halah..gitu aja diurusin..
Ternyata dokter hewan tidak berpraktek untuk umum tetapi khusus hanya melayani anjing dan kucing yg boarding di tempat itu.
Hari itu adalah pertamakali aku mengunjungi tempat penampungan hewan liar. Bukannya liar karena suka mbrakot manusia tetapi maksudnya adalah binatang yg hidupnya tanpa bos alias berkeliaran mencari makan dijalanan.
Dipenampungan itu kandang anjing terpisah dengan kandang kucing, jadi nggak memungkinkan mereka untuk lirik2an sehingga si kucing bisa dengan tenang bergelendot manja menggosok-gosokkan tubuhnya di jeruji besi kandangnya sedangkan si gukguk asyik menggonggong meski nggak ada masalah. Karena keributannya itu maka anjing yang sedang bunting dipisah dari mereka yg hobi njegog.
Binatang2 ini tampaknya memang terurus terlihat dari kandang yg bersih, tempat makanan yg selalu terisi, serta lahan untuk buang kotoran kelihatan selalu diganti. Sepertinya makanan juga nggak kekurangan karena ada sponsor dari berbagai pihak.
Aku sempat mengelus dada ketika melihat mobil container menurunkan sejumlah besar makanan kucing hingga berkardus-kardus. Terbayang berapa dana yg dikucurkan untuk membeli chicken fillet segitu banyak untuk para hewan, sangat ironis jika dibandingkan dengan suplai mie instant untuk mereka para korban bencana di berbagai wilayah negara kita. Lebih menyedihkan lagi ketika banyak dana sumbangan yang dipelintir oleh si raja tega sehingga tidak sampai ketangan yg berhak. Oalah..teganya..teganya....
Tapi menurutku malah sebaliknya, kalau terhadap binatang saja sudah sangat peduli apalagi terhadap manusia pastinya akan lebih care lagi. Bagaimana tidak, terhadap binatang yg tidak akan pernah memberikan pujian serta balasan aja bisa berbuat baik apalagi kepada manusia yang penuh dengan tendensi serta basa basi......
Brarti orang2 MY emang sudah sangat diurusin oleh pemerintahnya ya? ....
Iya kali wong nyatanya nggak pernah ada berita orang sampai kelaparan kok, meski nggak semua orang kaya raya...
