Tuesday, February 24, 2009

kecantol nonton tipi lokal

Pulang ke Jakarta selama 4 hari minggu lalu cukup mengobati rasa rinduku kepada negriku tercinta. Alhamdulillah semua yang sudah di rencanakan bisa terlaksana termasuk berwisata kuliner untuk memuaskan lidah berikut tenggorokan meski harus dibayar dengan bertambahnya berat badan.

Selama di Jakarta waktu luang selalu dakyu sempatkan untuk nonton tipi lokal secara bisa dipastikan selalu menyajikan berita-berita heboh dan terkadang tidak masuk akal. Di saat itulah dakyu bisa memuaskan rasa kangenku dengan mendengar berbagai bahasa yang sangat jarang digunakan dalam pergaulan sehari-hari di KL. Berhubung sangat beragamnya suku bangsa Indo disini penggunaan bahasa persatuan tentu saja lebih diutamakan agar semua orang bisa paham. Puwas dakyu mendengarkan logat sunda dalam tayangan berkunjung ke Sukabumi, juga tersenyum-senyum ketika para presenter dengan gaya sok asik melontarkan bahasa gaul jakarta dengan santainya, dan dakyu semakin cekikikan ketika bahasa katrok bersliweran di acara Mbangun Deso....wupst...

Berita terhot datang dari seorang dukun cilik yang konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui batu yang dipegangnya..Pasien membludak hingga puluhan ribu sampai2 antrian mengular, dan tak heran jika pasien baru menerima giliran 'penyembuhan' setelah 3 hari ngantri ! Lebih menyedihkan lagi terdapat 4 korban meninggal karena terinjak-injak sesama pasien yang berebut saling mendahului. Mck..mck...ternyata nggag cuma metromini aja yg berusaha saling menyalip. Melihat cara kerja dukum cilik ini sepertinya mudah saja karena hanya mencelupkan batu yg dipegangnya ke dalam air yg dibawa sendiri oleh pasien. Kemudian pasien menenggak langsung air yg sudah dikobok oleh sang dukun.Tapi kalo yg dicelup sampai 50 rebu wadah air, apa ya nggak masuk angin tuh anak.. .

Alasan pengeksploitasian anak menjadi penyebab ditutupnya praktek dukun cilik tersebut,meski fulus mengalir deras ke dalam keluarga Ponari si dukun cilik sebagai efek positif banyaknya pasien. Tapi masyarakat masih saja rajin menunggu hingga praktek dibuka kembali. Walhasil air selokan serta air sumur di sekitar rumah Ponaripun laku keras. Mereka percaya bahwa air tersebut juga berkhasiat secara berada dalam lingkungan magnet Ponari. Padahal air tersebut secara kasat mata terlihat keruh, jadi sudah memenuhi salah satu syarat sebagai air tidak layak minum.

" Ediaann....ini masyarakat sudah pada gendheng semua apa ya ?..
" Itu karena saking saktinya 'cah dukun' mah,,,,,sampai-sampai keringatnyapun di kalengin kok.
..." ujar mas Ica asal nyaut .....
"Weleh..apa iya..."
" Lhadalah... mosok belum pernah dengar sih..?..ituu.. Ponari Sweat..."....

Memang keadaan ini sangat ironis mengingat masyrakat daerah Jombang yg sangat kental beragama, tapi jika dipandang dari sisi lain yaitu desanya Ponari, sangat tampak nuansa mistis sedang hidup dengan subur, sepertinya mereka sudah kehilangan logika.

" ..wah..kalau di tempat asalku belom ada 'dukun kucing cilik' mas,..apa aku nanti kalo udah gede jadi dukun di dunia perkucingan aja ya...Tapi cita2 asliku kan jadi presiden kucing...?"
..Haiyaakk..si Gembul ikutan nimbrung.
" Lha yo jangan to mBul, jeas2 merdukun itu sirik apa lagi jadi dukun. Dah...jadi presiden kucing ajah...!!"

Memang sangat memprihatinkan melihat fenomena ini. Tapi kenapa ya sampai terjadi..? Yah..Bisa jadi keadaan ini terpicu karena pasien sudah putus asa berhubung berobat ke dokter tidak ada hasilnya, sehingga dengan alasan berikhtiar mereka menggunakan jasa dukun Mungkin juga biaya dokter/rumah sakit yg sangat tinggi menjadi alasan untuk berobat ke penyembuh alternative. Atau barangkali akidah mereka perlu dibenahi agar jauh dari kepercayaan-kepercayaan yang berbau sirik.

Berati sudah bener praktek Ponari dihentikan beberapa waktu lalu. Pastinya, karena selain meresahkan masyarakat, tidak mendidik, juga kaya akan unsur pengeksploitasian anak2.

Tapi sayang sudara-sudara…Berita terakhir mengatakan bahwa praktek dibuka kembali atas ijin pak pulisi setempat, dengan syarat hanya diperbolehkan menerima sebanyak 5000 pasien ‘saja’ dalam sehari. Wealah…ya tetep masuk angin….

Hari terakhir di Jakarta dakyu menatap layar tipi lagi, disitu tampak Ponari kecil digendong, seseorang membantu mencelupkan batu di genggaman tangan kirinya sedangkan tangan kanan memainkan pestol air. Dia juga bermain dengan game dari ponsel, mainan yang belum pernah dijamah sebelumnya. Jelas tampak wajah lelahnya yang selalu tertawa-tawa ( nggak jelas tertawa sama siapa).**


Sunday, February 15, 2009

Kresek vs Krecek..

Wik en kemaren bersama pakdhe gliyak-gliyak menuju Kampung Baru untuk keperluan belanja khusus bahan2 makanan Indonesia, yang tidak dapat ditemukan di supermarket pada umumnya. Mulai dari kecap Bango, sirup Marjan, Krecek alias krupuk kulit, emping mlinjo, teh botol Sosro, sambel indofood, blue band buat bikin nasi goreng dan indomi goreng ala indo.... Upst..!!... bukan pesan sponsor lho... :D

Sebelum benar-benar hunting ke warung langganan, mampir dulu ke RM Padang Garuda secara sudah melebihi waktu makan siang. Tapi sayang sudara-sudara, penikmat kuliner ini sedikit kecewa karena cita rasanya seperti sudah berubah di lidahku tidak seperti beberapa waktu ketika awal2 dakyu datang ke KL . Hmm...apa karena akhir2 ini dakyu terlalu sering mampir di Sari Ratu Jl. Bukit Bintang, jadi terasa bedanya. Padahal kalo dilihat dari segi harga, cuma beda-beda tipis. Hanya di Sari Ratu terlihat lebih mementingkan kwalitas daripada kwantitasnya. Duh...suerrr..suerrr...ini juga bukan pesan sponsor....

Dengan menenteng bungkusan sisa yg tidak habis ( sayang kan kalo ditinggal..?) dakyu digandeng pakdhe menyeberang jalan menuju toko barangan runcit (retail) yang menjual aneka bahan makanan Indonesia tercinta. Sepintas tampak sebuah kedai menjual krecek dan emping melinjo. Tapi...
" ah...bukan warung langganan, ngga asik..paling juga nggak kumplit. Nanti malah jadi dua kali kerja..." gitu batinku dalam hati

Yah..Akhirnya sampai juga di kedai andalan.
List keperluan segera dipenuhi oleh si abang penjual dengan gaya sok akrabnya....
"..ada lagi yg diperlukan mbak....?" tanyanya...

"..udah bang, tinggal kecap bangonya mandang...?!".. tanyaku dg gaya penasaran, tumben habis.
Jadi ingat bangomania...gimandang nih...kenapa gag sampe KL...?

"..2 hari lagi nyampe bu, itu aja cuma 5 kardus kata pengirimnya
.." kata Tulangnya si abang penjuwal.....

" ..hm..jadi..kalo bulan depan pasti ada ya..."...

"...sumprit bu, 2 hari lagi datang
.." tambah si Tulang...

Itung-itung....itung,,,itung...si abang penjuwal khusu' menghitung dengan kalkulator.
Tiba2 dakyu teringat sesuatu...

" oiya bang..ada krecek...? ....

"..Ada mbak..adaaa....? ..si abang antusias menjawab sembari mengambil sesuatu dari laci...
dan..bBlegG...mantap menaruhnya di depanku..

" Lhaaahh..itu kan tas kresek, maksud saya krecek....? ....wealah tas plastik setumpuk di sodorin ke dakyu...

" hiks..hiks..kirraiiinnn.." si abang tersipu malu...

Ternyata toko andalanpun tidak bisa diandalkan sudara-sudara, akhirnya balik lagi ketoko semula, segera mengambil krecek dan emping menuju kasir. Mulailah terjadi percakapan antara penjuwak dan pembeli..
" ..bang ini bener krecek kan (bentuknya memang agak lain dg krecek jogja)...?.."
"..bukan bu.. itu krupuk kulit..."
" Brarti krecek kan..?"
"..Bukan..itu krupuk kulit!"


Walah..walaaahhh...pantesan beberapa waktu lalu masuk pasar Chowkit mencari yg namanya krecek gag ada satu kedaipun yang juwal. Lha mbok mubeng pasar sampai 7 hari 7 malampun, nggag bakalan nemu barang itu. Karena bahasa persatuannya krecek adalah krupuk kulit, tapi berhubung dakyu sudah terbiasa nyebut tape...eh nyebut krecek..jadinya ya kelepasan.

" Makanya pake bahasa persatuan, jangan sak enak udelnya ngomong pake bahasa daerah yg nggag dimengerti orang lain..."
..wupst !!...hatiku memarahi mulutku yang suka clemongan......

Tuesday, February 10, 2009

ajar-ajaran njepret mBulan...


Jangan dikira moto alias njepret hanya sebuah kegiatan asal pencet dengan memfungsikan telunjuk jari saja. Ooo tidaakkss.. .tenyata cukup rumit sudara sudara, kalau saja kamera DSLR di set secara manuwal semua, zonder otomatik.

Semalam blajar-blajaran njepret bulan mumpung bulannya sedang bulet-let. Welleh lha kok susye secara dakyu cuma pake lensa 18-200. Jadi meski sudah di zoom pol-polan, ya tetep aja mlendek..!! maksudnya tetap masih tampak nun jauh di mato alias cuma sayup-sayup sampai di mata.

" yeahh...lha itu bulannya kliatan jelas....yookk..penceett maang...jepret. .!!." hoah.. leganya bisa bernapas kembali setelah menahannya beberapa detik supaya hasil sontrekannya nggag bergoyang.
..mmm..lumayan, bulannya tampak bulat dan alus...!!

"..mbakyu..mbakyu..nuwun sewu, itu sepertinya speednya terlalu lambat sehingga bulannya terlihat seperti lampu taman.."..
" woalaahh...gitu ya mas...? jadi kecepatannya hrs ditambah biar bulannya terlihat alami dengan segala bentuk gronjalannya..?.. tak kira yg salah zoomnya...harusnya pake yg 500mm gitu..."

He..he..kok ya binun, wektu motret lampu di taman KLCC jadinya malah seperti bulan. Jika maksud hati mau motret bulan jadinya lampu. Apa kameranya tak bohongin aja ya, pura2 motret lampu biar jadinya kayak bulan.. :D

ya sudah blajar dulu...
menghapal dulu....
meski sudah seperti karung bolong yg selalu mbrojol kalo diisi, tapi tetap semangat ah....!!
Kan bisa lebih memberdayakan jari telunjuk daripada buwat ngupil melulu.

Saturday, February 07, 2009

Menghapal syapa Takuut...

Awal tahun ini kembali dakyu harap-harap cemas seperti 4 tahun yang lalu ketika anak sulungku melaksanakan UAN ( ujian akhir nasional ), untuk menentukan layak tidaknya memperoleh ijazah SMU sebagai pass dalam menembus bangku perguruan tinggi. Bulan Juni tahun ini si adek memperoleh giliran untuk berjuang menjalani GCSE exam, yang intinya beda tipis dengan ujian anak SMU. Weleh...mami ikut sutris.

Tidak dikenalnya evaluasi formatif seperti EHB/THB ( per cawu / per semester )di International School seperti sekolah umum di Indonesia, menyebabkan ortu jadi sangat prihatin ( baca : ikut sutris ). Anak sepertinya agak kaget dengan evaluasi sumatif yang dilakukan pada saat GCSE exam tersebut. Mereka seakan kurang siap dengan materi yg berjibun, gabungan seluruh materi s.d year 11, karena kurang latihan dalam mengerjakan soal2 ujian. Ulangan2 harian tidak cukup membantu karena evaluasi hanya dilaksanakan per bab saja. Jadi bisa dibayangkan,.hanya satu kata yg ada di pikiran anak2 ini...judeg!!

Menghapal menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagi yg berbakat untuk menghapal bukan menjadi masalah, tapi sebaliknya ini akan berubah menjadi momok bagi pecinta open book seperti aku sekarang. Padahal menghapal termasuk andalanku di masa jadul meski sekarang otakku sudah dedel alias tumpul karena dimakan usia, jadi yah..lupa lagi..lupa lagii...

Recall dan comprehension merupakan level terendah dalam domain cognitive manusia. Mengingat, memahami, kemudian menerangkan kembali kepada orang lain merupakan kepandaian manusia dalam tahap yang paling rendah sebelum mereka dapat mengaplikasikan, mensintesa, menganalisa dilanjutkan dengan kemampuan dalam mengevaluasi suatu permasalahan.

Kadang anak suka ngeles kalau nilai hapalannya jelek.

" Abiss….aku gag suka pelajaran menghapal, lebih suka math en physic…"

…mmm…mereka kurang adil dalam memberikan porsi belajar karena menganggap pelajaran yg berhubungan dengan hitungan lebih penting daripada pelajaran yg menuntut hapalan.

Lhah bukannya rumus2nya harus di hapal juga…? Kalau rumus, kaidah dan aturannya saja masih nggak mantep, dikit-dikit..eh…eh….bener nggag ya…? Lalu bagaimana mengaplikasikan dalam penyelesaian soa-soal.? Jadi plis deh…jangan malas menghapal ya nak…

Kendati menghapal tampaknya hanya merupakan aktivitas sederhana saja, dalam pelaksaannya ternyata tidak semudah seperti membalik tangan, tapi cukup reffots sodara sodara….

Dulu anak sulungku yg gemar nguplek di dapur sempat kisruh ketika belajar mengenal bumbu-bumbu., terutama membedakan antara ketumbar dan merica.

'ooo..jadi kalau merica bentuknya'alus plunthus', sedangkan ketumbar ada 'geret-geret'nya ya mah…" gitu katanya waktu itu.

Lain lagi dengan mbak Kip asistenku yang susyah minta ampyun dalam mengingat jenis masakan yang sering kumasak apalagi bumbu2nya, walaupun sudah 2 tahun lebih bekerja sama denganku.

" Ibuuu….sampai 5 tahun saya ikut ibupun, sepertinya saya tetap tak boleh masak macam ibu…ta'iyeee….." keluh mbak Kip dengan logat Maduranya yg kental meski sudah 17 tahun hidup di KL.

"..duh jangan putus asa dong…ayo semangat…go..go..go.mbak Kip…." gitu suntikan semangatku kepada do'i.

Kenapa hapalan cukup penting karena bagaimanapun recall akan selalu ditemui di setiap bidang apapun, sedangkan berat ringannya tergantung macam dan jenis pekerjaan yang digeluti masing-masing. Jangankan profesi-profesi bergengsi seperti dokter, tukang insinyur, hakim, notaris, akuntan, dll. Abang becakpun tetap harus hapal dan paham berlalu lintas kala menggenjot di jalanan kalau nggag mau di semprit pak pulisi kemudian kena tilang. ( upst..kayaknya gag ada ding becak kena tilang…). Jangan sampai seperti sopir metromini yang nggak pernah hapal rambu2 lalu lintas, ngetem sembarangan juga sradak-sruduk bikin kaget, sehingga model2 yang begitu memang layak buat di tampol !

Jadi nak, mulailah menghafal Bab 1, kemudian buka bagian daftar isi bukumu untuk mengetes dirimu berdasarkan sub bab, dengan memberikan pertanyaan pada diri sendiri….

  • What happened after…?
  • How many…?
  • Can you name the…?
  • Describe what happened at…
  • What is…?
  • Which is true or false?

Setelah itu ngetes pemahaman melalui menerangkan dengan menggunakan kata-kata sendiri, kemudian membandingkan, mengkontraskan dll, tantang dirimu dengan pertanyaan-pertanyaan..

  • How would you say it in your own words?
  • How would you briefly outline?
  • Is this the same as…?
  • What do you think could have happened next?
  • What was the main idea?
  • What are the differences/similarities between…?
  • Can you provide an example of…?
Begitulah kira2 perjuangan yang harus dilakukan nak, selain menghindari asyiknya chatting juga menyetop kekhusyukan ber Face Book serta menjauhi virus-virus virtual lainnya.

Yah..memang menghafal itu tidak mudah dan membosankan, tapi tetap saja akan sering kita lakukan meski terkadang hanya perkara sederhana saja. Dan yang penting.., asal jangan sampai lupa tata upacara pagi di toilet, bisa berabe ……!!

Sunday, December 21, 2008

" Mother...how are you today...? "

Selamat hari ibu...selamat hari ibu...
happy mother's day for all Indonesian women..


Lho hari ini Hari Ibu yak..? kok gak kerasa, malah baru ngeh kalau hari ini harinya para mami setelah pagi tadi tengak tengok FB, juga setelah mata thulang-thuling, menyesuaikan cahaya yg masuk ke mata secara mata masih sepet karena merasa kurang cukup istirahat alias belum puwas tidur. Halah kayak Tukul ajah..puwas..puwas...

Beginilah kalau jadi ibu eRTe, setiap hari berkutat dengan rutinitas kegiatan yang so pasti sangat keibuan meskipun body agak kebapakan, sehingga keistimewaan di hari ini menjadi terlupakan dan terasa biasa-biasa saja.
" Dari suami tercinta dapat hadiah apa mbakyu?"
" trus kalo dari anak dapat kado apa ? "
Walah..nggak ada kado jeng, ngucapin selamat hari ibunya aja juga barusan aja alias baru ingat....
Maklumlah kadang hari ulang tahun aja lupa...waakkss...

Sebenarnya buat dakyu, setiap hari adalah hari ibu.
Rasanya tidak cukup jika jasa-jasa ibu hanya kita kenang sesaat pada hari ini saja. Apakah hanya di hari ibu saja kita merenungkan kebaikan ibu, kasih sayang ibu, ketulusan dan keikhlasan ibu, cinta ibu serta seabreg-abreg pernak-pernik yang mewarnai tugas dan tanggung jawab ibu terhadap anak, suami dan keluarganya ? arrghh..mudah2an tidak...
Ibu yang selalu melafazkan doa untuk kebaikan anak2, suami dan keluarganya sepatutnya selalu berada di hati kita semua di setiap saat.

Sesungguhnya dakyu juga sangat menginginkan agar segala bentuk hadiah, kado, maupun bunga bukanlah hanya sekedar simbol saja. Akan tetapi benar-benar merupakan sebuah kasih sayang yang jujur sebagai timbal balik keikhlasan hati seorang ibu yg telah diberikan kepada mereka di sepanjang hayatnya. Kalau mau mentraktir ibu di sebuah restoran besar mengapa mesti pada hari ibu, atau jika mau membelikan sesuatu yang istimewa kenapa harus di hari ibu ?

Mungkin dakyu adalah seorang yg monoton hingga menganggap semua hari adalah sama.
Tapi bagiku mengungkapkan perasaan tidak harus menunggu harinya, dan ekspresi kasih sayang juga tidak melulu berwujud sebuah benda, tapi terkadang cukup berupa sapaan hangat renyah dan ceria dari sang anak...
" Mother...how are you today...? "

Wednesday, December 10, 2008

tulalitt.... Salah sambung

Raya Idul Adha setelah melaksanakan sholat kemaren, sekitar 40 orang teman sesama pehobby 'jeprat-jepret' berkumpul di tempatku sekedar bersilaturahim dengan sesama teman perantauan menikmati hangatnya kebersamaan di hari raya kurban. Sengaja menampilkan aneka masakan nusantara untuk mengajak para tetamu mengenang masakan ibu di rumah jika kita pulang kampung. Lontong opor, sayur nangka, sate ayam, bakso serta berasyik masyuk dengan kipas demi mematangkan sate kambing.

Motivasi tuk makan sate kambing ala Indonesia cukup mendongkrak semangat menyelesaikan pembakaran meski pada tusukan ke 75 satu persatu para pembakar sate mulai mengundurkan diri secara mereka sudah kenyang dengan lezatnya sate hasil bakaran sendiri, apalagi badan sudah gobyos basah keringat karena pedasnya bumbu sate. Nyam..nyam..gleks...

Peminat karaoke nggak menyia2kan kesempatan buat unjuk suara, satu persatu mereka memamerkan kebolehannya, sedangkan yg lain manggut-manggut menikmati merdunya suara para penyanyi. Tiba-tiba Kangmas Jogelem nyeletuk,
" Pak Ucrit nggak usyah menyumbangkan lagu ya..." ..
" Aduh bapak..saya memang tidak bisa menyanyi, tidak mungkin saya akan menyumbangkan lagu...betul tidak bapak2..?" gitu jawab pak Ucrit dengan logat khas sundanya panik ...
" Saya tahu pak Ucrit, makanya jangan menyanyi takut lagunya jadi sumbang..." weleh..Kangmas Jogelem ini...
" eleuh2..si bapak mah becanda saja...kaget sayanyah..." duh leganya pak Ucrit...

he..he..awalan 'me' pada kata menyumbangkan lagu memang sering bikin giduh alias bingung, maksudnya beneran apa cuma mau ngeledek seh...?
Begitu jugaketika suatu saat dakyu sedang protes sama Gembul kucingku yg ganteng itu, mungkin yg mendengarkan juga akan sedikit bertanya-tanya, maksud loh?? .
" Gembul..jangan membuntutiku...pliiiss..jangan mengekoriku..!!" maksudnya bukan mengikutiku dari belakang sodara-sodara, tapi asli buntut/ekornya si Gembul selalu di adepin ke mukaku jika do'i kuajak ngobrol, iiihh...jijay tau'.!!
Malah do'i juga suka membuluiku, secara bulunya mbrodoli karena bos bapak malas nyisirin, jadi bulunya nempel2 ke bos mamah kalau di gendong.

Wes..wes.. kok malah ngobrol terus, katanya mau makan sate kambing....??
iya iya...sini tak bakar satenya....
loh mau bakar atau tak ?
wes to..kene tak bakar satenya..
mau bakar atau tak..?

husstt..mbalah udreg2an...
..marilah kita membakar daging bersama agar menjadi sate yg lezat, gitu ngomongnya yg jelas....
..biar nggak salah sambung getoh ...**

Thursday, December 04, 2008

Kisahku di pagi ceria....

Akhirnya Pe eR berbelanja ke pasar Chow Kit tergarap sudah. Bangun pagi tadi terasa ada beban secara hari ini memang sudah kubuat jadual untuk shopping bersama mbak Kip juru bebenah rumah merangkap asisten memasak andalanku. Pergi ke pasar memang salah satu pekerjaan yg kurang dakyu minati sehingga perlu effort khusus untuk melaksanakannya. Ini memang baru pertama kalinya dakyu ngubek-ngubek pasar chowkit secara ada keperluan tertentu, dan biasanya cuma berjalan mlipir2 di pinggiran yang tidak ada lahan basahnya.

Bukannya dakyu tidak pernah ke pasar tradisional, tapi pasar Chow Kit yang terletak di daerah Kampung Baru ini cukup menimbulkan trauma dengan berita pasukan Rela yg suka asal main tangkap orang. Nggak kebayang seandainya dakyu sampai tertangkap, apa nggak nangis ndeprok ?...Padahal pasar ini termasuk istimewa menurut pandanganku secara merepresentasikan pasar Indonesia yang sesungguhnya. Bumbu dapur dari salam, lengkuas, jahe, kunyit dkk, kluwek, krecek..dll...komplit..plit. Selain bisa memperoleh bahan makanan segar harganyapun sedikit lebih murce' dibandingkan dengan superkamapret. Bahkan tidak cuma pasarnya, lingkungan serta warung2 disekitarnyapun bener2 penuh dengan sentuhan suasana Indonesia. Jadi buat para pecandu indomi, kecap abc kecap bango, juga teh kotak/botol sosro tidak perlu kuatir karena terdapat penjual disana. Bagi nasi kapau addict alias penyuka masakan Padang bisa memuaskan seleranya karena banyak rumah makan bertebaran di daerah tersebut. Wess...pokoknya Indonesia banget deh....

Hari ini dakyu merasa senang, karena berhasil memberanikan diri masuk ke dalam pasar meski di temani oleh mbak Kip yang kali ini bertindak sebagai pengarah gaya, penentu arah, juga pembawa barang belanjaan. Memasuki los demi los, mataku berbinar melihat ikan2 segar yg melebihi Gembul gendutnya, kemudian mantap menapakkan kaki di arena mlenyek hasil guyuran air limbah pemotongan ayam, berlanjut menuju ke los daging sapi yang akhirnya membuatku eneg berhubung melihat daging bergantungan jadi terbayang kisah2 'slaughter''.

Houwgh
leganya, akhirnya berhasil menemukan daging kambing buat nyate, juga ayam buat di masak opor. So, hang out dengan mbak Kip selesailah sudah. Meski begitu bau pasar yg legitnya sungguh mendulit benar2 menimbulkan polusi di dalam mobil hingga cukup membuat puyeng sepanjang perjalanan pulang kerumah.

Byur,,,byur....byur...osok..osok..osok....kricik..kricik...kricik..la..lala...li..lili.....( heboh mandi..)
Tuh dengerin...masih nggak percaya kalau baunya bisa mbikin kambing semaput (pingsan) dan gebes-gebes ( geleng2 kepala sambil nutup hidung) ?.. Lha wong sampai baju jerohannya ikutan terkontaminasi...jadi ya kudu mandi lagi en ganti total !!
Nah ini juga salah satu penyebab kenapa enggan pergi ke pasar....

Halo mbakyu.-mbakyu...
Ada trik khusus nggak sih supaya kita bisa berbelanja di pasar dengan perasaan nyaman dan gembira ?...

Wednesday, December 03, 2008

Ibu, betapa dalam cintamu..

Di dunia ini tidak ada seorangpun akan meragukan cinta kasih seorang ibu. Ketulusannya dalam mencurahkan kasih sayang tidak pernah akan berhenti, jumlahlahnya yang tidak terhingga begitu menghangatkan jiwa dan ini akan terus berlangsung sepanjang masa hingga akhir hayatnya. Tapi seorang ibu adalah manusia biasa, di waktu-waktu tertentu beberapa hal menjadi penyebab timbulnya bad mood , hingga suatu saat emosi mudah meledak lepas kendali dan....dorR..pletak..pletok...Akhirnya menimbulkan kesan bahwa ibu adalah sosok bawel bin cerewet en reseh. Tapi sejujurnya kita pasti tahu bahwa segalak-galaknya ibu,sejudes-judesnya mami, di sana di sela-sela relung hatinya segudang cinta sejati tersimpan untuk buah hatinya. Titipan Alah yg sangat berharga di dunia.

Sekarang bagaimana dengan perasaan anak ?
Akankan si anak selalu memikirkan keadaan ibunya seperti seorang ibu yg selalu menghawatirkan kondisi anaknya di setiap denyut nadi dan disetiap helaan nafasnya...?...

Dulu ketika anakku masih usia balita, mereka sangat bergantung kepada ibunya terutama disaat masih menyusu, lengketnya sudah kayak perangko...nempel terus. Tapi begitu memasuki usia SD, kedekatan dengan teman main dan teman sekolahnya sedikit mengurangi kelengketannya terhadap ibu meski sifat2 manja gebol-nya masih terlihat jelas. Sesekali masih minta dipangku dan masih senang di gendong2 meski sebentar. Terutama di saat mereka pulang sekolah/bermain, keberadaan ibu di rumah sepertinya sangat diinginkan oleh anak. Biasanya anakku selalu meneriakkan kata " maa..mamaa.." begitu turun dari mobil jemputan. Atau.."mama mana..." jika pembantu menjemput di depan pintu pagar. Dan begitu tahu mamanya di rumah saja, dengan lega mereka bergumam.." ooo..mamah ada.." Setelah itu mereka akan asyik sendiri tanpa mempedulikan keberadaan mamanya lagi.

Setelah memasuki usia remaja, hubungan ibu dan anak yg semula sangat harmonis tiba2 bisa berubah menjadi horor. Keinginan ibu sering berlawanan dengan kemauan anak. Ibu yg selalu menginginkan hal terbaik untuk anaknya akan dipandang sebaliknya oleh anak. Sehingga di mata anak ibu terilihat sebagai figur yg tidak bersahabat, suka mem'buli' dengan perkatan " do this..do that...don't do this..don't do that.."
Bahkan setelah anak semakin bertambah besar, sekedar memberikan pendapatpun terkadang bisa dianggap mencampuri urusan mereka. Lagi-lagi akan dianggap membuli...

Keadaan menjadi berubah drastis setelah merasakan menjadi seorang ibu. Sekarang baru percaya bahwa ibu tidak pernah membedakan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Baru yakin kalau ibu tidak pernah membenci anaknya, walau dulu pernah berseteru karena perbedaan pendapat. Dan paham mengapa ibu selalu menghawatirkan keadaan anaknya, juga ngarti jika ibu seakan membuli dengan pepatah... do dis..do dat..don do dis..don du dat...
Tapi sengerti apapun, alasan kesibukan mengurus anak, suami, teman dan pekerjaan terkadang membuat kita lupa untuk menanyakan keadaan ibu walau sekedar menyapa di telepon. Bahkan menganggap bahwa telepon 2 hari yang lalu sudah bisa menenangkan perasaannya atau kiriman tiap bulan sudah menghibur hatinya.

Rupanya perasaan seorang anak terhadap ibu memang berbeda dibanding perasaan ibu terhadap anak2nya, karena ibu akan selalu membawa anak di dalam hati, di setiap waktu dan disetiap hembusan nafasnya walau sesibuk apapun.
Sedangkan anak terkadang lupa...

arrgghh..
Aku ingin selalu memikirkan ibuku seperti ibuku selalu memikirkanku...
Aku juga ingin agar anakku bisa memikirkan apa yg ibunya pikirkan.....

Monday, November 24, 2008

Suatu pagi disaat dakyu teringat kenek metromini...

Ruwetnya Jakarta akibat banyaknya kendaraan berlalu lalang di jalanan, terkadang membuatku terkangen-kangen hingga terkadang menggodaku agar sering pulkam. Bunyi suara klakson mobil yg saling bersahutan akibat metro mini ngetem di perempatan jalan, berpadu dengan bunyi sempritan pak polisi, ditimpali gemuruhnya suara motor plus gerungan knalpot metromoni yg tidak mau beranjak, sungguh menimbulkan keunikan tersendiri.

Lalu lintas Jakarta memang lumayan semrawut kalau tidak mau dibilang adul-adulan, tapi banyaknya kendaraan umum beroperasi cukup membantu masyarakat meski belum mencukupi jumlahnya en jauh dari rasa nyaman. Baidewei, busway yg dulu dicaci karena dianggap mengganggu lajunya pengguna kendaraan roda 4, kini malah dijadikan andalan oleh para pengguna kendaraan umum secara lebih nyaman dari bus Mayasari Bakti atau bus Patas no 52 jurusan Pulo Gadung, selain itu juga lebih hemat karena penumpang bisa kemana-mana dengan menggunakan satu tiket saja asal belum keluar dari station, wes..pokoknya lancar jaya.Di lain pihak kenek2 bus bukan busway, masih saja tetap setia meneriakkan slogan mereka...kosong..kosong...
kendati penumpang sudah mulai sesak napas serta tidak bisa membedakan lagi antara bau badan, bau naga, atau bau solar.
Yoookkk...ngaseg..ngaseg..geser dikit buuu...tariiikkk....!!

Tadi pagi bayangan sumpeknya lalu lintas Jakarta kembali hadir dibenakku dengan manis sekali. Pemandangan rambut gimbal para kondektur metromini yg melambai-lambai tertiup angin di depan pintu bus, jelas tergambar di memoriku membuat dakyu sangat mengharapkan kehadirannya. Teriakannya yg selalu mengingatkan penumpang ketika turun dari kendaraanpun kembali terngiang..." kaki kiri...kaki kiri..kaki kiri...!!..."
" hehh...iya..brisik!!".. Dulu dakyu memang suka sebel kalau diingatkan, padahal maksudnya baik supaya jangan turun menggunakan kaki kanan lebih dulu agar tidak kesrimpet.

Pagi tadi ketika mengantar si Adek ke tempat bus sekolah biasa mangkal, tumben2an keretaku malas nggak bisa di start. ....
Ceng..kengkeng...ceng...kengkeng....wer...ewer....ewer...pesss....
Walah...ada apa gerangan ?

Wes jiaannn....ternyata akinya tekor bu !!, padahal baru 1.5 tahun yg lalu diganti. Walah bikin bete aja walau kata mereka yg tahu soal accu, jaman sekarang accu memang nggak awet. Meski nggak awet tapi jangan pas dakyu jauh dari rumah duoong....
" Kangmas...montorku mogok.." reaksi pertama talipon Kangmas Jogelem di rumah.
" Walah..knapa to?..coba diginiin...trus..digituin..." respon pertama Kangmas Jogelem.
" ..Yo weslah, aku jalan saja lha wong nggak ada angkot, unyil apalagi ojieek or beciaak padahal jalanan becieek., lha mbok ya aku dijemput to .."
" Halah..lha wong kendaraan cuma satu gitu lho,.mau pakai skate board adek takut je, lha wong jalannya ndronjong..".tambah Kangmas Jogelem di ujung sana.

Hujan rintik2 mengiringi perjalananku yg tidak membawa payung.
Tu..wa..ga..mpat..ma...enam..dua ratus..enam ratus lima puluh....tiga ribu...sepuluh ribu dua ratus...
Ah..alangkah sejuknya udara pagi, ah...segernya menghirup udara tanpa polusi, ah..kapan lagi bisa ber klucut ria main hujan2an, ah..inilah kesempatanku melenyapkan pelampung di perutku....ah...indahnya pemandangan hutan di sekitarku, ah....begitulah dakyu menghibur diri.
Setelah memasuki hitungan keberapa ya tadi sampai lupa, akhirnya dakyu sampai rumah juga. Meski gembrobyos alias banjir keringat tapi mantep secara berhasil mengalahkan keinginan untuk mennyetop tukang2 rumput yg berlalu lalang mengendarai motornya. Maksud loh ?? ..
hiks....tadinya gue pengen mbonceng do'i biar cepet sampe rumah en nggak capek....

Yah begitulah ceritanya...
Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau dan indah, padahal dalam keadaan apapun semua pasti ada hikmah dan sisi positipnya, bagaimana cara menyikapinya membuat kita akan selalu bersyukur kepada sang Pencipta.
Alhamdulillah urusan accu beserta tetek bengeknya sudah beres, tapi besok masih ada Pe eR yg harus diselesaikan, dan lagi2 berkaitan dengan bengkel. Hhh...hari ini keretaku di vonis harus ganti ban, maklum sudah gundul....

Sunday, November 16, 2008

walah..gendut...

Sharing soal kenaikan berat badan sewaktu hamil dengan teman2 memang selalu ramai. Jelaslah, karena bentuk tubuh ideal selalu akan didambakan oleh setiap wanita. Bisa dibayangkan bagaimana kerisauan para ibu baru dalam mengatasi bentuk tubuhnya yg sudah tidak seindah dulu lagi. Berbagai carapun ditempuh untuk mengembalikan timbangan ke posisi semula, seperti diet, exercise dll meski ada juga yg secara alamiah bisa kembali ke berat normal.

Ceritaku malah sebaliknya, jadi nggak seheboh cerita2 ibu2 yg kenaikan berat badannya sampai 20-28 kg karena selama dua kali kehamilan berat badankyu cuma naik 6 dan 7 kg. Waktu itu sempat takut karena menurut teorinya minimal pertambahan berat badan ibu hamil adalah 10 kg. Sampai2 setiap waktu kontrol ke dokter dakyu selalu makan dulu plus minum banyak2 supaya berat badan bertambah, tapi ya teteuup mentok aja timbangannya. Meski begitu Alhamdulillah bayi lahir sehat dengan berat badan yg cukup, dua2nya diatas 3kg. Dan setelah 1 bulan perut di balut dgn setagen yg panjangnya 3 meteran itu , juga menyusui, perut kembali rata dan malahan jadi tambah kurus en wagu.( nggak enak di lihat)

Tapiii.....
Setelah memasuki sweet 40s, pelan tapi pasti berat badanku bertambah,dan...suit..suit...montok euy...
Ibaratnya menghirup udara jadi lemak, sedangkan minum airpun jadi daging. Dan sebel nggak sebel pelampung di perut mulai nongol ber halo-halo.
Akibatnya dakyu yg tidak pernah memikirkan berapa jumlah kalori yg masuk dalam tubuh dan tidak suka berdiet alias pemakan segala , terpaksa mengerem untuk tidak mengkonsumsi makanan/minuman yg manis2 en makanan berlemak, dan mulai harus tung..itung..itung....sudah seberapa banyakkah makanan yg dikonsumsi pd hari ini ?... Yg jelas ngopi minimal 1x sehari kalo nggak bisa nagih, sedapat mungkin menghindari juices kemasan, diganti ngejus buah2an segar. Paling sirik kalo lihat tulang iga bagus2 di Carefour, bayangin aja lezatnya kalo di campur dengan bakso,..gleks...bakso tulang iga!! Untung si Gembul slalu ngingetin, "..ingat bos mamah... nyruput udara aja bisa jadi lemak lho.... "
" Walah..kan sekali-sekali aja to Mbul.."

".. sekali2 lama2 jadi berkali2 alias sering lho bos mamah, nanti mumet2 kaya bos bapak...."

Tu..wa..tu...wa..ga....pat..ma...
Ternyata olah raga emang paling cespleng buat ngempesin lemak di perut. Mau lari, jalan, naik turun tangga, berenang, dll efeknya bakalan sama minimal keluar keringat serta menyegarkan. Atau mau angkat besi, angkat2 ember, angkat botol aqua ke dispenser ..? wah...kayaknya angkat2 nggak tepat layauw..secara boyok pinggang bisa pegel linu atau sakit pinggang, bisa merbahaya untuk ibu2. Sebagai pengganti bolehlah ngosek kamar mandi, nguras bak mandi, atau kalo sanggup nguras kolam renang... walah...
Yah minimal OR ala mr. Bean...tangan diletakkan di tembok kemudian badan di gerakkan ke kanan dan ke kiri 2x saja..ngik..ngok...ngik..ngok...udah.
Maklum, seiring dg bertambahnya umur maka kenaikan Berat Badan biasanya akan ikut bertambah juga karena mulai berkurangnya aktivitas, selain kualitas kerja metabolisma tubuh yg sudah mulai berkurang.

Yo weslah, segitu aja ceritanya.
Mau nguras wastafel dulu..

Wednesday, October 08, 2008

Gileee...makan sendal kulit ??!!

Alhamdulillah, suasana Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa begitu nikmat. Lebih-lebih setelah beberapa tahun tidak menikmati indahnya proses mudik alias pulang kampung, hingga dakyu merasa sangat bersyukur atas karuniaNya karena dapat menjalani puasa dalam keadaan sehat serta masih diberi kesempatan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar di kampung halaman tercinta.

Sehari menjelang lebaran, dakyu komplit dengan anak dan suami menuju Jogja melalui penerbangan Air Asia jurusan Pulo Gadung ..eh...Solo. Hari itu penumpang bener2 penuh pol dengan mayoritas mbak2 dan mas2 para pekerja dari MY yg sedang mengambil cuti hari Raya. Jadi nggak heran kalau imigresen di bandara Adi Sumarmo menjadi penuh sesak ketika pesawat landing. Kendati begitu para petugas tampak ramah terhadap para pahlawan devisa tersebut, tidak terlihat adanya jalur khusus TKI maupun gelagat pemalakan. Petugas juga dengan senang hati akan membantu ketika diantara mereka tampak kebingungan.

Dug..dug..dug....dug..dug...
Allahu Akbar..Allahu Akbar...Allahu Akbar...Laa Illaha Illallahuwallahu Akbar....Allahu Akbar Walillahilham....Suara takbir mendayu-dayu membuatku terharu, lagi-lagi mensyukuri rahmat dan barakahNya.Atas kehendaknya kita kembali menuju fitrah, menjadi suci dan bersih. Berduyun-duyun muslim dan muslimah menuju lapangan untuk menunaikan sholat Ied dengan wajah berseri-seri. Sedangkan dakyu yg kali ini tidak dapat ikut sholat hanya ditemani oleh lengangnya jalan, beberapa juru parkir, beberapa abang becak serta beberapa orgil dengan barang2nya yg menumpuk, juga beberapa pejalan kaki yg tampak kucel karena bangun kesiangan.

Seperti kebiasaan di setiap hari raya, ketupat, lontong, opor, rendang tersaji di meja, muncul bersama dengan teman sejawatnya...YeS!! ...sambal goreng krecek.
Ah..Tapi gara2 sambal goreng krecek lauk favorite keluarga ini selera makankyu menjadi agak terganggu.

Bagaimana tidak ?
Akhir2 ini di Jogja beredar isu mengenai keaslian krupuk kulit/krecek. Demi mengeruk keuntungan lebih, existensi krecek alias krupuk kulit yg sudah terkenal kelezatannya tercoreng oleh orang2 yg sangat tidak bertanggung jawab. Krupuk kulit asli yg renyah disaat kering akan berubah menjadi kenyal, empuk dan gurih ketika dimasak menjadik sambal goreng, seharusnya terbuat dari kulit sapi. Tentu saja harga menjadi sedikit mahal. Nah..dengan maksud untuk memangkas harga produksi, belakangan para pedagang nakal menggunakan tas maupun sepatu kulit bekas sebagai bahan dasar krecek alias krupuk kulit menggantikan kulit sapi asli. Jadi mereka dapat menjualnya jauh dibawah harga pasar.
Hwadooh..sepatu kulit bekas..?? ..pliss deh...kebayang kan bau jempolnya
Yah..meski pemalsuan2 ini terjadi di luar kota jogja, tapi tetep aja bikin eneg dan menurunkan minat dalam menyantap masakan tradisional ini.
Jadi untuk menghindari bau jempol or bau tas kulit bekas, lebih baik beli saja krecek ber merk dagang yg mencantumkan ijin dari Depkes.

Walah..jadi ingat daging sampah dari resto en hotel yg kemudian dijual kembali dengan harga murah setelah diberi formalin dan dimasak ulang.

Meski banyak yg menyimpulkan bahwa perbuatan2 nekat seperti diatas disebabkan oleh kemiskinan yg mendera, tapi menurutku moral lebih banyak bertanggung jawab atas kenekatan yg jahat itu. Dengan sengaja mereka memproduksi en menjual bahan makanan daur ulang tersebut kemudian dipasarkan khusus untuk orang2 minim fulus yang belum tentu mau mengkonsumsi bahan makanan tersebut jika mereka mengetahui/menyadarinya. Lebih dari itu, apakah produsen tega menelan hasil olahan mereka sendiri ?
..hueekkkss....ogah juga kan ?

Mungkin kesalahan tidak 100% berada di pundak pedagang2 nakal itu, karena barangkali mereka hanya mencontoh para penggede yg sibuk mengumpulkan harta dengan berbagai cara seperti kata pepatah jawa berikut ini :
Yen Ora Ngedan Ora Keduman
, terjemahan premannya begindang ...
Kalau nGgak ngelakuin perbuatan Gokil ngGak Kebagian Bo'.....

Bagaimana menurut anda?

Tuesday, September 02, 2008

Serunya parkir di Pavillion Mall, Jalan. Bukit Bintang

Sebenarnya nggak seru sih, tapi ngeselin.
Ngeselinnya bukan karena tukang parkirnya ogah dibayar atau auto pay machine geleng-geleng gak mau nelen uang kita, tapi tulisan/sign yg menunjukkan level dimana kita sedang berada pada saat itu menyebabkan pengunjung baru, setengah baru bahkan pengunjung lama menjadi bingung.

Contohnya : Jika tempat parkir di B1otomatis kita akan memilih eskalator B1 untuk menuju ke lantai atas. Disitu akan tampak tanda 01dengan tanda panah keatas artinya eskalator menuju lantai 1. Pada saat eskalator membawa kita menuju lantai 1, terkadang kita ingin memastikan tempat dimana kita tadi parkir. Nah menolehlah kita kearah belakang, masalah mulai timbul karena pada sign tertulis B1. Jadi intinya penampakan sign berbeda jika dilihat dari depan dan belakang.
" mm ...tadi gwe parkir di B1 apa di lantai 1 yak....?" aahh...sutralah dipikir nanti, yang penting shopping dulu coy..!

Beberapa bulan yg lalu dakyu juga ngalamin kebingungan di parkiran Pavillion. Lebih memalukan lagi kami bertiga gak ada yang bisa menemukan dimanakah mobil kami berada alias pikun semua !! Iiihh...sebel banget !! Lebih menyebalkan lagi para sekuriti juga cuma ikutan bengong, dan sama sekali tidak membantu dengan pertanyaan2 konyolnya...

" Tadi masuknya dari jalan apa, dilantai berapa...?" halaahh...kalau ingat mah kagak usah nanya cik.
" Sudahlah, memang sekuriti2 itu dibayar buat berdiri doang, jadi jangan mengharap lebih " gitu kata Kangmas Jogelem suamiku.

Alhamdulillah setelah hampir setengah jam kami berpencar mencari space parkir mobil kami, akhirnya si Adek berhasil menemukannya juga..." di lantai 1 mah.." Hoouwgh finally.....
Walah..kocekpun kembali dirogoh buat membayar kelebihan waktu yg terbuang untuk mencari sesuatu yg tidak hilang.

He..he..jadi ingat temanku yg pernah mengalami kejadian serupa, lupa tempat parkir kendaraannya. Berhubung do'i sendirian, so pasti sangat cemas dan kebingungan. Untung cerita berakhir happy ending setelah beliau berkeliling naik motor dibonceng oleh sekuriti dengan meneliti setiap lantai parkir. Woalah..mbakyu..mbakyu...suit..suit...

Minggu kemaren Pavillion Mal cukup ramai seperti biasanya. Kembali kejadian lupa parkir tampak d idepan mata. Beberapa keluarga tampak kelimpungan mencari-cari dimanakah mobilku ?... lhaH...kami bertiga malah cekikikan melihat pemandangan itu hiks..hiks..hiks...
" hust !! bukannya membantu..." ...upst..kita kan ingat masa lalu..

Tiba2 ada sesuatu melintas..
Apaan tuh..!! ..yo'i...ibu-ibu sedang berkeliling naik mobil buggy diantar petugas buat mencari mobilnya yang tak hilang. wah..wah....Pavillion tambah canggih euy..!!
Tapi yang penting sebenarnya tulis aja gede-gede B1, B2, Lantai 1...dll, disetiap level menuju pintu masuk untuk mengurangi kemungkinan lupa.

Nah sekarang dakyu berusaha menertibkan diri tuk selalu mengingat,
1. Masuk Mal dari jalan apa.
2. Begitu parkir langsung melotot di level berapa dakyu saat itu.
3. Warna, dan nomer tempat parkir.
4. en daripada lupa catet aja di kertas kecil atau di poto pake kamera HP.

Dah...caTeT.....

Tuesday, June 24, 2008

Rambut jadi keriting kayak indomie.

Saat ini exam anak2 sekolah sudah selesai, mereka mulai mengisi kegiatan summer yang cukup padat. Di Jakarta bahkan anak2 sekolah mulai terima rapot kenaikan kelas. Tentu saja anak2 gembira karena naik kelas apalagi mereka yg telah mencapai prestasi bergengsi. Banyak ibu2 yg merasa plong karena anak2 berhasil melalui masa2 ujian, mengingat betapa sutrisnya para mami ketika membantu si anak belajar untuk menghadapi saat menegangkan ini.

Salah satu tugas ibu nyeng mbikin sutress dan mengajak rambut bersaing dengan keritingnya indomie memang ketika sedang membimbing anak belajar, terutama disaat usia sekolah dasar alias primary. Anak2 di usia ini belum mengerti kenapa harus belajar juga belum paham bahwa belajar adalah suatu proses menuju sukses agar memperoleh kehidupan layak di kelak kemudian hari en bla..bla.....Setahu mereka tugas anak2 adalah sekolah plus belajar dan belajar, jikalau malas belajar mama akan marah apalagi hasil ulangannya mendapat nilai jongkok.Tentu saja mama juga akan mengomel ketika anak bermalas-malasan.......
" Belajar kok males, kamu mau kalo sudah besar jadi tukang becak...?".. iihh...ini pertanyaan yg sering aku dengar ketika diriku masih imut.

Waktu dakyu masih kecil ibuku paling hobi menyuruhku belajar meski di akhir minggu. Beliau pasti akan berhalo-halo jika melihat anak2nya kurang kegiatan. Jadi kalau nggak ada kerjaan mending baca2 meski kadang ngelantur karena pikiran melayang kemana-mana, yah..daripada mami ngomel. Dakyu juga masih ingat ketika suatu pagi di hari Minggu teman2ku datang menyambangi untuk menjemputku menghadiri ulang tahun teman, mereka harus menungguku sampai aku selesai mengatur kembali buku2ku setelah selesai digunakan tuk belajar en mengerjakan PR.
Ah..itu jamannya dakyu masih SD nan katrok.

Sekarang gantian dakyu jadi mami.
Sampai usia kelas 4SD, anak-anakku tidak pernah aku akrabkan dengan kata2 'horor' yang bernama 'belajar'. Sebagai pengganti kata belajar dakyu menggunakan istilah 'tebak-tebak'an. Nah...Untuk dapat menebak semua pertanyaan otomatis mereka harus membaca terlebih dulu dan untuk dapat mengerjakan math/berhitung tentu saja mereka harus latihan dulu.

" Nggak usah belajar, baca2 aja...." gitu selalu kata bapaknya.
Dan anak-anakpun dengan senang hati akan meminta..
" Mah, tebak-tebakan yoks.."... haiyak...Cerdas Cermat dimulai....

Tapi suatu ketika dakyu pernah bertindak agak keras dengan si Adek gara2 sifat ke'ngeyel'annya.Saat itu Adek masih kelas 2 SD. Ini merupakan pengalaman tak terlupakan dan mengharap tidak akan terulang lagi. Singkat cerita situasi sudah mulai memanas dan tidak lagi ada tebak2an, yg ada belajar !!
Dakyu menjelaskan soal matematika dengan agak emosi ( kayaknya sedang PMS)
" Udah ngerti belum ..?..masak gitu aja nggak ngerti sih....grrRrr...ggRR....? "....ngamuk ceritanya..
" Sekarang kerjakan soal ini...priiittt...mulai.."...gGrr..GgrrrR...emosi sampai ke ubun2.....

Ternyata oh ternyata, tidak ada satupun soal yg dikerjakan dengan benar alias bernilai eNol. Rupanya Adek nggak bisa mengerjakan soal karena ada perasaan takut dimarahi mama. Weleh..weleehh...baru kusadari betapa jahatnya dakyu. Betapa ngenesnya melihat wajah Adek yg tegang ketakutan, sangat memelas. Butiran2 besar keringat berkumpul diatas bibir dan ujung hidungnya, sedangkan bibirnya terkatup rapat. Menyadari ketidak beresan ini langsung dakyu membalikkan suasana tegang menjadi bernuansa ceria.
" Dek kamu mau es krim nggak...? ..tanyaku renyah...
" Mau mah...rasa strawberry ya....?..wajah Adek berubah sumringah...
" Mama ambilkan ya...nanti kalau sudah selesai makan es krim soal tadi dikerjakan, pasti bisa dapat 10. Kamu kan pinter, tadi salah karena terburu2 aja..." gitu bujukku selembut mungkin...

Dengan semangat Adek kembali mengerjakan soal2 yg sebelumnya dikerjakan secara ngawur. Sesekali pipi chubbynya aku ciumi karena perasaan bersalah serta penyesalan yg terus mendera. Aaahh...

" Mah udah selesai nih, bener semua nggak ?"...dengan antusian Adek menyerahkan hasil pekerjaannya..
" wah...hebat, betul semua Dek.."...dakyu heran, sedang Adek cuma tersenyum-senyum.

Ah..pengalaman jadul ini membuatku sadar untuk tidak terlalu memaksakan kehendak meski kepada buah hatiku sendiri. Mereka tidak akan tumbuh dengan baik kalau selalu mengalami ketakutan, tertekan serta merasa terpaksa. Lagipula kelembutan ortu harus selalu terjaga dengan memunculkan logika serta mengendalikan emosi. Perlu juga untuk selalu memuji hasil karya anak2 agar mereka bangga dengan hasil positif yg telah dicapai. Selain daripada itu betapa pentingnya mendorong anak untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yg sungguh2 mereka senangi. Wallahualam....

Kini mereka sudah tahu apa arti belajar.
Belajar tidak sekedar untuk menyenangkan hati ortu tapi untuk kepentingan mereka sendiri. Sekarang mama sudah tidak lagi membantu dalam hal mengerjakan soal pelajaran2 sekolah tapi berganti fungsi sebagai tenaga bimbingan dan penyuluhan yg mencakup soal percintaan. Sedangkan bapak kebagian peran untuk menjawab pertanyaan2 remaja laki-laki yg haus akan informasi perkembangan teknologi masa kini.

Friday, May 16, 2008

Belajar 'nyontrek'


Kelakuan suka iseng mengajakku untuk ikutan Lomba Foto Family Gathering Iatmi 2008 di Hot Spring Sungai Klah beberapa waktu lalu. Dengan tema Fun n Harmony, foto keluarga Jeng Asih yg saya sontrek dari kejauhan ini ternyata mendapat posisi ke 4 alias pemenang harapan.

Bagiku penghargaan itu sudah sangat menggembirakan, secara mengambil foto asal jepret dan terkesan sok-sokan. Bukan hadiahnya, bukan pula gayanya, tapi ini menjadikanku bertambah kepengen mempelajari fotografi dengan lebih serius. Halah....serius banget sih..

Emang serius nih, ...jadi dakyu nggak cuma terlihat petentang-petenteng bawa kamera kesana kemari gitu loh.

Cinta Laura vs ndeso

Sosok gadis kecil blasteran berumur 14 tahun itu memang cantik dan terlihat smart. Gaya bicaranya yang polos membicarakan keadaan dirinya banyak dinilai orang sebagai sombong dan sok cerdas. Cinta Laura memang fenomenal. Banyak orang sebel mendengar bahasa Indonesia yg belepotan hingga banyak orang menyangka cara ngomongnya hanyalah dibuat-buat. Itulah hebatnya si Cincha, masih 14 tahun tapi sudah menjadi perbincangan seluruh Indonesia, suara hujian becheknya dijadikan ringtone, cara ngomongnya ditiru-tiru orang, rambu2 pulak ikut2an. Nggak semua anak bisa seperti itu. Kalaupun ada yg suka maupun sebel, pastinya perlakuan tersebut sudah biasa bagi mereka yg sudah terlanjur ngetop markotop.

Secara pribadi dakyu maklum saja kalo dia tidak bisa berbahasa indo dengan cara baik dan benar apalagi mematuhi pakem EYD. Ayah asli bule meski ibunya orang Indo totok. Walau tinggal di Indonesia sekalipun, biasanya kalau bapak/ibunya orang asing yg berbahasa inggris maka anak2 mereka akan berbicara basa inggris juga. Apalagi bersekolah di Int school. Banyak juga anak-anak kawanku yang tidak bisa berbahasa Indo sama sekali. Itu si Chincha masih mending bisa berbahasa Indo meski tujuannya untuk kepentingan bisnis agar bisa bermain dalam sinetron indo, yang penting masih ada kemauan untuk belajar. Sekarang memang masih belepotan, syapa tau kedepannya bisa ngalah2in org Indo asli dalam ber EYD. Kasusnya berbeda dengan anak2 Indo asli yg sudah lama di LN. Meski sudah cas cis cus ber inggris ria , mereka dalam sekejap bisa dengan mudah kembali ke bahasa ibu jika sedikit saja tersentuh berbagai hal berbau Indonesia. Apa mungkin ini karena panggilan lidah atau karena darah indonesia asli yg mengalir deras ? walahualam.

Nah jika si Chincha susyah meninggalkan logat ngenggrisnya, maka aku susyah menghilangkan aksen katrok-ku. Meski sudah 20 tahun lebih meninggalkan Jogja dengan hidup merantau, ternyata logat jawaku sukar disembunyikan. Padahal aku sudah berusaha bergaya supaya tidak terdengar ndeso, Tapi ..ah!.... ternyata tetep aja katrok plus jadul lagi.
Mungkin ya itu tadi...sudah panggilan lidah....

pic dari sini

Monday, May 12, 2008

Happy Mothers Day


11 Mey hari Minggu kemaren sms bersliweran di HP ibu2, email ucapan juga banyak mampir. Sesama ibu saling memberi selamat, saling mensupport, dan saling mengingatkan betapa penting peran ibu bagi seorang anak. Banyak juga yg menceritakan soal kartu ucapan dari anak2 mereka. Sangat menyentuh dan membuat terharu naluri seorang ibu.

Dakyu agak sirik membaca cerita2 mereka karena anakku nggak ngucapin happy mother's day...
Dulu ketika kecil masih mendingan, dakyu dibeliin jam tangan merk DKNY urunan sama bapaknya. Dia urun 10 RM saja sedangkan sisa pembayarannya uang dari bapaknya.
Waktu itu aku mendengar si Adek berbisik-bisik pada si bapak dengan antusias.
" pak, mbeliin hadiah buat mamah yok..ini kan mother's day..., bliin jam tangan aja ya pak..aku punya uang kok"
" bagus juga, ya udah sini mana uangmu..."
" nih pak...."
" 10 RM ? " ....bapak bengong....
"..hiks..uangku cuma segitu pak...gak apa2 kan?
" ...adek tersipu..

Terimakasih ya Dek....niatmu sungguh mulia.

Sekarang Adek sudah jadi ABG, mungkin jadi agak berat/malu melakukan hal-hal romantis begitu. Kecuali kalau memang dia ditakdirkan sebagai pria romantis. Ah...tapi mana mungkin. Diturunkan dari syapa??...
Tapi aku tahu dan tidak pernah ragu, si Adek dan si Mas selalu mengucapkan I love you mommy....meski aku tidak mendengar.

Monday, April 21, 2008

Membuat OrTu senang....


Ngurus perpanjangan SIM sebagai salah satu tujuan pulkam kemaren berhasil terlaksana dengan sukses. Berhubung susyah mencari posnya pengurusan SIM keliling secara bus kelilingan terus sampai kesulitan memegang buntutnya. Akhirnya Polres Jakarta Selatan dijadikan pilihan buat mengurus perpanjangan SIM A. Meski tidak menggunakan fasilitas pengurusan SIM keliling, tapi pemrosesan berjalan cukup cepat singkat dan hemat. Total jendral hanya menguras kocek sebesar 90 rebu repes komplit dengan asuransi kecelakaan. Tanpa nyogok zonder calo alias rapi jali.

Urut2annya jelas, ngambil form, ngisi, bayar asuransi kemudian diserahkan ke petugas plus bayar. Selanjutnya tinggal tunggu panggilan foto. Setelah difoto jepret dalam sekejap tanpa ngantri kita (kita??!) *loe aja kali gue enggak* akan mendapat panggilan untuk memeperoleh sim baru dengan foto terkini. Yess!!...secara keseluruhan hanya memakan waktu satu jam ...hebring pisan euy..!!

Sementara menunggu Kangmas Jogelem asik mondar-mandir dalam pengurusan, dakyu sempat berbincang dgn dua orang bapak2 berkategori eyang kakung. Rupanya mereka malas mengisi form dengan huruf2 kecil en nggak penting hingga harus minta tolong kepada pengantar yg tulalit. Pak pulisi berseragam premanpun berkata..
" diisi komplit jangan dikosongin ajah....memangnya bapak masih nyetir kok perpanjang SIM segala...? gitu tanyanya pada bapak yg usianya diatas 70an tahun tersebut.
" Welha ..ya masih nyetir toh..." samber si bapak sambil menjedukkan tongkat penyangga kakinya. Rupanya kurang senang ditanya begitu.
" ooo...masih toh.." he..he..pak polisi berpakaian preman cuma nyengenges....

" Kalau bapak sudah umur berapa pak..." dengan PeDe kutanya bapak di sebelahnya.
" Saya sudah 80 tahun, bekas tentara...." hm..sumprit, kalo ibu2 gak bakalan ngaku ditanya soal umur...
" masih nyetir juga pak.." tanyaku..
" Moasiihh....keliling2 Jakarta juga masih sanggup...." sahutnya
" Tapi pake otomatik barangkali ya pak...." cerocosku
" Enggakk!!....yg biasa...!!." ...oo..manuwal gitu ya pak....

Aku jadi teringat bapakku yang tahun ini akan merayakan ultah ke 73.
Keinginannya untuk menyetir mobil masih diselimuti semangat 45. Masih lincah dan galak. Galaknya bukan versi ngomel2 tapi meng up grade bunyi klakson hingga super duper ngagetin bahkan penumpang di dalamnyapun ikutan kaget. Sumpih kenceng pol !..
Nggak heran jika anak2 muda pengguna motor mencak-mencak di saat klakson berbunyi. Mereka patut di 'DiN' karena menurut bapakku mereka mengendarai motor seenak udelnya tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. he..he..he..betul juga ya pak...

" Mbakyu masak bapak yang nyetir sih, kasihan...en aku juga takut kalau bapak nyetir, apa refleknya masih oke ?" bisik adikku..
" Wes tenang ajah, bapak masih sanggup en seneng nyetir kok.
.." jawabku

Diragukan kepiawaiannya begini bapakku menjadi bersedih.
" Memangnya bapak sudah tua banget ya sampai pada ketakutan kalau bapak nyetir? keluhnya..

Sangat manusiawi jika seseorang ingin diorangkan, diperlukan, diakui keberadaannya, serta dihargai hasil karyanya.
Begitu juga dengan orang tua kita. Meski sudah tua mereka tidak mau dianggap tidak berdaya, mereka tetap ingin melakukan sesuatu yang mereka senangi walau terkadang kita menghawatirkannya. OrTu bisa mengukur kemampuan sendiri. Selama mereka merasa sehat alias fit, aktifitas pasti akan dikerjakan karena tidak betah berdiam diri kemudian akan berhenti jika merasa tidak sanggup lagi. Sebenarnya dengan begini kita akan tahu adanya ketidak beresan jika suatu saat ayah/ibu kita tidak mau melakukan apapun, semacam alarm warning alamiah.

Selama hidup ortu bekerja keras membanting tulang untuk membesarkan dan menghidupi anak-anaknya. Giliran sudah mapan
naluri anak berbakti muncul dengan niatan ingin menyenangkan hati orang tua. Ortu dipersilahkan duduk manis menikmati hari tua, dilarang melakukan ini itu supaya tidak lelah dan tidak sakit-sakitan. Sayangnya niat baik ini tidak selalu menyenangkan hati ortu. Ada sebagian malah merasa terkekang, tidak berguna dan bersedih.

" Bu Senik sekarang nggak jual gorengan lagi, disuruh istirahat sama anaknya yg sudah sukses. Sekarang tinggal di rumah magrong-magrong, pemberian anaknya. " gitu cerita ibuku yg hobby shopping plus berwisata kuliner.
Akyu cuma menelan ludah mendengar kata-kata 'gorengan'...gleks....tempe gembus, tahu susur, tempe koro, pisang/singkong goreng...gleks....
" Nggak ada kegiatan malah jadi sakit, kasian...." lanjut ibuku..

Nggak beda jauh dengan kondisi mbah Ngatemi yg merasa kesepian setelah dilarang cucunya berjualan pisang hasil kebunnya kepasar. Meski tiap bulan uang kiriman jalan terus, tapi tentu saja bukan hanya itu kebutuhan manusia.
" Lha aku mau ngapain nih dirumah seharian ..?" gitu kira2 kalo diterjemahkan.

Ah
,,,ternyata nggak semudah itu ya menyenangkan hati ortu.
Selain bantuan moril materiil rupanya memberikan kesempatan agar bisa melakukan hal-hal seperti yang mereka lakukan ketika kita masih dibawah asuhannya akan terasa lebih menyenangkan karena ini memberikan motivasi untuk tetap berguna bagi orang lain.

" .thOk..ThoK..tHok..thOk...gglodag.. dUerrr" ....
apaan tuh..!!
Woalah.. ..bapakku sudah kembali ke hobby nukangnya, terlihat sehat seger sumyah setelah batuknya genap pada hitungan 100 hari.
Alhamdulillah.

Monday, April 14, 2008

Ngegosip ?

..hiks..nggak ah...

Mempunyai anak adalah sebuah karunia besar. Baik laki-laki maupun perempuan sama saja. Sama asyiknya, sama senangnya, sama serunya. Dan nanti setelah beranjak besar rumah akan semakin bertambah ramai dengan ocehan2 mereka.. Sssst...tapi rupanya anak laki2 lebih sedikit bicara dibanding anak perempuan, karena konon laki2 cerewet sekalipun hanya akan mengeluarkan 6000-7000 kata perhari sama dengan jumlah kata yg dikeluarkan oleh wanita pendiam. Kononnya lagi golongan wanita ceriwis bisa mencapai hingga 20.000 kata atau lebih perharinya.Woow...

Nah rumahku termasuk sepi secara mommy adalah satu2nya wanita disana sehingga naluri ngerumpi tidak bisa tersalur dengan baik berhubung tidak ada lawan.
Anak laki-laki kurang suka diajak bergosip, bicara apa adanya tanpa bumbu penyedap dan seperlunya saja.

Simak deh obrolan gaya anak laki2 dengan mommynya....

Mommy: Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget kenapa ..
Anak laki-laki: Dia baru putus ....
Mommy : OOoo ... siapa sih pacarnya ?
Anak laki-laki : Ah...sudahlah....
Mommy : :(

Coba ngegosip sama anak perempuan, barangkali akan lebih heboh ya...

Mommy :Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget ya..
Anak perempuan : oiya...kasian deh mom dia baru putus, abis cowoknya nyebelin banget sih, nggak ada pengertiannya sama sekali...nggak bosen2nya TePe-TePe (tebar pesona-red)!!
Mommy : OOoo gitu.... siapa sih pacarnya ?
Adek : Itu si Joni yg playboynya minta ampun, huh dasar...kalau gue sih udah dari dulu2 gue kepret tuh si kupret...!!
Mommy : :-) kek..kek..ke.k...

Di Mall.
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak laki2 : Nggak.
Mommy : kalau yg ini dek ? modelnya lebih bagus ya...
Anak laki2 : hmmm.....bagus.

Dengan anak perempuan bakalan lebih seru,
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak perempuan : ah enggak banget mom.., warnanya aja norak modelnya juga nggak cocok buat mommy. Kurang elegan gitcu...
Mommy : kalau yg ini dek ? sepertinya lebih bagus ya...
Anak perempuan : Nah ini lebih oke, lebih trendy, lebih keren, pokoknya perfect deh...
Mommy : manggut... manggut...mikirin harga yg selangit.
Anak perempuan : Aku boleh beli juga kan mom?
Mommy : @8?/!!

Nggak cuma dengan anakku, ngerumpi dengan Kangmas Jogelem suamiku juga bagaikan pantun tak berbalas.

Akyu : "Kangmas..kangmas...artis itu emang kebangetan ya, tega2nya ngerebut suami orang..."
K Jgl : " hhmm..."
Akyu : " Kangmas...dengerin dulu toh, menurutmu gimana ..kebangetan ya...."
K Jgl : " Hmm....menurutku pembaca info gosip yg kebangetan. Mau-maunya membahas masalah orang..."
Akyu : :- ( *ngeluyur pergi plus malu...*

Sebenarnya sebel juga tidak mendapat tanggapan ketika sedang kepengen ngerumpi. Tapi sepatutnya dakyu bersyukur dengan keadaan seperti itu. Hikmahnya dakyu dijauhkan dari bergunjing serta dapat meminimalisir sesuatu yang sangat dimurkai olehNya.

Alhamdulillah hari ini dakyu bisa aktif lagi di MAB Library untuk kegiatan audio setelah beberapa lama cuti . Disitu dakyu berbahagia karena dapat mengeluarkan kata-kataku sebanyak mungkin semampu lidahku en sebanyak busaku. Yess..!!....hari ini lebih 20.000 kata ...

Lho..lho...tapi kok masih pengen ngoceh lagi ?...sstt..udah..udah... berisik ah!!

Yo wes...cerita sama Gembul ajah kalo gitu....
...Mbul...Gembul....

Pic dari sini

Sunday, April 06, 2008

cerita soal si Meno

Beberapa hari terakhir ini dakyu seperti mabok wedang jahe. Mata hanya mampu melek dengan kekuatan 5 watten en rada kliyengan. Sampai2 bola pingpong yg dipukul ganas oleh ibu2 jumat kemaren terlihat seperti 4 bola melayang diudara. weleh..weleh..
Bahkan panas plus sedepnya soto ayam made in mbak Ning di pengajian awal April kemaren tidak berhasil mengusir gejala flu kelanjutan dari sakit tenggorokan oleh2 pulang kampung. Tapi untung ada mbak Kip juru bebenah merangkap sebagai juru kerok. Kepiawaiannya dalam mengerok cukup teruji dalam berbagai sessi, dan kali ini usaha mbak Kip kembali berhasil. Dalam sekejap...rok..kerok...keroookk...wes..ewes..ewess..bablas angine!! ..Cihuy...mbak Kip memang pol marjempol!!
" laaa....tak iyyeeee....." tuh...logat maduranya manteps..

Serunya pengajian awal bulan kemaren masih terngiang. Kembali rumah mbak Ning dijadikan tempat berkumpul. Setelah selesai acara tadarusan mbak Lusi seorang dokter lulusan Unpad menyampaikan materi ceramah seputar gejala alamiah yang pasti akan dialami oleh setiap wanita yaitu soal menopause.Meski artikel mengenai soal kewanitaan banyak kita jumpai diberbagai media cetak ataupun bisa download dari internet, tapi sharing dari kawan2 serta interaksi dengan mbak dokter Lusi ibu dua putri yg cantik ini membuat pertemuan tersebut menjadi punya nilai lebih.

Pada umumnya menopause alami terjadi dikisaran umur 50 tahunan meski bisa dialami juga oleh wanita berumur 40 tahunan. Karena faktor keturunan, faktor auto imun, en merokok ,menopause dini bisa terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun.. Disamping karena kejadian alami, menopause buatan terjadi oleh karena alasan medis hingga seorang wanita harus diangkat kedua buah ovariumnya, kemoterapi, dsb. Pada saat itu jumlah hormon estrogen yang bertanggung jawab atas datangnya menstruasi lama kelamaan akan semakin menyusut.
" Bu dokter, kalau ovarium tinggal atu', pegimane soal estrogennyah ?" sstt..ada pertanyaan tuh disimak..
" Tetap ada produksi estrogen mbakyu, cuma tentu saja jumlahnya akan berbeda dibanding sebelumnya.." gitu jawab mbak dokter yg sedang off karena mengikuti suami bertugas di KL .

Gejala menjelang menopause akan berbeda pada setiap orang. Tapi biasanya hot flashes, jantung berdebar, banyak keluar keringat, uring2an, mudah marah, merasa tertekan, resah en gelisah adalah tanda2 awal datangnya menopouse. Banyak wanita tidak merasakan tanda2 tersebut hingga tidak mengganggu aktivitas harian ataupun mengurangi kwalitas hidup. Meski begitu banyak juga wanita menderita akibat datangnya menopause. Disinyalir ketidak siapan mental dalam menghadapi proses alam ini menjadi stimulan akan parahnya gejala meno. Kekhawatiran menjadi orang tidak berguna, menjadi tua, diremehkan anak2, tidak diperhatikan suami, en ditinggalkan teman biasanya akan dialami pada saat itu.

Berdasarkan sharing dari beberapa ibu ada trik supaya gejala meno teratasi dengan baik.
1. Komunikasikan keadaan ibu pada saat itu dengan suami dan anak. Informasikan kepada mereka tanda2nya supaya mereka paham en dapat menerima ketika ibu sedang bad mood.
2. Perbanyak pengetahuan mengenai maslah meno.
3. Rajin berolah Raga .
4. Ikhlas dengan keadaan yg sudah diciptakan oleh Allah swt.
Insya Allah beberapa kiat di atast dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala2 hingga ibu2 nyaris tidak akan merasakan sakitnya derita meno. Dan pastinya ibu2 akan tetap OYe..!!....ayo buuu...go..go..go....

Dengan semakin menipisnya hormon estrogen akibat menopause gangguan alami serta tanda2 ketuaan mulai bermunculan.Gurat keriput kulit pelan tapi pasti akan menampakkan diri , kekeringan pada vagina, serta osteoporosis/berkurangnya kepadatan tulang juga menjadi momok karena sedikit terjatuh dapat mengakibatkan cedera tulang baik retak maupun patah. Jika terjadi osteoporosis parah dengan kadar estrogen sangat rendah terapi sulih hormon (TSH) plus mengkonsumsi kalsium bisa menjadi pilihan (kalsium tidak dapat diserap jika estro rendah). Sebelum dilakukan terapi perlu dilakukan screening test terlebih dulu untuk mengetahui riwayat kesehatan si ibu. Tentu saja bagi yg pernah menderita cancer payudara or endometrium sama sekali tidak disarankan menjalani terapi ini. Begitu juga bagi mereka yang pernah/sedang mempunyai kista serta beberapa penyakit lainnya. Jadi gak sembarang orang bisa mengkonsumsi estrogen karena efek sampingnyapun lumayan bikin merinding seperti pendarahan vagina, nyeri payudara, mual, muntah, kembung, kram rahim. Oleh karena itu setiap wanita sebaiknya mendiskusikan resiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya.

Demi mendapatkan efek sama, sebenarnya alam telah menyediakan apa yang manusia perlukan. Kandungan isoflavon yg dipercaya berfungsi merangsang terbentuknya hormon estrogen bisa didapat dari bahan2 alami seperti kacang kedelai, brokoli, serta buah2an, serta susu berkalsium tinggi. Sebagai tindakan preventif mbak dokter Lusi menyarankan agar rajin mengkonsumsi makanan sehat tersebut. Hasil akan terlihat lebih nyata jika wanita rajin mengkonsumsi susu dkk sejak dibawah usia 3o tahun. Tapi tidak ada kata terlambat daripada tidak sama sekali.***

....Kurang lebih begitulah ceritanya ....
kalau kurang brarti gwe kagak nyimak..
kalau lebih brati gwe ngarang dong...upst!!...

Ya sudahlah mbakyu-mbakyu, pokoknya jangan lupa rajin minum susyu yaa....
Numis brokoli, lauknya tahu en tempe, juga mimik juz buwah....

Sunday, March 30, 2008

Betawi dimana mbak?...

Ceritanya sedang nunggu check in di Counter Air Asia tujuan Kuala Lumpur.
Counter belum dibuka sementara dakyu duduk manis menunggu di sebelah mbak-mbak TKI KL yg sedang asyik ngobrol dengan seorang laki2 penumpang Royal Brunei (sepertinya orang Brunei).
So pasti dakyu nguping dong....

Laki2 : " Jadi Sunda itu Jawa barat ya mbak...."
Mbak2 : " betul pak...pake bahasa Sunda.."
Laki2 : " Kalau Cirebon, Kuningan...juga Jawa Barat mbak ? "
Mbak2 : " Iya pak..."
Laki2 : " Kalau Jakarta Jawa Barat bukan mbak..?"
Mbak2 : " Kalau Jakarta bukan Jawa Barat pak, tapi kota Metropolitan.."
Laki2 : " oo...begitu...kalau Betawi dimana mbak, di Jakarta atau bukan ?"
Mbak2 : " wah..Betawi dimana saya nggak tahu pak..."
Laki2 : " Mungkin di sekitar Jakarta juga ya mbak.."
Mbak2 : " Mungkin juga pak..."

Ting..tong.... Attention please....
Penumpang Royal Brunei sudah diperbolehkan chek in.

Laki2 : " Ok mbak..byee...selamat ya..."
Selamat jalan atau semoga sukses gitu kali mangsutnya.