Monday, July 20, 2009

Tapi aku sudah pernah merasakan muda.


Hari ini rumahku kembali sepi setelah seminggu suasana gembira melingkupi keluarga karena kehadiran orang tua dan mertua. Delapan hari terasa singkat dan waktu seolah merenggut saat yang menyenangkan, penuh kehangatan dan full kebersamaan. Sangat terasa ada sesuatu yang hilang ketika mereka kembali ke tanah air tercinta.

Alhamdulillah ayah, ibu dan ibu mertua semuanya masih sehat serta mandiri walau sudah menginjak usia senja, sehingga perjalanan Jogja-KL pun berjalan mulus meski tanpa pendamping yang menemani tiga lansia berumur 74, 65, dan 70 tahun itu. Mulai dari check in, pengisian arrival dan departure card, pengurusan bebas fiskal serta pemeriksaan imigrasi berjalan lancar jaya tanpa ada kendala.
Meski begitu ada sedikit rasa khawatir berhubung belum adanya perlakuan khusus untuk para lansia di berbagai segi. Misalnya counter check in khusus lansia, berbagai antrian khusus untuk lansia, perlakuan khusus ketika boarding dll. Selain itu kelemahan para lansia sering dijadikan target kejahatan oleh raja tega yang belum pernah merasakan ketidak berdayaan sebagai orang tua.

Ketika para lanjut usia bepergian idealnya memang perlu ditemani. Tapi terkadang hal ini tidak bisa dilakukan karena adanya berbagai hal. Untuk beberapa orang tua, melakukan kegiatan sendiri tanpa adanya bantuan akan membuat mereka merasa bangga karena tidak merepotkan orang lain, juga akan meningkatkan kepercayaan diri karena mereka merasa masih mampu melakukannya. Oleh karena itu dengan memberikan kebebasan beraktivitas kepada orang tua kita, mungkin hal ini dapat menjadi salah satu cara agar para lansia tetap sehat dan bermanfaat seperti keinginan mereka.

Kendati begitu masih banyak yang tidak mendukung, bahkan malah mengendurkan semangat kemandirian para lansia. Coba simak perkataan tukang parkir di Malioboro kepada seorang bapak yang sedang kerepotan memarkir mobilnya.
" Ayo mbaaahh .... rasah kesuwen mbaahh... piye to mbah..mbah...iso ora kui..."
( ayo kakek...jangan kelamaan....gimana seh..bisa nggak ? )
Atau teriakan para kondektur bus kota di Jogja ketika melihat beberapa orang tua akan menumpang kendaraan umum tersebut....
" awas...awass...alon...rombongan anggur ..... "
( awas..awass ...pelan...ada rombongan anggur...)
Anggur yang dimaksud adalah orang tua, diambil dari sebuah merek minuman 'Anggur Cap Orang Tua'.
weleh..weleeeh...

Memang perkataan bukan deraan yang memberi rasa sakit secara fisik, namun perkataan-perkataan kurang ajar tentu saja akan sangat menyakiti hati para lanjut usia. Tidak bisa dipungkiri lama kelamaan akan membuat mereka semakin lemah dan tidak berdaya.

Padahal kalau mau orang tua pun bisa berkata :
Kamu belum pernah tua nak, tapi aku sudah pernah merasakan muda. Rasanya kuat dan gagah. Jadi jangan terlalu bangga dengan kemudaanmu karena jika tiba masanya kuat dan gagahmu akan hilang dimakan renta usia. Dan kamu akan merasakan ketidak berdayaan itu ...

Monday, June 15, 2009

Saye tak banyak makan kari...betol..tak tipu !

Dialog seorang pekerja wanita dengan seorang pejabat :

Jadi maksudmu apa mbak, mau jadi tutor apa gimana ....?
" Taklah, saye cuma nak cakap....kalau pekerja seperti kami nak sekolah lagi, so tak boleh lagi cari uang. Kat sini kami belajar smart marketing boleh dapat uang, nak kerje ini ke..itu ke.. ada uang.
" betol pak...tak tipu.... "


Mbak mbak ... kamu orang Indonesia kan ? ..
" Betol pak ...saye orang Indonesia ..dari Malang..."

Sudah berapa lama sih di Malaysia, logat melayunya kok sudah medok ..?
" Iye ke...?.. saye duduk kat sini belom lagi dua taon .. " *bangga mode on*

Baru sebentar di MY saja kok sudah hilang bahasa daerahnya, coba kamu ngomong biasa saja seperti di kampungmu kita kan sama2 orang Indonesia..
"..hik..hik.. tak boleh pak, pasal hari-hari saye tak pernah jumpe ngan orang Indonesia .."
*bangga mode on*

Kamu ini lulusan apa, smp, sma, S1 ?
" Kenape ... pelik sangat ke saye ni ..?

Jika anda sedang berkunjung ke MY jangan heran kalau di negri jiran banyak menemukan pekerja Indo ( bukan juru bebenah rumah tangga) yang fasih bercakap kental ala Melayu. Seandainyapun kita mencoba mengajaknya mengobrol dengan bahasa ibu, seakan-akan mereka bingung tidak tahu bagaimana mengekspresikan perkataan dalam bahasa Indo. Ibaratnya wong Jowo yang merantau ke Jakarta jadi kagok berbahasa Jawa... rodok angel coro jowo .....
Bahkan yang baru dua bulan tinggal di MY pun secara mendadak bisa berubah total dalam berbahasa, mereka mudah terjejas pada bahasa pergaulan di tempat kerja yang tentu saja mayoritas adalah pekerja indo kecuali tauke, majikan, atau mandornya.

Lebih gaswath lagi jika mereka bekerja pada chinese MY, bahasanya bakal lebih berantakan. Bicara dengan logat cina tapi bukan bahasa cina, pakai melayu tapi seperti orang cina berbahasa Melayu.
" you ada barang boleh ai angkat haa.... "
Secara tahu kalau orang jawa saya ajak saja boso Jowo ...
Mas-mas, niku lampune mati... mang ganti sing anyar nggih ... (mas itu lampu mati, ganti yg baru ya.)
" tak tahulah ... boleh tanya ai punya bos haa.... "

Kenapa ya sampai begitu ?... apa terlalu banyak menyantap masakan berbau kari ? ...
Menurut cerita mereka, dengan berbahasa dan berpakaian Melayu para pekerja merasa lebih aman beredar di tengah keramaian publik.
- Supaya tidak terbabit dengan urusan polis, sebab kalau ngecipris berbahasa sendiri akan dilirik pak pulisi, dicurigai sebagai tenaga illegal. Maklum memang banyak yang illegal sih....
- Sedikit terhindar dari penjenayah, karena biasanya sasaran adalah orang asing.
- Merasa diterima oleh lingkungan.
- Kononnya biar terdengar keren, secara mereka saling memuji akan kemajuan berbahasa Melayu mereka. " wah .. coro Mlayumu wes lancar tenan.." ( wah bahasa Melayumu sudah sangat lancar ).

Alasan mereka untuk asik je berbahasa Melayu memang masuk akal, demi keamanan, kenyamanan, dan kekerenan. Jadi mari kita berpikir secara positip saja dalam menyikapi fenomena ini. Dan apa boleh buat, bagi yang tidak suka tinggal menutup telinga masing-masing, meski sejatinya kuping serasa keriting mendengar obrolan bangsa sendiri dengan bahasa yang pating pecothot (acak adut ). Kendati banyak para perantau yang sudah tinggal selama 20 tahun di MY tapi masih mempertahankan tata bahasanya.

Nah ... biar tidak bengong kalau diajak ngobril oleh mereka , mari sedikit mengenal kosa katanya.
Terjejas : terpengaruh
Jenayah : kriminal
pelik : rumit
terbabit : terlibat

Wokey...smoga alasan2 tersebut diatas dapat membuka hati para pembaca agar bisa lebih mengerti, memahami, dan memberikan empati atas ekspresi serta sikap mereka dalam perantauan di negri seberang.

Sunday, June 14, 2009

Curhat seorang sahabat

Mbakyu ... !
kalau sedang marah mbok ya jangan dituruti ....
rasa benci, sakit hati membuatmu jadi tidak sakti ...
katanya kamu bisa mengontrol diri dan menjaga hati ...
cobalah belajar sabar, jangan mengumbar napsu yang menggerogoti ...
percayalah, semua masalah pasti bisa diatasi .......

Habis ... !
syapa suka nggag dipercaya ....
selalu curiga dikira penuh dusta ...
kenapa ... oh kenapa ...
padahal sumpah tidak ada apa-apa ...
kalau tidak percaya, belah saja ini dada ....

tapi tidak perlu pake disilet-silet ...
nanti lecet dan beset - beset ...
sebab kulitku cuma kulit manusia biasa, bukan karet ...
juga jangan diinjak-injak, memangnya keset !...

Sudahlah mbakyu, tidak perlu sampai begitu ...
hapus air matamu ....
siram wajahmu dengan air wudu ...
gelar sajadahmu tuk bersujud, dan lafadzkan doamu ...

Ya Allah aku hadir ke hadiratMu ...
mohon ampun kepadaMu ...
atas segala khilaf, salah dan dosaku .....

Wednesday, June 10, 2009

Lebih pedih dari silet sang pangeran.

Pagi ini semerbak wangi parfum rose Bulgari mendadak menguap, sentuhan legit gurihnya coffee latte tiba-tiba lenyap, melesak hilang berganti menjadi perasaan miris perih, pedih bagaikan tersayat silet sang pangeran. Pagi ini berita seorang wanita asal Garut bernama Siti Hajar menyita perhatian. Kasus lama kembali kepermukaan, cerita tentang kisah derita seorang anak manusia yang didera dan disiksa oleh majikan.

Sungguh tidak habis pikir mengapa banyak manusia senang dengan kekerasan, baik melihat, melakukan ataupun terlibat di dalamnya, padahal pastinya disadari hal ini akan memberi dampak buruk terhadap sesama. Tidak hanya kekerasan fisik yang akan meninggalkan bekas nyata, tapi kekerasan dengan melakukan penyiksaan secara verbal pun tidak kalah sakitnya, bahkan mungkin akan lebih sakit dibandingkan goresan luka. Meski begitu perlakuan sadis dengan menggunakan kata-kata lebih sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
" Dasar bego..tolol..guoblog..!!.. "
" Kamu buta ya... kamu budeg ya .... ayo jawab...ooo..kamu bisu ya.. "

Biyuh,,biyuhhh..Astaghfirullohalladzim...

Memang tidak sedikit pekerja wanita yang beruntung mendapatkan majikan baik dengan penghasilan bagus,kendati yang meleset dari harapan juga tidak kurang. Tapi jangan salahkan mbak-mbak pahlawan devisa ini dengan berpura-pura tidak tahu dan bertanya " Ngapain juga cari kerja di luar negri, mau2nya disiksa di negri orang.

Kalau saja di negeri sendiri yang subur makmur loh jinawi ini tenaga kerja di hargai dengan layak, tentu mereka tidak akan mengais rejeki di negeri seberang. Jika pasaran gaji pekerja harian/ part time seorang asisten bebenah rumah per 3-4 jam saja 35 RM, untuk seharian penuh mencapai 60 rm, sedangkan untuk yang nginep sekitar 500an rm. Pastinya kenyataan ini akan membuat ngiler teman-teman di kampung secara gaji bekerja selama satu bulan penuh tidak mencukupi keperluan hidup. Walaupun pada kenyataannya tidak semua orang akan kepincut dengan iming-iming ini, karena menyeberang laut untuk sebuah penghidupan baru tentu saja memerlukan berbagai pertimbangan dan keberanian.

Beruntunglah asisten yang tidak bermasalah karena kerajinan mereka bekerja mebuat majikan jatuh hati dan sayang bahkan kalau bernasib baik tidak ketinggalan diajak serta jalan-jalan ke luar negri. Bagi yang ketiban sial tak ayal panasnya setrika bisa mampir ke punggung, mendidihnya air panas bisa mengguyur badan atau menjadi tempat untuk mematikan api rokok. wih...emangnya asbak..!!...Duh Gustiii....
Hali ini kemungkinan disebabkan si mbak tidak bisa bekerja alias tulalit sehingga menjengkelkan majikan atau majikan punya kelainan karena punya hobi menghajar orang..?

Banyaknya kasus penganiayaan rupanya tidak menyurutkan niat para wanita desa agar bisa pergi ke negeri jiran, padahal kejahatan selalu saja mengintai. Agen nakal, majikan edan, belum lagi kesulitan-kesulitan lain yang bakal ditemui karena statusnya sebagai orang asing. Mungkin mereka berpikir bahwa desaku tercinta belum bisa memberikan harapan, seperti halnya aku yang masih ragu untuk kembali.

Semoga kasusmu cepat selesai mbak Siti ...
Kembali mendapatkan hakmu, baik materi ,kepercayaan, maupun harga diri ..
Majikanmu biar diurus polisi ...
Untuk segera masuk bui sampai menjadi karat besi ...

Sunday, June 07, 2009

Wiskul di Ole-Ole Bali, Sunway Pyramid


Sudah merupakan tradisi jika tiap hari Sabtu dan Minggu dapurku berhenti mengepul, memberi kesempatan pada ibu yang merangkap sebagai juru masak untuk beristirahat sejenak dari rutinitas masak memasak berganti dengan acara icip-icip masakan koki alias berwisata kuliner. Jadi saat-saat akhir pekan begini memang selalu ditunggu sebab selain untuk memanjakan lidah, kegiatan ini juga memberikan wacana baru dalam mengembangkan koleksi rasa dan jenis makanan.


Hari ini aneka menu Restoran Ole-Ole Bali di lingkungan Sunway Pyramid Mall kebagian giliran, dicoba sebagai sasaran untuk makan siang.

Kendati jaraknya cukup jauh dari Kuala Lumpur tapi keinginan untuk menyantap sate lilit memberi semangat dalam menginjak pedal gas. Wess...ewess...ewess...melalui jalan High way Sunway perjalanan ditempuh dalam waktu 30 menit karena tidak ada macet alias lancar jaya.

Jalan-jalan ke Sunway pun bukan hanya sekedar mengunjungi mall kemudian makan, tapi disana terdapat Sunway Lagoon sebuah tempat hiburan water park yang terletak dalam area yang sama dengan Sunway Pyramid Mall. So pasti setelah anda lelah bermain di water park , resto ini bisa dijadikan tempat istirahat yang nyaman sembari makan siang. Namun makan malampun sepertinya juga enak secara tempatnya cukup cozy dimana nuansa eksotik Bali sedikit terasa.

Siang itu anakku memesan nasi campur yg terdiri dari nasi, sate lilit, cumi bakar, ayam bakar, udang bakar, salad, rempeyek, sambal trasi dan sambal bawang. Porsinya lauk pauknya besar euy,,,,,tapi nasi putihnya cuma secuprit. Sedangkan saya dan suami memesan 2 porsi kecil nasi dengan lauk sate lilit, grilled chicken wings, cumi bumbu tepung goreng, salad, sambal terasi dan sambal bawang. Lagi-lagi lauk pauk dengan porsi besar yang cukup disantap untuk 3-4 orang.

Sentuhan tradisional tampak dari cara penyajian makanannya.Nasi dan lauk pauk ditata di atas piring rotan yang dialasi dengan daun pisang semakin mengundang selera, membuat pengunjung menelan ludah ingin untuk segera menyantap.

Sate lilitnya memang uendang buambang, terbuat dari sea food giling yang dililitkan pada tangkai sereh kemudian dibakar. Aroma sereh berpadu dengan bumbu membuat bau amis ikan menjadi hilang sama sekali. Sempat bertanya-tanya...ini ayam atau sea food sih..? Mungkin lauk ini bisa disejajarkan dengan ayam pandan dari Thai resto, sama-sama legit cuma pengolahannya berbeda karena ayam dibungkus dengan daun pandan kemudian digoreng.

Ayam bakarnya suedep, manis pedas dengan aroma yg menggigit. Cumi gorengnya garing. Semua lauk tersebut sangat cocok jika dipadu dengan dua jenis sambel yang disajikan. Wes pokoke mantap pol ! Sambel terasinya agak manis paling pas untuk bahan cocolan ayam bakar. Sedangkan cumi goreng lebih sip kalau dijodohkan dengan sambel bawang cabe rawit hijau mentah dengan irisan daun jeruk yang sedikit diberi minyak, wiih...benar-benar nyamleng.

Eh iya...jangan lupa saladnya dihabiskan juga. Serutan wortel tampil bersama rajangan daun lettuce mengajak lidah kita sejenak berpaling dari rasa gurih dengan menikmati manis asem plus segernya salad, cucok untuk mengiringi keasikan menyantap makan siang.

Kalau pas datang ke Sunway Lagoon, Kuala Lumpur dan sekitarnya silahkan dicoba, terutama buat anda yang tidak suka makanan ala semeretehe berbau kari yang sangat lazim dijual di Malaysia. Yang ini rasa Indonesia banggeth ...!

Saturday, June 06, 2009

Supaya tidak asal ' nJeplak '

Akhir-akhir ini kasus Prita tengah mewarnai berbagai media cetak maupun elektronik. Cukup membuat geregetan dan gemes, pengen nyubit pak Jaksa dan pak polisi yang sempat menahannya sampai 20 hari. Tapi kejadian ini juga memberiku bahan untuk introspeksi serta mawas diri supaya lebih berhati-hati dalam setiap langkah dan perbuatan.

Konon dunia internet bisa membuka jendela pengetahuan, memperluas wawasan, menerjang batas dalam mengakses berita dunia, tapi ternyata kini bisa menjadi sebuah bumerang yang menyerang.
Hari gini memang harus lebih berhati-hati, jangan sembarangan memforward email. Salah-salah terjerat pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik, bisa gaswath !

Forward memforward berita memang sering kita lihat dan lakukan di berbagai mailing list. Sudah selayaknya kalau berita-berita tersebut berguna tapi tidak kurang yang cuma berita bohong, provokasi, maupun sampah belaka. Rupanya banyak juga yang hobi memforward email tanpa diteliti kebenaran beritanya, sehingga terkadang isi berita jauh dari fakta atau bahkan keliru sama sekali yang akibatnya akan merugikan pihak-pihak tertentu. Dan hal ini masih saja sering dilakukan karena tidak adanya sanksi, maka pelaku tidak pernah jera. Selanjutnya protes yang dilakukan oleh kawan-kawan dalam komunitas milis hanya akan dijawab dengan permintaan maaf yang sangat enteng...
" uUpst....sorry...gue salah yaaa...."
Hmm...untung yang diberitakan bukan RS Omni ....

Memang sih kebebasan mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan dilindungi oleh UUD pasal 28.Tapi kebebasan yang dimaksud tentu saja harus bertanggung jawab alias tidak asal njeplak..
Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan dan pertimbangan kenapa sampai dibentuk UU ITE.

Kalau email Prita dijadikan alat bukti sebagai tindakan pencemaran nama baik, menurutku ini merupakan pemutar balikkan fakta akibat rasa malu akibat ketahuan punya ' borok ' plus arogansi si Omni. Menerima kenyataan adanya kekurangan, kesalahan, apalagi mengakui kemudian minta maaf bukanlah perbuatan mudah apalagi oleh sebuah RS berkelas dengan taraf Internasional. Walhasil begitu mencium adanya berita tidak sedap mengenai dirinya langsung saja in action.

Kalau saja RS tersebut punya niat baik dari awal, mungkin namanya tidak akan secemar sekarang, pastinya juga tidak ada curhat melalui email, dan yang terpenting .. tidak akan ada seorang wanita yang dicemarkan nama baiknya karena dianggap mencemarkan nama baik. Horotoyooohh....bingung kan..?!

Friends....
Bagaimana kalau sekarang gantian Prita mensomasi balik RS Omni, secara dia sudah dipermalukan karena dituduh melakukan tindakan pencemaran nama baik padahal senyatanya dia justru sebagai korban. Dia juga menderita karena sempat ditahan polisi ....pakai lama lagi ! Tentu saja ini membuatnya ketakutan serta menimbulkan trauma yang dalam, apalagi catatan kriminal yang pernah direcord oleh pak pulisi akan selalu membekas pada kertas berkas.

Sumprit deh sodara-sodara......
Jangan asal memforward email untuk kenyamanan bersama,
* Harus dipilih dan dipilah, mana yang kira-kira memang perlu kita sampaikan kepada teman-teman.
* Sekiranya berita tersebut diperkirakan akan menghebohkan, plis cek dulu kebenarannya, jangan-jangan cuma kerjaan seorang provokator.
* Jangan mau dipermainkan oleh hoax, teliti dulu sebelum di forward. Kalau tulisannya gede-gede dan terdapat tulisan ' sebarkan kepada teman2 anda niscaya anda akan selamat '..wah...harus curiga neh..!
* Terutama yang sudah berkali-kali diforward sehingga terlihat rungsep secara sama sekali tidak diedit, jadi begitu email dibuka bukan subyeknya yg tampak tapi berderet-deret nama penerima yang mencapai setengah halaman sendiri...halah...cape' deh...
* Yang terpenting hati-hati curhat melalui email seperti yang dilakukan oleh Prita. Salah-salah diforward seseorang , dan fakta diputar balikkan sehingga malah dituduh sebagai pencemaran nama baik...duh Gustiii...

Monday, May 18, 2009

Wisata Kuliner tanpa MSG ?.. mungkin nggag ya ?

Wisata Kuliner memang kegiatan yang sedang trend akhir-akhir ini. Terutama buat pehobi icip-icip berbagai masakan nusantara aktivitas ini tentu saja tidak akan pernah membosankan, malah selalu ditunggu. Menjamurnya tempat-tempat wiskul juga semakin menggoda para pecinta makanan, sehingga setiap saat menantang mereka untuk mencoba, merasa, dan mencela...eh salah...!!
Kalau cita rasanya yahud pastinya harus konsekuen, acungkan 4 jempol ibu jari tangan dan kaki tingi-tinggi untuk menunjukkan apresiasi agar mereka lebih berprestasi.

Banyaknya para penjuwal makanan terkadang membuat ibu-ibu menjadi malas masak, terutama bagi yang tidak mempersoalkan perihal harga. Padahal semua juga tahu bahwa masakan rumah lebih hygienis, berkualitas, dan sehat. Tapi kebiasaan makan diluar menjadi penyebab kenapa kita menjadi malas makan masakan rumah, sebab lidah sudah lebih akrab dengan masakan waroeng/resto yg terasa lebih sedap dan gurih dari pada masakan rumah yang kurang ' nendang'..? ...

Moto alias vetsin bin MSG lah yang menjadi biang rahasia gurihnya. Sayangnya pemberian vetsin seringkali berlebihan sehingga seringkali membuat kepala menjadi pusing. perut mual dan haus. Terutama setelah menyantap masakan dari restoran China yang terkenal berani ' micin ' Jadi ingat masa-masa eneg setelah jajan chineese food. Dulu di saat dakyu belum terlalu concern dengan halal dan haram, bakmi China merupakan makanan favoritkuku. Ketika itu makan di chineese resto kulakukan tanpa rasa bersalah, rasanya halal-halal saja apalagi di saat memesan makanan tidak pernah lupa menyampaikan pesanan khusus kepada pramusaji ....
" dagingnya ayam ya...jangan babi..." .... wes... rasanya sudah aman...

Bisa dimaklumi saat itu masih banyak orang yang belum begitu paham mengenai hal ini. Bahkan ketika saling nasehat-mensasehatipun seringkali malah membuat orang lain jadi keblinger...
" kalau cumen nyruput kuahnya saja nggag papa, asal dagingnya jangan dimakan ...." ....
" lha cumen minyaknya ya nggag masalah, sing penting jangan dagingnya ,,,,"

Biyuh...biyuuuhhh...Astaghfirullahalladzim......
Untung belum ada virus babi pilek .

weleh
..ngelantur..
Kembali ke Laptop !! ....

MSG yang terkandung di setiap mangsakan dan makanan yg kita beli di waroeng or reso memang selalunya membuat mulut 'aor' dan kepala ' nggliyer' setelah mengkonsumsinya. Sekarang tidak cuma chineese food resto yang demen menabur vetsin, bakso keliling,bakmi nggirlan, gorengan bakwan dll. di berbagai tempat, termasuk di kantin sekolah anak-anak kita.

Coba deh sekali-kali memperhatikan bagaimana mereka memasak, dan perhatikan seberapa banyak 'moto' alias vetsin yang digunakan....weh..cidak-ciduk..mungkin dalam satu mangkuk bakso penjuwal akan memberikan setengah sampai dengan satu sendok teh (2-3 gram). Kononnya jumlah MSG sebanyak itu sudah bisa membuat seseorang terkena chinese food syndrome...yaitu tadi ..kliyengan, eneg2, dan rasa panas di mulut. Apalagi penjuwal yang kemampuan meracik bumbunya kurang piawai, mungkin bakalan lebih ganas lagi dalam pemakaian vetsin. Tidak cuma cidak-ciduk, tapi 'mak byuk'..

" Bisa nggag ya kita mengedukasi para pengusaha wisata kuliner untuk say no to MSG
?..." gitu kata seorang sahabat masa kecilku..
Secara hobi lesehan makan bakmi jawa tidak bisa tersalur dengan baik karena khawatir dengan penggunaan MSG yang disinyalir berlebihan karena setelah menyantap kuliner tersebut gejala mual-mual selalu muncul.

Dalam mengedukasi pedagang untuk say no to MSG tentunya juga tidak mudah secara MSG merupaka senjata andalan mereka selain wajan dan sothil.( piranti penggorengan) Lebih dari itu sebenarnya penambahan MSG dilakukan selain untuk menambah kelezatan juga untuk mendongkrak rasa percaya diri akan kepiawaian memangsak. Jadi say no to vetsin mungkin bisa terjadi kalau secara serempak dilakukan oleh para pedagang, sebab jika tidak dilakukan bersama2 mereka pasti akan berpikir ...
" lhahh...sing nganggo moto yo luweh laris..lha luweh enuakk..." ( yg memakai vetsin tentu sja lebih laris karena huennyiakk.. )

Pembelinya juga harus diedukasi, jika tidak kemungkinan bisa mengecilkan hati penjuwal..
" sak niki rasane kok seje to pak...ra nganggo ayam kampung po kok ora gurih..." .
( sekarang kok rasanya beda sih, kurang gurih...nggag pake ayam kampung ya...)
Welha..rak blaik tenan...

Jadi kemungkinan para pengusaha wiskul akan mengurangi MSG atau bahkan membabat habis kebiasaan menabur MSG di sela-sela kegiatan mengolah masakan apabila para pelanggan sudah emoh mengkonsumsinya, dan ini bisa diawali dari masakan ibu di rumah yang anti vetsin. Tapi bisakah kita mengurangi MSG atau benar-benar meninggalkannya ?...
Jika anda mampu untuk tidak selalu memanjakan lidah kemungkinan bisa, tapi kalau terasa berat mungkin dapat dimulai dengan mengurangi jumlah pemakaiannya karena kononnya MSG aman2 saja digunakan jika takaran penggunaannya hanya 1-2 korek kuping setara dengan 30-60 mg seperti takaran penggunaan di saat pertama kali MSg digunakan pada th'60. Tapi kalau pengen sehat mendingan dihindari sama sekali deh, biar jauh dari hipertensi.
Pengen baca detil ttg MSG ini linknya : http://medikaholistik.com/2033/2004/11

Thursday, May 07, 2009

Memulai hari tanpa rasa BeTe

Merasa lesu ketika bangun tidur..?..ngerasa lemes, males, masih kepengen merem dan mulut berulangkali menguap karena merasa masih ngantuk saja, ?
oOoahem ... Ngaku saja deh pasti banyak yang mengalaminya, termasuk dakyu.

Sebenarnya kalau kepingin cepet 'on' di pagi hari mudah saja. Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, terus lanjut ke sholat subuh. Sebelumnya gerak-gerak badan sedikitlah ala Mr. Bean, goyang kiri, goyang kanan, angguk-geleng kiri, angguk-geleng kanan..dah...

Untuk kesegaran berikutnya minum kopi akan sangat membantu mata kembali melek dengan kekuatan 100 watt. Tidak usah kopi pekat, cukup satu sendok teh nescafe dicampur dengan satu sendok teh gula, plus tiga sendok teh creamer...hmmm..cobain deh, dijamin akan menikmati white coffee super yahud.

Perlu juga diingat jangan terburu-buru membuka email atau membaca berita. Terkadang bacaan di pagi hari dapat merusakkan mood anda sepanjang hari. Harus dipilih dan dipilah, kira-kira berita mana yang akan di klik, email mana yang perlu dibaca. Pagi-pagi harus mencari berita yang menyejukkan hati, memotivasi dan memberikan inspirasi. Jika sudah terendus adanya email yang bakal membuat hati dan pikiran bergejolak, sutralah...ntar-ntaran ajah bukanya, kalau jiwa dan pikiran sudah menyatu dengan mata.

Kalau suasana pagi sudah terlewati dengan manis, maka suasana hati akan terkondisi untuk melakukan kegiatan selanjutnya dengan suka cita, tanpa rasa terpaksa ataupun tersiksa. wess..pokoknya lancar jaya..

Untuk kebugaran keesokan harinya upacara tidur malam pun jangan sampai kacau. Menjelang tidur jangan sekali-kali berdiskusi serius dengan pasangan, apalagi sampai berantem atau sebel-sebelan. hmm..dijamin gondok en gelisah tidak bisa tidur.

Buat mereka yang sukar tidur, mandi menjelang tidur juga sangat membantu untuk lebih relaks hingga mudah mencapai mimpi indah. Meski buat sebagian orang mandi justru akan membuat tahan dari serangan kantuk. Cara lain adalah membaca buku ringan, tapi jangan terlalu serius dalam mencerna kalau tidak mau otak kita malah tegang, bacanya nyantai saja karena lama-lama akan ngiler tanpa terasa.

Cobalah....

Tuesday, May 05, 2009

Memangnya bulan bisa ngomong...??

kalo saja bulan bisa ngomong ....
tentu aku bisa kongkalikong...
santai-santai sambil nongkrong...
ngomong-ngomong soal pepesan kosong ...
aahh....tapi sorry ya...tentu saja bukan ngerumpiin berondong.

habis susyah sih kalau mau chatting...
kadang internet ngadat nggak mau connecting...
apalagi keseringan chating juga bisa bikin kepala pusing ...
nggak tanggung-tanggung, tujuh keliling..!!

ayo bulan...ngomong dong...
tuh..gelap semakin pekat, aku nggag mau cuma duduk bengong ....
mendengar bunyi suara anjing hutan yang melolong-lolong...
menyebarkan berita bohong tentang todong-menodong...
woalah...tolong doong...

Sunday, May 03, 2009

Seperti hariku yang kumulai tanpa secangkir kopi....

Hah ...mati karena caddy...??!!...
ah..masa si...

apa iya tidak ada hubungan dengan korupsi, rebutan kursi, kepengen posisi, serta ambisi...
atau jangan-jangan karena harumnya sambal terasi...

wah..ngeri ya jadi istri politisi..
setiap kali selalu makan hati...
mengisi hari dengan penuh basa-basi...

membela suami jika ketangkap pulisi...
meski dalam hati ...
tahu kalau si do'i ngapusi ...
tapi apa daya demi maruah dan gengsi, juga piti ...

ah..ini semua cerita basi ...
seperti hariku yang kumulai tanpa secangkir kopi....

Sunday, April 26, 2009

It's been 22nd....

Ya ampyun aku lupa lagi....
Kusentil kupingku sendiri,kenapa selalu melupakan hari ulang tahun..
Bahkan hari ini disaat kami tepat di usia 22 tahun...

Waktu memang menunjukkan kuasa...
Tanpa terasa lama sudah kami hidup bersama....
Dari masa kemasa kini semakin nyata...
Usia menuntun kami menjadi dewasa, semakin bersahaja, semakin saling merasa, tanpa ada lagi pura-pura....

Tanpa dipungkiri pun kami akan tua dan renta...
Tapi masa lalu boleh saja tetap tersimpan rapi dalam memori....

Karena aku tak kan pernah lupa..
Jamanku masih suku jaim sama kamu..:P
Di saat aku sering nyuekin kamu.. :P
Apalagi kalau kamu suka caper, weks..jelas pura-pura nggag kenal...!!!

Malah deru suara khas motor Suzuki GPmu kini kembali terngiang di telingaku...
ethek.. ewer.. ethek ..ewer...bremmm....pastinya saat itu berhenti di depan rumahku bukan di rumah cewek lain...

hm...jadi teringat gayaku membonceng motor andalanmu...
Anti melingkarkan tanganku ke pinggangmu ...gengsi coy ! ...

Hari ini...
Meski tidak ada rangkaian bunga ataupun 'candle light dinner'...
Tapi Allah telah memberiku kado teramatsangat istimewa, sebuah kebersamaan yang tak lekang dimakan usia...
Meski tidak selalu mulus, terkadang kerikil-kerikil tajam sering mengganggu disaat kami sedang bergandengan tangan...
Namun sejatinya kerikil-kerikil itulah yang menambah kepekaan dalam proses menjalani kehidupan.....

Thursday, April 23, 2009

Ketika anak senang bermain petak umpet...

Ting..tong.....
" Perhatian..perhatian....telah ditemukan seorang anak, mengenakan kaos bergambar superman berwarna biru dongker, bercelana panjang jeans, menggunakan sepatu sendal Neckerman..." suara seorang wanita menggema di salah satu pusat pertokoan di Jakarta dari counter informasi,dengan backsound seorang anak yg sedang menangis sesenggukan.

" Tuh ada anak hilang lagi, kalo suatu saat kamu terpisah dari mami en daddy nggak usah nangis,langsung aja ke tempat informasi atau lapor pak satpam, bapak2 berseragam putih biru yang tugasnya berdiri di sudut-sudut toko itu. Diingat-ingat tulisan informasinya ya..I..N...F...O...R..M..A..S..I..." gitu selalu pesanku pada sulungku yg ketika iitu berusia 31/2 tahun, baru seneng2nya membaca tulisan dengan huruf besar-besar.

Hobi bermaen petak umpetnya sering membuatku was-was yang terkadang berubah menjadi kesal. Kesenangannya bersembunyi diantara baju-baju yang dipajang di kounter-kounter atau sengaja berjalan menjauh dengan kami kemudian tiba-tiba muncul ketika ortunya mulai kebingungan akan membuatnya terkekeh-kekeh kegirangan.Hingga suatu saat kami pernah benar-benar seperti kehilangan anak di tengah hiruk pikuk keramaian akhir pekan di Mall Kelapa Gading Jakarta. Ketika itu mami mulai panik, muka sudah pucat (sempat ngaca di kaca fitting room yg kosong en kordennya kebuka), air mata mulai menggenang di pelupuk karena membayangkan anak semata wayang diambil orang ....

Tiba-tiba...

Ting...tong....
"Perhatian...perhatian...telah ditemukan seorang anak bernama Ica Mimanda...putra dari bapak Lopiti...rumah Pulo Debang Pemai...., sekarang berada di bagian Informasi lantai 3..."..walahhh..paakkk....itu anak kita....
Seblak..seblak....buru-buru aku mengangkat rokku yang tidak panjang kemudian berlari ke bagian informasi menjemput anakku yg saat itu sedang asik mengobrol dengan pak Satpam....weleh..welehh....

Dengan kejadian tersebut mami jadi bersyukur, salah satu pelajaran di setiap petang terbukti telah membantu ditemukannya anakku. Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membosankan bagi pendengar radio FM tapi ternyata tidak bagi si kecil, karena dialog mami dengan si kecil memang tidak akan pernah menjemukan ,malah hangat, erat, dekat dan bersahabat .....
" Nama kamu syapa...yg komplit..."
" Ica Mimanda..."
"Nama ayah...nama ibu...?"
"Bapak Lopiti dan ibu enda.."
"Alamat rumah..?"
" Pulo Debang Pemai...blok H 17 no 28....jatata timu.."
Tak pernah bosan mami selalu ngetes dengan pertanyaan yang sama,tujuanny memang kalau ketlingsut ada yang berbaik hati mengembalikan lagi kepada kami.
Dan untuk kasus hilang yang kedua kalinya diumur 4 tahunan, dengan gagah serta penuh percaya diri dia melapor ke Satpam di bagian Informasi ....
Namaku I..rrR.sha PrrRi..manda, bapaknya Pak.. rr.Rovicky. rumahnya Pulo Gebang Pe..rrR..mai...

Maen petak umpet versi anak ke dua lain lagi. Sering menghilang dikala sopir jemputan mencarinya !! Mami jadi stress secara tiap jam pulang sekolah telpon sana sini untk memastikan anak ikut mobil jemputan. Di saat kelas 2 SD mas sopir pernah menyerah kalah tidak dapat menemukan Adek hingga mengira sudah dijemput ortu. Mami sudah bercucuran air mata ketika tiba2 di halaman rumah suara deru motor berhenti...lhooo..Adekku diantar abang ojek...
.. Walah..walahhh....

Rupanya Adek yang lebih preman dari kakaknya ini diam-diam ingin meniru kegagahan kakaknya, naik bus biru no.57 nyambung metromini dilanjut ngojek. Biyuh..biyuh...panjang nian perjalanannya....
Memang sekali-sekali si mas ikut teman-temannnya menjajal kendaraan umum, sebab katanya lebih asik daripada naik mobil jemputan.

" Jalannya kan ramai,gimana tadi nyebrang jalannya dek...?"
" Aku lewat jembatan penyeberangan jalan..."

Dalam hatiku....
Good, berarti sudah menerapkan pelajaran PPKN...
"Kok kamu hapal jalan pulang, tahu jalur busnya...?"
" Kan mama suka bilang ke aku, mas Ica pake jalur bus apa..."

Dalam hatiku....
woo...ternyata dihapalkan toh..?
" Trus tadi bayar busnya gimana..?"..
" Aku nggag bayar,aku duduk sama kakak2 SMA"...

Dalam hatiku...
wah,ngiritnya kayak mami ajah nak....

Rasa ingin tahu merupakan sikap yang bisa memberikan motivasi kepada anak untuk memperoleh pengetahuan baru, kendati terkadang bisa membahayakan si anak. Ingin menjajal,kepengen mempraktekkan apa yang sudah diketahuinya tentu merupakan hal wajar. Ini yang sudah si mas dan Adek lakukan. Beruntung mami selalu memberikan penjelasan secara apa adanya, sehingga anak-anak bisa memuaskan rasa ingin tahunya dengan suka cita tanpa kendala, dan aman sentosa.

Monday, April 20, 2009

Selamat Hari Kartini ....

Hari ini tanggal 21 April.
Hari kebangkitan emansipasi wanita yang dulu tanpa lelah diperjuangkan oleh Ibu Kartini putri bangsawan dari jepara. Beliau telah memberikan inspirasi kepada seluruh perempuan Indonesia untuk mendapatkan perannya di dalam dan di luar rumah.

Hari ini banyak sekali peragawan-peragawati cilik melenggak-lenggok diatas cat walk untuk memperagakan baju daerah guna memperingati hari Kartini. Dari Sekolah-Dasar hingga sekolah menengah biasanya juga akan mewajibkan anak muridnya mengenakan pakaian daerah pada hari ini, hingga salun pedandan pun pastinya sudah mulai sibuk sejak lepas subuh tadi, menyulap muka anak sekolah menjadi bak artis ibu kota dengan harapan bisa memenangkan lomba mirip wajah ibu Kartini.

Saat ini ekspresi dalam mengenang tonggak dicanangkannya persamaan hak kaum laki-laki dan perempuan memang biasa/bisa dimanifestasikan dalam berbagai ragam acara. Ada lomba memasak nasi goreng oleh laki2, bapak-bapak maen bola sepak pakai rok, lomba panjat pinang oleh ibu2 dll .
Tapi jika direnungkan kembali, benarkah persamaan itu yg dimaksud ......?

Jaman sekarang emansipasi memang tidak lagi perlu dicari, semua perempuan boleh berkarya sesuai naluri dan hati nurani. Tapi bukan berarti ingin mengambil alih posisi karena akan lebih bermanfaat jika bersinergi. Keseimbangan alam menugaskan perempuan untuk memberikan harmonisasi dengan mengisi ruang-ruang kosong yang tidak dapat dilakukan oleh laki-laki, sesuai porsi.

Salut kepada para ibu bekerja yang dapat melaksanakan tugas gandanya, memakmurkan kesejahteraan keluarga berikut mengemban tugas pekerjaannya. Tabik untuk para perempuan yang telah berkarya dalam segala bidang, berjuang untuk kepentingan negara dan bangsa. Hormat saya kepada mbak-mbak asisten yg dengan segala daya upaya berusaha membahagiakan keluarga walau terkadang sakit mendera.
"

Kepada teman sejawat para ibu eR Te...
Tugas kita tidak kalah berat, 24 jam berdinas dalam kantor keluarga ( terbukti komputr nyala terus) tanpa bayaran satu sen pun, apalagi uang pensiun. Modal kita hanya ridho dan ikhlas, kendati ijazah sekolah tinggi tetap diperlukan karena dikantor ini kita bekerja rangkap, yaitu sebagai guru anak-anak, bimbingan kounseling buat mereka, juga sebagai mentri keuangan keluarga.

Untuk semua perempuan Indonesia...
Selamat Hari Kartini !!

Monday, April 13, 2009

Kecap Indon...nesia..' lagi best '....

Moms.....gimana seandainya di dapur kehabisan stock kecap..??..

Wah, kalau ini sampai terjadi bisa-bisa predikat sebagai ibu tidak bertanggung jawab bakal menempel di punggungku dengan tulisan besar, bold & underline.Seandainya pun dakyu minta maaf atas kelalaian dalam penyedian si hitam pekat ini, pastinya jawaban Tiada Maaf Bagimu akan terlontar menyertai wajah cemberut tanda kecewa yang terpantau dari menurunnya selera makan.warga rumah
...UPst....sorry mori bebek meri ya guys....

Kecap memang murah meriah, bumbu serba guna dengan rasa luar biasa tapi cukup irit. Dengan modal kecap doang makan bisa terasa nikmat dan nyamleng.
Bangun pagi 'sabu-sabu' temtu pake kecap. Maksudnya sarapan bubur prens...bukan nggelek yah.. Breakfast dengan telor ceplok plus nasi kecap krupuk,... wah ini favorit masa kecil, atau kalau kefefet makan nasi krupuk plus sambel kecap juga sudah oYe..

Aneka masakan semur,miss-tumis, mi goreng, bakso, sate tiada berkesan tanpa kehadiran si hitam manis nan pekat. Tapi sayang sangat susah menemukan merk kecap yang pas di KL. Kalo tidak terlalu cair malah terlalu kental dan berwarna hitam dengan rasa asin meski di botolnya sudah tertera kata2 ' Kicap Manis'....wehhh ketipuuu...

Menyimpan beberapa botol kemasan kecap produk Indonesia menjadi terasa perlu. Terdapat dua merek kecap terkenal yang dapat ditemukan di sini. Kecap dengan brand tiga huruf dan kecap bergambar burung. Para kecap ini termasuk langka di di KL secara hanya dijual di daerah pasar Chowkit tempat pemukiman warga Indonesia. Jadi kalau sampai lupa menyetok barang ini kemungkinan akan gigit jari ketika suatu saat simpanan habis sedangkan di toko penjual makanan Indonesia ternyata juga sedang kosong. Terbukti sekarang mulai sering kehabisan, masih mending terkadang terdapat kemasan plastik bukan kemasan botol.Akibatnya orang serumah protes karena kehilangan lauk favoritnya...nasi putih anget, tempe goreng garit plus sambel kecap... wess....bakalan cuma bisa ngeces dan ngiler membayangkannya....

Suatu saat pernah dakyu benar-benar kehabisan kecap, sedangkan toko andalan sedang tidak dapat diandalkan. Jadilah dakyu berkeliling super kampret mencari tahu kecap apakah yg biasa dipakai oleh orang lokal. Interview dengan para belanjawan dan belanjawati selalu saja tidak mendapat jawaban memuaskan.
" tak tahulah kicap mana yg sedap..."
" selalunya saya guna kicap indon...' e bi si'...lagi sedap..."
" kicap gambar burung.. lagi best..."
" kicap indon pekat, manis, sedap.....best giler..., tak cair tak kental..."

Biyuh..biyuh....nuwun sewu...saat ini saya sedang mencari kecap lokal mak cik...

Rencana membuat bihun goreng pun terlaksana juga setelah akhirnya menjatuhkan pilihan pada ' Kicap Mee ' dengan cara menghitung kancing bajuku...kicap mee..kicap lemak manis..kicap mee..kicap lemak manis..kecap mee..!! ..pas....kancing yg kuhitung habis sudah....

Tapi ternyata hasilnya sangat horor sudara-sudara...
Warna bihun seperti rambut yg di cat 'gojag-gajeg' ..pokoknya enggak banget deh..!! ...coklat ?..Hitam..? ..nyaris perpaduan coklat hitam tapi banyak hitamnya, meski rasanya tetap gurih serta sedap secara dakyu yg mangsak..
:D

Wallah..kok jadi mengeluh yah...

Aaahh....Sebenarnya tidak cuma soal kicap or kecap yang sering kita keluhkan masih banyak lagi.Dari soal makanan, bahasa,budaya, lingkungan,sampai soal salun pedandan ( salon ), pokoknya bakalan gempor kalau menghitung mengingat jumlahnya segambreng. Padahal kalau mau jujur, semestinya kita beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita tinggal. Tidak mungkin kita selalu mendapatkan apa yg kita mau,..apalagi di negeri orang....

Ah ..sutralah...
Gara-gara kicap....!!

Thursday, April 09, 2009

Kalo mami 'nyandu' Fesbuk

Jujur saja, bermain Face Book memang sangat mengasyikkan. Banyaknya waktu terbuang tampaknya tidak bermakna apa-apa dibandingkan dengan kemasyukannya. Jadi tidak heran jika kemudian ada perasaan seperti baru nongkrong sebentar di depan kompi, eee..ternyata sudah tiba waktunya menjemput anak sekolah, padahal belum ada masakan di rumah sedangkan setrikaan masih menggunung melambai-lambai minta digosok. ..fyuuhh...

Bagaimana tidak mengasikkan, secara banyak menu disana. Ada es teler,nasi padang,mi ayam, sate padang, ayam pop, eskrim dll yang bisa dikirimkan secara virtual kepada teman tercinta tanpa mengolah lebih dulu. Urusan kenyang nanti dulu, yang penting ngiler coy !...gitu prinsipnya. Bahkan kalau mau lempar-lemparan sepatu atau timpuk-timpukan tas kulit bermerk juga bisa, meski lagi-lagi secara virtual.
Ealah..tapi kok ya bisa bikin seneng.

Paling menyenangkan kalau bisa bertemu dengan teman lawas. Posting foto-foto jadul menjadi sepert barang anyar karena munculnya komen-komen lucu dari si empunya wajah beserta teman-teman, dan sumpih hal ini akan membuat kita ketawa-ketiwi, melupakan basa-basi serta kembali pethitha-pethithi ( gaya,serasa masih muda). Memang kalau dipikir-pikir ngFB seperti kegiatan tidak bermutu, wagu, dan lucu. Apalagi jika mami, daddy,opa dan oma ikut terlibatdi dalamnya. Tapi prens, fenomenanya memang begitu….

Belakangan ini, seseorang dianggap tidak gaul margaul jika belum ‘ngeFesbuk’ Padahal belum tentu demikian, karena faktanya masih banyak yang berpikir panjang untuk tidak membuka account FB. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa factor:
1. Mungkin super sibuk karena terjerat dengan pekerjaan kantor sehingga tidak sempat ngeklik FB.
2. Mungkin tidak berlangganan internet
3. Gaptek ( padahal kalau niat sekejap juga bisa canggih )
4 . Tidak suka bersosialisasi. Karena pada umumnya seseorang akan tetap exist dalam FB jika sering berkunjung atau membuat komen di FB teman2nya.
5. Takut (mungkin dilarang pasangan karena ada kecenderungan akan mengganggu stabilitas hubungan)…ho..ho…ho…segala kemungkinan bisa terjadi.kan ?
6. Emoh kecanduan.

FB addict..?...waw…..memangnya bisa begitu…?..bisa saja sodara-sodara, apalagi tidak ada kesibukan lain yang menyita waktu. Lantas bagaimana kita bisa dikategorikan sebagai kecanduan ‘mesbuk’?...yah..kira2 beginilah….
- Merasa gelisah jika sehari saja tidak menengok halaman FB, hidup serasa bagaikan sayur brongkos tanpa kluwek,,tidak komplit kurang bumbu dan hambar….oh…. tidaakkkss..
- Lebih suka chatting dan saling memberikan komen daripada nonton tivi atau ngobrol dengan keluarga.
- Buat yang pake Black Berry, akan lebih sering bertabrakan dengan orang secara terlalu khusu’ memantau FBnya tanpa melihat sekitar, lebih gaswath lagi kalau sudah mulai sering kesandung. - Sering mempraktekkan multi tasking. Memasak disambi bermain fesbuk secara kompi diset dekat dengan dapur. Nguleg sambel disambi chatting,komen sana-sini,gonta-ganti status di wall, upload foto, serta scan foto jadul untuk dipublish. Dan ini dilakukan mami dengan riang gembira sembari tetap melakukan gerakan mis-tumis, reng-goreng, yur-sayur, dan sreng-osreng…..weleh..weleh
Jadi jangan heran jika anak tiba-tiba berteriak protes …..

“ Mama sekarang masakannya kok nggag enak sih..?”
“ Bikin nasi goreng kelembekan…..bikin mi goreng nggag enak… “

-Lebih parah kalau suami sudah mulai menekuk wajah hingga 7 lipatan, weee...harus dikurangi frekuensi nge FB jika tidak menginginkan ada perang dunia ke tiga. Kemungkinan ada indikasi tercium gerakan CLBK (cinta lama bersemi kembali), terdedahnya KTS ( kasih tak sampai ), atau mungkin terkuaknya kisah Gatot alias gagal total. oH…Nooooo…..

Prens….Kalau direnungkan,tenyata banyak juga kelemahan FB jika kita tidak pinter-pinter mengambil positipnya saja. (ya jelas laah…)Jangan sampai kecanduan barang ini karena dampaknya seperti halnya barang yang bisa membuat ketergantungan lainnya

Aahhh….Mungkin kalau bang Napi tahu masalah ini dia juga akan berkata WasPaDalah !

Sunday, April 05, 2009

Giliran mami berbicara..

" Memangnya aku harus kayak bapak ? Setelah lulus cari kerja, menikah dan berkeluarga ? Aku mau ini dulu,,itu dulu..begini dan begitu.. "....
" Memangnya nanti kalo kerja harus sesuai dengan bidang pendidikanku..? Memangnya salah kalau terjun di bidang enterpreneur atawa entertainer... ?"
" Iya..iya..kenapa harus selalu diingatkan seh..?..tentu saja sudah aku pikirkan..kenapa nggag percaya sama aku seh ?.."
" Saat ini pemikiranku seperti ini,kalau seandainya nanti memang akhirnya seperti bapak, itu karena pilihanku bukan karena disuruh ya.."


Opst...sebegitunya .....
Bertukar pikiran dengan anak yg sudah mahasiswa ternyata ngga semudah mengajaknya ngobrol seperti ketika dia masih usia Taman Kanak-kanak atau sekolah Dasar. Diskusi bisa berlangsung seru dan tak jarang berujung seteru. Apa yg ortu pikirkan tidak selalu seiring sejalan. Tidak semua yang dipikirkan ortu akan diterima apa adanya tanpa syarat, tetapi banyak sekali koreksi sodara-sodara.Menurutnya gaya berpikir ortu sudah ada templatenya, tinggal mengisi sesuai porsi, situasi dan kondisi.

Sepanjang sejarah setiap ortu pasti menginginkan anak2nya sukses melebihi cikal bakalnya.Untuk hal ini saya yakin golagokin semua ortu tentu akan mengacungkan 4 ibu jarinya termasuk jempol kaki tinggi-tinggi,sebagai tanda setuju. Dengan begitu tidak heran jika berbagai kiat dan tips gencar dilancarkan kepada anak untuk mengejar apa yang diinginkan ortu agar minimal bisa menyamai mereka meski terkadang melupakan kepentingan si anak.

Di saat berbicara dengan anak meski ortu tidak bermaksud membuli, lain lagi yang terekam dalam memori. Suara mereka terdengar seperti monster berkuasa yg sedang memberikan perintah tanpa bisa dilawan, sehingga anak seperti hanya berkewajiban mengangguk setuju atas titah sang ortu . Padahal mungkin dalam hati mereka berkata...
"I dont want to be told...!! " wops..

Dua puluh tahun yg lalu mungkin ini akan berhasil diterapkan.Tapi untuk anak sekarang yang penuh wacana dan kritis terhadap masalah rupanya sudah tidak mempan lagi, gaya seperti itu sudah tidak musim lagi.Mereka maunya diajak berbagi dan membagi cerita dalam suasana akrab penuh pertemanan kental dengan suasana persahabatan. Yah..Ibaratnya gaya rambut gondrong sudah tidak model lagi,mungkin gaya ortu yg berkata kamu harus begini..kamu harus begitu, pastinya juga sudah bergeser menjadi..bagaimana kalau kamu mencoba begini...mungkin kamu bisa begitu....

Mungkin agak ribet ya prens, seperti sedang menuju destinasi dengan mengambil jalan alternatif, tapi rupanya cara demikian akan lebih berkesan dalam menyerap pesan.

Ah..ngaku sajalah...
Memang mami sering mendramatisir percakapan,terkesan tidak percaya, dan hobi menasehati, secara sudah hukum alamnya begitu.

Wokey....Jadi protesmu diterima nak...
Tapi mami tetap tidak akan berhenti untuk...
1.Memberi pesan kepadamu..( baca nasehat )
2.Mengingatkanmu disetiap keadaan...
3.Menghiburmu di kala gundah...
4.Menunjukkan arah ketika di persimpangan...
5.Dan tidak akan berhenti bicara untuk mengingatkan...jangan lupa sholatnya.....

Itulah tugas ortu dalam menjaga titipanNya...
Lebih berat dari tugas pak satpam di Mal-mal yg dibayar hanya untuk berdiri, .. :P

Tuesday, March 17, 2009

Fesbuk dan sisi mumetnya…

Belakangan ini reunian sangat sering terdengar digelar, terutama reuni dengan teman sekolah yg mungkin sudah puluhan tahun tidak berjumpa. Jalan untuk betemu teman jadul sekarang sudah terbuka lebar semenjak Face Book muncul mewarnai dunia internet , dengan menampilkan profile secara jujur dan apa adanya maka teman sekolah maupun saudara mara dengan mudah akan mengenali kita.

Hari gene, syapa seh yang nggak punya Face Book. Popularitas FB sudah tidak diragukan lagi, dari adek-adek, om-tante hingga om-opa, kenal benda ini, juga sangat menggandrunginya. Bukan hanya mereka yg paham komputer dapat bermain-main dg fesbuk, 'gaptek'er pun dalam sekejap mata akan menjadi canggih dalam mengolah menu yg ada. Maka jika saja ada sensus kepemilikan fesbuk dalam satu RT, kemungkinan besar tiap pintu rumah akan berhak mendapatkan stiker tempel bertuliskan 'lolos FB'. Dan seandainya pak eRTe juga seorang fesbuker, tentu dia akan mengangguk-angguk puwas mengetahui warganya melek FB, dg demikian rapat2 RT bisa dilakukan secara on line, penarikan uang sampah, keamanan maupun masalah lingkungan dapat dituliskan pada status.
" Sudara-sudara se RT 5 RW 3...sudah waktunya bayar iuran sampah dan keamanan...."
Kira-kira begitulah tulisan yg bakalan terpampang pada status Face Book pak eRTe, hm..keren juga yak....

Fesbuk memang mendekatkan yang jauh, tapi juga menjauhkan yg dekat.
Tidak bisa dipungkiri betapa senangnya ketika kita berjumpa teman2 jaman Sekolah Dasar, SMP/SMA maupun teman kuliah. Cerita lama pun mengalir deras, kejadian-kejadian lucu terputar ulang mengenang masa-masa manis di sekolah, seolah menjadikan kita lupa akan waktu yg telah lewat, mengabaikan sejenak keruwetan hidup masa kini. Tidak heran juga jika kemudian kita asik bertegur sapa melalui chatting maupun berkunjung ke FB setiap teman untuk meng-update perkembangan yg ada. Malah kemudian kita merasa lebih dekat dengan teman maya dibandingkan dengan teman riil yg sehari-hari berada di sekitar kita.

Di saat-saat kebersamaan dengan pasangan pun FB bisa menjadi pengganggu, dekat tapi jauh, secara masing2 menggenggam Blackberry atau khusu’ menghadap laptop.
Meriah dalam kebisuan. Memang tampak lucu jika kedekatan pasangan diisi dengan cerita yang berbeda, mereka tersenyum-senyum tapi menyapa dunia yang berbeda.
Weleh..kok jadi aneh ya…

Ketika fesbuk banyak memberikan manfaat karena hampir selalu sukses mempertemukan teman lama, penyalah gunaan profile untuk tujuan iseng2 dan ngisengin orang menjadi sangat menyebalkan. Untuk orang2 kurang kerjaan seperti ini memang wajib ditoyor tanpa ampun. Sebagai pemilik FB pun kita juga harus lebih berhati-hati dalam mengisi kolom info kalau tidak ingin jadi korban impersonation. Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan ketika nge-fesbuk :

• jangan menulis hand phone number
• Jangan menulis alamat rumah
• Jangan menulis alamat kantor dll
• Pokoknya jangan menulis yg bersifat pribadi gitu deh…kalau ada teman yg memerlukan tinggal kirim Personal Massage. Beres kan..?
• Kalau ada orang nggag kita kenal minta diadd, mending gag usah diconfirm ajah, ignored,.Begitu juga sebaliknya, jangan asal meminta seseorang untuk meng-add kalo gag kenal. Mending teman nggak terlalu banyak, tetapi bermakna daripada teman berjibun tapi bikin susyah. Banyaknya jumlah friends list yg tertera tidak akan berarti apa-apa jika bukan merupakan pertemanan sungguh-sungguh.
• Nge-FB pun perlu etika. Sebagai pemilik FB kita wajib menghormati pemilik FB lain dengan menjaga etika untuk tidak seenak udelnya men-download foto2 tanpa seijin pemiliknya, karena ini menyangkut hak cipta sang pemilik juga hak atas kepemilikan wajah (untuk foto2 diri).

Jangankan gaya berkomunikasi di dunia maya, di dunia nyatapun hubungan antar manusia tidak selamanya mulus. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, karena ini akan menentukan hasilnya…hallah….

Wes … nggag usyah mumet, ayo nge-fesbuk aja lagi….

Friday, March 13, 2009

Menembus hutan di FRIM ( (Forest Research Institute Malaysia )


Alhamdulillah acara ' one day out' ibu-ibu Wiatmi ++ pada hari Rabu 11 Maret kemaren berjalan dengan sukses dan lancar jaya.Semua berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala yang mengganggu, sehingga seperti telah diduga sebelumnya acara ini berlangsung seru meski sedikit membawa dampak pegel linu. Tapi kendati semburat wajah lelah sedikit terpancar dari muka-muka cantik para ibu, tetap saja tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan pada hari itu. Dan yakin gulagokin pak musikin tukang mesin, mereka pulang ke rumah dengan wajah cerah bak bunga mawar merah merekah di tengah-tengah. Wes...pokoknya semangat mbakyu-mbakyu ini memang tiada tandingannya, staminanya mumpuni nggak kalah dengan pemanjat tebing kelas tinggi.

Bermula dari Kampung Warisan Condo sebagai tempat berkumpul untuk keberangkatan menuju FRIM (Forest Research Institute Malaysia). Tepat jam 9 am rombongan 8 kendaraan roda empat berangkat beriringan dengan satu tujuan, FRIM. Perjalanan hanya memakan waktu 20 menit, memang terlalu singkat untuk acara menggosip maupun curhat. Maka dari itu rombongan sudah sampai di hutan lindung tersebut tanpa terlalu banyak kegiatan ketawa-ketiwi, secara menyantap sarapan 3 jenis kueh mueh dengan sesekali menyeruput air mineral dan bertanya-tanyi tempat pemesanannya, juga melirik jalanan takut nyasar (padahal sidah pasrah sama driver), sudah menyita waktu dan perhatian ibu-ibu penumpang.

Leganya, akhirnya sampai juga.
Menurut mbakyu koordinator panitia, acara pertama adalah foto bersama di depan waterfall. Yess !!...inilah bagian favorit mbakyu-mbakyu, jeprat-jepret sekaligus sebagai pemanasan sebelum berjalan menembus rerimbunan hutan. Selanjutnya jangan heran jika desiran angin di tempat sepi itu terkontaminasi dengan bunyi-bunyi suara manusia yg saling bersahut-sahutan...satu..dua..tiga....jepret !..satu..duaaa....tigaaa.. satuuu... duuaa tigaaa..ceklik ! (suara camera HP). Foto-foto berjalan sukses meski sedikit memerlukan usaha untuk merambah lahan pemotretan agar terlihat pancuran air terjunnya.

Perjalanan menuju menembus hutan dimulai. Semuanya tampak siap untuk pendakian termasuk ibu hamil, beserta ibu anak.Beberapa ibu terlihat sibuk mengoles kaki dengan 'minyak-minyak'kan, sampai ada yang kepanasan sebab obat gosok PPO yg dioleskan ( eh..lupa..merknya apa yah..?). Serempak ujung celana panjang dimasukkan ke dalam kaos kaki agar tidak diserbu pacet, meski sampai berakhirnya pendakian tidak ada seorangpun yang terjejas oleh pacet. Ooo...rupa-rupanya week days pacet2 pada libur, atau karena semalam nggag hujan yah..?

Setelah 20 menit perjlanan mendaki, terlihatlah canopy di depan mata dengan antrian yg cukup panjang. Canopy sepanjang 150 meter ini dibuat pada tahun 1991 oleh MY dengan bantuan negara jerman, bentuknya seperti jembatan gantung yg bergoyang jikalau ada orang yg melintas di atasnya. Sedangkan hijaunya hutan terhampar luas menambah keindahan panorama dari atas jembatan.Tapi awas, jangan ngaku takut kalau nggak mau diganggu teman dengan goyangan mautnya, sehingga jembatan pun menjdai bergoyang...dull..gondall...gandulll....gondall..ganduull..

Lepas dari goyangan si jembatan, perjalanan masih cukup panjang untuk menuju Malay tea yang sudah menjanjikan sajian rendang tok kegemaran ibu-ibu. Lagi-lagi potret-potretan memberikan rehat dan keceriaan pada ibu-ibu. Kali ini lahan berbatu khas batu kali menjadi sasaran tempat pengambilan foto meski harus berbecek-becek di air dan duduk diatas lumut hijau super licin. Pokoknya mah demi sejepret dua jepret foto, usaha apa saja akan tetap dilakukan. Apalagi cuma lumut...
" ..Lumut ijo super licin..? syapa takyuuttt.."..hallah...
segitunya deh...

Singkat cerita, ibu2 sampai juga di Malay Tea house, melahap dengan suka cita apa yg sudah disediakan oleh si empunya resto, dilanjutkan perjalanan pulang kerumah dengan hati bungah.

Tuesday, February 24, 2009

kecantol nonton tipi lokal

Pulang ke Jakarta selama 4 hari minggu lalu cukup mengobati rasa rinduku kepada negriku tercinta. Alhamdulillah semua yang sudah di rencanakan bisa terlaksana termasuk berwisata kuliner untuk memuaskan lidah berikut tenggorokan meski harus dibayar dengan bertambahnya berat badan.

Selama di Jakarta waktu luang selalu dakyu sempatkan untuk nonton tipi lokal secara bisa dipastikan selalu menyajikan berita-berita heboh dan terkadang tidak masuk akal. Di saat itulah dakyu bisa memuaskan rasa kangenku dengan mendengar berbagai bahasa yang sangat jarang digunakan dalam pergaulan sehari-hari di KL. Berhubung sangat beragamnya suku bangsa Indo disini penggunaan bahasa persatuan tentu saja lebih diutamakan agar semua orang bisa paham. Puwas dakyu mendengarkan logat sunda dalam tayangan berkunjung ke Sukabumi, juga tersenyum-senyum ketika para presenter dengan gaya sok asik melontarkan bahasa gaul jakarta dengan santainya, dan dakyu semakin cekikikan ketika bahasa katrok bersliweran di acara Mbangun Deso....wupst...

Berita terhot datang dari seorang dukun cilik yang konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui batu yang dipegangnya..Pasien membludak hingga puluhan ribu sampai2 antrian mengular, dan tak heran jika pasien baru menerima giliran 'penyembuhan' setelah 3 hari ngantri ! Lebih menyedihkan lagi terdapat 4 korban meninggal karena terinjak-injak sesama pasien yang berebut saling mendahului. Mck..mck...ternyata nggag cuma metromini aja yg berusaha saling menyalip. Melihat cara kerja dukum cilik ini sepertinya mudah saja karena hanya mencelupkan batu yg dipegangnya ke dalam air yg dibawa sendiri oleh pasien. Kemudian pasien menenggak langsung air yg sudah dikobok oleh sang dukun.Tapi kalo yg dicelup sampai 50 rebu wadah air, apa ya nggak masuk angin tuh anak.. .

Alasan pengeksploitasian anak menjadi penyebab ditutupnya praktek dukun cilik tersebut,meski fulus mengalir deras ke dalam keluarga Ponari si dukun cilik sebagai efek positif banyaknya pasien. Tapi masyarakat masih saja rajin menunggu hingga praktek dibuka kembali. Walhasil air selokan serta air sumur di sekitar rumah Ponaripun laku keras. Mereka percaya bahwa air tersebut juga berkhasiat secara berada dalam lingkungan magnet Ponari. Padahal air tersebut secara kasat mata terlihat keruh, jadi sudah memenuhi salah satu syarat sebagai air tidak layak minum.

" Ediaann....ini masyarakat sudah pada gendheng semua apa ya ?..
" Itu karena saking saktinya 'cah dukun' mah,,,,,sampai-sampai keringatnyapun di kalengin kok.
..." ujar mas Ica asal nyaut .....
"Weleh..apa iya..."
" Lhadalah... mosok belum pernah dengar sih..?..ituu.. Ponari Sweat..."....

Memang keadaan ini sangat ironis mengingat masyrakat daerah Jombang yg sangat kental beragama, tapi jika dipandang dari sisi lain yaitu desanya Ponari, sangat tampak nuansa mistis sedang hidup dengan subur, sepertinya mereka sudah kehilangan logika.

" ..wah..kalau di tempat asalku belom ada 'dukun kucing cilik' mas,..apa aku nanti kalo udah gede jadi dukun di dunia perkucingan aja ya...Tapi cita2 asliku kan jadi presiden kucing...?"
..Haiyaakk..si Gembul ikutan nimbrung.
" Lha yo jangan to mBul, jeas2 merdukun itu sirik apa lagi jadi dukun. Dah...jadi presiden kucing ajah...!!"

Memang sangat memprihatinkan melihat fenomena ini. Tapi kenapa ya sampai terjadi..? Yah..Bisa jadi keadaan ini terpicu karena pasien sudah putus asa berhubung berobat ke dokter tidak ada hasilnya, sehingga dengan alasan berikhtiar mereka menggunakan jasa dukun Mungkin juga biaya dokter/rumah sakit yg sangat tinggi menjadi alasan untuk berobat ke penyembuh alternative. Atau barangkali akidah mereka perlu dibenahi agar jauh dari kepercayaan-kepercayaan yang berbau sirik.

Berati sudah bener praktek Ponari dihentikan beberapa waktu lalu. Pastinya, karena selain meresahkan masyarakat, tidak mendidik, juga kaya akan unsur pengeksploitasian anak2.

Tapi sayang sudara-sudara…Berita terakhir mengatakan bahwa praktek dibuka kembali atas ijin pak pulisi setempat, dengan syarat hanya diperbolehkan menerima sebanyak 5000 pasien ‘saja’ dalam sehari. Wealah…ya tetep masuk angin….

Hari terakhir di Jakarta dakyu menatap layar tipi lagi, disitu tampak Ponari kecil digendong, seseorang membantu mencelupkan batu di genggaman tangan kirinya sedangkan tangan kanan memainkan pestol air. Dia juga bermain dengan game dari ponsel, mainan yang belum pernah dijamah sebelumnya. Jelas tampak wajah lelahnya yang selalu tertawa-tawa ( nggak jelas tertawa sama siapa).**


Sunday, February 15, 2009

Kresek vs Krecek..

Wik en kemaren bersama pakdhe gliyak-gliyak menuju Kampung Baru untuk keperluan belanja khusus bahan2 makanan Indonesia, yang tidak dapat ditemukan di supermarket pada umumnya. Mulai dari kecap Bango, sirup Marjan, Krecek alias krupuk kulit, emping mlinjo, teh botol Sosro, sambel indofood, blue band buat bikin nasi goreng dan indomi goreng ala indo.... Upst..!!... bukan pesan sponsor lho... :D

Sebelum benar-benar hunting ke warung langganan, mampir dulu ke RM Padang Garuda secara sudah melebihi waktu makan siang. Tapi sayang sudara-sudara, penikmat kuliner ini sedikit kecewa karena cita rasanya seperti sudah berubah di lidahku tidak seperti beberapa waktu ketika awal2 dakyu datang ke KL . Hmm...apa karena akhir2 ini dakyu terlalu sering mampir di Sari Ratu Jl. Bukit Bintang, jadi terasa bedanya. Padahal kalo dilihat dari segi harga, cuma beda-beda tipis. Hanya di Sari Ratu terlihat lebih mementingkan kwalitas daripada kwantitasnya. Duh...suerrr..suerrr...ini juga bukan pesan sponsor....

Dengan menenteng bungkusan sisa yg tidak habis ( sayang kan kalo ditinggal..?) dakyu digandeng pakdhe menyeberang jalan menuju toko barangan runcit (retail) yang menjual aneka bahan makanan Indonesia tercinta. Sepintas tampak sebuah kedai menjual krecek dan emping melinjo. Tapi...
" ah...bukan warung langganan, ngga asik..paling juga nggak kumplit. Nanti malah jadi dua kali kerja..." gitu batinku dalam hati

Yah..Akhirnya sampai juga di kedai andalan.
List keperluan segera dipenuhi oleh si abang penjual dengan gaya sok akrabnya....
"..ada lagi yg diperlukan mbak....?" tanyanya...

"..udah bang, tinggal kecap bangonya mandang...?!".. tanyaku dg gaya penasaran, tumben habis.
Jadi ingat bangomania...gimandang nih...kenapa gag sampe KL...?

"..2 hari lagi nyampe bu, itu aja cuma 5 kardus kata pengirimnya
.." kata Tulangnya si abang penjuwal.....

" ..hm..jadi..kalo bulan depan pasti ada ya..."...

"...sumprit bu, 2 hari lagi datang
.." tambah si Tulang...

Itung-itung....itung,,,itung...si abang penjuwal khusu' menghitung dengan kalkulator.
Tiba2 dakyu teringat sesuatu...

" oiya bang..ada krecek...? ....

"..Ada mbak..adaaa....? ..si abang antusias menjawab sembari mengambil sesuatu dari laci...
dan..bBlegG...mantap menaruhnya di depanku..

" Lhaaahh..itu kan tas kresek, maksud saya krecek....? ....wealah tas plastik setumpuk di sodorin ke dakyu...

" hiks..hiks..kirraiiinnn.." si abang tersipu malu...

Ternyata toko andalanpun tidak bisa diandalkan sudara-sudara, akhirnya balik lagi ketoko semula, segera mengambil krecek dan emping menuju kasir. Mulailah terjadi percakapan antara penjuwak dan pembeli..
" ..bang ini bener krecek kan (bentuknya memang agak lain dg krecek jogja)...?.."
"..bukan bu.. itu krupuk kulit..."
" Brarti krecek kan..?"
"..Bukan..itu krupuk kulit!"


Walah..walaaahhh...pantesan beberapa waktu lalu masuk pasar Chowkit mencari yg namanya krecek gag ada satu kedaipun yang juwal. Lha mbok mubeng pasar sampai 7 hari 7 malampun, nggag bakalan nemu barang itu. Karena bahasa persatuannya krecek adalah krupuk kulit, tapi berhubung dakyu sudah terbiasa nyebut tape...eh nyebut krecek..jadinya ya kelepasan.

" Makanya pake bahasa persatuan, jangan sak enak udelnya ngomong pake bahasa daerah yg nggag dimengerti orang lain..."
..wupst !!...hatiku memarahi mulutku yang suka clemongan......