Sunday, July 23, 2006

he..he..he..Basa Enggeris....

kadang bikin minder...

Disela-sela berita hiruk pikuknya kejadian gempa dengan berbagai ulasan dan analisanya, pengevakuasian korban dan penataan ulang daerah pasca bencana, terbetik kabar bahwa pelajar Indonesia menjadi The Champion of Physic Olimpiade xxxvii 2006 di Singapore baru-baru ini disamping berhasil menyabet 4 medali emas lainnya. Wah! ikut bangga , akhirnya ada juga berita menyegarkan mejeng di media.
Berita lain menyebutkan bahwa Putri Indonesia akan melaju menuju lomba ajang narsis sedunia alias Miss Universe 2006. Yes!! yang kontraversial pasti menimbulkan polemik.

'Miss-Miss' an memang selalu menimbulkan pro dan kontra, bahkan sejak jaman simbahku putri-putrian tidak pernah mendapatkan restu meski akhirnya jalan terus. Apalagi sekarang dimana UU Pornografi ramai diperbincangkan, tentu saja kegiatan pamer puser menjadi suatu tindakan yang menantang arus.

Tidak hanya kecantikan dan kecerdasan, ternyata keaslian dan ke legal-an bisa menjadi sandungan dalam keikut sertaan 'Miss-Miss' an. Memang tidak seperti biasanya, Putri Indonesia tahun ini berwajah Indo blasteran yang tidak menampakkan keayuan asli putri Indonesia, hingga menimbulkan keraguan akan keabsahannya dalam mengikuti proses seleksi dalam memperebutkan putri cantik sejagad raya.
Tapi jika sejak berumur 3 tahun sang putri yang berayah asli Indonesia dengan ibu Jerman ini sudah tinggal di Indonesia tentunya tidak bisa diragukan lagi ke Indonesiaannya. Apalagi menurut salah satu media masa, broken english sang putri menunjukkan ciri kebanyakan cewek-cewek Indonesia lainnya yang punya rasa percaya diri tinggi.

Dijaman sekarang nggak 'becus' basa enggeris emang bisa dianggap 'bego', padahal usaha sudah pol!! Keluar masuk tempat kursus sudah dilakonin tapi kalau nggak ada partner untuk practise apalagi blom pernah nyebrang ke negara lain so pasti susah layauuw!......
Ngomong jadi 'gelagapan' dan 'kelibet-libet' gitu lho....
Bersyukurlah anak-anak yang berkesempatan mengikuti tugas orang tua ke berbagai negara dan bisa mengenyam pendidikan internasional, hingga gak heran kalo mereka bisa 'ngenggeris' dengan cas cis cus....

Terus terang aku agak minder menggunakan basa enggeris dengan bangsa Malay (termasuk Indo juga) dibanding dengan omputeh atau orang putih alias bule.
Suatu saat ketika sedang 'reriungan' dengan kawan berbagai bangsa, kawan Brunaiku nyeletuk.
" Eh...Kamu dan kawan-kawanmu bisa basa enggeris ya...'maid' ku kok gak bisa..."
" Ealahh....kamu pikir semua perempuan Indonesia gak bisa basa enggeris ya..
dasar tulalit!" batinku saat itu..
" Dinegaraku tuh ada pelajaran basa enggeris say...." gitu jawabku
" Oo..o brarti kamu sekolah tinggi ya..." sahut dia lagi..
Hhh....males njawab aku!
Itulah yang bikin nggak PeDe bercakap dalam basa enggeris, karena dianggap gak mampu jadi takut diperhatikan setiap kata dan grammarnya..... meski broken english sudah pasti!

Dalam satu perjamuan makan siang, salah seorang kawanku yang sangat nggak PeDe dengan englishnya mencoba berbincang dengan seorang bule,
" I can't speak english a lot, but I can understand..mmm..?#*...mmm..."
Maksudnya, meski nggak bisa cakap enggeris tapi kalo loe pada cerita gue ngerti maksudnya.
" It'a okay....English is not your mother language but you can speak, I can't speak Malay at all...so.. just go ahead, don't worry.." gitu jawab Nyah bule.

Lhah emang bener kan ?..basa enggeris bukan bahasa ibu, jadi wajar-wajar saja jika tidak sebagus atau sesempurna ketika menggunakan bahasa sendiri. Yang penting komunikasi terjalin dan dapat dimengerti hingga misi akan sampai.
Masih untung bisa... meski tertatih-tatih..... dan kalau masih banyak salah bilang aja,
'nyuwun pangapunten'....maaapp.....!!

1 comment:

Seeharrie said...

Walah...your friend from Brunei, kok mbandingin sampeyan dengan pembantunya,...mungkin banyak TKI/TKW di Brunei.
Sama kayak temen-ku yang asli batak namun logatnya medok jawa, sehingga ama kakaknya diledekin seperti pembantu...karena...banyak oranga jawa jadi pembantu....walah..
Btw, seperti kata Samuel Mulia di Kompas, Mbak Nadine itu emang Berani...Berani Malu...engga kayak saya..yang..takut ngomong basa enggris karena takut malu...takut diledekin..
OK lah mulai sekarang I will brani cakap in english.