Sunday, March 30, 2008

Betawi dimana mbak?...

Ceritanya sedang nunggu check in di Counter Air Asia tujuan Kuala Lumpur.
Counter belum dibuka sementara dakyu duduk manis menunggu di sebelah mbak-mbak TKI KL yg sedang asyik ngobrol dengan seorang laki2 penumpang Royal Brunei (sepertinya orang Brunei).
So pasti dakyu nguping dong....

Laki2 : " Jadi Sunda itu Jawa barat ya mbak...."
Mbak2 : " betul pak...pake bahasa Sunda.."
Laki2 : " Kalau Cirebon, Kuningan...juga Jawa Barat mbak ? "
Mbak2 : " Iya pak..."
Laki2 : " Kalau Jakarta Jawa Barat bukan mbak..?"
Mbak2 : " Kalau Jakarta bukan Jawa Barat pak, tapi kota Metropolitan.."
Laki2 : " oo...begitu...kalau Betawi dimana mbak, di Jakarta atau bukan ?"
Mbak2 : " wah..Betawi dimana saya nggak tahu pak..."
Laki2 : " Mungkin di sekitar Jakarta juga ya mbak.."
Mbak2 : " Mungkin juga pak..."

Ting..tong.... Attention please....
Penumpang Royal Brunei sudah diperbolehkan chek in.

Laki2 : " Ok mbak..byee...selamat ya..."
Selamat jalan atau semoga sukses gitu kali mangsutnya.

Tuesday, March 11, 2008

Dendam Ikan Bandeng


happy b'day.....

Untuk saat ini bandeng adalah ikan laut yang paling familiar di lidahku. Meski duri ikan ini paling heboh diantara sesama teman seperjuangannya dilaut, tapi daging lembutnya terasa sangat gurih dilidah.Mungkin karena sejak dakyu kecil ibuku sering menyajikan menu ikan bandeng goreng makanya sampai sekarang si bandeng menjadi favoritku. Mau digoreng, dipepes, ataupun dibuat otak-otak, semuanya huenakss....

Lepas dari kelezatan ikan berduri lembut ini dakyu pernah mengalami kejadian yg sangat mengesalkan, malu en traumatik. Yap!! kelolotan duri ikan susu (nama MY nya). Duh..mudah2an ini adalah kasus pertama dan terakhir. Sumpih nggak enak, pertama sih rasanya tidak terlalu mengganggu hingga untuk langkah pertama kugelontor dengan air minum. Tapi meski perut sudah kembung duri masih nangkring ditenggorokan. Oleh karena itu dakyu mengambil langkah berikutnya. Sekepal demi sekepal nasi kutelan bulat2 dengan maksud menyeret duri yg lama kelamaan semakin dalam menancap daging2 lembut di sekitar kerongkongan. Ya ampyun, bertambah sakit euy.. !

Halah, akhirnya menempuh jalan akhir menuju emergency RS Gleneagles. Sulungku yg membawaku kesana.
" Mah..mah..bisa ngomong kan?" sesekali konsentrasi nyetirnya beralih dari jalanan ke arahku.
" bisa...bisa.." jawabku sambil menekan2 leher untuk mengurangi rasa sakit.
Dan dering telponpun berkali-kali berbunyi, suara Kangmas Jogelem terdengar cemas menanyakan keadaanku.

Ternyata dokter di ruang emergency tidak bisa menangani hingga merujuk ke dokter spesialis THT. Dakyupun kesana dengan berbekal surat dari dokter gawat darurat. Yess!! langsung mendapatkan penanganan.
" how are you....fine..?..he..he.." weleh pak dokter ini malah becanda....
" diamput..fine apaan....kelolotan duri begini.." batinku sambil mengangguk-angguk bego...

Pemeriksaan segera dilakukan dengan tujuan utama mencari tempat nyangkutnya si duri.
Dokter menarik lidahku (pakai tissu) sambil memasukkan alat/kamera kedalam mulut. Wadoh...merana sekali...
Untung canggih, jadi dalam sekejap.. Seettt...terlihat dimana duri berada, wuih dalem juga bo'...pantesan tusukannya sakit pol.

Langkah berikutnya adalah pencabutan duri. Weleh ini sangat menyiksa secara dakyu disuruh membantu dokter dengan menarik lidahku sendiri.
waduh malunya dakyu...plis deh...berkunjung ke dokter karena sebab yg katrok...kelolotan duri!! Ah tapi masih untung bukan kelolotan buah jambu, kalau terjadi bakalan susyah lagi.
Yess!! Lagi-lagi dalam sekejap duri tercabut tanpa terasa. Alhamdulillah.

Sampai sekarang dakyu masih trauma. Tapi berhubung hobby makan bandeng tidak mudah terlupakan, maka untuk memuaskannya bandeng tidak lagi digoreng or dipepes tapi diolah menjadi otak2 bandeng resep asli dari ibuku. Sekalian sebagai bentuk balas dendam kepada bandeng karena pengolahannya dilakukan dengan menumbuk-numbuk si bandeng agar dagingnya hancur sampai tulang-belulangnya bisa dikeluarkan untuk mengurangi resiko menancapnya duri dalam daging.

Buat Kangmas Jogelem terimakasih telah memberikan porsi lebih buatku. Sebagai suami, teman tapi mesra, juga teman eyel2an.
Meski bukan orang romantis yang biasa memberikan bunga ataupun kejutan tapi kesabarannya terhadap istri dan anak2 sangat luar biasa, dan menurutku itulah point penting yg harus bin wajib dipunyai oleh seorang suami. Rasanya susyah buat kutiru.


Selamat Ulang tahun Kangmas.. ...
Semoga tambah sukses, sehat walafiat, panjang umur , berkah dalam hidup serta diberi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Nikon D 3nya nanti menyusul.....


SStt...resep otak2 bandeng kesukaanmu tak share ya....


*******************************************
Otak2 bandeng
Bahan:
Bandeng segar, Bawang merah, bw putih, ketumbar, cabe merah, garam secukupnya, telor ayam

Cara :
Pukul2 tubuh ikan sampai gepeng kemudian keluarkan daginya berikut tulang2nya sampai tinggal kulitnya. Buang duri2 halusnya.
Blender bumbu2 berikut telor beserta daging ikan tersebut.
Setelah halus masukkan kembali campuran bumbu plus daging ikan yg sudah di blender kedalam kulit tubuh ikan, sebagai pengganti tulang masukkan lidi sepanjang tubuh ikan.
Setelah terbentuk kembali tubuh ikan, kukus sampai matang.
Potong2 sesuai selera ikan yg sudah matang, goreng dengan lapisan telur yg dikocok lepas terlebih dahulu.
Jadilah otak2 bandeng yg sedap disantap dengan nasi panas2 apalagi ditemani dengan ca kangkung. Tambah lekker....!!

Cobain deh!!

Friday, March 07, 2008

Salam ABG..yo..yo..yo...


Rabu kemaren menghadiri ceramah psikologi dengan tema Berkomunikasi dengan Anak/Remaja bersama mbakyu Okina seorang ibu rumah tangga yang baru saja menyabet gelar master psi dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Ah..jadi ingat anak-anakku...

Berbicara mengenai masalah anak memang kagak ada habisnya. Bahkan serunya perbincangan sudah terjadi sejak ibu mulai mengandung, persiapan melahirkan, melahirkan, menyusui, mengasuh anak, sampai mendidik serta membimbing plus mengarahkan tumbuh kembang sang anak. Hal ini membuat fungsi dan tugas ibu menjadi sangat tidak terbatas sejak mata melek disaat subuh hingga kembali beristirahat di malam hari. Tapi seorang anak adalah karunia Allah yg sangat indah dalam hidup ini, hingga sebisa mungkin orang tua pasti akan memberikan yg terbaik untuk anak-anak mereka.

Meski orang tua akan melakukan apa saja demi anaknya, tapi terkadang timbul juga perselisihan diantara mereka. Terutama jika anak sudah mulai beranjak remaja. Kebiasaan orang tua yg suka memerintah serta ingin dituruti segala keinginannya berbenturan dengan perilaku remaja yang bagi ortu dianggap ngeyel, padahal remaja hanya ingin menunjukkan kemampuan dalam menentukan sikapnya.

Menurut mbakyu lulusan UGM ini, perkembangan anak melalui suatu proses, dan setiap proses akan meninggalkan jejak. Ada beberapa tahap akan dilalui. Tahap anak 2-6 tahun, kemudian anak 6-11 tahun, tahap remaja yaitu 12 tahun keatas.

Anak 2-6 tahun berada pada tahap manipulasi, anak mulai belajar berbohong untuk menyenangkan hati ortu supaya mommy en daddy tidak marah kepadanya. Penanganannya adalah membiasakan anak berkata jujur dan terbuka agar tidak berkelanjutan untuk berkata bohong. Menurut mbakyu Oki lagi, tahap manipulasi ini memberikan inspirasi kepada bapak-bapak...wow ..!.. apakah itu ?..
eh...sstt...itu lho mbakyu, kalau bapak2 pulang telat sambil membawa seikat bunga mekar mewangi, maksudnya biar istri tidak marah....hm...ngakunya sih meeting....
" wueh!! kalau bohong ..tak uleg sampai alus...!! "..hh..aku cuma mbatin aja..

Yang paling sweet adalah anak2 umur 6-11 tahun. Pada kisaran umur ini biasanya mereka sangat penurut, mereka adalah cerminan orang tua.
" stop !..tuh traffic lightnya sudah kuning...!"....wes..anak ini pasti ortunya taat berlalu lintas...
" anjriitt, siwalan, gila, bussyyeett....! "...oopst..salah syapa ini ??..

Nah, persoalan kesenjangan komunikasi akan sangat kentara dikala anak mulai berumur 12 tahun keatas. Yess...Selamat datang dunia remaja.
Memang serba repot dalam memperlakukan remaja, dianggap sebagai anak kecil nggak cocok sedangkan disebut dewasa terlihat masih kecil. Termasuk ketika membelikan pakaian untuk mereka. Susyah euy...!! yang gegedeanlah, kekecilan, nyeng ini gak keren, nyang ono norak, nyeng begono old fashion....howgh....

Point penting disaat anak sudah mulai beranjak remaja adalah kemampuan orang tua dalam memposisikan diri sebagai teman. Dengan kata lain ortu harus bisa berperan sebagai teman yg asyi, gaul, tidak reseh, dan tidak suka mendesak. Ortu akan dianggap asyik en gaul jika mengerti apa kesukaan remaja. Gosip apa yg sedang trend, lagu apa yg masuk di MTV chart, bintangnya basket, grup band, serta lain2 urusan remaja.
" mudah saja bu..sekarang jamannya internet, cari info dari sana....dalam sekejap kita akan menjadi mommy gaul margaul..." gitu kata mbakyu Oki dengan kenesnya.

Trus supaya kita nggak dianggap teman tapi reseh gimana duong ?...gini neh...Ketika si anak hanya bercerita dari A-D jangan paksa mereka untuk menceritakan E sampai Znya, kecuali jika sejak semula anak memang sangat terbuka dengan ortunya. Terutama jika remaja sedang bad mood, jangan sekali-kali memaksa mereka untuk menceritakan permasalahannya. Bakalan tambah runyam. Berikan waktu buat mereka untuk sendiri, setelah mood sudah membaik baru kita bisa bertanya kepada mereka. Bahkan untuk anak yg biasa terbuka dengan ortu, tanpa ditanyapun mereka akan bercerita. Sebaliknya jika si ABG sudah kebelet ingin bercerita, segera luangkan waktu dan jadilah pendengar yg baik. Anggap saja semua cerita itu sangat penting, karena respon itulah yg mereka inginkan.
Jadi jangan males ngedengerin ABG curhat Cing..! apalagi bilang begindang...
" AAhh..nggak penting gitu loh..!!...

Perlu kita ketahui juga bahwa remaja ingin diterima serta diakui keberadaannya di lingkungan kawan-kawan. Oleh sebab itu mereka menjadi aktif mengikuti berbagai kegiatan agar mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan kepada teman-temannya. Dengan kata lain supaya terlihat cool en goal gaul didepan kawan2nya. Jika remaja tidak memiliki apapun untuk dibanggakan akhirnya mereka akan bertindak negatif contohnya mentraktir kawan2nya dengan uang hasil curian supaya dianggap bos. wah...wah..wah...
So..berilah kesempatan kepada anak untuk beraktifitas sesuai dengan kemampuandan en minatnya untuk mengantar remaja kita agar merasa diterima di lingkungannya.

Memang susah untuk mendelegasikan pekerjaan rumah kepada ABG, secara mereka suka angot2an. Good mood dan bad mood terlalu sering berganti-ganti. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa diberi tanggung jawab. Sekali-kali ortu perlu memberikan kepercayaan kepada remaja untuk ikut berperan dalam keluarga. Misalnya diajak urun rembug dalam suatu masalah serta dimintai pendapat dalam pengambilan suatu keputusan, atau mintalah tolong untuk membelikan Jacko donut ketika dia sedang hang out di Pavillion dengan kawan2nya..hiks..ngantri...ngantri deh...!
Dengan diperlakukan demikian remaja akan merasa diorangkan dalam keluarga hingga merasa bertambah mantap ke PeDeannya ketika berada diantara kawan-kawan.

Tak kalah penting adalah mendidik anak untuk menjadi seorang problem solver.
" mam...aku dapat nilai jelek..." keluh anak..
" Itulah...kebanyakan main PS sih....makanya kalu main ps jangan sering2...lalalalala...blalalal" ..duh..sampek nyemprots....
kata mbakyu Oki semestinya begini..
" Oalaahh..jelek ya, sebabnya kenapa ya kira2....?"..mami berkata lembut...
" abis gurunya sentimen sih mam..." sianak defence so pasti...
Dengan perbincangan seperti inilah si anak di latih untuk mencari jalan keluar.
Kata mbakyu Oki lagi, agar anak terlatih untuk memecahkan persoalan ortu harus menahan diri untuk tidak sering mengkritik anak, melecehkan, menganggap sepele sebuah persoalan, merendahkan dll yg sejenis.

Nyang urgent untuk diingat bahwa untuk mendidik anak agar menjadi seorang remaja manis, baik hati, sopan, beriman, dan tidak sombong, perlu melalui proses nyang pelan, panjang dan lama. Tidak seperti membuat mi instan yg hanya memakan waktu dua menit saja, tapi seperti memasak rendang yg membutuhkan kesabaran ekstra dari sang koki demi menghasilkan cita rasa rendang yg mak nyus markunyus. Pokoknya mantep coy!!...
Begitu juga dalam soal anak, ketelatenan, kesabaran, ketelitian dan kehatia-hatian akan sangat menentukan pencapaian dari keseluruhan proses yg telah dilalui. Seperti kata mbakyu Oki lagi, setiap proses meninggalkan jejak.

Wednesday, February 13, 2008

Manis Coklat Strawberry


SStt,,mbakyu2, hari ini katanya hari kasih sayang ya...nyang disebut Valentine Day itu loh...
Yah maklumlah dikarenakan dakyu manusia produk jadul, jadi gak begitu paham sayang-sayangan nyang model begindang.

I love you...I love you....I love you..
Terlihat berbagai tempat keramaian ikut juga menyemarakkan suasana dengan memajang lambang hati dengan nuansa merah dan pink lengkap dengan tulisan
I love you meski genjreng merahnya Gong Xi Fa Cai masih sangat dominan.
Ya..ya...ya...I love you too....

Merah segar buah Strawberry serta Coklat merupakan rangkaian yang tak pernah lepas dari bulan penuh cinta ini.
Menghadiahkan coklat sebagai ungkapan rasa cinta kepada pasangan sering dilakukan, dan tak dipungkiri coklat beraroma serta bercita rasa strawberry laku keras apalagi dikemas dengan bentuk love serta bertaburan indahnya gambar strawberry merah orange. Aiihh....romantic euy!!....

Jadi pas banget kalau Rabu kemaren kita ke Berryls Factory di D' Mines dengan rombongan Pengajian Wiatmi. Selain menambah pengetahuan tentang seluk beluk coklat, belanja coklat merupakan kegiatan yg sangat menantang. Wuess...jelas menantang, secara bentuk coklatnya lucu2 en menggemaskan. Coklat Valentine juga sangat menggoda makanya nggak heran kalau coklat dengan bentuk hati berbungkus pink sampai kehabisan stok. Dari situ kita juga baru tahu kalau warna white choc dan chocolate tergantung dari warna lemak/minyak yg berbentuk bongkahan lemak jenuh berwarna putih atau coklat. Menurut mbak guide, coklat paling top markotop serta paling mak nyus markunyus adalah coklat dari Switzerland karena dari dataran Eropalah coklat manis diproduksi pertama kali. Dan sekarang kita boleh berbahagia karena bisa menikmati coklat sepuas hati mengingat pada jaman dahulu hanya bangsawan dan orang2 penting yg bisa menikmati lezatnya rasa coklat.

Kembali ke sayang-sayangan....

Kemaren petang mood sedang keluar untuk beading membuat gelang dari manik2. Hm...memang melepas stress meski membetot konsentrasi mata juga jari jemari. Mematut-matut design , dicoba kemudian dilepas kembali, dibongkar...upst!..brodol rangkaiannya...weitt... manik2 menggelinding..tuing..tuing...
Nah..akhirnya dapat juga model yg diinginkan. Selanjutnya pamer ke si bontot yg seneng nyentrik...
" Dek...cantik nggak braceletnya.." tanyaku riang..
" lho kok bagus mah..buat aku ya..." jawab adek.
" Lah belum jadi....emang buat syapa? ada yg ulang tahun?...kapan mau dikasih?" ....tanyaku nyerocos..
" Buat do'i.....buat valentine day...buat besok.." jawabnya to the point
" Walaahh...yo weslah..mama ngalah.." gagal deh mau gaya dikit...

Hh..gagal gaya gak papa. Yang penting dakyu bisa selalu sayang2an sama Kangmas Jogelem, setiap hari, setiap saat.
Nggak harus hari ini, nggak hanya bulan ini, nggak cuma tahun ini, dakyu pengen kita semua adem ayem dan bersahabat selamanya. Amien.

Salam sayang buat semua. MMuaahh..muahh...

gambar diambil dari sini

Wednesday, January 30, 2008

Gua punya syapa...

SStt...gua bisikin . Kayaknya kita kecopetan lagi deh !!
Setelah lagu, seni dan budaya Indonesia diembat Malay kini gantian slank bahasa Indonesia mulai mereka minati. Yess orang Indonesia emang kreatif sih. Untuk menjelaskan diri sendiri selain kata saya, aku, aye, dakyu, diriku biasa kita pakai. Lebih gaul lagi kalau kita sebut diri kita dengan gua or gue atau bahkan gwe. Wes pokoknya serasa goal-gaul deh ah!! Begitu juga dengan sebutan kamu yg akan terasa bener2 ngefriend jika dilafalkan dengan loe.

Aku, kamu dengan gua/gue, eloe mempunyai perbedaan status bagi para ABG. Makanya para ABG yg sudah jadian dengan gebetannya tidak akan lagi menyebut diri mereka dengan gua dan loe seperti ketika sebelum jadian tapi menjadi aku dan kamu....ahh!...
Jadi beda coy....bagi mereka meng-aku dan meng-kamu mempunya arti lebih yg maksudnya bukan teman biasa gitu loh... .

Rupa2nya kata2 gua, loe pun mulai dilirik anak2 muda MY sehingga dirasakan mulai bisa dijual. Dan jangan heran seandainya kita melihat sarana angkutan LRT dipenuhi advertising mengenai entertaintment di MY dengan menggunakan web berjenama gua.com.my
Duh gak kuat deh....asli ngembat slank gaulnya bahasa Jakarta.

Ah...masa iya sih? gua ma elu kan dari bahasanya orang china. Jadi bukan ngembat slank jakarta tapi terinspirasi oleh gaya percakapan China MY. Aku dalam bahasa hokian adalah wa dan kamu adalah lu, yang kemudian menjadi gua dan lu

Mungkin bener juga, hmm..jadi ingat tayangan di national geography channel.
Dulu di Indonesia ada suatu masa ketika orang cina hanya boleh tinggal di daerah Kota, hingga perlu ijin dan dokumen tertentu apabila akan keluar dari daerah tersebut.Waktu itu orang cina hanya bisa bergaul dengan sesama orang cina. Dengan demikian budaya cina masih belum bisa mempengaruhi warga bumiputra. Walhasil komunikasi hanya dilakukan dg bahasa cina baik hokian, mandarin, cantonese dll tergantung dari asal mereka.

Tapi untuk selanjutnya ada kebijakan baru yg memperbolehkan org cina untuk tinggal dimanapun mereka suka. Akhirnya merekapun tersebar merata di penjuru nusantara. Karena bergaul secara intensif dengan penduduk asli bahkan ada juga yg menikah dengan org lokal, lama kelamaan bahasa cina jarang digunakan sedangkan anak2 yg dilahirkan dari perkawinan dg org lokal pun tidak dilatih untuk berbhs cina. Makanya banyak org cina yg gak bisa berbahasa cina. Sementara bahasa ditempat mereka tinggal akan lebih mendominasi percakapan mereka sehari-hari. Jadi di jawa tengah mereka akan mlipis boso jowo, di jawa barat bersunda ria, sedang di jawa timur ber rek ayo rek ..

Mungkin karena di Betawi terdapat banyak org cina maka sedikit banyak ada pengaruhnya juga.Wa dan lu dari kata hokkien yang kemudian diplesetin oleh anak2 metropolitan menjadi gue en elo. Tapi sayangnya di sini dakyu lebih sering mendengar orang cina bilang wa bukan gua seperti yg sering diucapkan oleh anak My.

Di Senzhen bahasa indonesia dengan slank gua elu juga kita jumpai di komunitas orang Cina yang dulu pernah tinggal di Betawi. Mereka adalah orang2 yg dipulangkan ke negri asal di tahun 1960an. Masa itu ada kebijakan mengenai pemulangan kembali ke daratan cina bagi mereka yg tidak mempunyai ijin tinggal serta dokumen lengkap. Karena sudah tinggal bertahun2 di Indonesia atau mungkin lahir di Ind juga mereka tidak biasa berbhs cina, so ketika mereka pulang ke negara asal anak2 mereka yg lahir kemudianpun berkomunikasi dg bahasa Ind dengan orang tuanya. Mereka inilah yg banyak menjadi tour guide turis Indo di Senzhen. Jadilah bahasa indonesia jadul bermunculan, seperti kata 'soak' untuk mengatakan badan tidak sehat. weiss..accu kali yak...

Ngomong2 soal 'gua' punya syapa, jadi ingat ketika ngobrol2 dengan orang MY menyangkut lagu mandarin berjudul Tian Mimi.
'Tian mimi ni xiao de duo tian mimi'....
meski liriknya beda banget tapi kalau versi indo begini
Dayung sampan...sampan di dayung.....
teman MY : " nah..itu dayung sampan ..lagu malay.."
gwe : " haiyak...itu dayung sampan lagu Indo.."
Walah...rebutan deh, dan akhirnya teman MY bilang bahwa itu lagu china yg ditransfer ke malay. Lhah aku cuma manggut-manggut sambil bertanya dalam hati, iya ke ? Abis mau ngeyel ga punya bukti....hoyooohhh...

Tapi pastinya kata-kata gua ama lu di MY lebih banyak dipengaruhi oleh hebohnya tayangan sinetron yg seharian penuh mejeng di jalur Aruna astro channel 121. Pokoknya kalau kangen dengan bahasa gaul jakarta kita bisa tongkrongin tuh channel sepuasnya. Apalagi Hot Fm radio dan Red Fm memanjakan kuping pendengar dengan script yg gaul abis meski terdengar keriting di telinga karena disampaikan oleh orang MY. Dan jangan terheran-heran kalau para ABG atau orang muda disini ikutan ber dong, deh, sih, gini dan gitu....

Halah!! jadi gua punya syapa nih...
yah... pastinya punya Yang Maha di sana....

Sunday, January 06, 2008

Aje gile....


Lima hari kehidupan rutin yg adem ayem di KL sudah dijalani. Kesibukan mulai hadir kembali meski masih terasa malas. Berita TV yang mengabarkan banjir dimana-mana sudah tak bisa kudengar kendati terus kuintip beritanya.

Yah.. negriku tercinta kembali merana, lagi-lagi bencana mendera tanah pusaka. Bagaimana bangsa ini bisa bertambah kaya jika hasil keringat bertahun-tahun selalu musnah diamuk keganasan alam. Padahal bukan karena bangsa kita malas jika terlihat tak maju-maju, tapi kondisi alam ikut menyumbang keterpurukan ini.

Tentu saja bukan bangsa pemalas, emangnya gigi masih kuat buat mengunyah batu ?

Tengok saja gigihnya para tukang becak di Malioboro Jogja dalam menawarkan jasanya.
" bu mari naik becak, saya antar ke toko batik sekalian beli oleh-oleh bakpia Pathok kemudian balik Malioboro lagi, 4 ribu repes saja.." gitu penawaran abang2 becak yg mangkal di jalan Malioboro seramah mungkin.

" Duh, aje gile murah bangeth!!' aku tersentak kaget. Perjalanan dari Malioboro ke tempat penjualan oleh2 di daerah Pathok pulang pergi bukanlah jarak yg dekat , apalagi jika mendapat penumpang bertubuh subur...weleehh..dakyu cuma bisa mengelus kempol alias betisku saat membayangkan si abang becak menggenjot pedal becaknya...kriyeett..kriyeeet...

Tapi Jogja memang nyentrik. Dalam menawarkan jasanya tukang becakpun bisa kreatip.
" Mari bu, 20 ribu saja ke nJetis. Maklum jalannya nanjak, lagipula ini becaknya pake AC lho..." gitu kata pak becak cengengesan...
" Haiyak..sampeyan iku....." cibirku...
" lha iya bu...AC alam, lebih seger..." kata doi masih cengengesan aja...

Penjual bakmi jawa di petang hari juga tak kalah nyentrik. Order pesanan seberapapun banyaknya tidak perlu ditulis diatas kertas tapi cukup lisan saja. Makanya dakyu sempat kena semprot ketika seluruh pesanan kutulis di secarik kertas dengan maksud memudahkan penjuwal.
" Ngapain pake ditulis segala, malah bingung!! meski pesanan banyak aku bisa ingat juga kok..!" gitu omelnya...
" walah...kok galak si pak..." ?+*

Berani sumprit, bangsa kita memang giat bekerja. Coba deh bandingkan tukang taxi di KL dengan tukang taxi Jakarta. Tukang Taxi KL mengambil penumpang secara tebang pilih. Pilih jarak yang dekat, pilih jalan yg nggak macet, selain itu mereka juga reseh en mulutnya usil. Sedangkan di Jakarta penumpang taxi adalah raja meski kalau sedang apes bisa juga menjadi sasaran tindak kriminal. Tapi secara keseluruhan rata2 pengemudi taxi di Jakarta mempunyai sikap sopan. Mereka juga tidak memilih tujuan, pokoknya hajar bleh...!!

Etos kerja tukang parkir juga hebring. Perhatikan kalau kita memberikan uang lebih kepadanya, wwueessh...nyaringnya bonus sempritan pasti akan segera kita peroleh. Priiitt..priitt...pritt..dan dengan segala caranya sudah pasti mobil kita akan melaju dengan nyaman sesuai dengan arah yg kita mau. Sayang gak bisa dibandingin dengan KL secara disini gak ada tukang parkir bawa sempritan, tukang parkirpun sangat sedikit mengingat mayoritas tempat parkir mempunyai auto pay machine.

Yakin gulagokin bangsa kita memang pekerja keras. Hanya saja terlalu banyak faktor sehingga terlihat seperti terpuruk. Kondisi alam salah satunya.

Tapi musim selalu saja berputar mengarungi waktu beriringan dengan bahaya yang terus selalu mengintai. Meski demikian smoga saja bangsaku tetap kuat menghadapinya. Pelan tapi pasti tak jemu untuk bangkit kembali membangun puing2 yang runtuh meski suatu saat akan kembali rapuh diterjang pergerakan alam yang ganasnya melebihi angin puyuh.

gambar dari sini

Wednesday, January 02, 2008

Reuni


Akhirnya berakhir sudah hari-hari santai bebas lepas dari rutinitas, menikmati berjalannya waktu tanpa batas. Tak terasa dua minggu berlalu, melaju menuju tahun berganti baru. Kehidupan akan terus berputar, smuga tahun Tikus tidak akan mengajak kita untuk semakin rakus dan haus akan urusan duniawi karena justru akan memberangus kepekaan nurani. Happy New Year 2008 !!

Liburan balik kampung kali ini benar2 mantep..tep...
Jakarta dan Jogja memang selalu dihati. Suasana, makanan dan kenangannya tak pernah terlupakan. Yaah..meski kemacetannya selalu membuat BeTe terutama kalau sedang menumpang taxi....weleh..bunyi detik argonya bikin jantung deg-degan. Untung bakmi GM selalu setia menghiburku, ahh...noodle memang favoritku dan bakmi GM bisa mengerti seleraku.

Berbagai sudut kota Jogja di akhir tahun 2007 ini terlihat lebih semarak serta bertambah padat. Liburan panjang membuat wisatawan domestik tumplek di kota kelahiranku ini. Lagi-lagi karena adanya cuti bersama, reuni dengan keluarga tercinta menjadi bertambah resep. Nggak cuma itu, reunian dengan teman SMA juga marak di akhir tahun 2007 ini. Spanduk dari beberapa sekolah menengah atas berkibar-kibar mengabarkan adanya pertemuan akbar dari berbagai angkatan termasuk reuni SMA I Teladan Yogyakarta. Wuessh...seru dong ah!!

Bertemu kembali dengan teman lawas setelah 25 tahun berpisah jelas menimbulkan kegembiraan tersendiri. Beberapa ada yang terlupakan tapi sebagian masih terekam jelas bekas-bekas keimutan wajah dimasa remajanya. Cerita2 lucu masa lalupun kembali diputar ulang, juga berbagai kisah kasih disekolah dan tak ketinggalan soal gebetan....wuikk!!

Soal gebetan menjadi heboh secara dakyu dan Kangmas Jogelem adalah satu sekolah beda angkatan.Nah ini jadi bahaya...
Bisa-bisa rasa jealous terhadap gebetan kuno merunyamkan hubungan adem ayem yg sedang berjalan. Meski gak bisa dipungkiri ada saja mereka yang masih terobsesi dengan kenangan lama hingga menginginkan agar kisah tersebut terulang kembali.

Masa-masa SMA memang gak bakal terlupakan komplit beserta manis dan pahitnya. Ingat disaat nyegat angkot, ingat jamannya gendut (kata teman-teman) padahal sumpih ...sekseh beibeh...!! Dan dakyu juga selalu ingat disaat Kangmas Jogelem mulai menggebet-gebet dakyu dengan motor Honda GPnya yg selalu setia menemaninya. Cihuuuyyy...romantic cing..!!

Masa SMA emang lutcu, kiut en imut.
Pastinya dakyu akan selalu mengenang yg lucu-lucu itu, maksutnya biar awet lucu..
so...kayaknya gak perlu ya jealous2 yg gak mutu itu, gak penting gitu....
Piss ah!!....

Thursday, December 13, 2007

Hari ini pakdhe pake 'jean'....

Yess!! pagi ini Kangmas Jogelem suamiku terlihat ceria begitu juga teman-teman sekantornya. Haiyak so pasti karena ke kantor serasa pergi ke mall, balutan celana jeans dipadu T-Shirt berwarna biru membuat penampilan Kangmas Jogelem terlihat bergaya seperti mahasiswa.
Cihuuyy....keren
coy!! Good bye kemeja lengan panjang plus celana kluyur....
Sayang cuma untuk hari ini saja. Tapi masak iya sih ada kegiatan charity saban hari ?...

Kamis kemaren anakku juga merasa merdeka karena pada hari itu diperbolehkan bebas tidak berseragam malahan diperkenankan juga meniru dandanan artis idolanya. Pokoknya hari itu anak2 bebas merasakan kebebasan tanpa memberikan imbalan apapun. Lho piye to ?
Maksudnya begini, di sekolah anakku charity merupakan kegiatan rutin. Disana ada salah satu cara unik dalam mengumpulkan uang sumbangan. Pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan siswa diperbolehkan tidak mengenakan seragam asal memberikan sumbangan sebesar 5RM.
Jadi dengan menyumbang 5Rm, siswa memperoleh complimentary yang sangat didambakan oleh anak sekolah berseragam yaitu berupa kebebasan berpakaian agar terlihat keren di sekolah.

Pada dasarnya seseorang pasti ingin hidup bebas.
Bebas dari rasa tertekan, bebas untuk menjadi diri sendiri, bebas untuk tidak memenuhi keinginan orang lain...kamu harus begini, kamu harus begitu...
Yah..bebas dari segala bentuk penjajahan gitulah...

Dulu jamannya aku masih SD kata hak asasi manusia benar2 ngetop markotop, maklum di tahun 70an kata itu baru mulai di gembar gemborkan. Makanya anak2 SD hobi mengutip kata tersebut meski cuma gara2 ditegur karena kentut sembarangan.
" emangnya kenapa....ini kan hak asasi.." gitu kata anak yang kebebasan berkentut rianya dipermasalahkan oleh teman2nya.

Adanya reformasi memunculkan euphoria kebebasan setelah 32 tahun merasa terkekang. Mulai saat itu kata2 reformasipun menjadi akrab dalam perbincangan ibu2 di sela-sela hiruk pikuknya bertransaksi dengan tukang sayur keliling.

“ sekarang berita di koran jadi tambah seru ya bu, malah ada yang gambarnya vulgar..” gitu kata si mpok Rumpi
“ ya jelas dong….kan udah reformasi…” saut Nyak Gosip
“ wah tapi kasihan banyak keluarga artis yang hancur akibat kebebasan infotaintmen dalam mengorek kehidupan pribadi mereka, sepertinya mereka diadu di depan publik. Ah..namanya juga reformasi.” Bu RT nggak mau kalah.

Kebebasan memangpun seronok, kebebasan juga hak asasi manusia.
Kendati begitu akankah kita menggunakan hak tersebut secara semena-mena, berteriak misuh2 tanpa mempedulikan lingkungan sekitar serta mengabaikan kepentingan orang lain. Dimana letak nurani jika luahan kebebasan kita ternyata merugikan orang lain.

Seperti kata Eyangku,
“ ngono yo ngono neng ojo ngono….”
Gitu ya gitu.. tapi jangan gitu2 banget ah!!

Sepertinya bebas terkontrol terasa lebih mak nyess daripada bebas lepas. Yah, meski mengontrol diri sendiri merupakan perbuatan tidak mudah tapi masyarakat bisa menilai dan menjadi alarm ketika kita melampaui batas kebebasan yang pantas.

Dan akupun manggut-manggut setuju ketika kebebasan menjadi sebuah complimentary atas perbuatan baik yang sudah kita lakukan, seperti kegiatan charity di sekolah anakku tadi.

gambar diambil dari sini

Monday, November 26, 2007

Ajang Adu Narsis 2007



JW Marriot, jl.bukit bintang

Sabtu malam minggu kemaren Anual Dinner Hess Oil and Gas kembali digelar. Ajang adu narsis menampilkan expresi menyalurkan inspirasi mengajak partisipan untuk sejenak menggaruk kepala memikirkan costume apakah yg akan mereka kenakan. Tema malam itu adalah 'what i want to be when i grow up'. Nah loe..bingung kan ?
" halah...gitu aja dipikirin!!" upst!!...temanku yg sibuk memikirkan akan memakai kostum apa nantinya terkena semprot suaminya. Hi..hi...hi....cuciaann deh loe....

Lhah, aku sih udah mantep pakai kostum princess gothic. Bukan karena keren pakaiannya, manis coraknya or cocok warnanya tapi hanya karena bajunya ngepas di badan ajah, secara baju sewaan getu loh....!! Maklum tinggi badanku cuma pas-pasan padahal baju yang tersedia rata2 terlalu panjang untukku. Hmm...apa boleh buat minimal kostum itu mencerminkan keinginanku pada watu kecil ...yess...jadi princess!!

Tapi payahnya saat pertama kutawarkan pada Kangmas Jogelem agar bersedia berkostum Prince, kangmasku ini menolak mentah-mentah karena sangat bertentangan dengan keinginannya untuk berkostum ala KISS group hard rock band Amerika yg menjadi idolanya disaat remaja. weleh..welehh...

Terpaksa babak udreg-udregan alias berselisih paham dimulai ...
" walah..gimana to kang, udah terlanjur booking plus bayar depositnya lho,kalau ganti model nanti jadi rugi..." gitu protesku...
" Haiyaahh...mosok pengen dandan ala KISS aja gak boleh seh, kan tinggal nyangklong gitarnya adek....nggaya toh..." Kangmas Jogelem mbesengut...
" Walah..repot banget seh, aku isin kalau penjenengan nyangklong gitar....mending aku nggak ikut ajah.." hiks...mulai ngeluarin jurus ngambek.

Akhirnya.....
" Yo wes..sini aku pake baju King yo gak papa...." nurut jugak ya akhirnya....
" Lhaaa...bagus begitu, kita kan jadi kayak King dan Princess..." woalah mantep dakyu..
Sebenarnya gak cocok ya mosok King dengan Princess semestinya Queen adalah pasangan si King. Apa King dengan mistressnya aja yah...Waaahhh....keenakan duong, ogah layauww!!

Jreng...jreng..jreng.....Inilah dia Raja dan Ratu kethoprak.
Suasana dinner party malam itu begitu meriah, fun, juga tidak memandang kasta apakah itu bos ataukah driver, semua orang menampakkan expressi riang penuh bintang tanpa aral melintang menepis basa basi yang sangat basi.

Yah, meski nggak berhasil menggondol hadiah di ajang adu narsis 2007 ini dan cuma menyandang gelar sebagai Raja dan Ratu kethoprak, tapi dirumah sendiri kami adalah Raja dan Ratu sesungguhnya.
Hua..ha..ha..ha...ha..ha.... (di komik-komik HC Andersen raja kalau ketawa kan ngakak...)

Monday, November 19, 2007

Tuing..tuing...


Pagi ini seperti hari-hari Senin sebelumnya, pemandangan menyentuh kembali mengusik nurani.
Pukul 8.15 pagi kesibukan mulai merebak di halaman sebuah lembaga orang buta Malaysia. Di tempat inilah orang-orang buta menimba ilmu mulai dari belajar membaca dengan huruf braille hingga mengasah ketrampilan agar dapat mandiri memenuhi kebutuhan sendiri berikut anak istri.

Setiap berada disana, dakyu tak pernah berhenti bersyukur karena dikarunia 2 mata untuk melihat yang setiap saat juga siap untuk diajak plarak-plirik ...*tuing..tuing... *

Dengan tongkatnya mereka para pelajar, guru, maupun karyawan terlihat sangat percaya diri mengarungi hidupnya yang senantiasa gelap tak ada berkas-berkas cahaya. Anak-anak sekolah duduk bergerombol di anak tangga selayaknya anak2 sekolah berpenglihatan normal, mereka ketawa ketiwi serta ngobrol sana sini bahkan ada juga yang bernyanyi-nyanyi kecil seolah tak ada kendala. Sementara diantara mereka ada juga yang tampak sedang asyik berhalo-halo alias berbincang melalui HaPe. Lift untuk turun naik gedungpun juga sibuk. Lain pemandangan menunjukkan murid usia TK yang sedang dilatih oleh cikgu untuk naik turun tangga agar dapat berjalan melewati anak-anak tangga tanpa bantuan seseorang.
" ya...turun lagi, pegang pinggiran tangga...!!." begitu tutur cikgu tegas tapi sabar.
Dakyu begitu terharu menyaksikan ke antusiasan anak tersebut, meski semua tampak gelap tapi dia tetap bersemangat.

Karena hanya tongkat yang menjadi andalan, tentu saja tubrukan diantara mereka sering terjadi. Tapi mungkin karena sudah terbiasa maka tak ada rasa kesal diantara mereka hingga aktifitaspun tetap berlanjut. Sangat ironis dengan mereka yang mempunyai mata normal. Hanya dengan saling melihat saja bisa timbul rasa permusuhan....
" Apa loe liat-liat..." bentak yg ngerasa dipelototin ...
" lhah....gwe punya mata..!!." samber yg ngeliatin....
Selanjutnya...
" Ayo..kalo berani ke lapangan!!....walaaahhh....jadinya tawuran deh....

Bayangkan!! itu cuma karena lihat-lihatan alias pelotot-pelototan. Apalagi saling bertubrukan, weleh...bakalan pisau bertindak dan celurit berbicara. Dan bayangkan juga bagaimana bahagianya para penyandang tuna netra jika mereka bisa saling pelotot-pelototan.

Terkadang kita memang kurang mensyukuri apa yang telah kita dapat, hingga merasa apa yang telah ada pada kita memang sedemikianlah seharusnya. Padahal diluar sana masih banyak orang yg tidak seberuntung kita hingga tidak dapat menikmati apa yang kita rasakan meski bagi kita terasa biasa.

Seperti mbak asistenku yang selalu merasa spesial jika membawa pulang serta merasakan hasil masakanku meski anakku mengatakan kurang sedep.
" Ibu...kemaren dagingnya puk-empuk ya bu..." gitu kata mbak Kip dengan logat kental Maduranya.
" Mosok tho mbak, wong alot begitu...." jawabku nggak yakin....
" Tak...puk-empuk!! kalau saya masak daging selalu keras...kalau digigit gigi macam mau copot...!!" tambahnya sambil cekikikan...
" Ngrebusnya kurang lama mbak.." kataku lagi..
" Saya ngrebus daging memang sebentar saja bu, kalao dagingnya terlalu empuk nanti cepat bis-habis...."..halah..cekikikan lagi...
Lauk pauk seringkali tersisa bahkan seperti di sia-sia, begitu juga dengan barang-barang serta hal-hal lain. Secara tidak sengaja kita sering menyia-nyiakan apa yang kita punya padahal bagi orang lain sangatlah berharga

Ahh...sepertinya aku harus lebih bersyukur lagi....

Friday, November 09, 2007

Selamat ulang tahun mas ica.....

Hari ini anakku sulung genap berusia 20 tahun, tepatnya jam 00.05 tengah malam tadi.
Tak terasa, sepertinya waktu berjalan sangat cepat meski 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dengan demikian 20 tahun sudah dakyu menyandang status sebagai ibu-ibu. Hmm...masih tersisa diingatanku ketika pertama kali mempunyai anak, dakyu benar2 masih sangat lugu alias lutcu dan guob..yoss...maksudnya mudah gembrobyos kalau sedang mandiin anak. Tapi seiring dengan waktu watak keibuankupun muncul, dan kemudian menjelmalah diriku menjadi seorang ibu yang telaten, teliti, manis, baik hati dan tidak sombong.

Hari ini anakku sulung sudah mulai dewasa.
Padahal masih kuingat saat umurnya baru 3 bulan. Disaat Gendon teman seangkatannya sudah bisa berguling-guling kesana kemari, anakku masih penasaran berusaha membalikkan tubuhnya sampai terpipis-pipis. Dengan timbangan 7.5 kg mungkin tubuhnya terlalu berat untuk di ajak berkompromi dengan keinginannya. Bahkan sampai sekarangpun masih terngiang kata-kata pertamanya disaat doi berusia 9 bulan...
" ..tupuk..." hiks..maksudnya krupuk. Maklum bapaknya doyan krupuk...
"..ban..jijik..." hi..hi... ini karena anakku hobi pegang2 roda stroler makanya eyang kakung sering mengingatkannya.

Mungkin kejadian di halaman kantor kelurahan disaat aku mengurus surat pindah keluarga kami ke Jakarta juga gak bakalan akan terlupa. Sulungku yang masih berusia 2 tahun ini tiba2 menyanyikan lagunya Amy Search yg sedang ngetop markotop pada saat itu,
"...Isabella adalah...kisa cinta dua...dunia...." gitu dia bernyanyi sambil ngotot....
Weleh...semua orang noleh kearah anakku...
" ..anake sopo iku ?"....hiks...thole satu itu sempat bikin dakyu agak malu.
Barangkali bosan juga ya menyanyikan koleksi lagu anak2 yg setiap saat dinyanyikan bersama mama.

Hobi mendengarkan cerita menjelang tidur sempat membuat mulutku ndower, sehingga dengan amat terpaksa dakyu merekam suaraku atas cerita bertajuk si Piko daripada setiap saat dakyu harus membacakan cerita kegemarannya tsb.Kemudian dengan lincah jari jemarinya akan memutar kaset hasil rekaman berulangkali disaat menginginkannya. Makanya dia bersemangat belajar membaca karena ngiler melihat buku2 bergambar indah hingga membuatnya penasaran akan isi cerita. Akhirnya di usia 3th 4bulan kemampuan membacanya mulai keluar diawali kata2 dengan penggunaan huruf2 vokal,
" bo-la..., sapu.., meja.., pipa....." begitu dia membaca dengan mantap.

Dan dakyu jg masih ingat ketika nafasku terputus-putus saat mengajarinya naik sepeda di usianya yg ke 5. Woalah....gak kuat lagi... Akhirnya Kangmas Jogelem turun tangan untuk mengajari cah bagus tsb. untuk bersepeda. Langkah pertama adalah melepas roda bantu, langkah kedua menuntun ke pinggir kali dimana pada waktu itu sangat memadai untuk belajar mengendarai mobil apalagi bersepeda secara jalanan masih sepi dan lebar, dan langkah terakhir si bapak muda ini (39 tahun yg lalu bo'..) mendorong anakku yg sudah siap nongkrong diatas sepedanya. Wuuussssss......otomatis si anak terpaksa berkonsentrasi mengendali agar tidak ambruk....hoyag...hayig hoyag..hayig...sepeda oleng ke kanan serta ke kiri. Berulangkali 'dorongan tega' dilakukan Kangmas Jogelem hingga akhirnya..Yess...anakku sudah bisa bersepeda.....dalam waktu kurang dari satu jam. Padahal dakyu sempat agak iri dengan anak tetangga yg sudah bisa naik sepeda disaat umurnya baru 4 tahun. Hhh..aku emang merasa terlalu banyak menuntut pada anakku...

Sekarang setelah anak2 besar aku baru sadar, ternyata banyak hal-hal yang mereka kerjakan karena semata-mata keinginan dan ambisi orang tua. Makanya sekarang dakyu berusaha sekuat mungkin agar tidak selalu melibatkan keinginanku pada sesuatu yg akan mereka lakukan. Menghidupkan demokrasi di rumah tidak ada salahnya kulakukan sepanjang tidak membuat anak-anak menjadi kurang ajar. Mereka boleh mengemukakan apa yang mereka mau dan tidak mau. Mereka juga berhak memprotes sesuatu yang tidak disepakati apalagi mengangguk tanda setuju.

Selamat ulang tahun ya mas ica...
Doa mama semoga kamu berhasil mengarungi kehidupan ini hingga mencapai sukses yang kamu idamkan. Mama mohonkan pula dalam setiap doa agar
keinginan-keinginan kamu, cita-cita kamu... bisa kamu raih dengan mudah tanpa halangan yang berarti. Amien.

Thursday, November 01, 2007

Nikmati saja....

Hampir seminggu ini dakyu merasa seperti kembali menjadi pengantin baru. Haiyaakk...jangan ngiri ya...
Gimana nggak kayak pengantin baru, kemana-mana berdua, dirumah glundang-glundung berduaan ngobrol cekikikan berdua cuma si Gembul kucingku yang suka bikin suasana agak heboh.

Ini gara-gara si bontot kemping ke Langkawi setelah sebelumnya nonton konser Black Sabath di Singapore. Makanya si Gembul jadi lakon, dan saking seringnya diajak berkomunikasi diapun terbiasa menjawab dengan bahasa kucing jika bos bapak atau bos mamah mengajaknya bicara.
" mbul...dah makan belum" biasanya itu yg ditanyain bos bapak.
" eoongg...." gembulpun menjawab
Dan ketika gembul naik ke meja komputer serta menginjak-injak keyboard, bos bapak kembali mengajak Gembul bicara..
" kamu mau ngeblog apa mbul...." tanya bos bapak
" eooong......." lagi2 gembul menyaut...
Eh iya, Gembul juga canggih bermain hide and seek serta gemar bermain cilukba ....suer..!! nggak bohong....

Dakyu jadi berpikir, kucing saja bisa berkomunikasi serta memberikan respon dengan bahasanya karena terbiasa serta terlatih, apalagi manusia dengan kelebihan2 yang sudah ada dari sononya.

Halah..tuh kan kucing aja dirembug.
Tapi beginilah kalau anak sudah mulai beranjak remaja, tugas seorang ibu pelan tapi pasti lama-lama akan semakin berkurang. Ketika anak-anak sudah mandiri, tugas pengasuhan sudah tidak lagi seperti disaat mereka masih kecil tapi beralih menjadi tugas kounseling yang akan mulai 'on' ketika anak datang karena memerlukan sumbang saran dan pendapat dari seorang ibu yang terkadang harus berperan sebagai seorang teman. Dan halooo...saat2 seperti ini tidak akan terjadi setiap saat.

Jadi berbahagialah teman-teman yang sekarang masih direpotkan dengan anak kecil. Jangan pernah mengeluh tapi nikmatilah rengekan si kecil karena kesempatan itu tidak akan lama. Seiring dengan berjalannya waktu, masa akan merenggut indahnya kerepotan mengasuh anak berganti dengan tanggung jawab yg lebih besar yaitu mengentaskan mereka agar menjadi anak mandiri serta sukses di dunia dan akherat ....
" nggak usah tanya ya sukses di akherat itu yg gimana seh..."

Nikmati saja selagi ada, itulah inti dari curhatku.

" mamaaa......aku mau pipiiiss....."
" mamaaaa.....aku nggak mau makan..."
" mamaaaa....aku ngantuuuk.."
ssttt....sudah..sudah..jangan stress, nikmati saja......

Trus...trus... kalau dakyu rumah sepi, suami belum pulang...hu...hu...sedihnya.....
sssttt.....sudah...jangan bersedih, nikmati saja..... kan bisa ngeblog sekenyangnya....

....Gembuuulllll.....sini mbul!!.....

Tuesday, October 23, 2007

ibu-ibu = cantik


Soal dengan stabilo kuning diatas ternyata cukup membuat bingung seorang anak SD. Sebenarnya apa sih yang membuat anak tersebut jadi kisruh?
Apakah karena dalam kesehariannya pengasuhan hanya diperoleh dari seorang asisten rumah tangga sehingga dalam pikirannya, menggendong, menyuapi, memandikan, mengajak jalan-jalan hanyalah tugas seorang pembantu. Hingga timbul persepsi bahwa pengasuhan identik dengan tugas pembantu. Yah, mungkin itulah pendapat orang pada umumnya sekilas melihat gambar diatas.
Tapi seorang teman milis berpendapat lain,

Mbak, yang salah itu bukan anaknya tapi yang bikin gambar kartun disoalan itu. Lha ibu-ibu jaman sekarang kan dandanannya ya nggak kayak di kartun itu. Coba deh gambar ibunya itu lebih trendi dikit, pasti jawaban anak-anak jadi gak salah
Lha kok nyalahin anak-anak, wong kita sendiri ya nyangkanya gambar itu ya gambar pembantu....hik..hik....

Mungkin ada benarnya juga, sosok ibu sekarang sudah berubah dan berbeda dengan ilustrasi yg biasa terdapat pada buku- buku Bahasa Indonesia di jamanku dulu. Di buku2 lama kehidupan harian ibu si Amir digambarkan sebagai wanita yang berkain dengan rambut bergelung. Dengan berlalunya waktu trend berbusana wanitapun berubah bukan berkain tapi memakai rok/blouse, tentu saja hal ini mempengaruhi ilustrasi gambar pada buku2 anak sekolah.

Tapi rupanya ketika mami-mami sudah mulai mengenal rebonding serta busana modern, ilustrasi gambar masih tetap alias tidak berubah. Akibatnya menimbulkan kebingungan pada anak karena maminya sekarang adalah wanita yang super duper keren.

Jadi pesan buat para mami, jangan berdandan seadanya seperti pada gambar diatas agar anak tidak salah tafsir....sebenarnya ini maminya atau pembokatnya :D
Berdandanlah serapi mungkin dimanapun anda berada baik dirumah, dipasar, di RS, di mall, lagi manjat pohon jambu, lagi lompat pagar, lagi kerja bakti dll. Pokoknya buatlah icon bahwa ibu-ibu = cantik tujuannya supaya:
1. Tidak digaruk Rela
2. Supaya anak tidak keliru, siapakah yang sedang mengasuhnya...apakah mami or asisten :D
3. Para kartunis bisa membedakan bagaimana menggambar bos mami dan bagaimana melukis bedinde
4. Tentu saja supaya suami betah di dekat kita....waaaa....ini dia d'best partnya...!!

salam cantik selalu


Wednesday, October 10, 2007

Rela.......aku tetep nggak rela!!

ati ati jeng laras, kamu ditangkap RELA.
Komentar Innuendo ini langsung mbikin atiku 'mak deg'. Gimana enggak, isu ini memang lagi hangat dikalangan orang Indonesia di MY. Belum lagi Rasa Sayange terselesaikan, belum juga kering luka si wasit, belum hilang sebutan2 indon, kini ada lagi kasus yang membuat orang Indo gondok, sebel, mangkel dan merasa terhina. Tindakan asal garuk oleh Rela si pemburu imigran gelap benar-benar menjengkelkan terutama setelah kasus penangkapan seorang anggota keluarga diplomat dimana kartu identitas keluarga diplomat dianggap palsu oleh Rela, padahal asli...sli... dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Horotoyohh....!!

Sekarang orang Indonesia di sini menjadi lebih berhati-hati, teliti serta lebih komplit mempersenjatai diri dengan dokumen2. Dulu kemana-mana sudah cukup pede dengan hanya membawa foto kopi paspor, kini paspor asli harus ditenteng kemana-mana supaya merasa aman bahkan paspor bayipun dibawa-bawa jika pergi bersama anak. Soalnya in case kegaruk takut si bayi disangka bukan anaknya. Segitu paranoidnya kah?...tapi kalau ngeliat tindakan ngawur si rela bisa saja hal ini terjadi. Wah...riskan dong bawa paspor kemana-mana, trus kalau hilang gimana duooong? ...wes salahmu dewe!!

Tapi meski begitu aku masih keukeuh cuma bawa SIM sebagai ID. Logikanya orang punya sim pastilah ada paspor karena merupakan kelengkapan saat apply surat ijin mengemudi tersebut, apalagi pada SIM dicantumkan juga nomer seri paspor. Tapi setelah kupikir-pikir....emangnya Rela ngerti hal-hal begini?....

Rela yang jumlahnya mencapai 480.000 memang menjadi anak emas di negeri ini sebab sangat membantu pemerintah dalam soal penanggulangan pendatang haram dari berbagai bangsa. Dengan hanya berjumlah 90.000 tampaknya polisi sudah sangat kewalahan menghadapi para pekerja ilegal apalagi dengan meningkatnya pelaku tindak kriminal. Makanya jumlah Rela bakalan segera bertambah. Mudah kok syaratnya asal berbadan sehat, warga setempat, dan sudah dewasa. Bonusnya menggiurkan lho...80 rm perkepala imigran gelap. Wuiikk....pantesan babat sana babat sini, dobrak sana dobrak sini...... 80rm cing!!

Halah...ngomel begitu nyatanya masih betah juga di MY.

Plis deh....kuakui dakyu masih matre, masih suka belanja belanji aneka warni, masih hobi pergi kesana kemari apalagi Pak SBY juga pernah bilang,
" Nanti kalau Indonesia sudah membaik kamu pulang ya..." gitu katanya...
Ehmm... nggak bisa janji juga ya....

Tapi jika suatu saat kami harus pulang juga, saya janji deh mau nyanyiin lagu ini...
aku pulang dari rantau
bertahun-tahun di negri orang
ooo..Malaysia...

Hayooo..ini lagu dari mana, di list karaoke penciptanya noname lho....





Monday, October 08, 2007

" iihh..emangnya fear factor.."

Tinggal beberapa saat lagi hari raya Idul Fitri 1428 H akan datang. Wanginya aroma kueh mueh mulai tercium di berbagai sudut dapur rumah tangga maupun apartemen. Warna-warni jajanan lebaranpun sudah tampak terpajang di pusat-pusat perbelanjaan mengundang pembeli yang tidak sempat berkutat dengan tepung, susu, gula, selai,kacang mede dan juga panasnya ketuhar alias oven.

Tak lama lagi manisnya saat-saat berbuka puasa akan segera berakhir, khusyunya sholat tarawihpun mulai akan beralih. Acara makan gratis disaat bedug magrib juga segera habis.

Berbuka puasa di KL memang agak berbeda dengan di INA. Disini hampir seluruh mesjid menyediakan santapan berbuka untuk semua orang bukan hanya undangan tertentu. Hal ini dilaksanakan setiap hari hampir diseluruh mesjid yang ada di KL. Mungkin bukan hanya di KL tapi diseluruh MY. Sepertinya semua orang berlomba-lomba memberikan sodakohnya dibulan penuh berkah ini. Dari tukang jualan makanan dipinggir jalan, orang2 kaya sampai restoran besar jauh-jauh hari sudah ngantri mendaftarkan diri untuk menjamu buka puasa ke mesjid-mesjid. Subhanallah...sampai fully book. Jadi kalau kita berniat tidak akan masak sebulan penuhpun dijamin gak akan kelaparan.

Sebenarnya aku suka juga sih yang gratis-gratis, tapi sampai saat ini belum kesampaian juga untuk ikutan hadir mencicpi hidangan di mesjid2 tersebut hingga disetiap bulan puasa dapurku tetap setia mengepul disaat petang mulai datang.

Tak bisa dipungkiri jamanku memang paling seneng barang gratisan berbeda dengan era anakku yang justru akan merasa heran jika sesuatu diberikan secara percuma. Kemaren saat berbuka di Secret Recipe anakku si bontot sempat membuatku tersipu. Diluar makanan pesanan, restoran ini memberikan kurma serta minuman dingin dengan rasa mak nyuss juga ice cream coklat super lekker....
" wiihhh...gratiss ya..." cetusku dengan wajah berseri-seri..
" mamah...bukan gratis, tapi complimentary....! weleh...lagi2 si bontot mengoreksiku dengan wajah protes...
" jamannya mamah nggak ada tuh complimentary, adanya ya dikasih gratisan getuuhh.." nggak mau kalah juga dakyu..
" tapi malu-maluin maahh....orang kok senengnya gratisan, semua kan udah dikalkulasikan harganya... jadi ya nggak gratis...." kata si bontot lagi..
Haiyaakk......si bontot mulai mletik otaknya. Ya sudah sekarang mamah akan mengubah mind set agar berpikir bahwa tidak ada barang gratis di dunia ini. Tapi pliisss...bernapas en kentut tetep boleh gratis ya.... :(

Karena bulan Ramadhan akan segera bergeser menuju 1 Syawal, memikirkan menu masakan untuk makan bersama dengan handai taulan di Hari Raya sudah mulai di on-kan. Banyak usulan dilontarkan. Dari banyaknya usulan ternyata menu yang mengandung fear factor masih digemari malah menjadi favorit di hari raya. Yess!!...Sambel goreng hati sapi.
" Ibu-ibu berhubung kita-kita sudah mulai sepuh mari kita kurangi makan jerohan..." gitu kataku sok menghimbau..
" yaaa.....nggak mantep dong"....tuh kan pada kecewa...
Memang sih rata-rata orang suka dengan bahan masakan berbau daleman seperti soto jerohan, kripik paru, babat goreng bacem,, sate ati, oseng2 ampela ati ayam dll.

Tapi sejak 15 tahun lalu, untuk makan jerohan-jerohan tersebut bagiku bagaikan ajang fear factor ...sumprit!! Kenapa..?
1. Ya tentu saja karena menyadari usia yg semakin bertambah, nggak bagus getu loh buat kesehatan.
2. Mbayangin bentuknya kalau belum dimasak..
3. Mbayangin fungsi jerohan ketika si binatang belum disembelih
4. Ikut-ikutan Garfield. Tonton aja Garfield 2, ternyata si doi gak suka ati sapi untuk makanan kalengnya . "Iiiihh!!...emangnya Fear Factor..." gitu katanya ketika si John bosnya menyodorkan makan untuknya.

Halah.... apapun menunya, kebersamaan di hari raya pasti akan menimbulkan kebahagiaan. Apalagi banyak keluarga berkecukupan menggelar acara open house dimana kita bisa datang untuk makan minum serta bersalam-salaman. Yah..tentu saja gratis....upst!!

"Hayoooo...mamah mikir gratisan lagiii...!!!"

Wednesday, October 03, 2007

Rasa Sayange...

Sedepnya bisa nulis lagi....
Tiga minggu nggak up date serasa punya utang, bisa aku bayangkan betapa bosannya membuka blogku yang isinya nggak ganti-ganti alias sambel goreng opor melulu !! Padahal aku gak ada niatan buat puasa ngeblog.

Kegiatan di bulan Ramadhan cukup menyita waktu...
Maklum sebagai ibu-ibu yang rajin aku jarang absen mengikuti aktivitas dengan tujuan menambah amalan di bulan puasa.....cciiieee...alim ni yee....
Suerr!!....tadarusan, pengajian, santunan, buka bersama, meetang-meeting ngrembug acara kumpul2 di hari raya, belanja-belanji plus tugas rutin harian bisa menghabiskan waktu sehari penuh..herMan...padahal cuma gitu-gitu doang.

So mau ngeblog dikala hari masih terang rasanya lemes secara perut kosong gitu looh. Ngeblognya malam hari duong!!...ngantuk bo'..buka-nya terlalu hot!! ..kepedesan mangsutnya...

ahh...Sutralah....
Claim anakku atas komputer yang sering aku pakai di malam hari akhir-akhir ini mulai membuatku kesal. Laptop si bontot ngadat tapi belum juga sempat untuk mengantar ke service centre, tak ayal komputer lainpun diembat. Sebenarnya memang untuk mengerjakan tugas, tapi yang bikin bete adalah hobi chattingnya itu.
"...Ayooo...kerjakan home worknya...!! ..jangan cuma chattang-chatting aja... " gitu aku biasa teriak-teriak di malam hari...
"...lha ini aku sedang ngerjain home work, aku nggak chatting kok.." ..ngeles dia!! Padahal tadi jelas kulihat terdapat 2 layar kamera berkibar-kibar dimana kini sudah berganti ke page lain yang berisi home work-home worknya.
Kini sampai jam 10 malam mau tidak mau komputer dikuasai oleh anakku hingga dia kembali ke laptop.

Tapi emang sekarang lagi musimnya meng-claim barangkali yak...
Lagu Rasa Sayange yang dijadikan jinggel iklan Truly Asia, saat ini telah diclaim sebagai lagu MY. Karya-karya yang tidak diketahui pencipta asalnya telah menjadi makanan empuk nan gurih hingga diperebutkan kepemilikannya. Tapi susah juga sih mematenkan sesuatu yg tidak jelas siapa pemiliknya.Seperti wayang kulit yg konon asalnya dari kebudayaan hinduisme kini juga sudah di claim sebagai kebudayaan MY.

Dah pandai cakap rasa kerr??...
Kembali ke lagu Rasa Sayange. Di MY tidak ada kata-kata rasa tapi rase. E di MY berbunyi seperti kalau kita mengatakan pohon enau. Seperti kita tahu penduduk Maluku selalu menyebut huruf E disetiap akhir kalimatnya, sedangkan E dalam sayangE di lagu tersebut sama sekali tidak pernah terdengar dalam percakapan sehari-hari di MY. Jadi bagamana asal muasalnya mereka bisa dengan santainya meng claim lagu ini.....???...wess.. judeg tenan!!

Sudah saatnya kebanggaan terhadap kebudayaan sendiri harus ditingkatkan mengingat kebudayaan barat lebih menggaet minat anak-anak muda, hingga kebudayaan tradisional baik musik, tari dll dari berbagai daerah pelan tapi pasti terlihat semakin memudar, malah sepertinya hanya akan kita jumpai pada saat berkunjung ke museum. Untuk anak-anak yang bersekolah di International School karena mengikuti orang tua bertugas keluar negeri, pengenalan budaya Indonesia semakin minim. Jangankan budaya Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia Raya saja blank apalagi Garuda Pancasila, Padamu Negeri serta lagu2 perjuangan lainnya. Lebih mengenaskan lagi kini anak2 Indonesia lebih hapal lagu2 kebangsaan MY daripada lagu kebangsaan sendiri...duh Gusti....
Dulu masih lumayan ada hari Kartinian dimana setiap anak sekolah diwajibkan mengenakan baju daerah dihari tersebut, jadi secara tidak langsung mengenalkan anak-anak pada variasi budaya di Indonesia. Tapi sekarang memang serba susah, berbicara soal daerah nanti dikira primordialisme....kedaerahan gitcuuu...

Soal aneka ragam jenis makanan juga harus waspada kalau tidak ingin di claim lagi. Di My orang Indonesia dari berbagai suku sudah berjumlah 2 juta-an jiwa dimana pemenuhan kebutuhan makana rasa negeri sendiri sudah mulai dipenuhi. Sekarang disini makanan apa yg nggak ada? ..pempek, somay, bakso, tempe...
Seiring berjalannya waktu bisa saja makanan2 tsb diklaim sebagai makanan lokal karena jumlah orang Indonesia yg semakin banyak, belum lagi dengan adanya hubungan perkawinan. Apalagi pencipta makanan2 tersebut juga noname, jadi enak banget bwat di klaim...


Gambar diambil dari sini, sini, sini,sini, sini

Monday, September 10, 2007

Maap lahir batin

Yu Ngatinah ngudal roso,
Ati bungah ngarepi sasi poso,
Ayo konco ngibadah marang sing Kuwoso,
Mugo iso nglebur dosa.

Sambel goreng opor basah-basah,
Paling mantep pake lontong,
Jika ane ada salah.
Maapin duoong.....


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1428 H
Semoga amalan ibadah kita diterima olehNYA
maap lahir batin ya...


Wednesday, September 05, 2007

Mari kita saksikan dia tumbuh.

Baru 4 hari 3 malam menghirup udara Jakarta, semalam KLM membawa daku dan si bontot kembali terbang menuju KL. Alhamdulillah proses penerbangan ke KL berjalan mulus dari awal sampai akhir. Proses imigresen juga sangat manis padahal sempat membuatku agak khawatir mengingat masih maraknya protes terhadap tindak brutal oknum polis di MY kepada warga negara kita. Tapi ternyata wanita muda petugas imigresen saat itu sama sekali tidak mempersulit malah pemeriksaan plus pengecapan paspor dilakukan sembari bersenandung lirih menirukan lagu melayu dari CD yang sedang diputar dimejanya, mungkin sebagai obat anti ngantuk. Hmm...gak sengaja daku ikutan juga bersenandung.... pelaaannn...banget!!.... sstt bukan apa-apa...takut kena gaplok..hiks..


Jakarta masih saja selalu murung, mendung dan kelabu. Kemacetan masih saja seperti dulu meski sudah ada busway dan waterway hingga pastinya argo taxi jadi semakin membengkak. Tapi kendati tarif taxi begitu mahal, mengganti Blue B*** ketika bertaxi ria dengan taxi bertarif lama kini membuatku harus berpikir dua kali. Karena biasanya taxi model begini juga menggunakan mobil lama. Tak ayal keamanan serta ke tokcer-an si taxipun agak sedikit menghawatikan.

Nggak bohong!! Kemaren taxi tarif lamaku mogok di jalan tol...
" Mas taxi... mbokya di halo-halo pake radio...minta tolong sama yang jaga di pos.." gitu kataku cemas meski anakku bolak-balik menyampaikan bahasa mukanya agar aku diam en tenang saja...ssstt...uwesewesewes...wess..

" loha..halo...disini taxi anu...mogok di tol ,300 meter menjelang jalan keluar arah Tomang...lo..lo..halooo..."
suara pak supir terdengar memelas karena bingung serta isin akibat salah ambil jalan hingga kebablasan dari destinasi sesungguhnya.
" mckk...kayaknya pada tidur semua bu.." sambungnya putus asa sebab pos jaga tidak memberikan respon barang seupilpun..

Bingung mondar mandir di bahu jalan akhirnya pak supir memberanikan diri minta tolong pada Kangmas Jogelem..
" Bapak bisa nyetir nggak...kalau bisa tolong ya pak, nanti saya dorong taxinya..."gitu kata pak supir.
" mmm.....boleh...lah..." jawab kangmas Jogelem agak ragu-ragu meski akhirnya mantap mengendali setelah aku suporteri...ayo kang..ayo kang..
Dasar nasib sedang apes, maksud hati ingin mendapatkan jarak yang lebih jauh tapi apa daya bahu jalan malah menjadi tempat berlabuh.

Hiyaak...satu.. dua… tiga...doroong...duh gak enak hati neh…berat ya pak supir?
Padahal aku udah meringankan diri loh…duduknya nggak manteb en agak ngangkat dikit biar gak terlalu berat…. Untung jalanan agak menurun en ketemu pak pulisi pas disaat beberapa meter menjelang keluar. Nah…giliran pak pulisi ikut bergabung buat ndorong…cihuuyy…ternyata asik juga loh…serasa di Dufan!!

Itulah asyiknya bertransportasi di Jakarta penuh liku-liku dan perjuangan. Ada orang yang merasa kapok karena punya alternatif lain tapi sebagian besar orang akan menerima apa adanya, seadanya dan tidak mengada-ada… dengan kata lain kepepet gitcuu…

Seperti halnya aku yang gak mau lagi menggunakan KRL karena pernah kejepit diantara orang banyak hingga meski kakiku cuman nggandul alias keangkat semua, badanku tetap stabil tak bergeming, gak jatuh apalagi krungkep…woalah..tuluung….!! Huh…syapa suruh datang ke Jakarta…kagak ada nyang denger Cing!!

Berita yang agak membuatku gumbira adalah diteruskannya kembali pembangunan Monorail dimana dulu sempat terhenti untuk sementara….sstt..kurang dana ya?....
Busway yang dulu diprotes karena disinyalir akan menambah kemacetan kini malah menjadi transportasi favorite, dengan 3500 repes bisa killing-kliling sak kayange sampai mumet!! Trus waterway yang konon dalam proses pelayarannya bikin mblenger sebab air sungainya full dengan limbah ternyata mempunyai peminat juga. Yah..pelan-pelan tapi pasti mudah-mudahan kemajuan akan segera tampak, asal semua dapat berfikir positip. Mangsutnya jangan sedikit-sedikit diprotes gitu loohh...

Jika setiap ide dimatikan serta diprotes habis-habisan kapan kita akan tahu hasil yang bakal dicapai ? seperti halnya jika sejak benih suatu mahluk sudah dimusnahkan, kapan kita dapat menyaksikan dia mulai tumbuh?


gambar diambil dari sini

Thursday, August 30, 2007

Kali ini aku kapok!!

Jum'at 30 Ogos kemaren sore baru nyadar kalau hari itu adalah hari nya nonton Fire Works di Putrajaya. Sebenarnya aku sudah pernah bilang kapok buat nonton acara pesta kembang api karena terbayang kemacetan en keruwetan yang terjadi pasca tontonan usai, benar-benar seperti benang kusut.Walau pada umumnya penonton tipe seperti aku akan segera buru-buru angkat kaki meninggalkan arena tapi padatnya manusia seakan tidak segera habis apalagi masih banyak muda-mudi yang asyik berkongkow menghabiskan malam yang sebentar lagi pagi.


Bermula dari pembagian tiket nonton Fire Works gratis di gedung PICC (gedung pertemuan antar bangsa) Putrajaya untuk kami bertiga. Hm.. satu buah tiket 30rm bo'...lumayan kan? Apalagi kali ini merupakan Malaysian International Fire Works Competition yang diikuti oleh negara Malaysia, ngUstrali, Jepun, dan ngItali.

Seperti biasa Kangmas Jogelem selalu terburu-buru gak mau telat barang sedetikpun hingga acara makan malam sengaja dilewatkan karena informasi mengatakan tersedia restoran disana. Alhasil dengan berbekal peyek teri, peyek kacang, marning dan air mineral kami melaju ke Putrajaya sinambi ngemil peyek buat ngganjel perut.

Pada saat kami datang kemeriahan sudah tampak sejak di jembatan pertama, banyak orang rela menanti gegap gempitanya fire works sejak sore hari dipinggir-pinggir jalan. Yak..disekitar jembatan itulah nanti Fire Works bermula.

Tidak seperti yg dakyu bayangkan, menonton fire works di PICC ternyata berada diruang terbuka yg posisinya memang pas tertuju kearah jembatan tempat bermulanya kembang api tersebut. PICC memang gedung yang eye catched karena letaknya memang berada ditempat tinggi hingga dari ground floornya saja pemandangan malam Putrajaya tampak dari sana. Sepoi-sepoinya angin malam sempat membuat kepalaku nyut-nyutan secara gak pengalaman nge-dugem sehingga timbul niat untuk pindah tempat ke lokasi lebih nyaman. Tapi niat baik tersebut langsung batal total setelah tahu harga tiket VIP adalah 105 rm...
duwit semua! tempatnya persis diatas ground floor juga diudara terbuka....jadi jelas aja ogah layauww!! Aku akui orang sini memang pintar dalam mengemas sebuah event/tempat menjadi sebuah wisata hingga menarik warga asing untuk berkunjung walau sebenarnya biasa-biasa saja.

Penasaran dengan restorannya? walah..jebul mirip bazar dengan pembeli yang ngantri sampai 2 meter. Kebab, kue coklat,.. trus opo mboh...!! Anakku langsung mbesengut karena menyadari makan malamnya benar-benar harus dilupakan detik itu juga.

Musik jedag..jedug..jedag jedug...terus bertalu-talu menanti jam 12 malam saat fire works dimulai. Tarian semacam break dance berusaha menghibur penonton agar tidak bosan, tapi tetap saja gariiiing!!.....Fashion shownya juga gak ada greget...trus gimana? puwas nggak? jelas gak puwwaasss.....dan akupun duduk diam sedikit terlelap. Sedangkan fire works menyambut detik2 kemerdekaan Malaysiapun masih ditunggu seiring dengan musik rap serta musik jedag-jedug yang terus menggebu-gebu. Gak ada blas lagu perjuangan atawa lagu kebangsaan yang terdengar.

Akhirnya malam merambat ke jam 12 juga....
MC alias pembawa acara mulai heboh dengan mengajak penonton untuk count down serta mengajak bersama-sama berteriak merdeka berkali-kali kemudian mengumandangkan Negaraku lagu kebangsaan mereka. Menurutku kurang khidmat en kurang menyentuh apalagi setelah itu jedag...jedug..jedag jedug kembali terdengar...weleh.. nge-rap lagi. Lha trus mau lagu apa??....kan udah dibilang gak ada lagu perjuangan..
Yah..mungkin karena kemerdekaan yang diperoleh adalah pemberian dari pemerintah Negara Inggris maka tentu saja semangat perjuangan yang dituangkan dalam sebuah lagu menjadi sangat minim.

Zzzuiiing…jeder..jeder…zzzuing…jeder…..
Hmmm…memang indah sekali….gimana puwas?.....Yess!! puwwwaaassss….setengah jam menyaksikan hingar bingar kemilaunya kembang api sampai mata jadi merem melek.

Tapi nonton Fire works kali ini membuat aku menyesal..sal…sal….!! Lho kenapa darling?

  1. Aku merasa berselingkuh….padahal sumpih aku tidak menghianatimu Indonesiaku, aku cuma pengen nonton fire works dari Jepun si Matshushita dkk. Sumpih..sumprit..aku tidak ikut menyanyikan lagu Negaraku sedikitpun meski cuma rengeng2…apalagi sampai ngotot berteriak merdeka….suerr!! nggak!!
  2. Aku merasa tidak memberikan simpati berikut empatiku kepada warga Indonesia yang digebukin disini,… ah siapa bilang ? Sebagai warga Indonesia yang tinggal di Malaysia bisa berbuat apa aku…Pak presiden bersama-sama dengan pemerintah dong yang bisa menyelesaikan permasalahan ini. Ayo pak Presiden berbuat sesuatu hingga kami rakyat Indonesia tidak selalu dipandang rendah, disepelekan ataupun dilecehkan. Memang tidak perlu sebuah perlakuan arogansi dibalas dengan kekerasan, demo2, pembakaran dan tindak anarkhis lainnya. Cukup menegakkan pemerintahan yang berwibawa ,beraura dan juga punya harga diri... dijamin akan disegani oleh rakyat sendiri serta bangsa lain. Untuk itu aku cuma bisa berdoa.
  3. Penyesalan selanjutnya adalah tentu saja macetnya lalu lintas!!...dan aku ikhlas saja jika pukul 3.30 menjelang dini hari kami baru sampai rumah.

Hei…hei..hei…gratisan aja protes!!

foto : koleksi Kangmas Jogelem