Sunday, April 26, 2009

It's been 22nd....

Ya ampyun aku lupa lagi....
Kusentil kupingku sendiri,kenapa selalu melupakan hari ulang tahun..
Bahkan hari ini disaat kami tepat di usia 22 tahun...

Waktu memang menunjukkan kuasa...
Tanpa terasa lama sudah kami hidup bersama....
Dari masa kemasa kini semakin nyata...
Usia menuntun kami menjadi dewasa, semakin bersahaja, semakin saling merasa, tanpa ada lagi pura-pura....

Tanpa dipungkiri pun kami akan tua dan renta...
Tapi masa lalu boleh saja tetap tersimpan rapi dalam memori....

Karena aku tak kan pernah lupa..
Jamanku masih suku jaim sama kamu..:P
Di saat aku sering nyuekin kamu.. :P
Apalagi kalau kamu suka caper, weks..jelas pura-pura nggag kenal...!!!

Malah deru suara khas motor Suzuki GPmu kini kembali terngiang di telingaku...
ethek.. ewer.. ethek ..ewer...bremmm....pastinya saat itu berhenti di depan rumahku bukan di rumah cewek lain...

hm...jadi teringat gayaku membonceng motor andalanmu...
Anti melingkarkan tanganku ke pinggangmu ...gengsi coy ! ...

Hari ini...
Meski tidak ada rangkaian bunga ataupun 'candle light dinner'...
Tapi Allah telah memberiku kado teramatsangat istimewa, sebuah kebersamaan yang tak lekang dimakan usia...
Meski tidak selalu mulus, terkadang kerikil-kerikil tajam sering mengganggu disaat kami sedang bergandengan tangan...
Namun sejatinya kerikil-kerikil itulah yang menambah kepekaan dalam proses menjalani kehidupan.....

Thursday, April 23, 2009

Ketika anak senang bermain petak umpet...

Ting..tong.....
" Perhatian..perhatian....telah ditemukan seorang anak, mengenakan kaos bergambar superman berwarna biru dongker, bercelana panjang jeans, menggunakan sepatu sendal Neckerman..." suara seorang wanita menggema di salah satu pusat pertokoan di Jakarta dari counter informasi,dengan backsound seorang anak yg sedang menangis sesenggukan.

" Tuh ada anak hilang lagi, kalo suatu saat kamu terpisah dari mami en daddy nggak usah nangis,langsung aja ke tempat informasi atau lapor pak satpam, bapak2 berseragam putih biru yang tugasnya berdiri di sudut-sudut toko itu. Diingat-ingat tulisan informasinya ya..I..N...F...O...R..M..A..S..I..." gitu selalu pesanku pada sulungku yg ketika iitu berusia 31/2 tahun, baru seneng2nya membaca tulisan dengan huruf besar-besar.

Hobi bermaen petak umpetnya sering membuatku was-was yang terkadang berubah menjadi kesal. Kesenangannya bersembunyi diantara baju-baju yang dipajang di kounter-kounter atau sengaja berjalan menjauh dengan kami kemudian tiba-tiba muncul ketika ortunya mulai kebingungan akan membuatnya terkekeh-kekeh kegirangan.Hingga suatu saat kami pernah benar-benar seperti kehilangan anak di tengah hiruk pikuk keramaian akhir pekan di Mall Kelapa Gading Jakarta. Ketika itu mami mulai panik, muka sudah pucat (sempat ngaca di kaca fitting room yg kosong en kordennya kebuka), air mata mulai menggenang di pelupuk karena membayangkan anak semata wayang diambil orang ....

Tiba-tiba...

Ting...tong....
"Perhatian...perhatian...telah ditemukan seorang anak bernama Ica Mimanda...putra dari bapak Lopiti...rumah Pulo Debang Pemai...., sekarang berada di bagian Informasi lantai 3..."..walahhh..paakkk....itu anak kita....
Seblak..seblak....buru-buru aku mengangkat rokku yang tidak panjang kemudian berlari ke bagian informasi menjemput anakku yg saat itu sedang asik mengobrol dengan pak Satpam....weleh..welehh....

Dengan kejadian tersebut mami jadi bersyukur, salah satu pelajaran di setiap petang terbukti telah membantu ditemukannya anakku. Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membosankan bagi pendengar radio FM tapi ternyata tidak bagi si kecil, karena dialog mami dengan si kecil memang tidak akan pernah menjemukan ,malah hangat, erat, dekat dan bersahabat .....
" Nama kamu syapa...yg komplit..."
" Ica Mimanda..."
"Nama ayah...nama ibu...?"
"Bapak Lopiti dan ibu enda.."
"Alamat rumah..?"
" Pulo Debang Pemai...blok H 17 no 28....jatata timu.."
Tak pernah bosan mami selalu ngetes dengan pertanyaan yang sama,tujuanny memang kalau ketlingsut ada yang berbaik hati mengembalikan lagi kepada kami.
Dan untuk kasus hilang yang kedua kalinya diumur 4 tahunan, dengan gagah serta penuh percaya diri dia melapor ke Satpam di bagian Informasi ....
Namaku I..rrR.sha PrrRi..manda, bapaknya Pak.. rr.Rovicky. rumahnya Pulo Gebang Pe..rrR..mai...

Maen petak umpet versi anak ke dua lain lagi. Sering menghilang dikala sopir jemputan mencarinya !! Mami jadi stress secara tiap jam pulang sekolah telpon sana sini untk memastikan anak ikut mobil jemputan. Di saat kelas 2 SD mas sopir pernah menyerah kalah tidak dapat menemukan Adek hingga mengira sudah dijemput ortu. Mami sudah bercucuran air mata ketika tiba2 di halaman rumah suara deru motor berhenti...lhooo..Adekku diantar abang ojek...
.. Walah..walahhh....

Rupanya Adek yang lebih preman dari kakaknya ini diam-diam ingin meniru kegagahan kakaknya, naik bus biru no.57 nyambung metromini dilanjut ngojek. Biyuh..biyuh...panjang nian perjalanannya....
Memang sekali-sekali si mas ikut teman-temannnya menjajal kendaraan umum, sebab katanya lebih asik daripada naik mobil jemputan.

" Jalannya kan ramai,gimana tadi nyebrang jalannya dek...?"
" Aku lewat jembatan penyeberangan jalan..."

Dalam hatiku....
Good, berarti sudah menerapkan pelajaran PPKN...
"Kok kamu hapal jalan pulang, tahu jalur busnya...?"
" Kan mama suka bilang ke aku, mas Ica pake jalur bus apa..."

Dalam hatiku....
woo...ternyata dihapalkan toh..?
" Trus tadi bayar busnya gimana..?"..
" Aku nggag bayar,aku duduk sama kakak2 SMA"...

Dalam hatiku...
wah,ngiritnya kayak mami ajah nak....

Rasa ingin tahu merupakan sikap yang bisa memberikan motivasi kepada anak untuk memperoleh pengetahuan baru, kendati terkadang bisa membahayakan si anak. Ingin menjajal,kepengen mempraktekkan apa yang sudah diketahuinya tentu merupakan hal wajar. Ini yang sudah si mas dan Adek lakukan. Beruntung mami selalu memberikan penjelasan secara apa adanya, sehingga anak-anak bisa memuaskan rasa ingin tahunya dengan suka cita tanpa kendala, dan aman sentosa.

Monday, April 20, 2009

Selamat Hari Kartini ....

Hari ini tanggal 21 April.
Hari kebangkitan emansipasi wanita yang dulu tanpa lelah diperjuangkan oleh Ibu Kartini putri bangsawan dari jepara. Beliau telah memberikan inspirasi kepada seluruh perempuan Indonesia untuk mendapatkan perannya di dalam dan di luar rumah.

Hari ini banyak sekali peragawan-peragawati cilik melenggak-lenggok diatas cat walk untuk memperagakan baju daerah guna memperingati hari Kartini. Dari Sekolah-Dasar hingga sekolah menengah biasanya juga akan mewajibkan anak muridnya mengenakan pakaian daerah pada hari ini, hingga salun pedandan pun pastinya sudah mulai sibuk sejak lepas subuh tadi, menyulap muka anak sekolah menjadi bak artis ibu kota dengan harapan bisa memenangkan lomba mirip wajah ibu Kartini.

Saat ini ekspresi dalam mengenang tonggak dicanangkannya persamaan hak kaum laki-laki dan perempuan memang biasa/bisa dimanifestasikan dalam berbagai ragam acara. Ada lomba memasak nasi goreng oleh laki2, bapak-bapak maen bola sepak pakai rok, lomba panjat pinang oleh ibu2 dll .
Tapi jika direnungkan kembali, benarkah persamaan itu yg dimaksud ......?

Jaman sekarang emansipasi memang tidak lagi perlu dicari, semua perempuan boleh berkarya sesuai naluri dan hati nurani. Tapi bukan berarti ingin mengambil alih posisi karena akan lebih bermanfaat jika bersinergi. Keseimbangan alam menugaskan perempuan untuk memberikan harmonisasi dengan mengisi ruang-ruang kosong yang tidak dapat dilakukan oleh laki-laki, sesuai porsi.

Salut kepada para ibu bekerja yang dapat melaksanakan tugas gandanya, memakmurkan kesejahteraan keluarga berikut mengemban tugas pekerjaannya. Tabik untuk para perempuan yang telah berkarya dalam segala bidang, berjuang untuk kepentingan negara dan bangsa. Hormat saya kepada mbak-mbak asisten yg dengan segala daya upaya berusaha membahagiakan keluarga walau terkadang sakit mendera.
"

Kepada teman sejawat para ibu eR Te...
Tugas kita tidak kalah berat, 24 jam berdinas dalam kantor keluarga ( terbukti komputr nyala terus) tanpa bayaran satu sen pun, apalagi uang pensiun. Modal kita hanya ridho dan ikhlas, kendati ijazah sekolah tinggi tetap diperlukan karena dikantor ini kita bekerja rangkap, yaitu sebagai guru anak-anak, bimbingan kounseling buat mereka, juga sebagai mentri keuangan keluarga.

Untuk semua perempuan Indonesia...
Selamat Hari Kartini !!

Monday, April 13, 2009

Kecap Indon...nesia..' lagi best '....

Moms.....gimana seandainya di dapur kehabisan stock kecap..??..

Wah, kalau ini sampai terjadi bisa-bisa predikat sebagai ibu tidak bertanggung jawab bakal menempel di punggungku dengan tulisan besar, bold & underline.Seandainya pun dakyu minta maaf atas kelalaian dalam penyedian si hitam pekat ini, pastinya jawaban Tiada Maaf Bagimu akan terlontar menyertai wajah cemberut tanda kecewa yang terpantau dari menurunnya selera makan.warga rumah
...UPst....sorry mori bebek meri ya guys....

Kecap memang murah meriah, bumbu serba guna dengan rasa luar biasa tapi cukup irit. Dengan modal kecap doang makan bisa terasa nikmat dan nyamleng.
Bangun pagi 'sabu-sabu' temtu pake kecap. Maksudnya sarapan bubur prens...bukan nggelek yah.. Breakfast dengan telor ceplok plus nasi kecap krupuk,... wah ini favorit masa kecil, atau kalau kefefet makan nasi krupuk plus sambel kecap juga sudah oYe..

Aneka masakan semur,miss-tumis, mi goreng, bakso, sate tiada berkesan tanpa kehadiran si hitam manis nan pekat. Tapi sayang sangat susah menemukan merk kecap yang pas di KL. Kalo tidak terlalu cair malah terlalu kental dan berwarna hitam dengan rasa asin meski di botolnya sudah tertera kata2 ' Kicap Manis'....wehhh ketipuuu...

Menyimpan beberapa botol kemasan kecap produk Indonesia menjadi terasa perlu. Terdapat dua merek kecap terkenal yang dapat ditemukan di sini. Kecap dengan brand tiga huruf dan kecap bergambar burung. Para kecap ini termasuk langka di di KL secara hanya dijual di daerah pasar Chowkit tempat pemukiman warga Indonesia. Jadi kalau sampai lupa menyetok barang ini kemungkinan akan gigit jari ketika suatu saat simpanan habis sedangkan di toko penjual makanan Indonesia ternyata juga sedang kosong. Terbukti sekarang mulai sering kehabisan, masih mending terkadang terdapat kemasan plastik bukan kemasan botol.Akibatnya orang serumah protes karena kehilangan lauk favoritnya...nasi putih anget, tempe goreng garit plus sambel kecap... wess....bakalan cuma bisa ngeces dan ngiler membayangkannya....

Suatu saat pernah dakyu benar-benar kehabisan kecap, sedangkan toko andalan sedang tidak dapat diandalkan. Jadilah dakyu berkeliling super kampret mencari tahu kecap apakah yg biasa dipakai oleh orang lokal. Interview dengan para belanjawan dan belanjawati selalu saja tidak mendapat jawaban memuaskan.
" tak tahulah kicap mana yg sedap..."
" selalunya saya guna kicap indon...' e bi si'...lagi sedap..."
" kicap gambar burung.. lagi best..."
" kicap indon pekat, manis, sedap.....best giler..., tak cair tak kental..."

Biyuh..biyuh....nuwun sewu...saat ini saya sedang mencari kecap lokal mak cik...

Rencana membuat bihun goreng pun terlaksana juga setelah akhirnya menjatuhkan pilihan pada ' Kicap Mee ' dengan cara menghitung kancing bajuku...kicap mee..kicap lemak manis..kicap mee..kicap lemak manis..kecap mee..!! ..pas....kancing yg kuhitung habis sudah....

Tapi ternyata hasilnya sangat horor sudara-sudara...
Warna bihun seperti rambut yg di cat 'gojag-gajeg' ..pokoknya enggak banget deh..!! ...coklat ?..Hitam..? ..nyaris perpaduan coklat hitam tapi banyak hitamnya, meski rasanya tetap gurih serta sedap secara dakyu yg mangsak..
:D

Wallah..kok jadi mengeluh yah...

Aaahh....Sebenarnya tidak cuma soal kicap or kecap yang sering kita keluhkan masih banyak lagi.Dari soal makanan, bahasa,budaya, lingkungan,sampai soal salun pedandan ( salon ), pokoknya bakalan gempor kalau menghitung mengingat jumlahnya segambreng. Padahal kalau mau jujur, semestinya kita beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita tinggal. Tidak mungkin kita selalu mendapatkan apa yg kita mau,..apalagi di negeri orang....

Ah ..sutralah...
Gara-gara kicap....!!

Thursday, April 09, 2009

Kalo mami 'nyandu' Fesbuk

Jujur saja, bermain Face Book memang sangat mengasyikkan. Banyaknya waktu terbuang tampaknya tidak bermakna apa-apa dibandingkan dengan kemasyukannya. Jadi tidak heran jika kemudian ada perasaan seperti baru nongkrong sebentar di depan kompi, eee..ternyata sudah tiba waktunya menjemput anak sekolah, padahal belum ada masakan di rumah sedangkan setrikaan masih menggunung melambai-lambai minta digosok. ..fyuuhh...

Bagaimana tidak mengasikkan, secara banyak menu disana. Ada es teler,nasi padang,mi ayam, sate padang, ayam pop, eskrim dll yang bisa dikirimkan secara virtual kepada teman tercinta tanpa mengolah lebih dulu. Urusan kenyang nanti dulu, yang penting ngiler coy !...gitu prinsipnya. Bahkan kalau mau lempar-lemparan sepatu atau timpuk-timpukan tas kulit bermerk juga bisa, meski lagi-lagi secara virtual.
Ealah..tapi kok ya bisa bikin seneng.

Paling menyenangkan kalau bisa bertemu dengan teman lawas. Posting foto-foto jadul menjadi sepert barang anyar karena munculnya komen-komen lucu dari si empunya wajah beserta teman-teman, dan sumpih hal ini akan membuat kita ketawa-ketiwi, melupakan basa-basi serta kembali pethitha-pethithi ( gaya,serasa masih muda). Memang kalau dipikir-pikir ngFB seperti kegiatan tidak bermutu, wagu, dan lucu. Apalagi jika mami, daddy,opa dan oma ikut terlibatdi dalamnya. Tapi prens, fenomenanya memang begitu….

Belakangan ini, seseorang dianggap tidak gaul margaul jika belum ‘ngeFesbuk’ Padahal belum tentu demikian, karena faktanya masih banyak yang berpikir panjang untuk tidak membuka account FB. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa factor:
1. Mungkin super sibuk karena terjerat dengan pekerjaan kantor sehingga tidak sempat ngeklik FB.
2. Mungkin tidak berlangganan internet
3. Gaptek ( padahal kalau niat sekejap juga bisa canggih )
4 . Tidak suka bersosialisasi. Karena pada umumnya seseorang akan tetap exist dalam FB jika sering berkunjung atau membuat komen di FB teman2nya.
5. Takut (mungkin dilarang pasangan karena ada kecenderungan akan mengganggu stabilitas hubungan)…ho..ho…ho…segala kemungkinan bisa terjadi.kan ?
6. Emoh kecanduan.

FB addict..?...waw…..memangnya bisa begitu…?..bisa saja sodara-sodara, apalagi tidak ada kesibukan lain yang menyita waktu. Lantas bagaimana kita bisa dikategorikan sebagai kecanduan ‘mesbuk’?...yah..kira2 beginilah….
- Merasa gelisah jika sehari saja tidak menengok halaman FB, hidup serasa bagaikan sayur brongkos tanpa kluwek,,tidak komplit kurang bumbu dan hambar….oh…. tidaakkkss..
- Lebih suka chatting dan saling memberikan komen daripada nonton tivi atau ngobrol dengan keluarga.
- Buat yang pake Black Berry, akan lebih sering bertabrakan dengan orang secara terlalu khusu’ memantau FBnya tanpa melihat sekitar, lebih gaswath lagi kalau sudah mulai sering kesandung. - Sering mempraktekkan multi tasking. Memasak disambi bermain fesbuk secara kompi diset dekat dengan dapur. Nguleg sambel disambi chatting,komen sana-sini,gonta-ganti status di wall, upload foto, serta scan foto jadul untuk dipublish. Dan ini dilakukan mami dengan riang gembira sembari tetap melakukan gerakan mis-tumis, reng-goreng, yur-sayur, dan sreng-osreng…..weleh..weleh
Jadi jangan heran jika anak tiba-tiba berteriak protes …..

“ Mama sekarang masakannya kok nggag enak sih..?”
“ Bikin nasi goreng kelembekan…..bikin mi goreng nggag enak… “

-Lebih parah kalau suami sudah mulai menekuk wajah hingga 7 lipatan, weee...harus dikurangi frekuensi nge FB jika tidak menginginkan ada perang dunia ke tiga. Kemungkinan ada indikasi tercium gerakan CLBK (cinta lama bersemi kembali), terdedahnya KTS ( kasih tak sampai ), atau mungkin terkuaknya kisah Gatot alias gagal total. oH…Nooooo…..

Prens….Kalau direnungkan,tenyata banyak juga kelemahan FB jika kita tidak pinter-pinter mengambil positipnya saja. (ya jelas laah…)Jangan sampai kecanduan barang ini karena dampaknya seperti halnya barang yang bisa membuat ketergantungan lainnya

Aahhh….Mungkin kalau bang Napi tahu masalah ini dia juga akan berkata WasPaDalah !

Sunday, April 05, 2009

Giliran mami berbicara..

" Memangnya aku harus kayak bapak ? Setelah lulus cari kerja, menikah dan berkeluarga ? Aku mau ini dulu,,itu dulu..begini dan begitu.. "....
" Memangnya nanti kalo kerja harus sesuai dengan bidang pendidikanku..? Memangnya salah kalau terjun di bidang enterpreneur atawa entertainer... ?"
" Iya..iya..kenapa harus selalu diingatkan seh..?..tentu saja sudah aku pikirkan..kenapa nggag percaya sama aku seh ?.."
" Saat ini pemikiranku seperti ini,kalau seandainya nanti memang akhirnya seperti bapak, itu karena pilihanku bukan karena disuruh ya.."


Opst...sebegitunya .....
Bertukar pikiran dengan anak yg sudah mahasiswa ternyata ngga semudah mengajaknya ngobrol seperti ketika dia masih usia Taman Kanak-kanak atau sekolah Dasar. Diskusi bisa berlangsung seru dan tak jarang berujung seteru. Apa yg ortu pikirkan tidak selalu seiring sejalan. Tidak semua yang dipikirkan ortu akan diterima apa adanya tanpa syarat, tetapi banyak sekali koreksi sodara-sodara.Menurutnya gaya berpikir ortu sudah ada templatenya, tinggal mengisi sesuai porsi, situasi dan kondisi.

Sepanjang sejarah setiap ortu pasti menginginkan anak2nya sukses melebihi cikal bakalnya.Untuk hal ini saya yakin golagokin semua ortu tentu akan mengacungkan 4 ibu jarinya termasuk jempol kaki tinggi-tinggi,sebagai tanda setuju. Dengan begitu tidak heran jika berbagai kiat dan tips gencar dilancarkan kepada anak untuk mengejar apa yang diinginkan ortu agar minimal bisa menyamai mereka meski terkadang melupakan kepentingan si anak.

Di saat berbicara dengan anak meski ortu tidak bermaksud membuli, lain lagi yang terekam dalam memori. Suara mereka terdengar seperti monster berkuasa yg sedang memberikan perintah tanpa bisa dilawan, sehingga anak seperti hanya berkewajiban mengangguk setuju atas titah sang ortu . Padahal mungkin dalam hati mereka berkata...
"I dont want to be told...!! " wops..

Dua puluh tahun yg lalu mungkin ini akan berhasil diterapkan.Tapi untuk anak sekarang yang penuh wacana dan kritis terhadap masalah rupanya sudah tidak mempan lagi, gaya seperti itu sudah tidak musim lagi.Mereka maunya diajak berbagi dan membagi cerita dalam suasana akrab penuh pertemanan kental dengan suasana persahabatan. Yah..Ibaratnya gaya rambut gondrong sudah tidak model lagi,mungkin gaya ortu yg berkata kamu harus begini..kamu harus begitu, pastinya juga sudah bergeser menjadi..bagaimana kalau kamu mencoba begini...mungkin kamu bisa begitu....

Mungkin agak ribet ya prens, seperti sedang menuju destinasi dengan mengambil jalan alternatif, tapi rupanya cara demikian akan lebih berkesan dalam menyerap pesan.

Ah..ngaku sajalah...
Memang mami sering mendramatisir percakapan,terkesan tidak percaya, dan hobi menasehati, secara sudah hukum alamnya begitu.

Wokey....Jadi protesmu diterima nak...
Tapi mami tetap tidak akan berhenti untuk...
1.Memberi pesan kepadamu..( baca nasehat )
2.Mengingatkanmu disetiap keadaan...
3.Menghiburmu di kala gundah...
4.Menunjukkan arah ketika di persimpangan...
5.Dan tidak akan berhenti bicara untuk mengingatkan...jangan lupa sholatnya.....

Itulah tugas ortu dalam menjaga titipanNya...
Lebih berat dari tugas pak satpam di Mal-mal yg dibayar hanya untuk berdiri, .. :P

Tuesday, March 17, 2009

Fesbuk dan sisi mumetnya…

Belakangan ini reunian sangat sering terdengar digelar, terutama reuni dengan teman sekolah yg mungkin sudah puluhan tahun tidak berjumpa. Jalan untuk betemu teman jadul sekarang sudah terbuka lebar semenjak Face Book muncul mewarnai dunia internet , dengan menampilkan profile secara jujur dan apa adanya maka teman sekolah maupun saudara mara dengan mudah akan mengenali kita.

Hari gene, syapa seh yang nggak punya Face Book. Popularitas FB sudah tidak diragukan lagi, dari adek-adek, om-tante hingga om-opa, kenal benda ini, juga sangat menggandrunginya. Bukan hanya mereka yg paham komputer dapat bermain-main dg fesbuk, 'gaptek'er pun dalam sekejap mata akan menjadi canggih dalam mengolah menu yg ada. Maka jika saja ada sensus kepemilikan fesbuk dalam satu RT, kemungkinan besar tiap pintu rumah akan berhak mendapatkan stiker tempel bertuliskan 'lolos FB'. Dan seandainya pak eRTe juga seorang fesbuker, tentu dia akan mengangguk-angguk puwas mengetahui warganya melek FB, dg demikian rapat2 RT bisa dilakukan secara on line, penarikan uang sampah, keamanan maupun masalah lingkungan dapat dituliskan pada status.
" Sudara-sudara se RT 5 RW 3...sudah waktunya bayar iuran sampah dan keamanan...."
Kira-kira begitulah tulisan yg bakalan terpampang pada status Face Book pak eRTe, hm..keren juga yak....

Fesbuk memang mendekatkan yang jauh, tapi juga menjauhkan yg dekat.
Tidak bisa dipungkiri betapa senangnya ketika kita berjumpa teman2 jaman Sekolah Dasar, SMP/SMA maupun teman kuliah. Cerita lama pun mengalir deras, kejadian-kejadian lucu terputar ulang mengenang masa-masa manis di sekolah, seolah menjadikan kita lupa akan waktu yg telah lewat, mengabaikan sejenak keruwetan hidup masa kini. Tidak heran juga jika kemudian kita asik bertegur sapa melalui chatting maupun berkunjung ke FB setiap teman untuk meng-update perkembangan yg ada. Malah kemudian kita merasa lebih dekat dengan teman maya dibandingkan dengan teman riil yg sehari-hari berada di sekitar kita.

Di saat-saat kebersamaan dengan pasangan pun FB bisa menjadi pengganggu, dekat tapi jauh, secara masing2 menggenggam Blackberry atau khusu’ menghadap laptop.
Meriah dalam kebisuan. Memang tampak lucu jika kedekatan pasangan diisi dengan cerita yang berbeda, mereka tersenyum-senyum tapi menyapa dunia yang berbeda.
Weleh..kok jadi aneh ya…

Ketika fesbuk banyak memberikan manfaat karena hampir selalu sukses mempertemukan teman lama, penyalah gunaan profile untuk tujuan iseng2 dan ngisengin orang menjadi sangat menyebalkan. Untuk orang2 kurang kerjaan seperti ini memang wajib ditoyor tanpa ampun. Sebagai pemilik FB pun kita juga harus lebih berhati-hati dalam mengisi kolom info kalau tidak ingin jadi korban impersonation. Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan ketika nge-fesbuk :

• jangan menulis hand phone number
• Jangan menulis alamat rumah
• Jangan menulis alamat kantor dll
• Pokoknya jangan menulis yg bersifat pribadi gitu deh…kalau ada teman yg memerlukan tinggal kirim Personal Massage. Beres kan..?
• Kalau ada orang nggag kita kenal minta diadd, mending gag usah diconfirm ajah, ignored,.Begitu juga sebaliknya, jangan asal meminta seseorang untuk meng-add kalo gag kenal. Mending teman nggak terlalu banyak, tetapi bermakna daripada teman berjibun tapi bikin susyah. Banyaknya jumlah friends list yg tertera tidak akan berarti apa-apa jika bukan merupakan pertemanan sungguh-sungguh.
• Nge-FB pun perlu etika. Sebagai pemilik FB kita wajib menghormati pemilik FB lain dengan menjaga etika untuk tidak seenak udelnya men-download foto2 tanpa seijin pemiliknya, karena ini menyangkut hak cipta sang pemilik juga hak atas kepemilikan wajah (untuk foto2 diri).

Jangankan gaya berkomunikasi di dunia maya, di dunia nyatapun hubungan antar manusia tidak selamanya mulus. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, karena ini akan menentukan hasilnya…hallah….

Wes … nggag usyah mumet, ayo nge-fesbuk aja lagi….

Friday, March 13, 2009

Menembus hutan di FRIM ( (Forest Research Institute Malaysia )


Alhamdulillah acara ' one day out' ibu-ibu Wiatmi ++ pada hari Rabu 11 Maret kemaren berjalan dengan sukses dan lancar jaya.Semua berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala yang mengganggu, sehingga seperti telah diduga sebelumnya acara ini berlangsung seru meski sedikit membawa dampak pegel linu. Tapi kendati semburat wajah lelah sedikit terpancar dari muka-muka cantik para ibu, tetap saja tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan pada hari itu. Dan yakin gulagokin pak musikin tukang mesin, mereka pulang ke rumah dengan wajah cerah bak bunga mawar merah merekah di tengah-tengah. Wes...pokoknya semangat mbakyu-mbakyu ini memang tiada tandingannya, staminanya mumpuni nggak kalah dengan pemanjat tebing kelas tinggi.

Bermula dari Kampung Warisan Condo sebagai tempat berkumpul untuk keberangkatan menuju FRIM (Forest Research Institute Malaysia). Tepat jam 9 am rombongan 8 kendaraan roda empat berangkat beriringan dengan satu tujuan, FRIM. Perjalanan hanya memakan waktu 20 menit, memang terlalu singkat untuk acara menggosip maupun curhat. Maka dari itu rombongan sudah sampai di hutan lindung tersebut tanpa terlalu banyak kegiatan ketawa-ketiwi, secara menyantap sarapan 3 jenis kueh mueh dengan sesekali menyeruput air mineral dan bertanya-tanyi tempat pemesanannya, juga melirik jalanan takut nyasar (padahal sidah pasrah sama driver), sudah menyita waktu dan perhatian ibu-ibu penumpang.

Leganya, akhirnya sampai juga.
Menurut mbakyu koordinator panitia, acara pertama adalah foto bersama di depan waterfall. Yess !!...inilah bagian favorit mbakyu-mbakyu, jeprat-jepret sekaligus sebagai pemanasan sebelum berjalan menembus rerimbunan hutan. Selanjutnya jangan heran jika desiran angin di tempat sepi itu terkontaminasi dengan bunyi-bunyi suara manusia yg saling bersahut-sahutan...satu..dua..tiga....jepret !..satu..duaaa....tigaaa.. satuuu... duuaa tigaaa..ceklik ! (suara camera HP). Foto-foto berjalan sukses meski sedikit memerlukan usaha untuk merambah lahan pemotretan agar terlihat pancuran air terjunnya.

Perjalanan menuju menembus hutan dimulai. Semuanya tampak siap untuk pendakian termasuk ibu hamil, beserta ibu anak.Beberapa ibu terlihat sibuk mengoles kaki dengan 'minyak-minyak'kan, sampai ada yang kepanasan sebab obat gosok PPO yg dioleskan ( eh..lupa..merknya apa yah..?). Serempak ujung celana panjang dimasukkan ke dalam kaos kaki agar tidak diserbu pacet, meski sampai berakhirnya pendakian tidak ada seorangpun yang terjejas oleh pacet. Ooo...rupa-rupanya week days pacet2 pada libur, atau karena semalam nggag hujan yah..?

Setelah 20 menit perjlanan mendaki, terlihatlah canopy di depan mata dengan antrian yg cukup panjang. Canopy sepanjang 150 meter ini dibuat pada tahun 1991 oleh MY dengan bantuan negara jerman, bentuknya seperti jembatan gantung yg bergoyang jikalau ada orang yg melintas di atasnya. Sedangkan hijaunya hutan terhampar luas menambah keindahan panorama dari atas jembatan.Tapi awas, jangan ngaku takut kalau nggak mau diganggu teman dengan goyangan mautnya, sehingga jembatan pun menjdai bergoyang...dull..gondall...gandulll....gondall..ganduull..

Lepas dari goyangan si jembatan, perjalanan masih cukup panjang untuk menuju Malay tea yang sudah menjanjikan sajian rendang tok kegemaran ibu-ibu. Lagi-lagi potret-potretan memberikan rehat dan keceriaan pada ibu-ibu. Kali ini lahan berbatu khas batu kali menjadi sasaran tempat pengambilan foto meski harus berbecek-becek di air dan duduk diatas lumut hijau super licin. Pokoknya mah demi sejepret dua jepret foto, usaha apa saja akan tetap dilakukan. Apalagi cuma lumut...
" ..Lumut ijo super licin..? syapa takyuuttt.."..hallah...
segitunya deh...

Singkat cerita, ibu2 sampai juga di Malay Tea house, melahap dengan suka cita apa yg sudah disediakan oleh si empunya resto, dilanjutkan perjalanan pulang kerumah dengan hati bungah.

Tuesday, February 24, 2009

kecantol nonton tipi lokal

Pulang ke Jakarta selama 4 hari minggu lalu cukup mengobati rasa rinduku kepada negriku tercinta. Alhamdulillah semua yang sudah di rencanakan bisa terlaksana termasuk berwisata kuliner untuk memuaskan lidah berikut tenggorokan meski harus dibayar dengan bertambahnya berat badan.

Selama di Jakarta waktu luang selalu dakyu sempatkan untuk nonton tipi lokal secara bisa dipastikan selalu menyajikan berita-berita heboh dan terkadang tidak masuk akal. Di saat itulah dakyu bisa memuaskan rasa kangenku dengan mendengar berbagai bahasa yang sangat jarang digunakan dalam pergaulan sehari-hari di KL. Berhubung sangat beragamnya suku bangsa Indo disini penggunaan bahasa persatuan tentu saja lebih diutamakan agar semua orang bisa paham. Puwas dakyu mendengarkan logat sunda dalam tayangan berkunjung ke Sukabumi, juga tersenyum-senyum ketika para presenter dengan gaya sok asik melontarkan bahasa gaul jakarta dengan santainya, dan dakyu semakin cekikikan ketika bahasa katrok bersliweran di acara Mbangun Deso....wupst...

Berita terhot datang dari seorang dukun cilik yang konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui batu yang dipegangnya..Pasien membludak hingga puluhan ribu sampai2 antrian mengular, dan tak heran jika pasien baru menerima giliran 'penyembuhan' setelah 3 hari ngantri ! Lebih menyedihkan lagi terdapat 4 korban meninggal karena terinjak-injak sesama pasien yang berebut saling mendahului. Mck..mck...ternyata nggag cuma metromini aja yg berusaha saling menyalip. Melihat cara kerja dukum cilik ini sepertinya mudah saja karena hanya mencelupkan batu yg dipegangnya ke dalam air yg dibawa sendiri oleh pasien. Kemudian pasien menenggak langsung air yg sudah dikobok oleh sang dukun.Tapi kalo yg dicelup sampai 50 rebu wadah air, apa ya nggak masuk angin tuh anak.. .

Alasan pengeksploitasian anak menjadi penyebab ditutupnya praktek dukun cilik tersebut,meski fulus mengalir deras ke dalam keluarga Ponari si dukun cilik sebagai efek positif banyaknya pasien. Tapi masyarakat masih saja rajin menunggu hingga praktek dibuka kembali. Walhasil air selokan serta air sumur di sekitar rumah Ponaripun laku keras. Mereka percaya bahwa air tersebut juga berkhasiat secara berada dalam lingkungan magnet Ponari. Padahal air tersebut secara kasat mata terlihat keruh, jadi sudah memenuhi salah satu syarat sebagai air tidak layak minum.

" Ediaann....ini masyarakat sudah pada gendheng semua apa ya ?..
" Itu karena saking saktinya 'cah dukun' mah,,,,,sampai-sampai keringatnyapun di kalengin kok.
..." ujar mas Ica asal nyaut .....
"Weleh..apa iya..."
" Lhadalah... mosok belum pernah dengar sih..?..ituu.. Ponari Sweat..."....

Memang keadaan ini sangat ironis mengingat masyrakat daerah Jombang yg sangat kental beragama, tapi jika dipandang dari sisi lain yaitu desanya Ponari, sangat tampak nuansa mistis sedang hidup dengan subur, sepertinya mereka sudah kehilangan logika.

" ..wah..kalau di tempat asalku belom ada 'dukun kucing cilik' mas,..apa aku nanti kalo udah gede jadi dukun di dunia perkucingan aja ya...Tapi cita2 asliku kan jadi presiden kucing...?"
..Haiyaakk..si Gembul ikutan nimbrung.
" Lha yo jangan to mBul, jeas2 merdukun itu sirik apa lagi jadi dukun. Dah...jadi presiden kucing ajah...!!"

Memang sangat memprihatinkan melihat fenomena ini. Tapi kenapa ya sampai terjadi..? Yah..Bisa jadi keadaan ini terpicu karena pasien sudah putus asa berhubung berobat ke dokter tidak ada hasilnya, sehingga dengan alasan berikhtiar mereka menggunakan jasa dukun Mungkin juga biaya dokter/rumah sakit yg sangat tinggi menjadi alasan untuk berobat ke penyembuh alternative. Atau barangkali akidah mereka perlu dibenahi agar jauh dari kepercayaan-kepercayaan yang berbau sirik.

Berati sudah bener praktek Ponari dihentikan beberapa waktu lalu. Pastinya, karena selain meresahkan masyarakat, tidak mendidik, juga kaya akan unsur pengeksploitasian anak2.

Tapi sayang sudara-sudara…Berita terakhir mengatakan bahwa praktek dibuka kembali atas ijin pak pulisi setempat, dengan syarat hanya diperbolehkan menerima sebanyak 5000 pasien ‘saja’ dalam sehari. Wealah…ya tetep masuk angin….

Hari terakhir di Jakarta dakyu menatap layar tipi lagi, disitu tampak Ponari kecil digendong, seseorang membantu mencelupkan batu di genggaman tangan kirinya sedangkan tangan kanan memainkan pestol air. Dia juga bermain dengan game dari ponsel, mainan yang belum pernah dijamah sebelumnya. Jelas tampak wajah lelahnya yang selalu tertawa-tawa ( nggak jelas tertawa sama siapa).**


Sunday, February 15, 2009

Kresek vs Krecek..

Wik en kemaren bersama pakdhe gliyak-gliyak menuju Kampung Baru untuk keperluan belanja khusus bahan2 makanan Indonesia, yang tidak dapat ditemukan di supermarket pada umumnya. Mulai dari kecap Bango, sirup Marjan, Krecek alias krupuk kulit, emping mlinjo, teh botol Sosro, sambel indofood, blue band buat bikin nasi goreng dan indomi goreng ala indo.... Upst..!!... bukan pesan sponsor lho... :D

Sebelum benar-benar hunting ke warung langganan, mampir dulu ke RM Padang Garuda secara sudah melebihi waktu makan siang. Tapi sayang sudara-sudara, penikmat kuliner ini sedikit kecewa karena cita rasanya seperti sudah berubah di lidahku tidak seperti beberapa waktu ketika awal2 dakyu datang ke KL . Hmm...apa karena akhir2 ini dakyu terlalu sering mampir di Sari Ratu Jl. Bukit Bintang, jadi terasa bedanya. Padahal kalo dilihat dari segi harga, cuma beda-beda tipis. Hanya di Sari Ratu terlihat lebih mementingkan kwalitas daripada kwantitasnya. Duh...suerrr..suerrr...ini juga bukan pesan sponsor....

Dengan menenteng bungkusan sisa yg tidak habis ( sayang kan kalo ditinggal..?) dakyu digandeng pakdhe menyeberang jalan menuju toko barangan runcit (retail) yang menjual aneka bahan makanan Indonesia tercinta. Sepintas tampak sebuah kedai menjual krecek dan emping melinjo. Tapi...
" ah...bukan warung langganan, ngga asik..paling juga nggak kumplit. Nanti malah jadi dua kali kerja..." gitu batinku dalam hati

Yah..Akhirnya sampai juga di kedai andalan.
List keperluan segera dipenuhi oleh si abang penjual dengan gaya sok akrabnya....
"..ada lagi yg diperlukan mbak....?" tanyanya...

"..udah bang, tinggal kecap bangonya mandang...?!".. tanyaku dg gaya penasaran, tumben habis.
Jadi ingat bangomania...gimandang nih...kenapa gag sampe KL...?

"..2 hari lagi nyampe bu, itu aja cuma 5 kardus kata pengirimnya
.." kata Tulangnya si abang penjuwal.....

" ..hm..jadi..kalo bulan depan pasti ada ya..."...

"...sumprit bu, 2 hari lagi datang
.." tambah si Tulang...

Itung-itung....itung,,,itung...si abang penjuwal khusu' menghitung dengan kalkulator.
Tiba2 dakyu teringat sesuatu...

" oiya bang..ada krecek...? ....

"..Ada mbak..adaaa....? ..si abang antusias menjawab sembari mengambil sesuatu dari laci...
dan..bBlegG...mantap menaruhnya di depanku..

" Lhaaahh..itu kan tas kresek, maksud saya krecek....? ....wealah tas plastik setumpuk di sodorin ke dakyu...

" hiks..hiks..kirraiiinnn.." si abang tersipu malu...

Ternyata toko andalanpun tidak bisa diandalkan sudara-sudara, akhirnya balik lagi ketoko semula, segera mengambil krecek dan emping menuju kasir. Mulailah terjadi percakapan antara penjuwak dan pembeli..
" ..bang ini bener krecek kan (bentuknya memang agak lain dg krecek jogja)...?.."
"..bukan bu.. itu krupuk kulit..."
" Brarti krecek kan..?"
"..Bukan..itu krupuk kulit!"


Walah..walaaahhh...pantesan beberapa waktu lalu masuk pasar Chowkit mencari yg namanya krecek gag ada satu kedaipun yang juwal. Lha mbok mubeng pasar sampai 7 hari 7 malampun, nggag bakalan nemu barang itu. Karena bahasa persatuannya krecek adalah krupuk kulit, tapi berhubung dakyu sudah terbiasa nyebut tape...eh nyebut krecek..jadinya ya kelepasan.

" Makanya pake bahasa persatuan, jangan sak enak udelnya ngomong pake bahasa daerah yg nggag dimengerti orang lain..."
..wupst !!...hatiku memarahi mulutku yang suka clemongan......

Tuesday, February 10, 2009

ajar-ajaran njepret mBulan...


Jangan dikira moto alias njepret hanya sebuah kegiatan asal pencet dengan memfungsikan telunjuk jari saja. Ooo tidaakkss.. .tenyata cukup rumit sudara sudara, kalau saja kamera DSLR di set secara manuwal semua, zonder otomatik.

Semalam blajar-blajaran njepret bulan mumpung bulannya sedang bulet-let. Welleh lha kok susye secara dakyu cuma pake lensa 18-200. Jadi meski sudah di zoom pol-polan, ya tetep aja mlendek..!! maksudnya tetap masih tampak nun jauh di mato alias cuma sayup-sayup sampai di mata.

" yeahh...lha itu bulannya kliatan jelas....yookk..penceett maang...jepret. .!!." hoah.. leganya bisa bernapas kembali setelah menahannya beberapa detik supaya hasil sontrekannya nggag bergoyang.
..mmm..lumayan, bulannya tampak bulat dan alus...!!

"..mbakyu..mbakyu..nuwun sewu, itu sepertinya speednya terlalu lambat sehingga bulannya terlihat seperti lampu taman.."..
" woalaahh...gitu ya mas...? jadi kecepatannya hrs ditambah biar bulannya terlihat alami dengan segala bentuk gronjalannya..?.. tak kira yg salah zoomnya...harusnya pake yg 500mm gitu..."

He..he..kok ya binun, wektu motret lampu di taman KLCC jadinya malah seperti bulan. Jika maksud hati mau motret bulan jadinya lampu. Apa kameranya tak bohongin aja ya, pura2 motret lampu biar jadinya kayak bulan.. :D

ya sudah blajar dulu...
menghapal dulu....
meski sudah seperti karung bolong yg selalu mbrojol kalo diisi, tapi tetap semangat ah....!!
Kan bisa lebih memberdayakan jari telunjuk daripada buwat ngupil melulu.

Saturday, February 07, 2009

Menghapal syapa Takuut...

Awal tahun ini kembali dakyu harap-harap cemas seperti 4 tahun yang lalu ketika anak sulungku melaksanakan UAN ( ujian akhir nasional ), untuk menentukan layak tidaknya memperoleh ijazah SMU sebagai pass dalam menembus bangku perguruan tinggi. Bulan Juni tahun ini si adek memperoleh giliran untuk berjuang menjalani GCSE exam, yang intinya beda tipis dengan ujian anak SMU. Weleh...mami ikut sutris.

Tidak dikenalnya evaluasi formatif seperti EHB/THB ( per cawu / per semester )di International School seperti sekolah umum di Indonesia, menyebabkan ortu jadi sangat prihatin ( baca : ikut sutris ). Anak sepertinya agak kaget dengan evaluasi sumatif yang dilakukan pada saat GCSE exam tersebut. Mereka seakan kurang siap dengan materi yg berjibun, gabungan seluruh materi s.d year 11, karena kurang latihan dalam mengerjakan soal2 ujian. Ulangan2 harian tidak cukup membantu karena evaluasi hanya dilaksanakan per bab saja. Jadi bisa dibayangkan,.hanya satu kata yg ada di pikiran anak2 ini...judeg!!

Menghapal menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagi yg berbakat untuk menghapal bukan menjadi masalah, tapi sebaliknya ini akan berubah menjadi momok bagi pecinta open book seperti aku sekarang. Padahal menghapal termasuk andalanku di masa jadul meski sekarang otakku sudah dedel alias tumpul karena dimakan usia, jadi yah..lupa lagi..lupa lagii...

Recall dan comprehension merupakan level terendah dalam domain cognitive manusia. Mengingat, memahami, kemudian menerangkan kembali kepada orang lain merupakan kepandaian manusia dalam tahap yang paling rendah sebelum mereka dapat mengaplikasikan, mensintesa, menganalisa dilanjutkan dengan kemampuan dalam mengevaluasi suatu permasalahan.

Kadang anak suka ngeles kalau nilai hapalannya jelek.

" Abiss….aku gag suka pelajaran menghapal, lebih suka math en physic…"

…mmm…mereka kurang adil dalam memberikan porsi belajar karena menganggap pelajaran yg berhubungan dengan hitungan lebih penting daripada pelajaran yg menuntut hapalan.

Lhah bukannya rumus2nya harus di hapal juga…? Kalau rumus, kaidah dan aturannya saja masih nggak mantep, dikit-dikit..eh…eh….bener nggag ya…? Lalu bagaimana mengaplikasikan dalam penyelesaian soa-soal.? Jadi plis deh…jangan malas menghapal ya nak…

Kendati menghapal tampaknya hanya merupakan aktivitas sederhana saja, dalam pelaksaannya ternyata tidak semudah seperti membalik tangan, tapi cukup reffots sodara sodara….

Dulu anak sulungku yg gemar nguplek di dapur sempat kisruh ketika belajar mengenal bumbu-bumbu., terutama membedakan antara ketumbar dan merica.

'ooo..jadi kalau merica bentuknya'alus plunthus', sedangkan ketumbar ada 'geret-geret'nya ya mah…" gitu katanya waktu itu.

Lain lagi dengan mbak Kip asistenku yang susyah minta ampyun dalam mengingat jenis masakan yang sering kumasak apalagi bumbu2nya, walaupun sudah 2 tahun lebih bekerja sama denganku.

" Ibuuu….sampai 5 tahun saya ikut ibupun, sepertinya saya tetap tak boleh masak macam ibu…ta'iyeee….." keluh mbak Kip dengan logat Maduranya yg kental meski sudah 17 tahun hidup di KL.

"..duh jangan putus asa dong…ayo semangat…go..go..go.mbak Kip…." gitu suntikan semangatku kepada do'i.

Kenapa hapalan cukup penting karena bagaimanapun recall akan selalu ditemui di setiap bidang apapun, sedangkan berat ringannya tergantung macam dan jenis pekerjaan yang digeluti masing-masing. Jangankan profesi-profesi bergengsi seperti dokter, tukang insinyur, hakim, notaris, akuntan, dll. Abang becakpun tetap harus hapal dan paham berlalu lintas kala menggenjot di jalanan kalau nggag mau di semprit pak pulisi kemudian kena tilang. ( upst..kayaknya gag ada ding becak kena tilang…). Jangan sampai seperti sopir metromini yang nggak pernah hapal rambu2 lalu lintas, ngetem sembarangan juga sradak-sruduk bikin kaget, sehingga model2 yang begitu memang layak buat di tampol !

Jadi nak, mulailah menghafal Bab 1, kemudian buka bagian daftar isi bukumu untuk mengetes dirimu berdasarkan sub bab, dengan memberikan pertanyaan pada diri sendiri….

  • What happened after…?
  • How many…?
  • Can you name the…?
  • Describe what happened at…
  • What is…?
  • Which is true or false?

Setelah itu ngetes pemahaman melalui menerangkan dengan menggunakan kata-kata sendiri, kemudian membandingkan, mengkontraskan dll, tantang dirimu dengan pertanyaan-pertanyaan..

  • How would you say it in your own words?
  • How would you briefly outline?
  • Is this the same as…?
  • What do you think could have happened next?
  • What was the main idea?
  • What are the differences/similarities between…?
  • Can you provide an example of…?
Begitulah kira2 perjuangan yang harus dilakukan nak, selain menghindari asyiknya chatting juga menyetop kekhusyukan ber Face Book serta menjauhi virus-virus virtual lainnya.

Yah..memang menghafal itu tidak mudah dan membosankan, tapi tetap saja akan sering kita lakukan meski terkadang hanya perkara sederhana saja. Dan yang penting.., asal jangan sampai lupa tata upacara pagi di toilet, bisa berabe ……!!

Sunday, December 21, 2008

" Mother...how are you today...? "

Selamat hari ibu...selamat hari ibu...
happy mother's day for all Indonesian women..


Lho hari ini Hari Ibu yak..? kok gak kerasa, malah baru ngeh kalau hari ini harinya para mami setelah pagi tadi tengak tengok FB, juga setelah mata thulang-thuling, menyesuaikan cahaya yg masuk ke mata secara mata masih sepet karena merasa kurang cukup istirahat alias belum puwas tidur. Halah kayak Tukul ajah..puwas..puwas...

Beginilah kalau jadi ibu eRTe, setiap hari berkutat dengan rutinitas kegiatan yang so pasti sangat keibuan meskipun body agak kebapakan, sehingga keistimewaan di hari ini menjadi terlupakan dan terasa biasa-biasa saja.
" Dari suami tercinta dapat hadiah apa mbakyu?"
" trus kalo dari anak dapat kado apa ? "
Walah..nggak ada kado jeng, ngucapin selamat hari ibunya aja juga barusan aja alias baru ingat....
Maklumlah kadang hari ulang tahun aja lupa...waakkss...

Sebenarnya buat dakyu, setiap hari adalah hari ibu.
Rasanya tidak cukup jika jasa-jasa ibu hanya kita kenang sesaat pada hari ini saja. Apakah hanya di hari ibu saja kita merenungkan kebaikan ibu, kasih sayang ibu, ketulusan dan keikhlasan ibu, cinta ibu serta seabreg-abreg pernak-pernik yang mewarnai tugas dan tanggung jawab ibu terhadap anak, suami dan keluarganya ? arrghh..mudah2an tidak...
Ibu yang selalu melafazkan doa untuk kebaikan anak2, suami dan keluarganya sepatutnya selalu berada di hati kita semua di setiap saat.

Sesungguhnya dakyu juga sangat menginginkan agar segala bentuk hadiah, kado, maupun bunga bukanlah hanya sekedar simbol saja. Akan tetapi benar-benar merupakan sebuah kasih sayang yang jujur sebagai timbal balik keikhlasan hati seorang ibu yg telah diberikan kepada mereka di sepanjang hayatnya. Kalau mau mentraktir ibu di sebuah restoran besar mengapa mesti pada hari ibu, atau jika mau membelikan sesuatu yang istimewa kenapa harus di hari ibu ?

Mungkin dakyu adalah seorang yg monoton hingga menganggap semua hari adalah sama.
Tapi bagiku mengungkapkan perasaan tidak harus menunggu harinya, dan ekspresi kasih sayang juga tidak melulu berwujud sebuah benda, tapi terkadang cukup berupa sapaan hangat renyah dan ceria dari sang anak...
" Mother...how are you today...? "

Wednesday, December 10, 2008

tulalitt.... Salah sambung

Raya Idul Adha setelah melaksanakan sholat kemaren, sekitar 40 orang teman sesama pehobby 'jeprat-jepret' berkumpul di tempatku sekedar bersilaturahim dengan sesama teman perantauan menikmati hangatnya kebersamaan di hari raya kurban. Sengaja menampilkan aneka masakan nusantara untuk mengajak para tetamu mengenang masakan ibu di rumah jika kita pulang kampung. Lontong opor, sayur nangka, sate ayam, bakso serta berasyik masyuk dengan kipas demi mematangkan sate kambing.

Motivasi tuk makan sate kambing ala Indonesia cukup mendongkrak semangat menyelesaikan pembakaran meski pada tusukan ke 75 satu persatu para pembakar sate mulai mengundurkan diri secara mereka sudah kenyang dengan lezatnya sate hasil bakaran sendiri, apalagi badan sudah gobyos basah keringat karena pedasnya bumbu sate. Nyam..nyam..gleks...

Peminat karaoke nggak menyia2kan kesempatan buat unjuk suara, satu persatu mereka memamerkan kebolehannya, sedangkan yg lain manggut-manggut menikmati merdunya suara para penyanyi. Tiba-tiba Kangmas Jogelem nyeletuk,
" Pak Ucrit nggak usyah menyumbangkan lagu ya..." ..
" Aduh bapak..saya memang tidak bisa menyanyi, tidak mungkin saya akan menyumbangkan lagu...betul tidak bapak2..?" gitu jawab pak Ucrit dengan logat khas sundanya panik ...
" Saya tahu pak Ucrit, makanya jangan menyanyi takut lagunya jadi sumbang..." weleh..Kangmas Jogelem ini...
" eleuh2..si bapak mah becanda saja...kaget sayanyah..." duh leganya pak Ucrit...

he..he..awalan 'me' pada kata menyumbangkan lagu memang sering bikin giduh alias bingung, maksudnya beneran apa cuma mau ngeledek seh...?
Begitu jugaketika suatu saat dakyu sedang protes sama Gembul kucingku yg ganteng itu, mungkin yg mendengarkan juga akan sedikit bertanya-tanya, maksud loh?? .
" Gembul..jangan membuntutiku...pliiiss..jangan mengekoriku..!!" maksudnya bukan mengikutiku dari belakang sodara-sodara, tapi asli buntut/ekornya si Gembul selalu di adepin ke mukaku jika do'i kuajak ngobrol, iiihh...jijay tau'.!!
Malah do'i juga suka membuluiku, secara bulunya mbrodoli karena bos bapak malas nyisirin, jadi bulunya nempel2 ke bos mamah kalau di gendong.

Wes..wes.. kok malah ngobrol terus, katanya mau makan sate kambing....??
iya iya...sini tak bakar satenya....
loh mau bakar atau tak ?
wes to..kene tak bakar satenya..
mau bakar atau tak..?

husstt..mbalah udreg2an...
..marilah kita membakar daging bersama agar menjadi sate yg lezat, gitu ngomongnya yg jelas....
..biar nggak salah sambung getoh ...**

Thursday, December 04, 2008

Kisahku di pagi ceria....

Akhirnya Pe eR berbelanja ke pasar Chow Kit tergarap sudah. Bangun pagi tadi terasa ada beban secara hari ini memang sudah kubuat jadual untuk shopping bersama mbak Kip juru bebenah rumah merangkap asisten memasak andalanku. Pergi ke pasar memang salah satu pekerjaan yg kurang dakyu minati sehingga perlu effort khusus untuk melaksanakannya. Ini memang baru pertama kalinya dakyu ngubek-ngubek pasar chowkit secara ada keperluan tertentu, dan biasanya cuma berjalan mlipir2 di pinggiran yang tidak ada lahan basahnya.

Bukannya dakyu tidak pernah ke pasar tradisional, tapi pasar Chow Kit yang terletak di daerah Kampung Baru ini cukup menimbulkan trauma dengan berita pasukan Rela yg suka asal main tangkap orang. Nggak kebayang seandainya dakyu sampai tertangkap, apa nggak nangis ndeprok ?...Padahal pasar ini termasuk istimewa menurut pandanganku secara merepresentasikan pasar Indonesia yang sesungguhnya. Bumbu dapur dari salam, lengkuas, jahe, kunyit dkk, kluwek, krecek..dll...komplit..plit. Selain bisa memperoleh bahan makanan segar harganyapun sedikit lebih murce' dibandingkan dengan superkamapret. Bahkan tidak cuma pasarnya, lingkungan serta warung2 disekitarnyapun bener2 penuh dengan sentuhan suasana Indonesia. Jadi buat para pecandu indomi, kecap abc kecap bango, juga teh kotak/botol sosro tidak perlu kuatir karena terdapat penjual disana. Bagi nasi kapau addict alias penyuka masakan Padang bisa memuaskan seleranya karena banyak rumah makan bertebaran di daerah tersebut. Wess...pokoknya Indonesia banget deh....

Hari ini dakyu merasa senang, karena berhasil memberanikan diri masuk ke dalam pasar meski di temani oleh mbak Kip yang kali ini bertindak sebagai pengarah gaya, penentu arah, juga pembawa barang belanjaan. Memasuki los demi los, mataku berbinar melihat ikan2 segar yg melebihi Gembul gendutnya, kemudian mantap menapakkan kaki di arena mlenyek hasil guyuran air limbah pemotongan ayam, berlanjut menuju ke los daging sapi yang akhirnya membuatku eneg berhubung melihat daging bergantungan jadi terbayang kisah2 'slaughter''.

Houwgh
leganya, akhirnya berhasil menemukan daging kambing buat nyate, juga ayam buat di masak opor. So, hang out dengan mbak Kip selesailah sudah. Meski begitu bau pasar yg legitnya sungguh mendulit benar2 menimbulkan polusi di dalam mobil hingga cukup membuat puyeng sepanjang perjalanan pulang kerumah.

Byur,,,byur....byur...osok..osok..osok....kricik..kricik...kricik..la..lala...li..lili.....( heboh mandi..)
Tuh dengerin...masih nggak percaya kalau baunya bisa mbikin kambing semaput (pingsan) dan gebes-gebes ( geleng2 kepala sambil nutup hidung) ?.. Lha wong sampai baju jerohannya ikutan terkontaminasi...jadi ya kudu mandi lagi en ganti total !!
Nah ini juga salah satu penyebab kenapa enggan pergi ke pasar....

Halo mbakyu.-mbakyu...
Ada trik khusus nggak sih supaya kita bisa berbelanja di pasar dengan perasaan nyaman dan gembira ?...

Wednesday, December 03, 2008

Ibu, betapa dalam cintamu..

Di dunia ini tidak ada seorangpun akan meragukan cinta kasih seorang ibu. Ketulusannya dalam mencurahkan kasih sayang tidak pernah akan berhenti, jumlahlahnya yang tidak terhingga begitu menghangatkan jiwa dan ini akan terus berlangsung sepanjang masa hingga akhir hayatnya. Tapi seorang ibu adalah manusia biasa, di waktu-waktu tertentu beberapa hal menjadi penyebab timbulnya bad mood , hingga suatu saat emosi mudah meledak lepas kendali dan....dorR..pletak..pletok...Akhirnya menimbulkan kesan bahwa ibu adalah sosok bawel bin cerewet en reseh. Tapi sejujurnya kita pasti tahu bahwa segalak-galaknya ibu,sejudes-judesnya mami, di sana di sela-sela relung hatinya segudang cinta sejati tersimpan untuk buah hatinya. Titipan Alah yg sangat berharga di dunia.

Sekarang bagaimana dengan perasaan anak ?
Akankan si anak selalu memikirkan keadaan ibunya seperti seorang ibu yg selalu menghawatirkan kondisi anaknya di setiap denyut nadi dan disetiap helaan nafasnya...?...

Dulu ketika anakku masih usia balita, mereka sangat bergantung kepada ibunya terutama disaat masih menyusu, lengketnya sudah kayak perangko...nempel terus. Tapi begitu memasuki usia SD, kedekatan dengan teman main dan teman sekolahnya sedikit mengurangi kelengketannya terhadap ibu meski sifat2 manja gebol-nya masih terlihat jelas. Sesekali masih minta dipangku dan masih senang di gendong2 meski sebentar. Terutama di saat mereka pulang sekolah/bermain, keberadaan ibu di rumah sepertinya sangat diinginkan oleh anak. Biasanya anakku selalu meneriakkan kata " maa..mamaa.." begitu turun dari mobil jemputan. Atau.."mama mana..." jika pembantu menjemput di depan pintu pagar. Dan begitu tahu mamanya di rumah saja, dengan lega mereka bergumam.." ooo..mamah ada.." Setelah itu mereka akan asyik sendiri tanpa mempedulikan keberadaan mamanya lagi.

Setelah memasuki usia remaja, hubungan ibu dan anak yg semula sangat harmonis tiba2 bisa berubah menjadi horor. Keinginan ibu sering berlawanan dengan kemauan anak. Ibu yg selalu menginginkan hal terbaik untuk anaknya akan dipandang sebaliknya oleh anak. Sehingga di mata anak ibu terilihat sebagai figur yg tidak bersahabat, suka mem'buli' dengan perkatan " do this..do that...don't do this..don't do that.."
Bahkan setelah anak semakin bertambah besar, sekedar memberikan pendapatpun terkadang bisa dianggap mencampuri urusan mereka. Lagi-lagi akan dianggap membuli...

Keadaan menjadi berubah drastis setelah merasakan menjadi seorang ibu. Sekarang baru percaya bahwa ibu tidak pernah membedakan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Baru yakin kalau ibu tidak pernah membenci anaknya, walau dulu pernah berseteru karena perbedaan pendapat. Dan paham mengapa ibu selalu menghawatirkan keadaan anaknya, juga ngarti jika ibu seakan membuli dengan pepatah... do dis..do dat..don do dis..don du dat...
Tapi sengerti apapun, alasan kesibukan mengurus anak, suami, teman dan pekerjaan terkadang membuat kita lupa untuk menanyakan keadaan ibu walau sekedar menyapa di telepon. Bahkan menganggap bahwa telepon 2 hari yang lalu sudah bisa menenangkan perasaannya atau kiriman tiap bulan sudah menghibur hatinya.

Rupanya perasaan seorang anak terhadap ibu memang berbeda dibanding perasaan ibu terhadap anak2nya, karena ibu akan selalu membawa anak di dalam hati, di setiap waktu dan disetiap hembusan nafasnya walau sesibuk apapun.
Sedangkan anak terkadang lupa...

arrgghh..
Aku ingin selalu memikirkan ibuku seperti ibuku selalu memikirkanku...
Aku juga ingin agar anakku bisa memikirkan apa yg ibunya pikirkan.....

Monday, November 24, 2008

Suatu pagi disaat dakyu teringat kenek metromini...

Ruwetnya Jakarta akibat banyaknya kendaraan berlalu lalang di jalanan, terkadang membuatku terkangen-kangen hingga terkadang menggodaku agar sering pulkam. Bunyi suara klakson mobil yg saling bersahutan akibat metro mini ngetem di perempatan jalan, berpadu dengan bunyi sempritan pak polisi, ditimpali gemuruhnya suara motor plus gerungan knalpot metromoni yg tidak mau beranjak, sungguh menimbulkan keunikan tersendiri.

Lalu lintas Jakarta memang lumayan semrawut kalau tidak mau dibilang adul-adulan, tapi banyaknya kendaraan umum beroperasi cukup membantu masyarakat meski belum mencukupi jumlahnya en jauh dari rasa nyaman. Baidewei, busway yg dulu dicaci karena dianggap mengganggu lajunya pengguna kendaraan roda 4, kini malah dijadikan andalan oleh para pengguna kendaraan umum secara lebih nyaman dari bus Mayasari Bakti atau bus Patas no 52 jurusan Pulo Gadung, selain itu juga lebih hemat karena penumpang bisa kemana-mana dengan menggunakan satu tiket saja asal belum keluar dari station, wes..pokoknya lancar jaya.Di lain pihak kenek2 bus bukan busway, masih saja tetap setia meneriakkan slogan mereka...kosong..kosong...
kendati penumpang sudah mulai sesak napas serta tidak bisa membedakan lagi antara bau badan, bau naga, atau bau solar.
Yoookkk...ngaseg..ngaseg..geser dikit buuu...tariiikkk....!!

Tadi pagi bayangan sumpeknya lalu lintas Jakarta kembali hadir dibenakku dengan manis sekali. Pemandangan rambut gimbal para kondektur metromini yg melambai-lambai tertiup angin di depan pintu bus, jelas tergambar di memoriku membuat dakyu sangat mengharapkan kehadirannya. Teriakannya yg selalu mengingatkan penumpang ketika turun dari kendaraanpun kembali terngiang..." kaki kiri...kaki kiri..kaki kiri...!!..."
" hehh...iya..brisik!!".. Dulu dakyu memang suka sebel kalau diingatkan, padahal maksudnya baik supaya jangan turun menggunakan kaki kanan lebih dulu agar tidak kesrimpet.

Pagi tadi ketika mengantar si Adek ke tempat bus sekolah biasa mangkal, tumben2an keretaku malas nggak bisa di start. ....
Ceng..kengkeng...ceng...kengkeng....wer...ewer....ewer...pesss....
Walah...ada apa gerangan ?

Wes jiaannn....ternyata akinya tekor bu !!, padahal baru 1.5 tahun yg lalu diganti. Walah bikin bete aja walau kata mereka yg tahu soal accu, jaman sekarang accu memang nggak awet. Meski nggak awet tapi jangan pas dakyu jauh dari rumah duoong....
" Kangmas...montorku mogok.." reaksi pertama talipon Kangmas Jogelem di rumah.
" Walah..knapa to?..coba diginiin...trus..digituin..." respon pertama Kangmas Jogelem.
" ..Yo weslah, aku jalan saja lha wong nggak ada angkot, unyil apalagi ojieek or beciaak padahal jalanan becieek., lha mbok ya aku dijemput to .."
" Halah..lha wong kendaraan cuma satu gitu lho,.mau pakai skate board adek takut je, lha wong jalannya ndronjong..".tambah Kangmas Jogelem di ujung sana.

Hujan rintik2 mengiringi perjalananku yg tidak membawa payung.
Tu..wa..ga..mpat..ma...enam..dua ratus..enam ratus lima puluh....tiga ribu...sepuluh ribu dua ratus...
Ah..alangkah sejuknya udara pagi, ah...segernya menghirup udara tanpa polusi, ah..kapan lagi bisa ber klucut ria main hujan2an, ah..inilah kesempatanku melenyapkan pelampung di perutku....ah...indahnya pemandangan hutan di sekitarku, ah....begitulah dakyu menghibur diri.
Setelah memasuki hitungan keberapa ya tadi sampai lupa, akhirnya dakyu sampai rumah juga. Meski gembrobyos alias banjir keringat tapi mantep secara berhasil mengalahkan keinginan untuk mennyetop tukang2 rumput yg berlalu lalang mengendarai motornya. Maksud loh ?? ..
hiks....tadinya gue pengen mbonceng do'i biar cepet sampe rumah en nggak capek....

Yah begitulah ceritanya...
Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau dan indah, padahal dalam keadaan apapun semua pasti ada hikmah dan sisi positipnya, bagaimana cara menyikapinya membuat kita akan selalu bersyukur kepada sang Pencipta.
Alhamdulillah urusan accu beserta tetek bengeknya sudah beres, tapi besok masih ada Pe eR yg harus diselesaikan, dan lagi2 berkaitan dengan bengkel. Hhh...hari ini keretaku di vonis harus ganti ban, maklum sudah gundul....

Sunday, November 16, 2008

walah..gendut...

Sharing soal kenaikan berat badan sewaktu hamil dengan teman2 memang selalu ramai. Jelaslah, karena bentuk tubuh ideal selalu akan didambakan oleh setiap wanita. Bisa dibayangkan bagaimana kerisauan para ibu baru dalam mengatasi bentuk tubuhnya yg sudah tidak seindah dulu lagi. Berbagai carapun ditempuh untuk mengembalikan timbangan ke posisi semula, seperti diet, exercise dll meski ada juga yg secara alamiah bisa kembali ke berat normal.

Ceritaku malah sebaliknya, jadi nggak seheboh cerita2 ibu2 yg kenaikan berat badannya sampai 20-28 kg karena selama dua kali kehamilan berat badankyu cuma naik 6 dan 7 kg. Waktu itu sempat takut karena menurut teorinya minimal pertambahan berat badan ibu hamil adalah 10 kg. Sampai2 setiap waktu kontrol ke dokter dakyu selalu makan dulu plus minum banyak2 supaya berat badan bertambah, tapi ya teteuup mentok aja timbangannya. Meski begitu Alhamdulillah bayi lahir sehat dengan berat badan yg cukup, dua2nya diatas 3kg. Dan setelah 1 bulan perut di balut dgn setagen yg panjangnya 3 meteran itu , juga menyusui, perut kembali rata dan malahan jadi tambah kurus en wagu.( nggak enak di lihat)

Tapiii.....
Setelah memasuki sweet 40s, pelan tapi pasti berat badanku bertambah,dan...suit..suit...montok euy...
Ibaratnya menghirup udara jadi lemak, sedangkan minum airpun jadi daging. Dan sebel nggak sebel pelampung di perut mulai nongol ber halo-halo.
Akibatnya dakyu yg tidak pernah memikirkan berapa jumlah kalori yg masuk dalam tubuh dan tidak suka berdiet alias pemakan segala , terpaksa mengerem untuk tidak mengkonsumsi makanan/minuman yg manis2 en makanan berlemak, dan mulai harus tung..itung..itung....sudah seberapa banyakkah makanan yg dikonsumsi pd hari ini ?... Yg jelas ngopi minimal 1x sehari kalo nggak bisa nagih, sedapat mungkin menghindari juices kemasan, diganti ngejus buah2an segar. Paling sirik kalo lihat tulang iga bagus2 di Carefour, bayangin aja lezatnya kalo di campur dengan bakso,..gleks...bakso tulang iga!! Untung si Gembul slalu ngingetin, "..ingat bos mamah... nyruput udara aja bisa jadi lemak lho.... "
" Walah..kan sekali-sekali aja to Mbul.."

".. sekali2 lama2 jadi berkali2 alias sering lho bos mamah, nanti mumet2 kaya bos bapak...."

Tu..wa..tu...wa..ga....pat..ma...
Ternyata olah raga emang paling cespleng buat ngempesin lemak di perut. Mau lari, jalan, naik turun tangga, berenang, dll efeknya bakalan sama minimal keluar keringat serta menyegarkan. Atau mau angkat besi, angkat2 ember, angkat botol aqua ke dispenser ..? wah...kayaknya angkat2 nggak tepat layauw..secara boyok pinggang bisa pegel linu atau sakit pinggang, bisa merbahaya untuk ibu2. Sebagai pengganti bolehlah ngosek kamar mandi, nguras bak mandi, atau kalo sanggup nguras kolam renang... walah...
Yah minimal OR ala mr. Bean...tangan diletakkan di tembok kemudian badan di gerakkan ke kanan dan ke kiri 2x saja..ngik..ngok...ngik..ngok...udah.
Maklum, seiring dg bertambahnya umur maka kenaikan Berat Badan biasanya akan ikut bertambah juga karena mulai berkurangnya aktivitas, selain kualitas kerja metabolisma tubuh yg sudah mulai berkurang.

Yo weslah, segitu aja ceritanya.
Mau nguras wastafel dulu..

Wednesday, October 08, 2008

Gileee...makan sendal kulit ??!!

Alhamdulillah, suasana Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa begitu nikmat. Lebih-lebih setelah beberapa tahun tidak menikmati indahnya proses mudik alias pulang kampung, hingga dakyu merasa sangat bersyukur atas karuniaNya karena dapat menjalani puasa dalam keadaan sehat serta masih diberi kesempatan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar di kampung halaman tercinta.

Sehari menjelang lebaran, dakyu komplit dengan anak dan suami menuju Jogja melalui penerbangan Air Asia jurusan Pulo Gadung ..eh...Solo. Hari itu penumpang bener2 penuh pol dengan mayoritas mbak2 dan mas2 para pekerja dari MY yg sedang mengambil cuti hari Raya. Jadi nggak heran kalau imigresen di bandara Adi Sumarmo menjadi penuh sesak ketika pesawat landing. Kendati begitu para petugas tampak ramah terhadap para pahlawan devisa tersebut, tidak terlihat adanya jalur khusus TKI maupun gelagat pemalakan. Petugas juga dengan senang hati akan membantu ketika diantara mereka tampak kebingungan.

Dug..dug..dug....dug..dug...
Allahu Akbar..Allahu Akbar...Allahu Akbar...Laa Illaha Illallahuwallahu Akbar....Allahu Akbar Walillahilham....Suara takbir mendayu-dayu membuatku terharu, lagi-lagi mensyukuri rahmat dan barakahNya.Atas kehendaknya kita kembali menuju fitrah, menjadi suci dan bersih. Berduyun-duyun muslim dan muslimah menuju lapangan untuk menunaikan sholat Ied dengan wajah berseri-seri. Sedangkan dakyu yg kali ini tidak dapat ikut sholat hanya ditemani oleh lengangnya jalan, beberapa juru parkir, beberapa abang becak serta beberapa orgil dengan barang2nya yg menumpuk, juga beberapa pejalan kaki yg tampak kucel karena bangun kesiangan.

Seperti kebiasaan di setiap hari raya, ketupat, lontong, opor, rendang tersaji di meja, muncul bersama dengan teman sejawatnya...YeS!! ...sambal goreng krecek.
Ah..Tapi gara2 sambal goreng krecek lauk favorite keluarga ini selera makankyu menjadi agak terganggu.

Bagaimana tidak ?
Akhir2 ini di Jogja beredar isu mengenai keaslian krupuk kulit/krecek. Demi mengeruk keuntungan lebih, existensi krecek alias krupuk kulit yg sudah terkenal kelezatannya tercoreng oleh orang2 yg sangat tidak bertanggung jawab. Krupuk kulit asli yg renyah disaat kering akan berubah menjadi kenyal, empuk dan gurih ketika dimasak menjadik sambal goreng, seharusnya terbuat dari kulit sapi. Tentu saja harga menjadi sedikit mahal. Nah..dengan maksud untuk memangkas harga produksi, belakangan para pedagang nakal menggunakan tas maupun sepatu kulit bekas sebagai bahan dasar krecek alias krupuk kulit menggantikan kulit sapi asli. Jadi mereka dapat menjualnya jauh dibawah harga pasar.
Hwadooh..sepatu kulit bekas..?? ..pliss deh...kebayang kan bau jempolnya
Yah..meski pemalsuan2 ini terjadi di luar kota jogja, tapi tetep aja bikin eneg dan menurunkan minat dalam menyantap masakan tradisional ini.
Jadi untuk menghindari bau jempol or bau tas kulit bekas, lebih baik beli saja krecek ber merk dagang yg mencantumkan ijin dari Depkes.

Walah..jadi ingat daging sampah dari resto en hotel yg kemudian dijual kembali dengan harga murah setelah diberi formalin dan dimasak ulang.

Meski banyak yg menyimpulkan bahwa perbuatan2 nekat seperti diatas disebabkan oleh kemiskinan yg mendera, tapi menurutku moral lebih banyak bertanggung jawab atas kenekatan yg jahat itu. Dengan sengaja mereka memproduksi en menjual bahan makanan daur ulang tersebut kemudian dipasarkan khusus untuk orang2 minim fulus yang belum tentu mau mengkonsumsi bahan makanan tersebut jika mereka mengetahui/menyadarinya. Lebih dari itu, apakah produsen tega menelan hasil olahan mereka sendiri ?
..hueekkkss....ogah juga kan ?

Mungkin kesalahan tidak 100% berada di pundak pedagang2 nakal itu, karena barangkali mereka hanya mencontoh para penggede yg sibuk mengumpulkan harta dengan berbagai cara seperti kata pepatah jawa berikut ini :
Yen Ora Ngedan Ora Keduman
, terjemahan premannya begindang ...
Kalau nGgak ngelakuin perbuatan Gokil ngGak Kebagian Bo'.....

Bagaimana menurut anda?

Tuesday, September 02, 2008

Serunya parkir di Pavillion Mall, Jalan. Bukit Bintang

Sebenarnya nggak seru sih, tapi ngeselin.
Ngeselinnya bukan karena tukang parkirnya ogah dibayar atau auto pay machine geleng-geleng gak mau nelen uang kita, tapi tulisan/sign yg menunjukkan level dimana kita sedang berada pada saat itu menyebabkan pengunjung baru, setengah baru bahkan pengunjung lama menjadi bingung.

Contohnya : Jika tempat parkir di B1otomatis kita akan memilih eskalator B1 untuk menuju ke lantai atas. Disitu akan tampak tanda 01dengan tanda panah keatas artinya eskalator menuju lantai 1. Pada saat eskalator membawa kita menuju lantai 1, terkadang kita ingin memastikan tempat dimana kita tadi parkir. Nah menolehlah kita kearah belakang, masalah mulai timbul karena pada sign tertulis B1. Jadi intinya penampakan sign berbeda jika dilihat dari depan dan belakang.
" mm ...tadi gwe parkir di B1 apa di lantai 1 yak....?" aahh...sutralah dipikir nanti, yang penting shopping dulu coy..!

Beberapa bulan yg lalu dakyu juga ngalamin kebingungan di parkiran Pavillion. Lebih memalukan lagi kami bertiga gak ada yang bisa menemukan dimanakah mobil kami berada alias pikun semua !! Iiihh...sebel banget !! Lebih menyebalkan lagi para sekuriti juga cuma ikutan bengong, dan sama sekali tidak membantu dengan pertanyaan2 konyolnya...

" Tadi masuknya dari jalan apa, dilantai berapa...?" halaahh...kalau ingat mah kagak usah nanya cik.
" Sudahlah, memang sekuriti2 itu dibayar buat berdiri doang, jadi jangan mengharap lebih " gitu kata Kangmas Jogelem suamiku.

Alhamdulillah setelah hampir setengah jam kami berpencar mencari space parkir mobil kami, akhirnya si Adek berhasil menemukannya juga..." di lantai 1 mah.." Hoouwgh finally.....
Walah..kocekpun kembali dirogoh buat membayar kelebihan waktu yg terbuang untuk mencari sesuatu yg tidak hilang.

He..he..jadi ingat temanku yg pernah mengalami kejadian serupa, lupa tempat parkir kendaraannya. Berhubung do'i sendirian, so pasti sangat cemas dan kebingungan. Untung cerita berakhir happy ending setelah beliau berkeliling naik motor dibonceng oleh sekuriti dengan meneliti setiap lantai parkir. Woalah..mbakyu..mbakyu...suit..suit...

Minggu kemaren Pavillion Mal cukup ramai seperti biasanya. Kembali kejadian lupa parkir tampak d idepan mata. Beberapa keluarga tampak kelimpungan mencari-cari dimanakah mobilku ?... lhaH...kami bertiga malah cekikikan melihat pemandangan itu hiks..hiks..hiks...
" hust !! bukannya membantu..." ...upst..kita kan ingat masa lalu..

Tiba2 ada sesuatu melintas..
Apaan tuh..!! ..yo'i...ibu-ibu sedang berkeliling naik mobil buggy diantar petugas buat mencari mobilnya yang tak hilang. wah..wah....Pavillion tambah canggih euy..!!
Tapi yang penting sebenarnya tulis aja gede-gede B1, B2, Lantai 1...dll, disetiap level menuju pintu masuk untuk mengurangi kemungkinan lupa.

Nah sekarang dakyu berusaha menertibkan diri tuk selalu mengingat,
1. Masuk Mal dari jalan apa.
2. Begitu parkir langsung melotot di level berapa dakyu saat itu.
3. Warna, dan nomer tempat parkir.
4. en daripada lupa catet aja di kertas kecil atau di poto pake kamera HP.

Dah...caTeT.....