Sunday, November 05, 2006

Cerita-cerita soal nama

ra' tuku wweee........

Memberi nama kepada buah hati konon katanya harus bermakna serta punya arti khusus yang membuat bangga si empunya nama. Jangan sampai anak malu atas julukan yang telah susah payah diberikan oleh orang tua.

Memberi nama anak emang susah-susah gampang apalagi jika ada keinginan bahwa nama si anak mempunyai arti mendalam, berkesan istimewa dan terdengar keren. Makanya buku-buku yang memuat berbagai jenis nama calon jabang bayi dimulai dari abjad A-z masih tetap saja laku dipasaran.

Jaman simbahku dulu orang nggak mau mikir mumet dalam memberikan nama anak, persis seperti judul lagunya Harry Mukti...Hanya satu kata....
Saat aku masih kiut dan imut nama Pak Semi, Pak Thukul, Pak Gesang dll adalah nama nggak asing dikuping kecilku. Penghidupan yang didapat lewat kegiatan bercocok tanam memberikan ilham pada mereka dalam memberikan nama pada buah hatinya...Thukul, Semi, Gesang. Ketiganya bermakna HIDUP, maksudnya biar tanaman seger buger en nggak layu gitu loh...

Ada juga sih ortu memberikan nama anaknya yang menurutku rada-rada ngasal, kayaknya asal si anak nggak ketukar sama anak tetangga. Mbok Kromo mantan juru bersih-bersih yang sekarang jadi bakul gorengan dibelakang rumahku di Jogja, mantep dengan nama yang dia berikan pada ke 4 anaknya. Kang Genjol anak pertama kini menjalani profesi sebagai tukang becak yang tangguh, Yu Bunder yang loyal sebagai juru bebenah rumah, anak ketiga Yu Kabul mantap dengan profesi sebagai penjual gorengan, dan terakhir Kang Kanthil nggak tau bagaimana kabarnya sekarang. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin ke 4 nama yang menurutku ngasal tadi sebenarnya punya arti mendalam bagi ortunya yak....

Nah..coba perhatikan nama anak-anak sekarang....sumpih! bagus-bagus en panjang...ada yang beraroma ngArab, bercita rasa ngAmrik, dan berbumbu Mexican, meski masih banyak yang berselera Nusantara atau malah ber empon-empon Jawa ndeles.

Generasi baru di seputar rumahku di Jogja pun nggak mau ketinggalan trend dalam memberikan nama indah yang beraroma dan bercita rasa ngArab, ngAmrik lan sak panunggalane.
Ada Kang Maikel yang hariannya kerja mbecak, tapi sayangnya akhir-akhir ini simbahnya nggak mau lagi manggil Maikel, maunya Agus ajah ....wehh...ngopo to mbah?...
Ada juga mbakyu Yossy yang aku pikir nama luwar negri jebul artinya
Yogya-Sulawessy.....weleh..lha kok kayak jurusan bus antar kota aja...Tapi ada Yossy lain dengan nama panjang Yossykimalahane yang kalau di slow motion terdengar menjadi boso jowo ndeles....YO wiSS iki malahane (ya sudah..nyeng ini malah lebih OK)...wah keren ya...

Lha kalo punya nama panjang kayak aku ini repotnya kalau mbikin KTP...ngabisin tempat bo'....lha wong kantor kelurahan masih make mesin ketik Brother lawas yang warnanya item en hurupnya gede-gede..tik..tik...ketik...jreeettt ( kepala mesin dibalikin)..jeglegg...
Jadi terang aja nama terakhirku selalu cuma terketik Larasat tanpa hurup i .....duh!..blaik tenan!
Untung sekarang KTP bagus, pake tulisan komputer dan hurupnya kecil-kecil.. so... .namaku bisa komplit terpajang ...ciihuuy...

Jadi mumpung belum ada aturan dalam memberi nama anak, bikin aja nama anak sepanjang dan sebagus mungkin....
"Jeneng ra tuku wwee...." gitu kata ibu mertuaku....
Nama kagak beli bo'......

Weke..ke..ke ...leres alias betul bu....

16 comments:

Tanti said...

Wahhh ... panjang2 kalau untuk yang tinggal di luar jadi nggak praktis Mbak. Anak2 kami beri nama ... First, Middle dan Last name (yang diambil dari last name ayahnya) ehhh ... kok jadinya panjang juga ... hahahaaa ... bener2 ... ra tuku weeee'. Tapi di sini biasa middle namenya hanya dikasih huruf pertamanya saja, kecuali untuk dokument resmi seperti passport, akte lahir ... etc, kalau sehari2 ya ... satu huruf saja middlenya.

Namamu panjang Mbak, sepanjang kesabaran pemiliknya'kah ??? :)

amethys said...

walah....tau ndak...waktu mas sungatno menikah...dan istrinya di rt wilayahku dipanggil...jeng Ngatno..(laah manggil apa nyuruh nee..) ora tuku ning ngutus terus...sama sama suami temanku yg namanya Uripno...semua orang manggil...mas Uripno..(looh koq nyuruh lagii) piyeee???

fiadi said...

Ati-ati kalo kepanjangan nama, cian lho klo lagi ujian pake pensil 2B yang musti di bunder-bunderin :)
Trus nama yang sulit diucapkan (terutama oleh anak2) nantinya juga akan menimbulkan nama baru (yang biasanya diciptakan si empunya nana itu sendiri). Contohnya ponakan dirumah namanya Nareswari (keren khan) nah karena si nares ini ga bisa nyebut lengkap dan yang keuar dari mulut mungilnya cuma "Ayes" yahhh akhirnya dipanggil Ayes juga :)

salam kenalan yanh mbak Laras.

Larasati said...

@ tanti, alhamdulillaah rasa2nya aku bisa dibilang sabar..jare simbah dowo usus-e

@ amethys, he..he..kayak bojone mas Kangno ae...
dia dipanggil Jeng Kangno...weleehh...jebul mbak amethys ndagel jugak to...

@ Fiadi, salam kenal kembali...nama panjang gak papa mas..wong cap Randu
Ra nDuit gitu loh...

dirac said...

Lha nama satu-kata itu repot kalau ngisi "first name" dan "surname" di paspor. Coba namanya "Kabul", kan jadinya Kabul Kabul

Budi Maryono said...

Salah satu karibku bernama Sutrimo. Trimo ra trimo, dari surat sampai gaji, ya kudu trimo.

Muhammad Mufti said...

Aku juga punya tetangga namanya Sungatno, lha istrinya kondang dipanggil jeng Ngatno. Nah lho...

Kalau aku berprinsip bahwa nama adalah doa, jadi dalam memberi nama anak ya mestinya yang bagus2 artinya agar selalu didoakan orang ketika namanya dipanggil.

Ely said...

Dulu pernah saat mau bikin SKKB di kantor polisi, ada cowok malu2 waktu ditanya namanya, terakhir ketauan namnya sugeng riyadi, bagus ya, walau sama artinya dengan selamat berlebaran, he..he..he..

Mamah Ani said...

jadi inget dulu di puskesmas, sedang musimnya nama nama bayi niru niru selebriti.....maka kalau dipanggil roy marten...datang bayi dengan sebadan badan kudisan bin korengan ( roy marten kudisan ?? )....lenny marlina....datang bayi kurus muntaber dengan hidung penuh ingus....aduuuuh, lenny marlina koq gini ya.....

atau...pernah tanteku sedang berkunjung ke adiknya...ketika ditanya..dimana bi sul ?...bi sul di bi tisna....( heheheh... ada bisul di betisnya....)
tante, dalam bahasa sunda adalah bibi

Larasati said...

@ Dirac, walah..ya jadi mabul-mabul kalo gitu..

@ Budi Maryono, mungkin malah bisa ngaruh ke kepribadiannya kali ya mas...nrimooo terus.

@ Ely, enak ya mbak rumahnya jadi bersuasana lebaran terus

@ mamah Ani, he..he..iya pas ngetopnya roy marten dulu emang banyak ortu2 kesengsem sampai ikut2an ngasih nama anaknya sama dg bintang pujaannya.

endangwithnadina said...

Walah...soal nama ini emang suka jadi ledekan ya mbak...kmrn ponakanku habis diledekin om2nya,gara2 nama calmernya Urip...nah,kata masku yg ndableg,itu kalo udah meninggal opo yo ganti dadi Modar....walaaah...

Hany said...

Hehehehhe, jeng Laras... pancen laras tenan ngobrolin urusan nama ini. Insyaallah saya setuju bahwa nama memang doa kita sepanjang waktu buat ananda2 tercinta.

Nek urusan dowo, saya ya juga ikutan seneng, soale Ibuk Bapak jg kasihnya dowo2. Saya ya jadinya melu2. Hehehhe...

joko said...

wah bude kalo saya still "joko" forever, sampai tua sekalipun :D

D-paw said...

wong jowo itu nama akhirnya sering ditambahi pekerjaannya. Kang Tarno Becak, Pawiro Gamping, Karto Teplok, dll.

Ada juga ditambahi paraban biar membedakan sama yang lain yg kebetulan namanya sama. Misalnya ada Tarno Becak dan Tarno Mbongol, Pawiro Gamping dan Pawiro Ndlogok, Karto Teplok dan Karto Tembro, Darmo Kecuk dan Darmo Menying... wis joss tenan pokoke jenenge wong Jowo... :D

elly.s said...

mbak : Suamiku keukeh anak2nya mesti pake nama jawa. Ibu ku keukeh mau pake nama dr Quran. Lha aku sing ngelahirin bingung kan.....

Muhammad Ghannoe Sungatno said...

Walah-walah.....Nama Sungatno sampe hari ini kok masih di buat GUYON...!!!

Ghini, namaku dan nama Asliku Sungatno, aku wong Jowo Tulen, Pati lagi!

eh Ghini, dengan Nama Sungatno,yang diwariskan ortu aku sejak Kecil, aku Ngrasa baek2 aja. Malahan dengan nama itu aku jadi terkenal di lingkunganku yang kini ada di Kota Gudeg.

Sebenarnya, pernah juga sich sewaktu Mondok di Pati, namaku mo di ganti oleh Kiai aku, namun tawaran kiai aku itu aku jawab ghini bahwa dari nama itulah aku dapat inspirasi dan spirit yang belum tentu dimiliki orla. dengan nama itu aku ingat terus-terusan kalo sosok yang bernama SUNGATNO ini adalah orang jawa yang dulu pernah hidup sehari-hari dengan orang desa yang belum banyak yang mengenal pendidikan akademik.

so, dari situlah aku terdorong untuk meninggalkan kebodohan nenek moyang aku dan mengemas kenangan semua itu untuk melaju menghadapi zaman yang mana orang-orang sudah banyak yang mengkaburkan bahkan mendistorsi Sejarah nenek moyang.

Sehingga, mereka tidak tahu kalo tindakan-tindakan bodoh yang mereka lakukan itu memantik dan mengulang kebodohan zaman dahulu. dimana zaman yang masih minim obor pendidikan dan moral, yang berlandaskan nilai-nilai ajaran agama dan negara meraka.

lihat saja, Korupsi, Pemerkosaan, Pencurian, Perampokan dan patologi sosial lainnya. mereka yang menjadi subjek itu semua, khususnya didataran tinggi pemerintahan tidak jauh dari nama-nama yang keren, sok gaul, tapi ngga'tahu asal usul dan pesan namanya, baik inplisit maupun ekplisit, yang dilecutkan ortu mereka.

akankah mereka tahu ma'na dan cita-cita yang terselip pada namanya??

kalo ngga' tahu hya kapan do'a ortu mereka bisa kesampe'an. khan Tuhan itu tidak hanya mengutamakan do'a Ortu kita, melainkan usaha dan jerih payah kita (Kata Ortu ku dulu sich.....[moga tuhan mengabulkan do'a beliau])

udah dulu hya.....

eith! sebentar!

Hayo tebak....,
ada yang tahu arti kata Sungatno, Ngga'?

layangkan email kalian ke cahsucen@gmail.com

bagi yang pas dengan yang selama ini dikabarkan oleh ortu aku kepada Sungatno, akan ada BONUS lho!!!