..enggak lah yaw kalau kebohongan itu tidak menghibur. Lebih baik miara bebek daripada miara kebohongan.

Sayang di sekitar kita masih saja berkeliaran para pembohong. Mungkin mereka tidak sadar sedang berbuat bohong, namun begitu pihak yang dibohongi tidak akan pernah lupa, karena kebohongan itu akan selalu dicatat kemudian disimpan rapi dalam hati. Jadi kalau ingin dipercaya, jangan pernah sekalipun berbohong.Mendingan kita berbicara jujur baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Smoga...

4 comments:

Yeni Anwar said...

Ah bude itu tulisane kan boongan aja ta ?

Larasati said...

@Yeni,... jujur.... bahwa ini memang bo'ongan..

aalinazar said...

Tulisannya bagus mbak...(ini pujian boong atau nggak ya? :P)

Larasati said...

@aalinazar, bo'ong kalau saya percaya bahwa pujian ini tidak bo'ongan ... :P