Monday, April 13, 2009

Kecap Indon...nesia..' lagi best '....

Moms.....gimana seandainya di dapur kehabisan stock kecap..??..

Wah, kalau ini sampai terjadi bisa-bisa predikat sebagai ibu tidak bertanggung jawab bakal menempel di punggungku dengan tulisan besar, bold & underline.Seandainya pun dakyu minta maaf atas kelalaian dalam penyedian si hitam pekat ini, pastinya jawaban Tiada Maaf Bagimu akan terlontar menyertai wajah cemberut tanda kecewa yang terpantau dari menurunnya selera makan.warga rumah
...UPst....sorry mori bebek meri ya guys....

Kecap memang murah meriah, bumbu serba guna dengan rasa luar biasa tapi cukup irit. Dengan modal kecap doang makan bisa terasa nikmat dan nyamleng.
Bangun pagi 'sabu-sabu' temtu pake kecap. Maksudnya sarapan bubur prens...bukan nggelek yah.. Breakfast dengan telor ceplok plus nasi kecap krupuk,... wah ini favorit masa kecil, atau kalau kefefet makan nasi krupuk plus sambel kecap juga sudah oYe..

Aneka masakan semur,miss-tumis, mi goreng, bakso, sate tiada berkesan tanpa kehadiran si hitam manis nan pekat. Tapi sayang sangat susah menemukan merk kecap yang pas di KL. Kalo tidak terlalu cair malah terlalu kental dan berwarna hitam dengan rasa asin meski di botolnya sudah tertera kata2 ' Kicap Manis'....wehhh ketipuuu...

Menyimpan beberapa botol kemasan kecap produk Indonesia menjadi terasa perlu. Terdapat dua merek kecap terkenal yang dapat ditemukan di sini. Kecap dengan brand tiga huruf dan kecap bergambar burung. Para kecap ini termasuk langka di di KL secara hanya dijual di daerah pasar Chowkit tempat pemukiman warga Indonesia. Jadi kalau sampai lupa menyetok barang ini kemungkinan akan gigit jari ketika suatu saat simpanan habis sedangkan di toko penjual makanan Indonesia ternyata juga sedang kosong. Terbukti sekarang mulai sering kehabisan, masih mending terkadang terdapat kemasan plastik bukan kemasan botol.Akibatnya orang serumah protes karena kehilangan lauk favoritnya...nasi putih anget, tempe goreng garit plus sambel kecap... wess....bakalan cuma bisa ngeces dan ngiler membayangkannya....

Suatu saat pernah dakyu benar-benar kehabisan kecap, sedangkan toko andalan sedang tidak dapat diandalkan. Jadilah dakyu berkeliling super kampret mencari tahu kecap apakah yg biasa dipakai oleh orang lokal. Interview dengan para belanjawan dan belanjawati selalu saja tidak mendapat jawaban memuaskan.
" tak tahulah kicap mana yg sedap..."
" selalunya saya guna kicap indon...' e bi si'...lagi sedap..."
" kicap gambar burung.. lagi best..."
" kicap indon pekat, manis, sedap.....best giler..., tak cair tak kental..."

Biyuh..biyuh....nuwun sewu...saat ini saya sedang mencari kecap lokal mak cik...

Rencana membuat bihun goreng pun terlaksana juga setelah akhirnya menjatuhkan pilihan pada ' Kicap Mee ' dengan cara menghitung kancing bajuku...kicap mee..kicap lemak manis..kicap mee..kicap lemak manis..kecap mee..!! ..pas....kancing yg kuhitung habis sudah....

Tapi ternyata hasilnya sangat horor sudara-sudara...
Warna bihun seperti rambut yg di cat 'gojag-gajeg' ..pokoknya enggak banget deh..!! ...coklat ?..Hitam..? ..nyaris perpaduan coklat hitam tapi banyak hitamnya, meski rasanya tetap gurih serta sedap secara dakyu yg mangsak..
:D

Wallah..kok jadi mengeluh yah...

Aaahh....Sebenarnya tidak cuma soal kicap or kecap yang sering kita keluhkan masih banyak lagi.Dari soal makanan, bahasa,budaya, lingkungan,sampai soal salun pedandan ( salon ), pokoknya bakalan gempor kalau menghitung mengingat jumlahnya segambreng. Padahal kalau mau jujur, semestinya kita beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita tinggal. Tidak mungkin kita selalu mendapatkan apa yg kita mau,..apalagi di negeri orang....

Ah ..sutralah...
Gara-gara kicap....!!

1 comment:

Gembul Mukiyo said...

Waaaah kemarin wektu sebelum pemilu juga banyak yang juwal kicap budhe !
Kicap No 1 sampai No 44 ... kumplit dah !