Tuesday, March 16, 2010

Kalau mami jadi supri, .. eh .. supir !

Hari gene perempuan nyetir sudah biasa. Bagi para mami beruntung yg mempunyai kendaraan roda empat, nyetir sendiri memang menjadikan mereka lebih mandiri, relatif lebih aman dan nyaman, mengurangi budget untuk pengemudi, serta bisa wara-wiri tanpa kesal berkali-kali mencabut lembaran rupiah dari kocek. Kendati begitu bukan berarti mami jadi semakin hemat, lha wong tiap pergi ke suatu tempat bisa dipastikan akan mampir-mampir yang kesemuanya mengandung arti sebuah pengeluaran baik cash, gesek, debit, atau malah ngutang.

Di Negri jiran Malaysia, pengemudi wanita juga sudah tidak asing dalam pemandangan sehari-hari. Bahkan berhubung tenaga supri mahal maka jangan heran jika sering terlihat nenek2 mengendarai keretanya sendiri. Yah meski casing sudah lawas tapi mesinnya masih sip secara hampir semua wanita di negara tetangga tersebut bekerja sejak muda, maka tidak heran jika kelincahan dan kegesitan mereka masih terpelihara walau sudah berusia senja. Pekerjaan sebagai pengemudi bus sekolah, taxi driver serta ambulans pun bukan hanya milik pria, tapi para wanitanya juga exist. Mereka tidak kalah meyakinkan dalam membawa keamanan serta keselamatan penumpang.

Beruntung di Jakarta sudah ada tempat parkir khusus perempuan, jadi para mami lebih tenang dalam memarkir kendaraannya secara para juru parkir akan dengan sabar memberi isyarat tanpa sempritan yang memekakkan telinga. Kiriiii...kanaannnn....maju..kiriii..kanaaan...yak mundurr, lurus !
Mobil maju mundur lebih dari 3x tanpa berhasil menempatkan mobil dalam garis batas pakiran sudah biasa, dalam hal ini mas parkir harus tetap telaten, dan aba2 pun zonder sempritan karena suara peluit akan membuat mami jadi tambah bingung. Weleh...weleh...

Kononnya karena kemampuan pandang ruang wanita kurang bagus jika dibandingkan para pria, maka hal ini berpengaruh pada kegesitan dalam berolah kemudi. Tidak hanya dalam soal parkir memarkir, ketika mencari sebuah tempat tujuan yang belum dikenal juga tidak kalah susah karena kelihaian membaca peta benar2 tidak teruji alias memble meski penampilan kece. Biasanya sesama perempuan akan memberi petunjuk jalan dengan menggunakan petunjuk arah belok kanan, belok kiri, lurus dan mentok.
" Pokoknya sampai perempatan pertama belok kanan luruuusss, terus kanan lagi, lurus aja sampai mentok kemudian belok kanan terus puter balik, nah rumahnya paling pojok warna hitam depannya ada pohon jambu biji dua biji."
Perkara petunjuk ini bisa digunakan dari arah mana biasanya terlewat untuk dipikirkan.

Kononnya lagi berhubung kurangnya kemampuan pandang ruang tadi maka pengemudi wanita lebih sering tersesat alias kesasar seperti aku. Makanya kalau ada yg menjuluki Miss. nYasar akan aku terima dengan senang hati meski malu2in. :P
Kendati begitu wanita punya kelebihan, hapalannya kuat. Jadi sekali saja ke suatu tempat untuk selanjutnya nggag bakalan tersesat. berbeda dengan para pria yg selalu menggantungkan peta. Sehingga begitu gambar di peta kurang akurat pusinglah mereka, lebih celaka lagi walaupun bingung dan tersesat para pria ini paling malas bertanya ! mending muter2 n bolak balik tidak karuan daripada menghentikan kendaraan kemudian bertanya kepada seseorang. Grrrrhhh....gemes deh !

Moms n girls ...
Tapi ini bicara rata2nya lho, termasuk aku. Sudah pasti sangat banyak para wanita dengan kemampuan pandang ruang di atas rata2 bahkan berkategori genius, apalagi mereka yang berkutat dibidang tehnik.

Any way baidewey busway ....
Meski aku suka nyetir, tapi sekali-kali kepengen juga jadi juragan. Bebas dari urusan supri_menyupri termasuk jadi navigator maupun kenek. Duduk manis di belakang sembari menghayal, ngalamun kemudian lier-lier menikmati kantuk lalu mimpi indah.
zzzz....zzzz......

1 comment:

Esti said...

Emang mbak, kadang kita bosan nyetir dan pengen jadi juragan. Akhirnya pulang kantor ya naik taxi. Sementara waktu berangkat ikut suami he he...