Kali ini aku kapok!!

Jum'at 30 Ogos kemaren sore baru nyadar kalau hari itu adalah hari nya nonton Fire Works di Putrajaya. Sebenarnya aku sudah pernah bilang kapok buat nonton acara pesta kembang api karena terbayang kemacetan en keruwetan yang terjadi pasca tontonan usai, benar-benar seperti benang kusut.Walau pada umumnya penonton tipe seperti aku akan segera buru-buru angkat kaki meninggalkan arena tapi padatnya manusia seakan tidak segera habis apalagi masih banyak muda-mudi yang asyik ber
kongkow menghabiskan malam yang sebentar lagi pagi.
Bermula dari pembagian tiket nonton Fire Works gratis di gedung PICC (gedung pertemuan
antar bangsa) Putrajaya untuk kami bertiga. Hm.. satu buah tiket 30rm bo'...lumayan kan? Apalagi kali ini merupakan Malaysian International Fire Works Competition yang diikuti oleh negara Malaysia, ngUstrali, Jepun, dan ngItali.
Seperti biasa Kangmas Jogelem selalu terburu-buru gak mau telat barang sedetikpun hingga acara makan malam sengaja dilewatkan karena informasi mengatakan tersedia restoran disana. Alhasil dengan berbekal peyek teri, peyek kacang, marning dan air mineral kami melaju ke Putrajaya sinambi ngemil peyek buat ngganjel perut.
Pada saat kami datang kemeriahan sudah tampak sejak di jembatan pertama, banyak orang rela menanti gegap gempitanya fire works sejak sore hari dipinggir-pinggir jalan. Yak..disekitar jembatan itulah nanti Fire Works bermula.
Tidak seperti yg dakyu bayangkan, menonton fire works di PICC ternyata berada diruang terbuka yg posisinya memang pas tertuju kearah jembatan tempat bermulanya kembang api tersebut. PICC memang gedung yang eye catched karena letaknya memang berada ditempat tinggi hingga dari ground floornya saja pemandangan malam Putrajaya tampak dari sana. Sepoi-sepoinya angin malam sempat membuat kepalaku nyut-nyutan secara gak pengalaman nge-dugem sehingga timbul niat untuk pindah tempat ke lokasi lebih nyaman. Tapi niat baik tersebut langsung batal total setelah tahu harga tiket VIP adalah 105 rm...
duwit semua! tempatnya persis diatas ground floor juga diudara terbuka....jadi jelas aja ogah layauww!! Aku akui orang sini memang pintar dalam mengemas sebuah event/tempat menjadi sebuah wisata hingga menarik warga asing untuk berkunjung walau sebenarnya biasa-biasa saja.
Penasaran dengan restorannya? walah..jebul mirip bazar dengan pembeli yang ngantri sampai 2 meter. Kebab, kue coklat,.. trus opo mboh...!! Anakku langsung mbesengut karena menyadari makan malamnya benar-benar harus dilupakan detik itu juga.
Musik jedag..jedug..jedag jedug...terus bertalu-talu menanti jam 12 malam saat fire works dimulai. Tarian semacam break dance berusaha menghibur penonton agar tidak bosan, tapi tetap saja gariiiing!!.....Fashion shownya juga gak ada greget...trus gimana? puwas nggak? jelas gak puwwaasss.....dan akupun duduk diam sedikit terlelap. Sedangkan fire works menyambut detik2 kemerdekaan Malaysiapun masih ditunggu seiring dengan musik rap serta musik jedag-jedug yang terus menggebu-gebu. Gak ada blas lagu perjuangan atawa lagu kebangsaan yang terdengar.
Akhirnya malam merambat ke jam 12 juga....
MC alias pembawa acara mulai heboh dengan mengajak penonton untuk count down serta mengajak bersama-sama berteriak merdeka berkali-kali kemudian mengumandangkan Negaraku lagu kebangsaan mereka. Menurutku kurang khidmat en kurang menyentuh apalagi setelah itu jedag...jedug..jedag jedug kembali terdengar...weleh.. nge-rap lagi. Lha trus mau lagu apa??....kan udah dibilang gak ada lagu perjuangan..
Yah..mungkin karena kemerdekaan yang diperoleh adalah pemberian dari pemerintah Negara Inggris maka tentu saja semangat perjuangan yang dituangkan dalam sebuah lagu menjadi sangat minim.
Zzzuiiing…jeder..jeder…zzzuing…jeder…..
Hmmm…memang indah sekali….gimana puwas?.....Yess!! puwwwaaassss….setengah jam menyaksikan hingar bingar kemilaunya kembang api sampai mata jadi merem melek.
Tapi nonton Fire works kali ini membuat aku menyesal..sal…sal….!! Lho kenapa darling?
- Aku merasa berselingkuh….padahal sumpih aku tidak menghianatimu Indonesiaku, aku cuma pengen nonton fire works dari Jepun si Matshushita dkk. Sumpih..sumprit..aku tidak ikut menyanyikan lagu Negaraku sedikitpun meski cuma rengeng2…apalagi sampai ngotot berteriak merdeka….suerr!! nggak!!
- Aku merasa tidak memberikan simpati berikut empatiku kepada warga Indonesia yang digebukin disini,… ah siapa bilang ? Sebagai warga Indonesia yang tinggal di Malaysia bisa berbuat apa aku…Pak presiden bersama-sama dengan pemerintah dong yang bisa menyelesaikan permasalahan ini. Ayo pak Presiden berbuat sesuatu hingga kami rakyat Indonesia tidak selalu dipandang rendah, disepelekan ataupun dilecehkan. Memang tidak perlu sebuah perlakuan arogansi dibalas dengan kekerasan, demo2, pembakaran dan tindak anarkhis lainnya. Cukup menegakkan pemerintahan yang berwibawa ,beraura dan juga punya harga diri... dijamin akan disegani oleh rakyat sendiri serta bangsa lain. Untuk itu aku cuma bisa berdoa.
- Penyesalan selanjutnya adalah tentu saja macetnya lalu lintas!!...dan aku ikhlas saja jika pukul 3.30 menjelang dini hari kami baru sampai rumah.
Hei…hei..hei…gratisan aja protes!!
foto : koleksi Kangmas Jogelem
foto jadul
Weleehh...senengnya nemu foto jadul
di website Drum Band UGM. Foto tersebut adalah anggota drum band angkatan 1983....
halah tuwir tenin!! Masih terlihat kiyut en imyut,
cihuyy..masih langsing bo'...
dreng..deng..dreng dreng..deng....ngedrum sambil jalan, untuk gak ada monyet yang ngikutin baris dibelakang. Atau mungkin si monyik bingung...sakjane syapa seh nyang sedang berperan jadi monyet?....
Hayoo sekarang ditebak.....dakyu yang mana...?
Yang bisa menjawab dengan benar tak hadiahi endog asin plus anduk good morning nyang putih tipis itu!!
Cuci mata aahh....!!

Pelesir selama sepuluh hari memang membuat hati suka,ceria en gembira meski otot boyok pegel linu disamping
kempol bin betis yang menjerit minta dipijit. Gimana nggak happy?
Tuh lihat mata anak-anakku yang berbinar riang, dan aku.....
hiks.. tentu saja tidak melepaskan kesempatan untuk ber
honey moon dengan Kangmas Jogelem...
wuikk!!
Hongkong-Shenzhen-Disneyland-Singapura.
Yess!! akhirnya kami berempat bisa juga berlibur ketempat yang agak jauh setelah lama saat-saat ini aku nantikan. Susyah getu loh mencari waktu luang untuk pergi bersama secara liburan anak-anakku tidak selalu berbarengan.

3 Agust Jumat petang kemaren kami tiba di Hongkong.
Begitu turun dari pesawat cuaca lumayan hangat dengan temperatur 34 C. Perjalanan dari airport menuju Kowloon memakan waktu sekitar 1 jam karena sekarang Hongkong International Airport tidak lagi berada di Kaitak (ditengah kota) seperti dulu, tetapi telah dibangun baru menjadi seperti sebuah pulau. Dengan kata lain menyeberang dari airport menuju kota Kowloon menjadi keasyikan tersendiri karena selain bisa menikmati pemandangan air beserta lalu lalangnya kapal besar maupun kecil, jembatan yang menghubungkan airport dengan Kowloon juga memberikan keindahan.
Weleh..ternyata Hongkong kecil tapi modern maklum disewa Inggris selama 100 tahun, tetapi berkat Deng Xiao Ping Hongkong bisa kembali lagi ke pangkuan China.
Mungilnya Hongkong sangat kentara dengan melihat jarak antara satu gedung dengan gedung lainnya..
.sumpih rapet!! Bahkan kata si mas tour guide jumlah penghuni apartemenpun bisa dihitung dengan melihat jumlah jendela karena konon satu jendela adalah milik satu family, kebayang kan sumpeknya. Dan kata si mas tour guide lagi, sempitnya rumah menjadikan mayoritas orang Hongkong bersikap
jutek sebab ungkapan ekspresi cinta kepada pasangan nggak bisa
plong karena akan didengar oleh anak or tetangga sebelah...
Wow!!..Untuk melihat keramaian Hongkong sesungguhnya jalan-jalan

saja menuju sepanjang pusat perbelanjaan di Mongkok Road. Dijamin penuh manusia dengan langkah panjang-panjang karena berpacu melawan waktu.
Wuahh.... orang semua!! Dan tak bisa dipungkiri udara panas summer time jelas sangat terasa...
gembrobyos bo'.... Meski demikian jalan-jalan disini tetap asyik apalagi sambil membayangkan Jacky Chan sedang shooting dan aku jadi figurannya...
hiks... cita-citanya pas-pasan banget yak....
Tapi kendati sudah berjam-jam berjalan di Mongkok Road serasa cuma naik-naik kepuncak gunung tinggi-tinggi sekali..., kiri kanan kulihat saja.....
halah!!...sebenarnya cuma mau bilang gak beli apa-apa karena barang disana gak ada istimewanya
so nggak beda jauh dengan Jakarta or KL.

Kalau demen filem silat Hongkong berkunjung ke New World Centre jangan sampai terlewat. Disana cap telapak tangan para jagoan kungfu terpateri menjadi sebuah kenangan. Bruce lee, Jet lee, Jacky Chan, Ti lung ....
.ciaaattt!!Hmm...meski hawa panas menyengat tapi desiran angin laut China Selatan bertiup sepoi-sepoi memberi kesejukan....sedep!!...
Bagiku Hongkong menjadi menarik karena negeri ini

dikelilingi air laut serta dihiasi oleh pemandangan perbukitan yang indah. Sesuai dengan Fengshui yang sangat diyakini kebenarannya oleh masyarakat Hongkong yakni suatu tempat akan selalu memperoleh keberuntungan jika berada disekitar air mengalir dan perbukitan. Fengshui menjadi bisnis besar di Hongkong. Keterbatasan lahan membuat harga rumah/tanah sangat mahal jika dibandingkan dengan kota-kota di dataran China lainnya, selanjutnya akan menjadi lebih mahal jika dipercaya mempunyai fengshui bagus. Akibat besarnya
cost land maka tak heran jika harga makanan disetiap restoran menjadi bengkak. Ada lagi satu keyakinan bahwa tinggal didaerah Dragon (daerah berbukit disisi pantai) akan menyebabkan suami lebih berkuasa terhadap istri, sedangkan suami akan bergabung dengan ISTI alias ikatan suami takut istri jika tinggal didaerah phoenix alias di buntutnya.....
walah....!!
Selain mahalnya harga makanan, jenis yang bisa dimakanpun terbatas mengingat selalu ada kandungan daging babi disetiap aneka masakan. Untungnya ada satu restoran Melayu yang menjual halal food,
duh leganya bisa makan nasi goreng komplit ala Indonesia. Nggak cuma nyedu pop mi getu loohh.....
Ah!! tape deh...!!
Bersambung aja dah.....
sumber gambar wikipedia