Thursday, August 31, 2006

Namanya juga tradisi.....

yah..gak pernah berhenti.....

Kalau kita menyebut kata tradisional, secara otomatis akan terbayang sesuatu yang kuno,jambi (jaman mbiyen) alias jadul. Sampai sekarang masih banyak kalangan yang setia dengan tradisi peninggalan nenek moyang, bahkan slogan yang mengatakan kembali ke alam membuat pecinta produk modern berbondong-bondong menoleh ke bahan hasil olahan alam. Maka tak heran jika sesuatu yang berbau tradisional masih eksis dipasaran hingga segala bentuk perawatan secara tradisional berubah imej dari perawatan ala kampung menjadi ritual yang menampilkan kesan eksotik.

Kendati berbagai obat-obatan suplemen ditawarkan dari jenis murahan hingga sekelas Tianshi, Amway, CNI , tapi ternyata yang tradisional tetep nggak ada matinya. Terbukti warung penjual jamu masih juga tak sepi pembeli, begitu juga mbakyu bakul jamu gendong yang dengan entengnya lenggang kangkung menggendong botol kosong selepas menjaja berkeliling.Dan hingga detik ini Jamu Jago, Jamu Air Mancur dan jamu Ny. Meneer masih segar berkibar memamerkan keampuhannya .. ..

Jamu sari rapet, jamu awet ayu, jamu kenceng singset, atau jamu bersalin, bersaing ketat dengan produk modern anti kerut, anti oksidan, berikut klinik pelangsing dan terapi sedot lemak dimana kesemuanya mempunyai tujuan agar wanita tetap cantik, segar bugar dan menawan. Sedangkan untuk kaum pria, jamunya juga nggak kalah hebat....ada jamu kuat dengan bermacam-macam khasiat...ada juga jamu pegel linu dan jamu tolak angin untuk mengusir kepala 'cekot-cekot' akibat masuk angin. Kayaknya cuma satu yang gak ada...jamu awet ganteng ...hi..hi..gak penting kali yak... !!

Berbicara soal tradisional nggak cuma soal perawatan, spa, lulur, maupun jamu. Ada tarian tradisional, perkawinan tradisional, upacara tradisional yang berkaitan erat dengan tata cara dan adat istiadat suatu daerah dan tentu saja sedikit banyak akan menyerempet-nyerempet kearah mistik, tahayul yang terkadang lepas dari urusan akal dan logika.

Jika terlalu percaya serta 'pasrah bongkok-an' terhadap tahayul dan kemistikannya, ritual menjalankan tradisi warisan leluhur terkadang melenceng lari menuju kearah syirik. Walaupun unsur ini sekarang malah merambah keajang bisnis yang laku keras bak kacang goreng seperti dalam tayangan-tayangan TV dengan pengeksploitasian keseraman dunia ghoib. Meski nggak jelas penampakan 'putih-putih' disebabkan oleh trik kamera atau bukan, yang pasti para orang tua menjadi kerepotan karena anak-anak menjadi tidak mandiri karena ketakutan.

Dengan membuang jauh kepercayaan terhadap berbagai hal berbau tahayul, mistik, mitos
dan menghindar jangan sampai terpeleset kearah perbuatan syirik, sesungguhnya setiap benda yang ada dibumi ini adalah suatu karunia termasuk berbagai peninggalan kuno dan warisan leluhur baik yang berupa ilmu, tradisi, maupun property. Contohnya Candi Borobudur, meski sudah dibangun beberapa abad silam ternyata sistim 'drainage' nya sudah menggunakan tehnologi tinggi hingga hujan sederas apapun tidak menyebabkan bangunan tua itu 'ngembeng' alias menggenang yang akhirnya memunculkan berbagai pertanyaan..mengapa begini, mengapa begitu?..Hingga tidak bisa kita pungkiri, tidak ada satupun tercipta dengan sia-sia kecuali kita mencampakkannya dan tidak ada satupun yang tidak berguna kecuali kita tidak memanfaatkannya.

Jadi nggak heran mengapa Rudi Khoirudin juru masak handal itu selalu mengenalkan resep masakan baru dengan me- mix-match-kan aroma rasa kota dengan rasa tradisional, begitu juga dengan sambal terasi resep tradisi dari simbah putri yang selalu dicari.
Sama seperti kebiasaan minum teh yang terus berjalan tak pernah berhenti....nggak beda jauh dengan hobiku yang suka 'nyonthong' alias 'ndobos' bin 'mbacot' ini.... tak pernah berhenti...
Yah ...namanya juga tradisi.......

3 comments:

Muhammad Mufti said...

Mbah Maridjan sekarang malah jadi bintang iklan jamu dampingin artis modern, he...he.. Konon honornya disumbangkan semua buat para pengungsi Merapi.

endangwithnadina said...

Kemarin saya lihat di TV skrg ada perawatan pasca melahirkan secara tradisional dgn bengkungan segala. Padahal kalo orgtua yg kasih tau, suka dibilang merepotkan, tp begitu di 'profesionalkan' dan 'dikomersilkan' dgn duit juta2an, malah laku lho...kadang orang Indonesia suka aneh ya...

A. Pangestu said...

wah..salut deh, masih melestarikan budaya tradisi