Tuesday, June 24, 2008

Rambut jadi keriting kayak indomie.

Saat ini exam anak2 sekolah sudah selesai, mereka mulai mengisi kegiatan summer yang cukup padat. Di Jakarta bahkan anak2 sekolah mulai terima rapot kenaikan kelas. Tentu saja anak2 gembira karena naik kelas apalagi mereka yg telah mencapai prestasi bergengsi. Banyak ibu2 yg merasa plong karena anak2 berhasil melalui masa2 ujian, mengingat betapa sutrisnya para mami ketika membantu si anak belajar untuk menghadapi saat menegangkan ini.

Salah satu tugas ibu nyeng mbikin sutress dan mengajak rambut bersaing dengan keritingnya indomie memang ketika sedang membimbing anak belajar, terutama disaat usia sekolah dasar alias primary. Anak2 di usia ini belum mengerti kenapa harus belajar juga belum paham bahwa belajar adalah suatu proses menuju sukses agar memperoleh kehidupan layak di kelak kemudian hari en bla..bla.....Setahu mereka tugas anak2 adalah sekolah plus belajar dan belajar, jikalau malas belajar mama akan marah apalagi hasil ulangannya mendapat nilai jongkok.Tentu saja mama juga akan mengomel ketika anak bermalas-malasan.......
" Belajar kok males, kamu mau kalo sudah besar jadi tukang becak...?".. iihh...ini pertanyaan yg sering aku dengar ketika diriku masih imut.

Waktu dakyu masih kecil ibuku paling hobi menyuruhku belajar meski di akhir minggu. Beliau pasti akan berhalo-halo jika melihat anak2nya kurang kegiatan. Jadi kalau nggak ada kerjaan mending baca2 meski kadang ngelantur karena pikiran melayang kemana-mana, yah..daripada mami ngomel. Dakyu juga masih ingat ketika suatu pagi di hari Minggu teman2ku datang menyambangi untuk menjemputku menghadiri ulang tahun teman, mereka harus menungguku sampai aku selesai mengatur kembali buku2ku setelah selesai digunakan tuk belajar en mengerjakan PR.
Ah..itu jamannya dakyu masih SD nan katrok.

Sekarang gantian dakyu jadi mami.
Sampai usia kelas 4SD, anak-anakku tidak pernah aku akrabkan dengan kata2 'horor' yang bernama 'belajar'. Sebagai pengganti kata belajar dakyu menggunakan istilah 'tebak-tebak'an. Nah...Untuk dapat menebak semua pertanyaan otomatis mereka harus membaca terlebih dulu dan untuk dapat mengerjakan math/berhitung tentu saja mereka harus latihan dulu.

" Nggak usah belajar, baca2 aja...." gitu selalu kata bapaknya.
Dan anak-anakpun dengan senang hati akan meminta..
" Mah, tebak-tebakan yoks.."... haiyak...Cerdas Cermat dimulai....

Tapi suatu ketika dakyu pernah bertindak agak keras dengan si Adek gara2 sifat ke'ngeyel'annya.Saat itu Adek masih kelas 2 SD. Ini merupakan pengalaman tak terlupakan dan mengharap tidak akan terulang lagi. Singkat cerita situasi sudah mulai memanas dan tidak lagi ada tebak2an, yg ada belajar !!
Dakyu menjelaskan soal matematika dengan agak emosi ( kayaknya sedang PMS)
" Udah ngerti belum ..?..masak gitu aja nggak ngerti sih....grrRrr...ggRR....? "....ngamuk ceritanya..
" Sekarang kerjakan soal ini...priiittt...mulai.."...gGrr..GgrrrR...emosi sampai ke ubun2.....

Ternyata oh ternyata, tidak ada satupun soal yg dikerjakan dengan benar alias bernilai eNol. Rupanya Adek nggak bisa mengerjakan soal karena ada perasaan takut dimarahi mama. Weleh..weleehh...baru kusadari betapa jahatnya dakyu. Betapa ngenesnya melihat wajah Adek yg tegang ketakutan, sangat memelas. Butiran2 besar keringat berkumpul diatas bibir dan ujung hidungnya, sedangkan bibirnya terkatup rapat. Menyadari ketidak beresan ini langsung dakyu membalikkan suasana tegang menjadi bernuansa ceria.
" Dek kamu mau es krim nggak...? ..tanyaku renyah...
" Mau mah...rasa strawberry ya....?..wajah Adek berubah sumringah...
" Mama ambilkan ya...nanti kalau sudah selesai makan es krim soal tadi dikerjakan, pasti bisa dapat 10. Kamu kan pinter, tadi salah karena terburu2 aja..." gitu bujukku selembut mungkin...

Dengan semangat Adek kembali mengerjakan soal2 yg sebelumnya dikerjakan secara ngawur. Sesekali pipi chubbynya aku ciumi karena perasaan bersalah serta penyesalan yg terus mendera. Aaahh...

" Mah udah selesai nih, bener semua nggak ?"...dengan antusian Adek menyerahkan hasil pekerjaannya..
" wah...hebat, betul semua Dek.."...dakyu heran, sedang Adek cuma tersenyum-senyum.

Ah..pengalaman jadul ini membuatku sadar untuk tidak terlalu memaksakan kehendak meski kepada buah hatiku sendiri. Mereka tidak akan tumbuh dengan baik kalau selalu mengalami ketakutan, tertekan serta merasa terpaksa. Lagipula kelembutan ortu harus selalu terjaga dengan memunculkan logika serta mengendalikan emosi. Perlu juga untuk selalu memuji hasil karya anak2 agar mereka bangga dengan hasil positif yg telah dicapai. Selain daripada itu betapa pentingnya mendorong anak untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yg sungguh2 mereka senangi. Wallahualam....

Kini mereka sudah tahu apa arti belajar.
Belajar tidak sekedar untuk menyenangkan hati ortu tapi untuk kepentingan mereka sendiri. Sekarang mama sudah tidak lagi membantu dalam hal mengerjakan soal pelajaran2 sekolah tapi berganti fungsi sebagai tenaga bimbingan dan penyuluhan yg mencakup soal percintaan. Sedangkan bapak kebagian peran untuk menjawab pertanyaan2 remaja laki-laki yg haus akan informasi perkembangan teknologi masa kini.

Friday, May 16, 2008

Belajar 'nyontrek'


Kelakuan suka iseng mengajakku untuk ikutan Lomba Foto Family Gathering Iatmi 2008 di Hot Spring Sungai Klah beberapa waktu lalu. Dengan tema Fun n Harmony, foto keluarga Jeng Asih yg saya sontrek dari kejauhan ini ternyata mendapat posisi ke 4 alias pemenang harapan.

Bagiku penghargaan itu sudah sangat menggembirakan, secara mengambil foto asal jepret dan terkesan sok-sokan. Bukan hadiahnya, bukan pula gayanya, tapi ini menjadikanku bertambah kepengen mempelajari fotografi dengan lebih serius. Halah....serius banget sih..

Emang serius nih, ...jadi dakyu nggak cuma terlihat petentang-petenteng bawa kamera kesana kemari gitu loh.

Cinta Laura vs ndeso

Sosok gadis kecil blasteran berumur 14 tahun itu memang cantik dan terlihat smart. Gaya bicaranya yang polos membicarakan keadaan dirinya banyak dinilai orang sebagai sombong dan sok cerdas. Cinta Laura memang fenomenal. Banyak orang sebel mendengar bahasa Indonesia yg belepotan hingga banyak orang menyangka cara ngomongnya hanyalah dibuat-buat. Itulah hebatnya si Cincha, masih 14 tahun tapi sudah menjadi perbincangan seluruh Indonesia, suara hujian becheknya dijadikan ringtone, cara ngomongnya ditiru-tiru orang, rambu2 pulak ikut2an. Nggak semua anak bisa seperti itu. Kalaupun ada yg suka maupun sebel, pastinya perlakuan tersebut sudah biasa bagi mereka yg sudah terlanjur ngetop markotop.

Secara pribadi dakyu maklum saja kalo dia tidak bisa berbahasa indo dengan cara baik dan benar apalagi mematuhi pakem EYD. Ayah asli bule meski ibunya orang Indo totok. Walau tinggal di Indonesia sekalipun, biasanya kalau bapak/ibunya orang asing yg berbahasa inggris maka anak2 mereka akan berbicara basa inggris juga. Apalagi bersekolah di Int school. Banyak juga anak-anak kawanku yang tidak bisa berbahasa Indo sama sekali. Itu si Chincha masih mending bisa berbahasa Indo meski tujuannya untuk kepentingan bisnis agar bisa bermain dalam sinetron indo, yang penting masih ada kemauan untuk belajar. Sekarang memang masih belepotan, syapa tau kedepannya bisa ngalah2in org Indo asli dalam ber EYD. Kasusnya berbeda dengan anak2 Indo asli yg sudah lama di LN. Meski sudah cas cis cus ber inggris ria , mereka dalam sekejap bisa dengan mudah kembali ke bahasa ibu jika sedikit saja tersentuh berbagai hal berbau Indonesia. Apa mungkin ini karena panggilan lidah atau karena darah indonesia asli yg mengalir deras ? walahualam.

Nah jika si Chincha susyah meninggalkan logat ngenggrisnya, maka aku susyah menghilangkan aksen katrok-ku. Meski sudah 20 tahun lebih meninggalkan Jogja dengan hidup merantau, ternyata logat jawaku sukar disembunyikan. Padahal aku sudah berusaha bergaya supaya tidak terdengar ndeso, Tapi ..ah!.... ternyata tetep aja katrok plus jadul lagi.
Mungkin ya itu tadi...sudah panggilan lidah....

pic dari sini

Monday, May 12, 2008

Happy Mothers Day


11 Mey hari Minggu kemaren sms bersliweran di HP ibu2, email ucapan juga banyak mampir. Sesama ibu saling memberi selamat, saling mensupport, dan saling mengingatkan betapa penting peran ibu bagi seorang anak. Banyak juga yg menceritakan soal kartu ucapan dari anak2 mereka. Sangat menyentuh dan membuat terharu naluri seorang ibu.

Dakyu agak sirik membaca cerita2 mereka karena anakku nggak ngucapin happy mother's day...
Dulu ketika kecil masih mendingan, dakyu dibeliin jam tangan merk DKNY urunan sama bapaknya. Dia urun 10 RM saja sedangkan sisa pembayarannya uang dari bapaknya.
Waktu itu aku mendengar si Adek berbisik-bisik pada si bapak dengan antusias.
" pak, mbeliin hadiah buat mamah yok..ini kan mother's day..., bliin jam tangan aja ya pak..aku punya uang kok"
" bagus juga, ya udah sini mana uangmu..."
" nih pak...."
" 10 RM ? " ....bapak bengong....
"..hiks..uangku cuma segitu pak...gak apa2 kan?
" ...adek tersipu..

Terimakasih ya Dek....niatmu sungguh mulia.

Sekarang Adek sudah jadi ABG, mungkin jadi agak berat/malu melakukan hal-hal romantis begitu. Kecuali kalau memang dia ditakdirkan sebagai pria romantis. Ah...tapi mana mungkin. Diturunkan dari syapa??...
Tapi aku tahu dan tidak pernah ragu, si Adek dan si Mas selalu mengucapkan I love you mommy....meski aku tidak mendengar.

Monday, April 21, 2008

Membuat OrTu senang....


Ngurus perpanjangan SIM sebagai salah satu tujuan pulkam kemaren berhasil terlaksana dengan sukses. Berhubung susyah mencari posnya pengurusan SIM keliling secara bus kelilingan terus sampai kesulitan memegang buntutnya. Akhirnya Polres Jakarta Selatan dijadikan pilihan buat mengurus perpanjangan SIM A. Meski tidak menggunakan fasilitas pengurusan SIM keliling, tapi pemrosesan berjalan cukup cepat singkat dan hemat. Total jendral hanya menguras kocek sebesar 90 rebu repes komplit dengan asuransi kecelakaan. Tanpa nyogok zonder calo alias rapi jali.

Urut2annya jelas, ngambil form, ngisi, bayar asuransi kemudian diserahkan ke petugas plus bayar. Selanjutnya tinggal tunggu panggilan foto. Setelah difoto jepret dalam sekejap tanpa ngantri kita (kita??!) *loe aja kali gue enggak* akan mendapat panggilan untuk memeperoleh sim baru dengan foto terkini. Yess!!...secara keseluruhan hanya memakan waktu satu jam ...hebring pisan euy..!!

Sementara menunggu Kangmas Jogelem asik mondar-mandir dalam pengurusan, dakyu sempat berbincang dgn dua orang bapak2 berkategori eyang kakung. Rupanya mereka malas mengisi form dengan huruf2 kecil en nggak penting hingga harus minta tolong kepada pengantar yg tulalit. Pak pulisi berseragam premanpun berkata..
" diisi komplit jangan dikosongin ajah....memangnya bapak masih nyetir kok perpanjang SIM segala...? gitu tanyanya pada bapak yg usianya diatas 70an tahun tersebut.
" Welha ..ya masih nyetir toh..." samber si bapak sambil menjedukkan tongkat penyangga kakinya. Rupanya kurang senang ditanya begitu.
" ooo...masih toh.." he..he..pak polisi berpakaian preman cuma nyengenges....

" Kalau bapak sudah umur berapa pak..." dengan PeDe kutanya bapak di sebelahnya.
" Saya sudah 80 tahun, bekas tentara...." hm..sumprit, kalo ibu2 gak bakalan ngaku ditanya soal umur...
" masih nyetir juga pak.." tanyaku..
" Moasiihh....keliling2 Jakarta juga masih sanggup...." sahutnya
" Tapi pake otomatik barangkali ya pak...." cerocosku
" Enggakk!!....yg biasa...!!." ...oo..manuwal gitu ya pak....

Aku jadi teringat bapakku yang tahun ini akan merayakan ultah ke 73.
Keinginannya untuk menyetir mobil masih diselimuti semangat 45. Masih lincah dan galak. Galaknya bukan versi ngomel2 tapi meng up grade bunyi klakson hingga super duper ngagetin bahkan penumpang di dalamnyapun ikutan kaget. Sumpih kenceng pol !..
Nggak heran jika anak2 muda pengguna motor mencak-mencak di saat klakson berbunyi. Mereka patut di 'DiN' karena menurut bapakku mereka mengendarai motor seenak udelnya tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. he..he..he..betul juga ya pak...

" Mbakyu masak bapak yang nyetir sih, kasihan...en aku juga takut kalau bapak nyetir, apa refleknya masih oke ?" bisik adikku..
" Wes tenang ajah, bapak masih sanggup en seneng nyetir kok.
.." jawabku

Diragukan kepiawaiannya begini bapakku menjadi bersedih.
" Memangnya bapak sudah tua banget ya sampai pada ketakutan kalau bapak nyetir? keluhnya..

Sangat manusiawi jika seseorang ingin diorangkan, diperlukan, diakui keberadaannya, serta dihargai hasil karyanya.
Begitu juga dengan orang tua kita. Meski sudah tua mereka tidak mau dianggap tidak berdaya, mereka tetap ingin melakukan sesuatu yang mereka senangi walau terkadang kita menghawatirkannya. OrTu bisa mengukur kemampuan sendiri. Selama mereka merasa sehat alias fit, aktifitas pasti akan dikerjakan karena tidak betah berdiam diri kemudian akan berhenti jika merasa tidak sanggup lagi. Sebenarnya dengan begini kita akan tahu adanya ketidak beresan jika suatu saat ayah/ibu kita tidak mau melakukan apapun, semacam alarm warning alamiah.

Selama hidup ortu bekerja keras membanting tulang untuk membesarkan dan menghidupi anak-anaknya. Giliran sudah mapan
naluri anak berbakti muncul dengan niatan ingin menyenangkan hati orang tua. Ortu dipersilahkan duduk manis menikmati hari tua, dilarang melakukan ini itu supaya tidak lelah dan tidak sakit-sakitan. Sayangnya niat baik ini tidak selalu menyenangkan hati ortu. Ada sebagian malah merasa terkekang, tidak berguna dan bersedih.

" Bu Senik sekarang nggak jual gorengan lagi, disuruh istirahat sama anaknya yg sudah sukses. Sekarang tinggal di rumah magrong-magrong, pemberian anaknya. " gitu cerita ibuku yg hobby shopping plus berwisata kuliner.
Akyu cuma menelan ludah mendengar kata-kata 'gorengan'...gleks....tempe gembus, tahu susur, tempe koro, pisang/singkong goreng...gleks....
" Nggak ada kegiatan malah jadi sakit, kasian...." lanjut ibuku..

Nggak beda jauh dengan kondisi mbah Ngatemi yg merasa kesepian setelah dilarang cucunya berjualan pisang hasil kebunnya kepasar. Meski tiap bulan uang kiriman jalan terus, tapi tentu saja bukan hanya itu kebutuhan manusia.
" Lha aku mau ngapain nih dirumah seharian ..?" gitu kira2 kalo diterjemahkan.

Ah
,,,ternyata nggak semudah itu ya menyenangkan hati ortu.
Selain bantuan moril materiil rupanya memberikan kesempatan agar bisa melakukan hal-hal seperti yang mereka lakukan ketika kita masih dibawah asuhannya akan terasa lebih menyenangkan karena ini memberikan motivasi untuk tetap berguna bagi orang lain.

" .thOk..ThoK..tHok..thOk...gglodag.. dUerrr" ....
apaan tuh..!!
Woalah.. ..bapakku sudah kembali ke hobby nukangnya, terlihat sehat seger sumyah setelah batuknya genap pada hitungan 100 hari.
Alhamdulillah.

Monday, April 14, 2008

Ngegosip ?

..hiks..nggak ah...

Mempunyai anak adalah sebuah karunia besar. Baik laki-laki maupun perempuan sama saja. Sama asyiknya, sama senangnya, sama serunya. Dan nanti setelah beranjak besar rumah akan semakin bertambah ramai dengan ocehan2 mereka.. Sssst...tapi rupanya anak laki2 lebih sedikit bicara dibanding anak perempuan, karena konon laki2 cerewet sekalipun hanya akan mengeluarkan 6000-7000 kata perhari sama dengan jumlah kata yg dikeluarkan oleh wanita pendiam. Kononnya lagi golongan wanita ceriwis bisa mencapai hingga 20.000 kata atau lebih perharinya.Woow...

Nah rumahku termasuk sepi secara mommy adalah satu2nya wanita disana sehingga naluri ngerumpi tidak bisa tersalur dengan baik berhubung tidak ada lawan.
Anak laki-laki kurang suka diajak bergosip, bicara apa adanya tanpa bumbu penyedap dan seperlunya saja.

Simak deh obrolan gaya anak laki2 dengan mommynya....

Mommy: Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget kenapa ..
Anak laki-laki: Dia baru putus ....
Mommy : OOoo ... siapa sih pacarnya ?
Anak laki-laki : Ah...sudahlah....
Mommy : :(

Coba ngegosip sama anak perempuan, barangkali akan lebih heboh ya...

Mommy :Dek, itu temanmu si Natasha mukanya keliatan BeTe banget ya..
Anak perempuan : oiya...kasian deh mom dia baru putus, abis cowoknya nyebelin banget sih, nggak ada pengertiannya sama sekali...nggak bosen2nya TePe-TePe (tebar pesona-red)!!
Mommy : OOoo gitu.... siapa sih pacarnya ?
Adek : Itu si Joni yg playboynya minta ampun, huh dasar...kalau gue sih udah dari dulu2 gue kepret tuh si kupret...!!
Mommy : :-) kek..kek..ke.k...

Di Mall.
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak laki2 : Nggak.
Mommy : kalau yg ini dek ? modelnya lebih bagus ya...
Anak laki2 : hmmm.....bagus.

Dengan anak perempuan bakalan lebih seru,
Mommy : Menurutmu model tas ini bagus nggak dek.
Anak perempuan : ah enggak banget mom.., warnanya aja norak modelnya juga nggak cocok buat mommy. Kurang elegan gitcu...
Mommy : kalau yg ini dek ? sepertinya lebih bagus ya...
Anak perempuan : Nah ini lebih oke, lebih trendy, lebih keren, pokoknya perfect deh...
Mommy : manggut... manggut...mikirin harga yg selangit.
Anak perempuan : Aku boleh beli juga kan mom?
Mommy : @8?/!!

Nggak cuma dengan anakku, ngerumpi dengan Kangmas Jogelem suamiku juga bagaikan pantun tak berbalas.

Akyu : "Kangmas..kangmas...artis itu emang kebangetan ya, tega2nya ngerebut suami orang..."
K Jgl : " hhmm..."
Akyu : " Kangmas...dengerin dulu toh, menurutmu gimana ..kebangetan ya...."
K Jgl : " Hmm....menurutku pembaca info gosip yg kebangetan. Mau-maunya membahas masalah orang..."
Akyu : :- ( *ngeluyur pergi plus malu...*

Sebenarnya sebel juga tidak mendapat tanggapan ketika sedang kepengen ngerumpi. Tapi sepatutnya dakyu bersyukur dengan keadaan seperti itu. Hikmahnya dakyu dijauhkan dari bergunjing serta dapat meminimalisir sesuatu yang sangat dimurkai olehNya.

Alhamdulillah hari ini dakyu bisa aktif lagi di MAB Library untuk kegiatan audio setelah beberapa lama cuti . Disitu dakyu berbahagia karena dapat mengeluarkan kata-kataku sebanyak mungkin semampu lidahku en sebanyak busaku. Yess..!!....hari ini lebih 20.000 kata ...

Lho..lho...tapi kok masih pengen ngoceh lagi ?...sstt..udah..udah... berisik ah!!

Yo wes...cerita sama Gembul ajah kalo gitu....
...Mbul...Gembul....

Pic dari sini

Sunday, April 06, 2008

cerita soal si Meno

Beberapa hari terakhir ini dakyu seperti mabok wedang jahe. Mata hanya mampu melek dengan kekuatan 5 watten en rada kliyengan. Sampai2 bola pingpong yg dipukul ganas oleh ibu2 jumat kemaren terlihat seperti 4 bola melayang diudara. weleh..weleh..
Bahkan panas plus sedepnya soto ayam made in mbak Ning di pengajian awal April kemaren tidak berhasil mengusir gejala flu kelanjutan dari sakit tenggorokan oleh2 pulang kampung. Tapi untung ada mbak Kip juru bebenah merangkap sebagai juru kerok. Kepiawaiannya dalam mengerok cukup teruji dalam berbagai sessi, dan kali ini usaha mbak Kip kembali berhasil. Dalam sekejap...rok..kerok...keroookk...wes..ewes..ewess..bablas angine!! ..Cihuy...mbak Kip memang pol marjempol!!
" laaa....tak iyyeeee....." tuh...logat maduranya manteps..

Serunya pengajian awal bulan kemaren masih terngiang. Kembali rumah mbak Ning dijadikan tempat berkumpul. Setelah selesai acara tadarusan mbak Lusi seorang dokter lulusan Unpad menyampaikan materi ceramah seputar gejala alamiah yang pasti akan dialami oleh setiap wanita yaitu soal menopause.Meski artikel mengenai soal kewanitaan banyak kita jumpai diberbagai media cetak ataupun bisa download dari internet, tapi sharing dari kawan2 serta interaksi dengan mbak dokter Lusi ibu dua putri yg cantik ini membuat pertemuan tersebut menjadi punya nilai lebih.

Pada umumnya menopause alami terjadi dikisaran umur 50 tahunan meski bisa dialami juga oleh wanita berumur 40 tahunan. Karena faktor keturunan, faktor auto imun, en merokok ,menopause dini bisa terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun.. Disamping karena kejadian alami, menopause buatan terjadi oleh karena alasan medis hingga seorang wanita harus diangkat kedua buah ovariumnya, kemoterapi, dsb. Pada saat itu jumlah hormon estrogen yang bertanggung jawab atas datangnya menstruasi lama kelamaan akan semakin menyusut.
" Bu dokter, kalau ovarium tinggal atu', pegimane soal estrogennyah ?" sstt..ada pertanyaan tuh disimak..
" Tetap ada produksi estrogen mbakyu, cuma tentu saja jumlahnya akan berbeda dibanding sebelumnya.." gitu jawab mbak dokter yg sedang off karena mengikuti suami bertugas di KL .

Gejala menjelang menopause akan berbeda pada setiap orang. Tapi biasanya hot flashes, jantung berdebar, banyak keluar keringat, uring2an, mudah marah, merasa tertekan, resah en gelisah adalah tanda2 awal datangnya menopouse. Banyak wanita tidak merasakan tanda2 tersebut hingga tidak mengganggu aktivitas harian ataupun mengurangi kwalitas hidup. Meski begitu banyak juga wanita menderita akibat datangnya menopause. Disinyalir ketidak siapan mental dalam menghadapi proses alam ini menjadi stimulan akan parahnya gejala meno. Kekhawatiran menjadi orang tidak berguna, menjadi tua, diremehkan anak2, tidak diperhatikan suami, en ditinggalkan teman biasanya akan dialami pada saat itu.

Berdasarkan sharing dari beberapa ibu ada trik supaya gejala meno teratasi dengan baik.
1. Komunikasikan keadaan ibu pada saat itu dengan suami dan anak. Informasikan kepada mereka tanda2nya supaya mereka paham en dapat menerima ketika ibu sedang bad mood.
2. Perbanyak pengetahuan mengenai maslah meno.
3. Rajin berolah Raga .
4. Ikhlas dengan keadaan yg sudah diciptakan oleh Allah swt.
Insya Allah beberapa kiat di atast dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala2 hingga ibu2 nyaris tidak akan merasakan sakitnya derita meno. Dan pastinya ibu2 akan tetap OYe..!!....ayo buuu...go..go..go....

Dengan semakin menipisnya hormon estrogen akibat menopause gangguan alami serta tanda2 ketuaan mulai bermunculan.Gurat keriput kulit pelan tapi pasti akan menampakkan diri , kekeringan pada vagina, serta osteoporosis/berkurangnya kepadatan tulang juga menjadi momok karena sedikit terjatuh dapat mengakibatkan cedera tulang baik retak maupun patah. Jika terjadi osteoporosis parah dengan kadar estrogen sangat rendah terapi sulih hormon (TSH) plus mengkonsumsi kalsium bisa menjadi pilihan (kalsium tidak dapat diserap jika estro rendah). Sebelum dilakukan terapi perlu dilakukan screening test terlebih dulu untuk mengetahui riwayat kesehatan si ibu. Tentu saja bagi yg pernah menderita cancer payudara or endometrium sama sekali tidak disarankan menjalani terapi ini. Begitu juga bagi mereka yang pernah/sedang mempunyai kista serta beberapa penyakit lainnya. Jadi gak sembarang orang bisa mengkonsumsi estrogen karena efek sampingnyapun lumayan bikin merinding seperti pendarahan vagina, nyeri payudara, mual, muntah, kembung, kram rahim. Oleh karena itu setiap wanita sebaiknya mendiskusikan resiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya.

Demi mendapatkan efek sama, sebenarnya alam telah menyediakan apa yang manusia perlukan. Kandungan isoflavon yg dipercaya berfungsi merangsang terbentuknya hormon estrogen bisa didapat dari bahan2 alami seperti kacang kedelai, brokoli, serta buah2an, serta susu berkalsium tinggi. Sebagai tindakan preventif mbak dokter Lusi menyarankan agar rajin mengkonsumsi makanan sehat tersebut. Hasil akan terlihat lebih nyata jika wanita rajin mengkonsumsi susu dkk sejak dibawah usia 3o tahun. Tapi tidak ada kata terlambat daripada tidak sama sekali.***

....Kurang lebih begitulah ceritanya ....
kalau kurang brarti gwe kagak nyimak..
kalau lebih brati gwe ngarang dong...upst!!...

Ya sudahlah mbakyu-mbakyu, pokoknya jangan lupa rajin minum susyu yaa....
Numis brokoli, lauknya tahu en tempe, juga mimik juz buwah....

Sunday, March 30, 2008

Betawi dimana mbak?...

Ceritanya sedang nunggu check in di Counter Air Asia tujuan Kuala Lumpur.
Counter belum dibuka sementara dakyu duduk manis menunggu di sebelah mbak-mbak TKI KL yg sedang asyik ngobrol dengan seorang laki2 penumpang Royal Brunei (sepertinya orang Brunei).
So pasti dakyu nguping dong....

Laki2 : " Jadi Sunda itu Jawa barat ya mbak...."
Mbak2 : " betul pak...pake bahasa Sunda.."
Laki2 : " Kalau Cirebon, Kuningan...juga Jawa Barat mbak ? "
Mbak2 : " Iya pak..."
Laki2 : " Kalau Jakarta Jawa Barat bukan mbak..?"
Mbak2 : " Kalau Jakarta bukan Jawa Barat pak, tapi kota Metropolitan.."
Laki2 : " oo...begitu...kalau Betawi dimana mbak, di Jakarta atau bukan ?"
Mbak2 : " wah..Betawi dimana saya nggak tahu pak..."
Laki2 : " Mungkin di sekitar Jakarta juga ya mbak.."
Mbak2 : " Mungkin juga pak..."

Ting..tong.... Attention please....
Penumpang Royal Brunei sudah diperbolehkan chek in.

Laki2 : " Ok mbak..byee...selamat ya..."
Selamat jalan atau semoga sukses gitu kali mangsutnya.

Tuesday, March 11, 2008

Dendam Ikan Bandeng


happy b'day.....

Untuk saat ini bandeng adalah ikan laut yang paling familiar di lidahku. Meski duri ikan ini paling heboh diantara sesama teman seperjuangannya dilaut, tapi daging lembutnya terasa sangat gurih dilidah.Mungkin karena sejak dakyu kecil ibuku sering menyajikan menu ikan bandeng goreng makanya sampai sekarang si bandeng menjadi favoritku. Mau digoreng, dipepes, ataupun dibuat otak-otak, semuanya huenakss....

Lepas dari kelezatan ikan berduri lembut ini dakyu pernah mengalami kejadian yg sangat mengesalkan, malu en traumatik. Yap!! kelolotan duri ikan susu (nama MY nya). Duh..mudah2an ini adalah kasus pertama dan terakhir. Sumpih nggak enak, pertama sih rasanya tidak terlalu mengganggu hingga untuk langkah pertama kugelontor dengan air minum. Tapi meski perut sudah kembung duri masih nangkring ditenggorokan. Oleh karena itu dakyu mengambil langkah berikutnya. Sekepal demi sekepal nasi kutelan bulat2 dengan maksud menyeret duri yg lama kelamaan semakin dalam menancap daging2 lembut di sekitar kerongkongan. Ya ampyun, bertambah sakit euy.. !

Halah, akhirnya menempuh jalan akhir menuju emergency RS Gleneagles. Sulungku yg membawaku kesana.
" Mah..mah..bisa ngomong kan?" sesekali konsentrasi nyetirnya beralih dari jalanan ke arahku.
" bisa...bisa.." jawabku sambil menekan2 leher untuk mengurangi rasa sakit.
Dan dering telponpun berkali-kali berbunyi, suara Kangmas Jogelem terdengar cemas menanyakan keadaanku.

Ternyata dokter di ruang emergency tidak bisa menangani hingga merujuk ke dokter spesialis THT. Dakyupun kesana dengan berbekal surat dari dokter gawat darurat. Yess!! langsung mendapatkan penanganan.
" how are you....fine..?..he..he.." weleh pak dokter ini malah becanda....
" diamput..fine apaan....kelolotan duri begini.." batinku sambil mengangguk-angguk bego...

Pemeriksaan segera dilakukan dengan tujuan utama mencari tempat nyangkutnya si duri.
Dokter menarik lidahku (pakai tissu) sambil memasukkan alat/kamera kedalam mulut. Wadoh...merana sekali...
Untung canggih, jadi dalam sekejap.. Seettt...terlihat dimana duri berada, wuih dalem juga bo'...pantesan tusukannya sakit pol.

Langkah berikutnya adalah pencabutan duri. Weleh ini sangat menyiksa secara dakyu disuruh membantu dokter dengan menarik lidahku sendiri.
waduh malunya dakyu...plis deh...berkunjung ke dokter karena sebab yg katrok...kelolotan duri!! Ah tapi masih untung bukan kelolotan buah jambu, kalau terjadi bakalan susyah lagi.
Yess!! Lagi-lagi dalam sekejap duri tercabut tanpa terasa. Alhamdulillah.

Sampai sekarang dakyu masih trauma. Tapi berhubung hobby makan bandeng tidak mudah terlupakan, maka untuk memuaskannya bandeng tidak lagi digoreng or dipepes tapi diolah menjadi otak2 bandeng resep asli dari ibuku. Sekalian sebagai bentuk balas dendam kepada bandeng karena pengolahannya dilakukan dengan menumbuk-numbuk si bandeng agar dagingnya hancur sampai tulang-belulangnya bisa dikeluarkan untuk mengurangi resiko menancapnya duri dalam daging.

Buat Kangmas Jogelem terimakasih telah memberikan porsi lebih buatku. Sebagai suami, teman tapi mesra, juga teman eyel2an.
Meski bukan orang romantis yang biasa memberikan bunga ataupun kejutan tapi kesabarannya terhadap istri dan anak2 sangat luar biasa, dan menurutku itulah point penting yg harus bin wajib dipunyai oleh seorang suami. Rasanya susyah buat kutiru.


Selamat Ulang tahun Kangmas.. ...
Semoga tambah sukses, sehat walafiat, panjang umur , berkah dalam hidup serta diberi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Nikon D 3nya nanti menyusul.....


SStt...resep otak2 bandeng kesukaanmu tak share ya....


*******************************************
Otak2 bandeng
Bahan:
Bandeng segar, Bawang merah, bw putih, ketumbar, cabe merah, garam secukupnya, telor ayam

Cara :
Pukul2 tubuh ikan sampai gepeng kemudian keluarkan daginya berikut tulang2nya sampai tinggal kulitnya. Buang duri2 halusnya.
Blender bumbu2 berikut telor beserta daging ikan tersebut.
Setelah halus masukkan kembali campuran bumbu plus daging ikan yg sudah di blender kedalam kulit tubuh ikan, sebagai pengganti tulang masukkan lidi sepanjang tubuh ikan.
Setelah terbentuk kembali tubuh ikan, kukus sampai matang.
Potong2 sesuai selera ikan yg sudah matang, goreng dengan lapisan telur yg dikocok lepas terlebih dahulu.
Jadilah otak2 bandeng yg sedap disantap dengan nasi panas2 apalagi ditemani dengan ca kangkung. Tambah lekker....!!

Cobain deh!!

Friday, March 07, 2008

Salam ABG..yo..yo..yo...


Rabu kemaren menghadiri ceramah psikologi dengan tema Berkomunikasi dengan Anak/Remaja bersama mbakyu Okina seorang ibu rumah tangga yang baru saja menyabet gelar master psi dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Ah..jadi ingat anak-anakku...

Berbicara mengenai masalah anak memang kagak ada habisnya. Bahkan serunya perbincangan sudah terjadi sejak ibu mulai mengandung, persiapan melahirkan, melahirkan, menyusui, mengasuh anak, sampai mendidik serta membimbing plus mengarahkan tumbuh kembang sang anak. Hal ini membuat fungsi dan tugas ibu menjadi sangat tidak terbatas sejak mata melek disaat subuh hingga kembali beristirahat di malam hari. Tapi seorang anak adalah karunia Allah yg sangat indah dalam hidup ini, hingga sebisa mungkin orang tua pasti akan memberikan yg terbaik untuk anak-anak mereka.

Meski orang tua akan melakukan apa saja demi anaknya, tapi terkadang timbul juga perselisihan diantara mereka. Terutama jika anak sudah mulai beranjak remaja. Kebiasaan orang tua yg suka memerintah serta ingin dituruti segala keinginannya berbenturan dengan perilaku remaja yang bagi ortu dianggap ngeyel, padahal remaja hanya ingin menunjukkan kemampuan dalam menentukan sikapnya.

Menurut mbakyu lulusan UGM ini, perkembangan anak melalui suatu proses, dan setiap proses akan meninggalkan jejak. Ada beberapa tahap akan dilalui. Tahap anak 2-6 tahun, kemudian anak 6-11 tahun, tahap remaja yaitu 12 tahun keatas.

Anak 2-6 tahun berada pada tahap manipulasi, anak mulai belajar berbohong untuk menyenangkan hati ortu supaya mommy en daddy tidak marah kepadanya. Penanganannya adalah membiasakan anak berkata jujur dan terbuka agar tidak berkelanjutan untuk berkata bohong. Menurut mbakyu Oki lagi, tahap manipulasi ini memberikan inspirasi kepada bapak-bapak...wow ..!.. apakah itu ?..
eh...sstt...itu lho mbakyu, kalau bapak2 pulang telat sambil membawa seikat bunga mekar mewangi, maksudnya biar istri tidak marah....hm...ngakunya sih meeting....
" wueh!! kalau bohong ..tak uleg sampai alus...!! "..hh..aku cuma mbatin aja..

Yang paling sweet adalah anak2 umur 6-11 tahun. Pada kisaran umur ini biasanya mereka sangat penurut, mereka adalah cerminan orang tua.
" stop !..tuh traffic lightnya sudah kuning...!"....wes..anak ini pasti ortunya taat berlalu lintas...
" anjriitt, siwalan, gila, bussyyeett....! "...oopst..salah syapa ini ??..

Nah, persoalan kesenjangan komunikasi akan sangat kentara dikala anak mulai berumur 12 tahun keatas. Yess...Selamat datang dunia remaja.
Memang serba repot dalam memperlakukan remaja, dianggap sebagai anak kecil nggak cocok sedangkan disebut dewasa terlihat masih kecil. Termasuk ketika membelikan pakaian untuk mereka. Susyah euy...!! yang gegedeanlah, kekecilan, nyeng ini gak keren, nyang ono norak, nyeng begono old fashion....howgh....

Point penting disaat anak sudah mulai beranjak remaja adalah kemampuan orang tua dalam memposisikan diri sebagai teman. Dengan kata lain ortu harus bisa berperan sebagai teman yg asyi, gaul, tidak reseh, dan tidak suka mendesak. Ortu akan dianggap asyik en gaul jika mengerti apa kesukaan remaja. Gosip apa yg sedang trend, lagu apa yg masuk di MTV chart, bintangnya basket, grup band, serta lain2 urusan remaja.
" mudah saja bu..sekarang jamannya internet, cari info dari sana....dalam sekejap kita akan menjadi mommy gaul margaul..." gitu kata mbakyu Oki dengan kenesnya.

Trus supaya kita nggak dianggap teman tapi reseh gimana duong ?...gini neh...Ketika si anak hanya bercerita dari A-D jangan paksa mereka untuk menceritakan E sampai Znya, kecuali jika sejak semula anak memang sangat terbuka dengan ortunya. Terutama jika remaja sedang bad mood, jangan sekali-kali memaksa mereka untuk menceritakan permasalahannya. Bakalan tambah runyam. Berikan waktu buat mereka untuk sendiri, setelah mood sudah membaik baru kita bisa bertanya kepada mereka. Bahkan untuk anak yg biasa terbuka dengan ortu, tanpa ditanyapun mereka akan bercerita. Sebaliknya jika si ABG sudah kebelet ingin bercerita, segera luangkan waktu dan jadilah pendengar yg baik. Anggap saja semua cerita itu sangat penting, karena respon itulah yg mereka inginkan.
Jadi jangan males ngedengerin ABG curhat Cing..! apalagi bilang begindang...
" AAhh..nggak penting gitu loh..!!...

Perlu kita ketahui juga bahwa remaja ingin diterima serta diakui keberadaannya di lingkungan kawan-kawan. Oleh sebab itu mereka menjadi aktif mengikuti berbagai kegiatan agar mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan kepada teman-temannya. Dengan kata lain supaya terlihat cool en goal gaul didepan kawan2nya. Jika remaja tidak memiliki apapun untuk dibanggakan akhirnya mereka akan bertindak negatif contohnya mentraktir kawan2nya dengan uang hasil curian supaya dianggap bos. wah...wah..wah...
So..berilah kesempatan kepada anak untuk beraktifitas sesuai dengan kemampuandan en minatnya untuk mengantar remaja kita agar merasa diterima di lingkungannya.

Memang susah untuk mendelegasikan pekerjaan rumah kepada ABG, secara mereka suka angot2an. Good mood dan bad mood terlalu sering berganti-ganti. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa diberi tanggung jawab. Sekali-kali ortu perlu memberikan kepercayaan kepada remaja untuk ikut berperan dalam keluarga. Misalnya diajak urun rembug dalam suatu masalah serta dimintai pendapat dalam pengambilan suatu keputusan, atau mintalah tolong untuk membelikan Jacko donut ketika dia sedang hang out di Pavillion dengan kawan2nya..hiks..ngantri...ngantri deh...!
Dengan diperlakukan demikian remaja akan merasa diorangkan dalam keluarga hingga merasa bertambah mantap ke PeDeannya ketika berada diantara kawan-kawan.

Tak kalah penting adalah mendidik anak untuk menjadi seorang problem solver.
" mam...aku dapat nilai jelek..." keluh anak..
" Itulah...kebanyakan main PS sih....makanya kalu main ps jangan sering2...lalalalala...blalalal" ..duh..sampek nyemprots....
kata mbakyu Oki semestinya begini..
" Oalaahh..jelek ya, sebabnya kenapa ya kira2....?"..mami berkata lembut...
" abis gurunya sentimen sih mam..." sianak defence so pasti...
Dengan perbincangan seperti inilah si anak di latih untuk mencari jalan keluar.
Kata mbakyu Oki lagi, agar anak terlatih untuk memecahkan persoalan ortu harus menahan diri untuk tidak sering mengkritik anak, melecehkan, menganggap sepele sebuah persoalan, merendahkan dll yg sejenis.

Nyang urgent untuk diingat bahwa untuk mendidik anak agar menjadi seorang remaja manis, baik hati, sopan, beriman, dan tidak sombong, perlu melalui proses nyang pelan, panjang dan lama. Tidak seperti membuat mi instan yg hanya memakan waktu dua menit saja, tapi seperti memasak rendang yg membutuhkan kesabaran ekstra dari sang koki demi menghasilkan cita rasa rendang yg mak nyus markunyus. Pokoknya mantep coy!!...
Begitu juga dalam soal anak, ketelatenan, kesabaran, ketelitian dan kehatia-hatian akan sangat menentukan pencapaian dari keseluruhan proses yg telah dilalui. Seperti kata mbakyu Oki lagi, setiap proses meninggalkan jejak.

Wednesday, February 13, 2008

Manis Coklat Strawberry


SStt,,mbakyu2, hari ini katanya hari kasih sayang ya...nyang disebut Valentine Day itu loh...
Yah maklumlah dikarenakan dakyu manusia produk jadul, jadi gak begitu paham sayang-sayangan nyang model begindang.

I love you...I love you....I love you..
Terlihat berbagai tempat keramaian ikut juga menyemarakkan suasana dengan memajang lambang hati dengan nuansa merah dan pink lengkap dengan tulisan
I love you meski genjreng merahnya Gong Xi Fa Cai masih sangat dominan.
Ya..ya...ya...I love you too....

Merah segar buah Strawberry serta Coklat merupakan rangkaian yang tak pernah lepas dari bulan penuh cinta ini.
Menghadiahkan coklat sebagai ungkapan rasa cinta kepada pasangan sering dilakukan, dan tak dipungkiri coklat beraroma serta bercita rasa strawberry laku keras apalagi dikemas dengan bentuk love serta bertaburan indahnya gambar strawberry merah orange. Aiihh....romantic euy!!....

Jadi pas banget kalau Rabu kemaren kita ke Berryls Factory di D' Mines dengan rombongan Pengajian Wiatmi. Selain menambah pengetahuan tentang seluk beluk coklat, belanja coklat merupakan kegiatan yg sangat menantang. Wuess...jelas menantang, secara bentuk coklatnya lucu2 en menggemaskan. Coklat Valentine juga sangat menggoda makanya nggak heran kalau coklat dengan bentuk hati berbungkus pink sampai kehabisan stok. Dari situ kita juga baru tahu kalau warna white choc dan chocolate tergantung dari warna lemak/minyak yg berbentuk bongkahan lemak jenuh berwarna putih atau coklat. Menurut mbak guide, coklat paling top markotop serta paling mak nyus markunyus adalah coklat dari Switzerland karena dari dataran Eropalah coklat manis diproduksi pertama kali. Dan sekarang kita boleh berbahagia karena bisa menikmati coklat sepuas hati mengingat pada jaman dahulu hanya bangsawan dan orang2 penting yg bisa menikmati lezatnya rasa coklat.

Kembali ke sayang-sayangan....

Kemaren petang mood sedang keluar untuk beading membuat gelang dari manik2. Hm...memang melepas stress meski membetot konsentrasi mata juga jari jemari. Mematut-matut design , dicoba kemudian dilepas kembali, dibongkar...upst!..brodol rangkaiannya...weitt... manik2 menggelinding..tuing..tuing...
Nah..akhirnya dapat juga model yg diinginkan. Selanjutnya pamer ke si bontot yg seneng nyentrik...
" Dek...cantik nggak braceletnya.." tanyaku riang..
" lho kok bagus mah..buat aku ya..." jawab adek.
" Lah belum jadi....emang buat syapa? ada yg ulang tahun?...kapan mau dikasih?" ....tanyaku nyerocos..
" Buat do'i.....buat valentine day...buat besok.." jawabnya to the point
" Walaahh...yo weslah..mama ngalah.." gagal deh mau gaya dikit...

Hh..gagal gaya gak papa. Yang penting dakyu bisa selalu sayang2an sama Kangmas Jogelem, setiap hari, setiap saat.
Nggak harus hari ini, nggak hanya bulan ini, nggak cuma tahun ini, dakyu pengen kita semua adem ayem dan bersahabat selamanya. Amien.

Salam sayang buat semua. MMuaahh..muahh...

gambar diambil dari sini

Wednesday, January 30, 2008

Gua punya syapa...

SStt...gua bisikin . Kayaknya kita kecopetan lagi deh !!
Setelah lagu, seni dan budaya Indonesia diembat Malay kini gantian slank bahasa Indonesia mulai mereka minati. Yess orang Indonesia emang kreatif sih. Untuk menjelaskan diri sendiri selain kata saya, aku, aye, dakyu, diriku biasa kita pakai. Lebih gaul lagi kalau kita sebut diri kita dengan gua or gue atau bahkan gwe. Wes pokoknya serasa goal-gaul deh ah!! Begitu juga dengan sebutan kamu yg akan terasa bener2 ngefriend jika dilafalkan dengan loe.

Aku, kamu dengan gua/gue, eloe mempunyai perbedaan status bagi para ABG. Makanya para ABG yg sudah jadian dengan gebetannya tidak akan lagi menyebut diri mereka dengan gua dan loe seperti ketika sebelum jadian tapi menjadi aku dan kamu....ahh!...
Jadi beda coy....bagi mereka meng-aku dan meng-kamu mempunya arti lebih yg maksudnya bukan teman biasa gitu loh... .

Rupa2nya kata2 gua, loe pun mulai dilirik anak2 muda MY sehingga dirasakan mulai bisa dijual. Dan jangan heran seandainya kita melihat sarana angkutan LRT dipenuhi advertising mengenai entertaintment di MY dengan menggunakan web berjenama gua.com.my
Duh gak kuat deh....asli ngembat slank gaulnya bahasa Jakarta.

Ah...masa iya sih? gua ma elu kan dari bahasanya orang china. Jadi bukan ngembat slank jakarta tapi terinspirasi oleh gaya percakapan China MY. Aku dalam bahasa hokian adalah wa dan kamu adalah lu, yang kemudian menjadi gua dan lu

Mungkin bener juga, hmm..jadi ingat tayangan di national geography channel.
Dulu di Indonesia ada suatu masa ketika orang cina hanya boleh tinggal di daerah Kota, hingga perlu ijin dan dokumen tertentu apabila akan keluar dari daerah tersebut.Waktu itu orang cina hanya bisa bergaul dengan sesama orang cina. Dengan demikian budaya cina masih belum bisa mempengaruhi warga bumiputra. Walhasil komunikasi hanya dilakukan dg bahasa cina baik hokian, mandarin, cantonese dll tergantung dari asal mereka.

Tapi untuk selanjutnya ada kebijakan baru yg memperbolehkan org cina untuk tinggal dimanapun mereka suka. Akhirnya merekapun tersebar merata di penjuru nusantara. Karena bergaul secara intensif dengan penduduk asli bahkan ada juga yg menikah dengan org lokal, lama kelamaan bahasa cina jarang digunakan sedangkan anak2 yg dilahirkan dari perkawinan dg org lokal pun tidak dilatih untuk berbhs cina. Makanya banyak org cina yg gak bisa berbahasa cina. Sementara bahasa ditempat mereka tinggal akan lebih mendominasi percakapan mereka sehari-hari. Jadi di jawa tengah mereka akan mlipis boso jowo, di jawa barat bersunda ria, sedang di jawa timur ber rek ayo rek ..

Mungkin karena di Betawi terdapat banyak org cina maka sedikit banyak ada pengaruhnya juga.Wa dan lu dari kata hokkien yang kemudian diplesetin oleh anak2 metropolitan menjadi gue en elo. Tapi sayangnya di sini dakyu lebih sering mendengar orang cina bilang wa bukan gua seperti yg sering diucapkan oleh anak My.

Di Senzhen bahasa indonesia dengan slank gua elu juga kita jumpai di komunitas orang Cina yang dulu pernah tinggal di Betawi. Mereka adalah orang2 yg dipulangkan ke negri asal di tahun 1960an. Masa itu ada kebijakan mengenai pemulangan kembali ke daratan cina bagi mereka yg tidak mempunyai ijin tinggal serta dokumen lengkap. Karena sudah tinggal bertahun2 di Indonesia atau mungkin lahir di Ind juga mereka tidak biasa berbhs cina, so ketika mereka pulang ke negara asal anak2 mereka yg lahir kemudianpun berkomunikasi dg bahasa Ind dengan orang tuanya. Mereka inilah yg banyak menjadi tour guide turis Indo di Senzhen. Jadilah bahasa indonesia jadul bermunculan, seperti kata 'soak' untuk mengatakan badan tidak sehat. weiss..accu kali yak...

Ngomong2 soal 'gua' punya syapa, jadi ingat ketika ngobrol2 dengan orang MY menyangkut lagu mandarin berjudul Tian Mimi.
'Tian mimi ni xiao de duo tian mimi'....
meski liriknya beda banget tapi kalau versi indo begini
Dayung sampan...sampan di dayung.....
teman MY : " nah..itu dayung sampan ..lagu malay.."
gwe : " haiyak...itu dayung sampan lagu Indo.."
Walah...rebutan deh, dan akhirnya teman MY bilang bahwa itu lagu china yg ditransfer ke malay. Lhah aku cuma manggut-manggut sambil bertanya dalam hati, iya ke ? Abis mau ngeyel ga punya bukti....hoyooohhh...

Tapi pastinya kata-kata gua ama lu di MY lebih banyak dipengaruhi oleh hebohnya tayangan sinetron yg seharian penuh mejeng di jalur Aruna astro channel 121. Pokoknya kalau kangen dengan bahasa gaul jakarta kita bisa tongkrongin tuh channel sepuasnya. Apalagi Hot Fm radio dan Red Fm memanjakan kuping pendengar dengan script yg gaul abis meski terdengar keriting di telinga karena disampaikan oleh orang MY. Dan jangan terheran-heran kalau para ABG atau orang muda disini ikutan ber dong, deh, sih, gini dan gitu....

Halah!! jadi gua punya syapa nih...
yah... pastinya punya Yang Maha di sana....

Sunday, January 06, 2008

Aje gile....


Lima hari kehidupan rutin yg adem ayem di KL sudah dijalani. Kesibukan mulai hadir kembali meski masih terasa malas. Berita TV yang mengabarkan banjir dimana-mana sudah tak bisa kudengar kendati terus kuintip beritanya.

Yah.. negriku tercinta kembali merana, lagi-lagi bencana mendera tanah pusaka. Bagaimana bangsa ini bisa bertambah kaya jika hasil keringat bertahun-tahun selalu musnah diamuk keganasan alam. Padahal bukan karena bangsa kita malas jika terlihat tak maju-maju, tapi kondisi alam ikut menyumbang keterpurukan ini.

Tentu saja bukan bangsa pemalas, emangnya gigi masih kuat buat mengunyah batu ?

Tengok saja gigihnya para tukang becak di Malioboro Jogja dalam menawarkan jasanya.
" bu mari naik becak, saya antar ke toko batik sekalian beli oleh-oleh bakpia Pathok kemudian balik Malioboro lagi, 4 ribu repes saja.." gitu penawaran abang2 becak yg mangkal di jalan Malioboro seramah mungkin.

" Duh, aje gile murah bangeth!!' aku tersentak kaget. Perjalanan dari Malioboro ke tempat penjualan oleh2 di daerah Pathok pulang pergi bukanlah jarak yg dekat , apalagi jika mendapat penumpang bertubuh subur...weleehh..dakyu cuma bisa mengelus kempol alias betisku saat membayangkan si abang becak menggenjot pedal becaknya...kriyeett..kriyeeet...

Tapi Jogja memang nyentrik. Dalam menawarkan jasanya tukang becakpun bisa kreatip.
" Mari bu, 20 ribu saja ke nJetis. Maklum jalannya nanjak, lagipula ini becaknya pake AC lho..." gitu kata pak becak cengengesan...
" Haiyak..sampeyan iku....." cibirku...
" lha iya bu...AC alam, lebih seger..." kata doi masih cengengesan aja...

Penjual bakmi jawa di petang hari juga tak kalah nyentrik. Order pesanan seberapapun banyaknya tidak perlu ditulis diatas kertas tapi cukup lisan saja. Makanya dakyu sempat kena semprot ketika seluruh pesanan kutulis di secarik kertas dengan maksud memudahkan penjuwal.
" Ngapain pake ditulis segala, malah bingung!! meski pesanan banyak aku bisa ingat juga kok..!" gitu omelnya...
" walah...kok galak si pak..." ?+*

Berani sumprit, bangsa kita memang giat bekerja. Coba deh bandingkan tukang taxi di KL dengan tukang taxi Jakarta. Tukang Taxi KL mengambil penumpang secara tebang pilih. Pilih jarak yang dekat, pilih jalan yg nggak macet, selain itu mereka juga reseh en mulutnya usil. Sedangkan di Jakarta penumpang taxi adalah raja meski kalau sedang apes bisa juga menjadi sasaran tindak kriminal. Tapi secara keseluruhan rata2 pengemudi taxi di Jakarta mempunyai sikap sopan. Mereka juga tidak memilih tujuan, pokoknya hajar bleh...!!

Etos kerja tukang parkir juga hebring. Perhatikan kalau kita memberikan uang lebih kepadanya, wwueessh...nyaringnya bonus sempritan pasti akan segera kita peroleh. Priiitt..priitt...pritt..dan dengan segala caranya sudah pasti mobil kita akan melaju dengan nyaman sesuai dengan arah yg kita mau. Sayang gak bisa dibandingin dengan KL secara disini gak ada tukang parkir bawa sempritan, tukang parkirpun sangat sedikit mengingat mayoritas tempat parkir mempunyai auto pay machine.

Yakin gulagokin bangsa kita memang pekerja keras. Hanya saja terlalu banyak faktor sehingga terlihat seperti terpuruk. Kondisi alam salah satunya.

Tapi musim selalu saja berputar mengarungi waktu beriringan dengan bahaya yang terus selalu mengintai. Meski demikian smoga saja bangsaku tetap kuat menghadapinya. Pelan tapi pasti tak jemu untuk bangkit kembali membangun puing2 yang runtuh meski suatu saat akan kembali rapuh diterjang pergerakan alam yang ganasnya melebihi angin puyuh.

gambar dari sini

Wednesday, January 02, 2008

Reuni


Akhirnya berakhir sudah hari-hari santai bebas lepas dari rutinitas, menikmati berjalannya waktu tanpa batas. Tak terasa dua minggu berlalu, melaju menuju tahun berganti baru. Kehidupan akan terus berputar, smuga tahun Tikus tidak akan mengajak kita untuk semakin rakus dan haus akan urusan duniawi karena justru akan memberangus kepekaan nurani. Happy New Year 2008 !!

Liburan balik kampung kali ini benar2 mantep..tep...
Jakarta dan Jogja memang selalu dihati. Suasana, makanan dan kenangannya tak pernah terlupakan. Yaah..meski kemacetannya selalu membuat BeTe terutama kalau sedang menumpang taxi....weleh..bunyi detik argonya bikin jantung deg-degan. Untung bakmi GM selalu setia menghiburku, ahh...noodle memang favoritku dan bakmi GM bisa mengerti seleraku.

Berbagai sudut kota Jogja di akhir tahun 2007 ini terlihat lebih semarak serta bertambah padat. Liburan panjang membuat wisatawan domestik tumplek di kota kelahiranku ini. Lagi-lagi karena adanya cuti bersama, reuni dengan keluarga tercinta menjadi bertambah resep. Nggak cuma itu, reunian dengan teman SMA juga marak di akhir tahun 2007 ini. Spanduk dari beberapa sekolah menengah atas berkibar-kibar mengabarkan adanya pertemuan akbar dari berbagai angkatan termasuk reuni SMA I Teladan Yogyakarta. Wuessh...seru dong ah!!

Bertemu kembali dengan teman lawas setelah 25 tahun berpisah jelas menimbulkan kegembiraan tersendiri. Beberapa ada yang terlupakan tapi sebagian masih terekam jelas bekas-bekas keimutan wajah dimasa remajanya. Cerita2 lucu masa lalupun kembali diputar ulang, juga berbagai kisah kasih disekolah dan tak ketinggalan soal gebetan....wuikk!!

Soal gebetan menjadi heboh secara dakyu dan Kangmas Jogelem adalah satu sekolah beda angkatan.Nah ini jadi bahaya...
Bisa-bisa rasa jealous terhadap gebetan kuno merunyamkan hubungan adem ayem yg sedang berjalan. Meski gak bisa dipungkiri ada saja mereka yang masih terobsesi dengan kenangan lama hingga menginginkan agar kisah tersebut terulang kembali.

Masa-masa SMA memang gak bakal terlupakan komplit beserta manis dan pahitnya. Ingat disaat nyegat angkot, ingat jamannya gendut (kata teman-teman) padahal sumpih ...sekseh beibeh...!! Dan dakyu juga selalu ingat disaat Kangmas Jogelem mulai menggebet-gebet dakyu dengan motor Honda GPnya yg selalu setia menemaninya. Cihuuuyyy...romantic cing..!!

Masa SMA emang lutcu, kiut en imut.
Pastinya dakyu akan selalu mengenang yg lucu-lucu itu, maksutnya biar awet lucu..
so...kayaknya gak perlu ya jealous2 yg gak mutu itu, gak penting gitu....
Piss ah!!....

Thursday, December 13, 2007

Hari ini pakdhe pake 'jean'....

Yess!! pagi ini Kangmas Jogelem suamiku terlihat ceria begitu juga teman-teman sekantornya. Haiyak so pasti karena ke kantor serasa pergi ke mall, balutan celana jeans dipadu T-Shirt berwarna biru membuat penampilan Kangmas Jogelem terlihat bergaya seperti mahasiswa.
Cihuuyy....keren
coy!! Good bye kemeja lengan panjang plus celana kluyur....
Sayang cuma untuk hari ini saja. Tapi masak iya sih ada kegiatan charity saban hari ?...

Kamis kemaren anakku juga merasa merdeka karena pada hari itu diperbolehkan bebas tidak berseragam malahan diperkenankan juga meniru dandanan artis idolanya. Pokoknya hari itu anak2 bebas merasakan kebebasan tanpa memberikan imbalan apapun. Lho piye to ?
Maksudnya begini, di sekolah anakku charity merupakan kegiatan rutin. Disana ada salah satu cara unik dalam mengumpulkan uang sumbangan. Pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan siswa diperbolehkan tidak mengenakan seragam asal memberikan sumbangan sebesar 5RM.
Jadi dengan menyumbang 5Rm, siswa memperoleh complimentary yang sangat didambakan oleh anak sekolah berseragam yaitu berupa kebebasan berpakaian agar terlihat keren di sekolah.

Pada dasarnya seseorang pasti ingin hidup bebas.
Bebas dari rasa tertekan, bebas untuk menjadi diri sendiri, bebas untuk tidak memenuhi keinginan orang lain...kamu harus begini, kamu harus begitu...
Yah..bebas dari segala bentuk penjajahan gitulah...

Dulu jamannya aku masih SD kata hak asasi manusia benar2 ngetop markotop, maklum di tahun 70an kata itu baru mulai di gembar gemborkan. Makanya anak2 SD hobi mengutip kata tersebut meski cuma gara2 ditegur karena kentut sembarangan.
" emangnya kenapa....ini kan hak asasi.." gitu kata anak yang kebebasan berkentut rianya dipermasalahkan oleh teman2nya.

Adanya reformasi memunculkan euphoria kebebasan setelah 32 tahun merasa terkekang. Mulai saat itu kata2 reformasipun menjadi akrab dalam perbincangan ibu2 di sela-sela hiruk pikuknya bertransaksi dengan tukang sayur keliling.

“ sekarang berita di koran jadi tambah seru ya bu, malah ada yang gambarnya vulgar..” gitu kata si mpok Rumpi
“ ya jelas dong….kan udah reformasi…” saut Nyak Gosip
“ wah tapi kasihan banyak keluarga artis yang hancur akibat kebebasan infotaintmen dalam mengorek kehidupan pribadi mereka, sepertinya mereka diadu di depan publik. Ah..namanya juga reformasi.” Bu RT nggak mau kalah.

Kebebasan memangpun seronok, kebebasan juga hak asasi manusia.
Kendati begitu akankah kita menggunakan hak tersebut secara semena-mena, berteriak misuh2 tanpa mempedulikan lingkungan sekitar serta mengabaikan kepentingan orang lain. Dimana letak nurani jika luahan kebebasan kita ternyata merugikan orang lain.

Seperti kata Eyangku,
“ ngono yo ngono neng ojo ngono….”
Gitu ya gitu.. tapi jangan gitu2 banget ah!!

Sepertinya bebas terkontrol terasa lebih mak nyess daripada bebas lepas. Yah, meski mengontrol diri sendiri merupakan perbuatan tidak mudah tapi masyarakat bisa menilai dan menjadi alarm ketika kita melampaui batas kebebasan yang pantas.

Dan akupun manggut-manggut setuju ketika kebebasan menjadi sebuah complimentary atas perbuatan baik yang sudah kita lakukan, seperti kegiatan charity di sekolah anakku tadi.

gambar diambil dari sini

Monday, November 26, 2007

Ajang Adu Narsis 2007



JW Marriot, jl.bukit bintang

Sabtu malam minggu kemaren Anual Dinner Hess Oil and Gas kembali digelar. Ajang adu narsis menampilkan expresi menyalurkan inspirasi mengajak partisipan untuk sejenak menggaruk kepala memikirkan costume apakah yg akan mereka kenakan. Tema malam itu adalah 'what i want to be when i grow up'. Nah loe..bingung kan ?
" halah...gitu aja dipikirin!!" upst!!...temanku yg sibuk memikirkan akan memakai kostum apa nantinya terkena semprot suaminya. Hi..hi...hi....cuciaann deh loe....

Lhah, aku sih udah mantep pakai kostum princess gothic. Bukan karena keren pakaiannya, manis coraknya or cocok warnanya tapi hanya karena bajunya ngepas di badan ajah, secara baju sewaan getu loh....!! Maklum tinggi badanku cuma pas-pasan padahal baju yang tersedia rata2 terlalu panjang untukku. Hmm...apa boleh buat minimal kostum itu mencerminkan keinginanku pada watu kecil ...yess...jadi princess!!

Tapi payahnya saat pertama kutawarkan pada Kangmas Jogelem agar bersedia berkostum Prince, kangmasku ini menolak mentah-mentah karena sangat bertentangan dengan keinginannya untuk berkostum ala KISS group hard rock band Amerika yg menjadi idolanya disaat remaja. weleh..welehh...

Terpaksa babak udreg-udregan alias berselisih paham dimulai ...
" walah..gimana to kang, udah terlanjur booking plus bayar depositnya lho,kalau ganti model nanti jadi rugi..." gitu protesku...
" Haiyaahh...mosok pengen dandan ala KISS aja gak boleh seh, kan tinggal nyangklong gitarnya adek....nggaya toh..." Kangmas Jogelem mbesengut...
" Walah..repot banget seh, aku isin kalau penjenengan nyangklong gitar....mending aku nggak ikut ajah.." hiks...mulai ngeluarin jurus ngambek.

Akhirnya.....
" Yo wes..sini aku pake baju King yo gak papa...." nurut jugak ya akhirnya....
" Lhaaa...bagus begitu, kita kan jadi kayak King dan Princess..." woalah mantep dakyu..
Sebenarnya gak cocok ya mosok King dengan Princess semestinya Queen adalah pasangan si King. Apa King dengan mistressnya aja yah...Waaahhh....keenakan duong, ogah layauww!!

Jreng...jreng..jreng.....Inilah dia Raja dan Ratu kethoprak.
Suasana dinner party malam itu begitu meriah, fun, juga tidak memandang kasta apakah itu bos ataukah driver, semua orang menampakkan expressi riang penuh bintang tanpa aral melintang menepis basa basi yang sangat basi.

Yah, meski nggak berhasil menggondol hadiah di ajang adu narsis 2007 ini dan cuma menyandang gelar sebagai Raja dan Ratu kethoprak, tapi dirumah sendiri kami adalah Raja dan Ratu sesungguhnya.
Hua..ha..ha..ha...ha..ha.... (di komik-komik HC Andersen raja kalau ketawa kan ngakak...)

Monday, November 19, 2007

Tuing..tuing...


Pagi ini seperti hari-hari Senin sebelumnya, pemandangan menyentuh kembali mengusik nurani.
Pukul 8.15 pagi kesibukan mulai merebak di halaman sebuah lembaga orang buta Malaysia. Di tempat inilah orang-orang buta menimba ilmu mulai dari belajar membaca dengan huruf braille hingga mengasah ketrampilan agar dapat mandiri memenuhi kebutuhan sendiri berikut anak istri.

Setiap berada disana, dakyu tak pernah berhenti bersyukur karena dikarunia 2 mata untuk melihat yang setiap saat juga siap untuk diajak plarak-plirik ...*tuing..tuing... *

Dengan tongkatnya mereka para pelajar, guru, maupun karyawan terlihat sangat percaya diri mengarungi hidupnya yang senantiasa gelap tak ada berkas-berkas cahaya. Anak-anak sekolah duduk bergerombol di anak tangga selayaknya anak2 sekolah berpenglihatan normal, mereka ketawa ketiwi serta ngobrol sana sini bahkan ada juga yang bernyanyi-nyanyi kecil seolah tak ada kendala. Sementara diantara mereka ada juga yang tampak sedang asyik berhalo-halo alias berbincang melalui HaPe. Lift untuk turun naik gedungpun juga sibuk. Lain pemandangan menunjukkan murid usia TK yang sedang dilatih oleh cikgu untuk naik turun tangga agar dapat berjalan melewati anak-anak tangga tanpa bantuan seseorang.
" ya...turun lagi, pegang pinggiran tangga...!!." begitu tutur cikgu tegas tapi sabar.
Dakyu begitu terharu menyaksikan ke antusiasan anak tersebut, meski semua tampak gelap tapi dia tetap bersemangat.

Karena hanya tongkat yang menjadi andalan, tentu saja tubrukan diantara mereka sering terjadi. Tapi mungkin karena sudah terbiasa maka tak ada rasa kesal diantara mereka hingga aktifitaspun tetap berlanjut. Sangat ironis dengan mereka yang mempunyai mata normal. Hanya dengan saling melihat saja bisa timbul rasa permusuhan....
" Apa loe liat-liat..." bentak yg ngerasa dipelototin ...
" lhah....gwe punya mata..!!." samber yg ngeliatin....
Selanjutnya...
" Ayo..kalo berani ke lapangan!!....walaaahhh....jadinya tawuran deh....

Bayangkan!! itu cuma karena lihat-lihatan alias pelotot-pelototan. Apalagi saling bertubrukan, weleh...bakalan pisau bertindak dan celurit berbicara. Dan bayangkan juga bagaimana bahagianya para penyandang tuna netra jika mereka bisa saling pelotot-pelototan.

Terkadang kita memang kurang mensyukuri apa yang telah kita dapat, hingga merasa apa yang telah ada pada kita memang sedemikianlah seharusnya. Padahal diluar sana masih banyak orang yg tidak seberuntung kita hingga tidak dapat menikmati apa yang kita rasakan meski bagi kita terasa biasa.

Seperti mbak asistenku yang selalu merasa spesial jika membawa pulang serta merasakan hasil masakanku meski anakku mengatakan kurang sedep.
" Ibu...kemaren dagingnya puk-empuk ya bu..." gitu kata mbak Kip dengan logat kental Maduranya.
" Mosok tho mbak, wong alot begitu...." jawabku nggak yakin....
" Tak...puk-empuk!! kalau saya masak daging selalu keras...kalau digigit gigi macam mau copot...!!" tambahnya sambil cekikikan...
" Ngrebusnya kurang lama mbak.." kataku lagi..
" Saya ngrebus daging memang sebentar saja bu, kalao dagingnya terlalu empuk nanti cepat bis-habis...."..halah..cekikikan lagi...
Lauk pauk seringkali tersisa bahkan seperti di sia-sia, begitu juga dengan barang-barang serta hal-hal lain. Secara tidak sengaja kita sering menyia-nyiakan apa yang kita punya padahal bagi orang lain sangatlah berharga

Ahh...sepertinya aku harus lebih bersyukur lagi....

Friday, November 09, 2007

Selamat ulang tahun mas ica.....

Hari ini anakku sulung genap berusia 20 tahun, tepatnya jam 00.05 tengah malam tadi.
Tak terasa, sepertinya waktu berjalan sangat cepat meski 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dengan demikian 20 tahun sudah dakyu menyandang status sebagai ibu-ibu. Hmm...masih tersisa diingatanku ketika pertama kali mempunyai anak, dakyu benar2 masih sangat lugu alias lutcu dan guob..yoss...maksudnya mudah gembrobyos kalau sedang mandiin anak. Tapi seiring dengan waktu watak keibuankupun muncul, dan kemudian menjelmalah diriku menjadi seorang ibu yang telaten, teliti, manis, baik hati dan tidak sombong.

Hari ini anakku sulung sudah mulai dewasa.
Padahal masih kuingat saat umurnya baru 3 bulan. Disaat Gendon teman seangkatannya sudah bisa berguling-guling kesana kemari, anakku masih penasaran berusaha membalikkan tubuhnya sampai terpipis-pipis. Dengan timbangan 7.5 kg mungkin tubuhnya terlalu berat untuk di ajak berkompromi dengan keinginannya. Bahkan sampai sekarangpun masih terngiang kata-kata pertamanya disaat doi berusia 9 bulan...
" ..tupuk..." hiks..maksudnya krupuk. Maklum bapaknya doyan krupuk...
"..ban..jijik..." hi..hi... ini karena anakku hobi pegang2 roda stroler makanya eyang kakung sering mengingatkannya.

Mungkin kejadian di halaman kantor kelurahan disaat aku mengurus surat pindah keluarga kami ke Jakarta juga gak bakalan akan terlupa. Sulungku yang masih berusia 2 tahun ini tiba2 menyanyikan lagunya Amy Search yg sedang ngetop markotop pada saat itu,
"...Isabella adalah...kisa cinta dua...dunia...." gitu dia bernyanyi sambil ngotot....
Weleh...semua orang noleh kearah anakku...
" ..anake sopo iku ?"....hiks...thole satu itu sempat bikin dakyu agak malu.
Barangkali bosan juga ya menyanyikan koleksi lagu anak2 yg setiap saat dinyanyikan bersama mama.

Hobi mendengarkan cerita menjelang tidur sempat membuat mulutku ndower, sehingga dengan amat terpaksa dakyu merekam suaraku atas cerita bertajuk si Piko daripada setiap saat dakyu harus membacakan cerita kegemarannya tsb.Kemudian dengan lincah jari jemarinya akan memutar kaset hasil rekaman berulangkali disaat menginginkannya. Makanya dia bersemangat belajar membaca karena ngiler melihat buku2 bergambar indah hingga membuatnya penasaran akan isi cerita. Akhirnya di usia 3th 4bulan kemampuan membacanya mulai keluar diawali kata2 dengan penggunaan huruf2 vokal,
" bo-la..., sapu.., meja.., pipa....." begitu dia membaca dengan mantap.

Dan dakyu jg masih ingat ketika nafasku terputus-putus saat mengajarinya naik sepeda di usianya yg ke 5. Woalah....gak kuat lagi... Akhirnya Kangmas Jogelem turun tangan untuk mengajari cah bagus tsb. untuk bersepeda. Langkah pertama adalah melepas roda bantu, langkah kedua menuntun ke pinggir kali dimana pada waktu itu sangat memadai untuk belajar mengendarai mobil apalagi bersepeda secara jalanan masih sepi dan lebar, dan langkah terakhir si bapak muda ini (39 tahun yg lalu bo'..) mendorong anakku yg sudah siap nongkrong diatas sepedanya. Wuuussssss......otomatis si anak terpaksa berkonsentrasi mengendali agar tidak ambruk....hoyag...hayig hoyag..hayig...sepeda oleng ke kanan serta ke kiri. Berulangkali 'dorongan tega' dilakukan Kangmas Jogelem hingga akhirnya..Yess...anakku sudah bisa bersepeda.....dalam waktu kurang dari satu jam. Padahal dakyu sempat agak iri dengan anak tetangga yg sudah bisa naik sepeda disaat umurnya baru 4 tahun. Hhh..aku emang merasa terlalu banyak menuntut pada anakku...

Sekarang setelah anak2 besar aku baru sadar, ternyata banyak hal-hal yang mereka kerjakan karena semata-mata keinginan dan ambisi orang tua. Makanya sekarang dakyu berusaha sekuat mungkin agar tidak selalu melibatkan keinginanku pada sesuatu yg akan mereka lakukan. Menghidupkan demokrasi di rumah tidak ada salahnya kulakukan sepanjang tidak membuat anak-anak menjadi kurang ajar. Mereka boleh mengemukakan apa yang mereka mau dan tidak mau. Mereka juga berhak memprotes sesuatu yang tidak disepakati apalagi mengangguk tanda setuju.

Selamat ulang tahun ya mas ica...
Doa mama semoga kamu berhasil mengarungi kehidupan ini hingga mencapai sukses yang kamu idamkan. Mama mohonkan pula dalam setiap doa agar
keinginan-keinginan kamu, cita-cita kamu... bisa kamu raih dengan mudah tanpa halangan yang berarti. Amien.

Thursday, November 01, 2007

Nikmati saja....

Hampir seminggu ini dakyu merasa seperti kembali menjadi pengantin baru. Haiyaakk...jangan ngiri ya...
Gimana nggak kayak pengantin baru, kemana-mana berdua, dirumah glundang-glundung berduaan ngobrol cekikikan berdua cuma si Gembul kucingku yang suka bikin suasana agak heboh.

Ini gara-gara si bontot kemping ke Langkawi setelah sebelumnya nonton konser Black Sabath di Singapore. Makanya si Gembul jadi lakon, dan saking seringnya diajak berkomunikasi diapun terbiasa menjawab dengan bahasa kucing jika bos bapak atau bos mamah mengajaknya bicara.
" mbul...dah makan belum" biasanya itu yg ditanyain bos bapak.
" eoongg...." gembulpun menjawab
Dan ketika gembul naik ke meja komputer serta menginjak-injak keyboard, bos bapak kembali mengajak Gembul bicara..
" kamu mau ngeblog apa mbul...." tanya bos bapak
" eooong......." lagi2 gembul menyaut...
Eh iya, Gembul juga canggih bermain hide and seek serta gemar bermain cilukba ....suer..!! nggak bohong....

Dakyu jadi berpikir, kucing saja bisa berkomunikasi serta memberikan respon dengan bahasanya karena terbiasa serta terlatih, apalagi manusia dengan kelebihan2 yang sudah ada dari sononya.

Halah..tuh kan kucing aja dirembug.
Tapi beginilah kalau anak sudah mulai beranjak remaja, tugas seorang ibu pelan tapi pasti lama-lama akan semakin berkurang. Ketika anak-anak sudah mandiri, tugas pengasuhan sudah tidak lagi seperti disaat mereka masih kecil tapi beralih menjadi tugas kounseling yang akan mulai 'on' ketika anak datang karena memerlukan sumbang saran dan pendapat dari seorang ibu yang terkadang harus berperan sebagai seorang teman. Dan halooo...saat2 seperti ini tidak akan terjadi setiap saat.

Jadi berbahagialah teman-teman yang sekarang masih direpotkan dengan anak kecil. Jangan pernah mengeluh tapi nikmatilah rengekan si kecil karena kesempatan itu tidak akan lama. Seiring dengan berjalannya waktu, masa akan merenggut indahnya kerepotan mengasuh anak berganti dengan tanggung jawab yg lebih besar yaitu mengentaskan mereka agar menjadi anak mandiri serta sukses di dunia dan akherat ....
" nggak usah tanya ya sukses di akherat itu yg gimana seh..."

Nikmati saja selagi ada, itulah inti dari curhatku.

" mamaaa......aku mau pipiiiss....."
" mamaaaa.....aku nggak mau makan..."
" mamaaaa....aku ngantuuuk.."
ssttt....sudah..sudah..jangan stress, nikmati saja......

Trus...trus... kalau dakyu rumah sepi, suami belum pulang...hu...hu...sedihnya.....
sssttt.....sudah...jangan bersedih, nikmati saja..... kan bisa ngeblog sekenyangnya....

....Gembuuulllll.....sini mbul!!.....

Tuesday, October 23, 2007

ibu-ibu = cantik


Soal dengan stabilo kuning diatas ternyata cukup membuat bingung seorang anak SD. Sebenarnya apa sih yang membuat anak tersebut jadi kisruh?
Apakah karena dalam kesehariannya pengasuhan hanya diperoleh dari seorang asisten rumah tangga sehingga dalam pikirannya, menggendong, menyuapi, memandikan, mengajak jalan-jalan hanyalah tugas seorang pembantu. Hingga timbul persepsi bahwa pengasuhan identik dengan tugas pembantu. Yah, mungkin itulah pendapat orang pada umumnya sekilas melihat gambar diatas.
Tapi seorang teman milis berpendapat lain,

Mbak, yang salah itu bukan anaknya tapi yang bikin gambar kartun disoalan itu. Lha ibu-ibu jaman sekarang kan dandanannya ya nggak kayak di kartun itu. Coba deh gambar ibunya itu lebih trendi dikit, pasti jawaban anak-anak jadi gak salah
Lha kok nyalahin anak-anak, wong kita sendiri ya nyangkanya gambar itu ya gambar pembantu....hik..hik....

Mungkin ada benarnya juga, sosok ibu sekarang sudah berubah dan berbeda dengan ilustrasi yg biasa terdapat pada buku- buku Bahasa Indonesia di jamanku dulu. Di buku2 lama kehidupan harian ibu si Amir digambarkan sebagai wanita yang berkain dengan rambut bergelung. Dengan berlalunya waktu trend berbusana wanitapun berubah bukan berkain tapi memakai rok/blouse, tentu saja hal ini mempengaruhi ilustrasi gambar pada buku2 anak sekolah.

Tapi rupanya ketika mami-mami sudah mulai mengenal rebonding serta busana modern, ilustrasi gambar masih tetap alias tidak berubah. Akibatnya menimbulkan kebingungan pada anak karena maminya sekarang adalah wanita yang super duper keren.

Jadi pesan buat para mami, jangan berdandan seadanya seperti pada gambar diatas agar anak tidak salah tafsir....sebenarnya ini maminya atau pembokatnya :D
Berdandanlah serapi mungkin dimanapun anda berada baik dirumah, dipasar, di RS, di mall, lagi manjat pohon jambu, lagi lompat pagar, lagi kerja bakti dll. Pokoknya buatlah icon bahwa ibu-ibu = cantik tujuannya supaya:
1. Tidak digaruk Rela
2. Supaya anak tidak keliru, siapakah yang sedang mengasuhnya...apakah mami or asisten :D
3. Para kartunis bisa membedakan bagaimana menggambar bos mami dan bagaimana melukis bedinde
4. Tentu saja supaya suami betah di dekat kita....waaaa....ini dia d'best partnya...!!

salam cantik selalu